Berbeda Kasta

Berbeda Kasta
bertahan dan berjuang.


__ADS_3

Dimas masih berada di ruang kerja Galang.


" katanya mau ngasih hadiah sebagai ucapan terimakasih buat saya, lah ini apa, kok penghinaan yang saya dapatkan mas, wes lah pokok e, nasib jomblo tambah ngenes kalau kayak gini" Dimas berdiri handak keluar dari ruangan itu, namun Galang mencegahnya.


" mau kemana Dim, masalah saya belum selesai nih, kamu jangan pergi dulu, sini duduk lagi" ucap Galang.


"masalah yang mana lagi sih mas, kan tadi sudah tak kasih solusi mas, tinggal eksekusi aja to, nggak berani apa, mau saya temenin, iya? " jawab Dimas dengan wajah ditekuk kesal.


" kamu marah sama saya dim, iya? " Galang beranjak dari tempat duduknya perlahan menghampiri Dimas yang akan melangkah keluar.


"nggak mas, cuma agak gedek aja,"ucap Dimas, namun tak ayal ia pun duduk kembali, menuruti permintaan bos mudanya itu.


" o ya mas, mbak Dena nya udah tau tentang rencana lamarannya mas Galang sama mbak Anisa? " tanya Dimas yang menggeser kursi nya hingga kini duduk di sebelah Galang.


Galang memindahi wajah karyawan kepercayaan itu dari kepala sampai kaki dengan seksama.


" ck, jangan mepet banget kayak gini lah Dim, nanti dikira jeruk makan jeruk lagi, tapi kamu ya, bukan saya, kalau saya sih sudah terbukti, pria sejati ya, hehehe, sorry dim, jangan marah oke" Galang mencolek pipi Dimas sambil tertawa.


kini gantian Dimas yang memandang Galang dengan tatapan aneh dan juga alis nya yang menyatu,


" kayaknya saya harus membasuh pipi saya sebanyak tujuh kali ini mas, bila perlu tayamum deh, pakai debu suci" ucap Dimas sambil mengusap pipi nya yang di colek Galang barusan.


" kenapa,harus tujuh kali, pakai debu suci lagi, memangnya saya ini najis apa, wah keterlaluan kamu Dim, penghinaan mu nggak kira- kira ya, saya masih perjaka ting- ting ya belum terjamah oleh siapapun!!


Galang beranjak dari duduknya lalu menyambar jas yang ia letakkan di sofa panjangnya.


Dimas pun mengikutinya.


" mau kemana mas, kerumah Pacar yang mana? " tanya Dimas, saat mereka menuruni tangga menuju lantai satu.


Galang menghentikan langkah nya, lalu menoleh dan menatap Dimas.


" mau ke rumah Anisa, kenapa kamu mau ikut, kali aja dia tertarik sama kamu dim,kan lumayan tuh bisa meringankan tugas negara ku"ucap Galang..

__ADS_1


" kalau yang itu kayaknya matur suwon aja deh mas, mending ngenes jadi jomblo aja lah"Dimas berbelok menuju tempat kerjanya, sementara Galang berlalu menuju parkiran mobilnya.


"sebelum melajukkan kendaraan nya, Galang sempatkan untuk menghubungi Anisa terlebih dulu.


" assalamu'alaikum mas, tumben nelpon, ada apa? " tanya Anisa lewat sambungan telepon nya.


" wa alaikumsalam, saya sedang dalam perjalanan ke rumah mu, apa kamu ada di rumah nisa? " jawab Galang tak ingin berbasa basi.


" aku di rumah mas, datang aja" jawab Anisa dengan senyum merekah di bibir nya.


Galang segera melajukkan kendaraan nya setelah mengakhiri panggilan nya terhadap Anisa.


_________


_________


_________


Anisa nampak tengah duduk bersantai di taman samping rumah nya, ia sengaja menunggu Galang di situ.


mengenakan celana khaki sebatas lutut dengan atasan polo berwarna hitam Galang berjalan menghampiri Anisa yang tengah tersenyum dari jauh menyapanya.


" mau minum apa mas" tanya Anisa saat Galang sudah duduk di kursinya.


" nggak perlu repot, saya hanya sebentar di sini " ucap Galang menolak tawaran Anisa, ia duduk menyilangkan kakinya, lalu menatap dalam pada Anisa, Anisa memalingkan wajahnya, ia salah tingkah jika ditatap sedemikian intens nya oleh Galang.


" jangan membuang wajah seperti itu nisa, saya ingin melihat ekspresi wajahmu saat saya menginginkan jawaban atas pertanyaan yang akan saya tanyakan ini"


" kamu nggak bisa apa mas lebih santai kalau bicara sama aku, kenapa kesannya kok seperti orang mau wawancara kerja aja, menegangkan" ucap Anisa yang masih bisa tersenyum malu- malu di wajahnya.


