
Kereta ku berhenti nya lama ya,, karena saat Galang mendial nomor Dena, ternyata Dena menon aktif kan ponselnya, Galang meletakkan handphone nya di atas nakas, kemudian ia berbaring di atas ranjangnya.
[ besok mas jemput ke rumah, kita fitting baju pengantin di butik langganan mama]
begitulah isi pesan yang dikirim kan Galang kepada Dena, ya walaupun hanya cek list,karena ponsel Dena tidak aktif alias sengaja di non aktifkan oleh Dena.
Galang pun akhirnya tertidur, ia terbangun saat suara adzan subuh berkumandang, Galang buru- buru membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi,
setelah selesai menunaikan kewajiban nya Galang meraih handphone nya.
ia pun memeriksa aplikasi hijau pada smartphone nya,
" belum dibaca, padahal baru saja online, biar ku telepon saja" gumam Galang lalu melakukan panggilan suara terhadap Dena.
" assalamu'alaikum calon makmum ku, udah selesai sholat nya? " tanya Galang lembut dari balik ponselnya.
" waalaikumussalam, aku lagi nggak sholat mas " jawab Dena, dan jawaban Dena sontak membuat Galang menahan tawa dengan menutupi bibirnya,
" jadi bener kan apa yang mas tanyakan tadi malam, kenapa harus marah? " tanya Galang lagi.
" itu pelajaran buat kamu mas, lain kali nggak usah nanya- nanya kayak gitu lagi, cukup tau aja! jawab Dena ketus.
" iya sayang, sekarang mas cukup tau dan mengerti, tapi hari ini kita jadi pergi kan untuk fitting, kamu nggak apa- apa kan, emm maaf, mungkin hal itu membuat mu tidak nyaman, kita bisa tunggu sampai kamu selesai aja nggak apa- apa kok, gimana? " tanya Galang.
" lama mas, satu minggu lho baru bersih, sayang waktunya,nggak keburu nanti ,udah nggak apa-apa,aku nyaman- nyaman aja kok" elak Dena.
" ya udah, mas pingin yang terbaik di hari bahagia kita sayang, sekarang siap- siap ya, mas otewe ke rumahmu" ucap Galang sebelum mengakhiri panggilannya.
" iya, nggak usah ngebut- ngebut nyetirnya " tambah Dena lagi.
" siap nyonya" jawab Galang.
Dena tersenyum mendengar kata- kata yang di ucapkan Galang barusan.
Dena sudah siap, mengenakan dress navy panjang sampai mata kaki dengan aksen belt di pinggangnya,Dena menguncir rambutnya satu kebelakang, ia segera meraih tas selempang nya saat samar- samar terdengar suara Galang tengah berbincang dengan ibunya di depan.
setelah berpamitan kepada ibunya, Dena dan juga Galang pun meninggalkan kediaman orang tua Dena.
mengendarai mercedes-benz putih milik sang papa, Galang mengemudikan kendaraan dengan kecepatan sedang, sesekali ia tampak mengikuti lagu yang tengah di putarnya pada file musik di handphone nya.
~aku ingin mempersunting mu
tuk yang pertama dan terakhir..
jangan kau tolak dan buatku hancur
ku tak akan mengulang tuk meminta
satu keyakinan hatiku ini
kamu lah yang terbaik untukku... ~
__ADS_1
Galang mengenggam satu tangan Dena kala menyanyikan lagu milik kahitna tersebut, sementara Dena tampak mengulum senyumnya, namun sejurus kemudian dia tampak mengerutkan alisnya, ia merasa jika Galang merubah lirik akhir pada lagu tersebut.
Galang menoleh sekilas pada Dena,
"kenapa wajahnya seperti orang bingung begitu?tanya Galang dengan pandangan lurus ke depan.
" mas Galang melanggar hak cipta, kenapa lirik lagunya kok di ganti di bagian ujungnya? " tanya Dena kemudian.
" yang mana sayang, mas nggak merasa mengganti lirik lagunya" jawab Galang pura-pura tidak tau.
" bait terakhir nya nggak gitu lirik nya mas" imbuh Dena.
" terus gimana dong, coba kamu ulangi, mas nggak paham" ucap Galang.
Dena sungguh tak pandai dan memang ia tak mmemilki ketertarikan dalam bidang tarik suara, ia pernah bernyanyi dulu waktu masih berstatus sebagai pelajar saat kelasnya mendapat giliran menjadi petugas upacara bendera setiap hari senin nya, itupun nyanyinya secara bersama- sama ya, bukan individu.
" aku nggak bisa nyanyi mas" tolak Dena.
" coba aja dulu, mas pingin denger suara kamu, ayo" pinta Galang.
akulah yang terbaik untukmu
kenapa diganti jadi
kamulah yang terbaik untuk ku?
tanya Dena, Galang tersenyum sebelum menjawab pertanyaan dari Dena, ia menepikan kendaraan nya terlebih dulu.
" Dena dengar ya, bagiku kamu memang yang terbaik untuk ku, sedangkan aku? aku malu untuk menyebut diriku menjadi yang terbaik untuk mu, biar lah itu menjadi hak prerogatif mu sendiri" ucap Galang seraya mengelus punggung tangan Dena berulang-ulang.
" trimakasih mas, aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung karena memilikimu"ucap Dena yang kini menyandar pada pundak Galang, Galang mengecup rambut Dena sekilas.
kemudian ia kembali melajukkan kendaraan nya menuju butik langganan mamanya.