Galang terkekeh, lalu menopang dagu dengan satu tangannya.


" kenapa kamu lancang masuk kedalam ruangan ku, sedangkan aku tidak ada di sana" ucap Galang, Anisa membenahi posisi duduknya kini menghadap Galang.

__ADS_1


" aku lancang, kenapa mas, bukankah kafe itu akan menjadi milik ku juga nantinya, jadi menurut ku sih aku tidak lancang ya, toh kita akan segera menikah, kenapa kamu sepertinya marah sekali mas? "tanya Anisa tanpa senyuman di wajahnya.


" kamu masuk ke ranah pribadi ku, sebelum kita seandainya nanti menikah, apapun yang aku lakukan tidak ada hubungannya dengan dirimu, dan kamu belum berhak atas kepemilikan ku, ku kira kamu paham mengenai hal ini nisa" ucap Galang datar, tanpa ekspresi, namun kata- kata yang terucap dari bibirnya sanggup membuat mata Anisa berkaca- kaca.


" bahkan kita akan melaksanakan acara lamaran minggu ini mas, apa aku tidak boleh sedikit saja memasuki kehidupan mu, bukan kah nanti pun kehidupan kita akan seperti itu, anggap saja ini adalah awal yang harus ku pelajari tentang kehidupan calon suamiku" ucap Anisa yang kini mulai menitikkan airmatanya.


"kamu telah melewati batasan mu nisa, aku tidak menyukai nya, dan kurasa ini layak menjadi pertimbangan untuk kita apakah perjodohan ini akan berlanjut atau kita cukup kan sampai disini saja, karena aku bukan lelaki yang bisa kamu atur" ucap Galang tegas.


" kenapa kok aku merasa kamu sengaja mencari- cari kesalahan ku ya mas, untuk apa? " tanya Anisa.


" satu lagi kelancangan yang kamu lakukan, apa maksud mu dengan photo profil yang kau setting di layar laptop ku berikut kalimat yang menyertainya"tanya Galang lagi.


Anisa pandangi wajah Galang yang candu baginya itu, senyum tersungging di bibirnya.


" kenapa hanya diam saja, belajarlah bertanggung jawab atas apa yang telah kamu perbuat nisa" ucap Galang yang mulai merasa aneh dengan sikap yang di tunjukkan oleh gadis pilihan ayahnya itu, dia tak menjawab namun terus menebar senyuman yang sungguh tak ingin Galang melihatnya, ck sadis lo lang!!


" aku rasa jawabannya ada pada dirimu sendiri mas, kamu pasti sudah tau kan jika hubungan Terlarang mu dengan mahasiswi itu sudah ku ketahui sejak lama, tapi kenapa kamu tidak ada keinginan untuk menceritakan nya kepada ku, sebagai calon istrimu aku berhak tau mas, sampai- sampai aku harus mengungkapkan nya sendiri secara perlahan, lalu sekarang kamu menyatakan ketidak sukaan mu atas apa yang seharusnya ku lakukan"panjang lebar Anisa menjelaskan kannya.


" hubungan kami bukan hubungan yang terlarang Nisa, jaga cara bicara mu " ucap Galang datar.


" o, bukan hubungan terlarang ya, tapi sembunyi- sembunyi, lalu apa bedanya mas, apa yang kamu harapkan dari hubungan tanpa restu orang tua mu"Anisa sangat emosi saat mengatakan hal itu dihadapan Galang, ia sampai mendekatkan wajahnya agar Galang dapat merasakan betapa kecewanya dia.


" kami memiliki apa yang tidak aku miliki saat bersamamu, yaitu cinta, maafkan aku nisa, jika caraku menyampaikan kenyataan ini cukup pahit bagimu, asal kamu tau nisa, hari- hari ku adalah memikirkan tentang hubungan yang coba kita jalin ini, namun apa? semakin aku mencoba untuk memupuk rasa kepadamu, tapi kau malah membasmi nya dengan racun yang kau racik sendiri, aku menyerah nisa, maaf" ucap Galang akan segera beranjak dari duduknya, namun ucapan Anisa menghentikan langkahnya.


" maaf mu sudah terlambat mas, karena apapun yang kamu rencanakan, perjodohan kita tidak akan bisa di batalkan"ucap nisa yang juga segera beranjak dari kursi nya.


" dan satu hal lagi ku pinta dari mu mas, tolong masalah ini jangan sampai diketahui oleh kedua orang tua kita" tambah Anisa, lalu berjalan di samping Galang.


" kamu sekuat hati bertahan, biarkan aku berjuang sekuatku agar perjodohan ini segera di batalkan, kita sama- sama berjuang" bisik Galang pada Anisa, sebelum ia masuk kedalam mobilnya.


happy weekend, trimakasih.


jazakumullah katsiron.

__ADS_1


________


__ADS_2