Galang memarkirkan kendaraan nya lalu menggandeng satu tangan Dena untuk dibawa nya masuk kedalam butik mewah yang sepertinya di peruntukkan untuk golongan menengah ke atas saja, lihatlah betapa mewah dan stylish nya gaun- gaun yang di pajang di dalam etalase butik tersebut.
" mas" Dena menghentikan langkahnya.
" kenapa? "tanya Galang yang ikut menghentikan langkah kakinya itu.
" kita cari tempat yang lain saja ya, disini pasti mahal- mahal harganya, nggak cocok sama wajah ndeso ku" pinta Dena.
" wajah ndeso rezekine kuto,kenapa harus merasa rendah dengan wajah ndeso, kamu cantik dengan ribadi mu sayang, nggak ada yang akan menghina mu, itu hanya kekhawatiran mu yang tak berdasar, kamu akan segera menjadi nyonya Wijaya ku, oke? " Galang kembali meraih satu tangan Dena, Dena pun tak mempunyai alasan untuk menolaknya, sesekali ia melihat para karyawan di toko itu tampak berkasak- kusuk sambil memandang ke arahnya, Galang yang memperhatikan hal itu segera mendekati dua shop keeper butik tersebut, sementara Dena masih berdiri di tempat nya semula, menyaksikan dari jauh entah apa yang di katakan oleh calon suaminya itu.
" apa tidak ada hal lain yang bisa kalian lakukan selain membuat calon istriku tidak nyaman dengan pandangan kalian itu? ucap Galang pelan,tak ada penekanan ataupun intonasi pada nada bicaranya,namun tetap saja kalimat yang terlontar dari bibirnya itu sanggup membuat kedua wanita di depannya itu menunduk takut kali ini,Galang tak berniat untuk mengintimidasi keduanya, Galang pun segera berbalik ke arah Dena, namun belum lagi langkahnya melenggang sempurna,saat itulah seorang wanita dengan postur tubuh tinggi langsing,berkulit putih dengan rambut di cepol ke belakang datang dari arah luar memanggil namanya,
" Galang" sapanya, lalu menghulur kan satu tangannya, Galang menyambut huluran tangan wanita tersebut.
" sofia" ucap Galang setelah tangan keduanya terlerai.
Dena yang mendengar Galang menyebut wanita itu dengan nama sofia itupun lalu menghubungkan dengan papan nama yang ia baca saat baru memasuki tempat ini.
__ADS_1
sofia boutique,,
" sepertinya dia adalah pemilik butik ini" gumam Dena,saat sedang sibuk dengan pikiran nya yang tengah menerka-nerka itu tiba- tiba saja Galang menggemgam satu tangan nya.
" perkenalkan ini Adreena, calon istriku" ucap Galang memperkenalkan Dena kepada Sofia, ternyata sofia adalah sahabat semasa kuliah Galang ,bahkan hubungan keduanya cukup dekat, bahkan dulu sofia pernah menaruh rasa kepada Galang, namun Galang hanya menganggapnya sebagai sahabat saja.
" owh, ngono to lang, awas CLBK lho, cinta lama balik kono,, hehehe, canda lang, canda,,,
Dena tersenyum saat Galang menyebutnya sebagai calon istri Galang.
" cantik sekali " ucap sofia ramah lalu kembali menghulur kan tangannya kepada Dena.
" sofia" ucap sofia,
"selamat ya bakal jadi nyonya wijaya, kok aku belum dapet undangan resmi nya sih lang" sofia merengut kini.
" belum di cetak fie, acara lamaran kita aja baru di gelar ahad kemarin lho"Jawab Galang santai.
" o ya, wuih masih gress banget dong, udah dapet tanggal cantiknya, kapan? " tanya sofia penuh antusias.
" awal bulan depan fie, insya Allah, do'ain lancar luncur sampai hari nya ya" ucap Galang lagi.
" satu bulan? ekspres banget lang" ucap Sofia menimpali jawaban Galang.
" iya fie, niat baik memang harus di segerakan " jawab Galang.
" iya deh, yang sudah ketemu sama tulang rusuknya, aku turut bahagia lang" ucap Sofia.
setelah obrolan itu, Dena dan Galang masuk kedalam ruangan khusus untuk melakukan fitting baju yang akan digunakan pada saat akad nikah dan resepsi nantinya.
seorang wanita keluar dari dalam ruangan khusus dimana didalamnya Dena sudah selesai mencoba baju pilihannya.
"maaf mas Galang,mbak Dena nya udah selesai, katanya ingin bicara sama mas Galang, silahkan' ucap wanita itu mempersilahkan Galang untuk menemui Dena.
Galang menyibak tirai tebal yang menjadi penutup ruangan itu,
sebuah kebaya modern berlengan panjang berwarna putih bertabur Flowrosky menjadi pilihan Dena untuk dikenakannya pada saat akad nikah nanti, Galang diam terpaku memandang calon istrinya itu.
" kamu terlihat sangat anggun Dena" lirih Galang .
" rasanya pingin cepet- cepet gajian ya lang, lho kok gajian sih, iyalah, gajian nya kan tanggal tua, sementara akad nikah di gelar di awal bulan, paham kan arahnya kemana? hehehe,,,
trimakasih, semoga selalu suka
happy Reading
jazakumullah khoiron
see u,,
__ADS_1