Berbeda Kasta

Berbeda Kasta
merasa terusik.


__ADS_3

Galang masih berdiri di depan Anisa.


" a, maaf saya mau ganti baju dulu, nggak nyaman aja kalau masih memakai pakaian kerja"


Anisa tersenyum lalu mengangguk.


" apa aroma tubuh Dena menempel di baju ku ya, Anisa nampak mengendusi blazer rajutnya.


" ah, iya, ini kan aroma body Cologne nya gadis itu, pantas saja mas Galang bersikap seperti itu tadi, apa Dena sengaja ya memeluk ku tadi untuk meninggalkan aroma perfume nya di pakaian ku" Anisa merasa dibodohi oleh Dena, ia pikir pelukan Dena tadi adalah hal yang wajar, karena wajah Dena terlihat lebih bersahabat saat memeluk nya tadi.


Galang berjalan ke arah Anisa, mengenakan celana cargo hitam sebatas lutut dan kaos polo berwarna senada yang sangat kontras di kulit putih nya,membuat pesona Galang terpancar sempurna di mata Anisa.


" kamu tampan sekali mas, pantas saja gadis itu sangat mencintai mu dan rela keluar dari koridornya, menentang garis keturunan yang di tetapkan oleh orang tua mu, aku tau mas,cinta kalian adalah aib bagi orang tua mu, aku mau tau sampai dimana kalian mampu bertahan menjalani hubungan yang titik temu nya saja belum terlihat itu" ucap Anisa dalam hati nya.


"apa ada hal yang penting, sehingga kamu sampai rela menunggu lama disini" tanya Galang tanpa melihat Anisa.


" semua yang berhubungan sama kamu adalah penting bagi ku mas" jawab Anisa.


Galang tersenyum, lalu ia meraih handphone nya.


"ada apa Dim, seperti nya hari ini saya nggak ke kafe ya, banyak tugas yang menunggu untuk di selesaikan, maaf ya" ucap Galang lalu mengakhiri panggilan nya.


"kamu banyak kerjaan ya mas, apa kehadiran ku disini mengganggu waktu istirahat mu, kalau iya, sebaiknya aku pulang aja ya"Anisa segera beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


" sebelum kamu mengatakan apa yang menjadi tujuan mu menemui ku, jangan dulu beranjak dari sini"ucap Galang, Anisa tersenyum saat Galang mencegahnya pulang.


" a, iya mas, tujuan ku ke sini hanya untuk membangun kedekatan dengan mu mas, karena seperti nya kamu sulit sekali di temui, apalagi untuk menemui ku, apakah salah jika aku menghampiri mu? " tanya Anisa.


" maaf " hanya kalimat itu yang terlontar dari bibir tipis Galang.


" maaf mu masih bisa kamu perbaiki mas, karena waktu kita masih panjang bukan? akan banyak hari- hari yang kita lalui bersama, sebelum mencapai satu kesepakatan yang seharusnya hanya tinggal kita jalani saja"


Galang menoleh, ia pandangi wajah Anisa yang nampak sendu di matanya.


" kenapa kata- katamu sarat akan tuduhan untuk ku Nisa, apa maksud mu? " tanya Galang.


" kita sudah sama- sama dewasa mas, bahkan ke dua orang tua kita menginginkan kita untuk segera menikah, namun persoalannya ada di kamu mas, di sini kamu" Anisa menunjuk pada hati nya.


" keputusan yang mana mas? bertahan atau Meninggalkan? " pertanyaan Anisa terhenti karena handphone Galang kembali berdering, Dan rupanya Galang tak mendengar pertanyaan Anisa barusan.


" kenapa nggak kamu silent aja mas, aku merasa terganggu" ucap Anisa sebelum Galang menerima panggilan dari Dimas.


Galang mengangkat satu tangannya agar Anisa jangan mengeluarkan suara saat dia sedang Berbicara nanti.


Galang menutup ponsel nya saat sudah selesai berbicara dengan Dimas melalui panggilan suara tadi.


" kamu merasa terganggu? " tanya Galang menatap tajam ke arah Anisa yang menatap lurus ke depan.

__ADS_1


" iya, aku terganggu mas, karena kamu sama sekali tidak menganggap ku ada di sampingmu"jawab Anisa.


" Anisa"Galang diam beberapa detik sebelum melanjutkan ucapan nya.


"kehidupan ku sudah seperti ini, sebelum kamu di hadirkan oleh orang tua kita dalam kehidupan ku, lalu dengan mudah nya kamu mengatakan kalau kamu terganggu, maaf Anisa seperti nya kamu akan selalu merasa terganggu selama kamu ada di sampingku,aku harap kamu bisa menyesuaikan dengan keadaan ku, dan kamu bukan lah satu- satu nya prioritas ku, karena Hidupku bukan hanya tentang kamu, kamu dan kamu, banyak hal yang sudah dan akan ku lalui entah itu bersama mu atau dengan takdir yang lainnya nanti" ucap Galang panjang lebar, sungguh tak ada niat di hati nya untuk menyinggung perasaan Anisa, namun ketidaknyamanan Anisa seolah mengusik sisi kelakian nya.


" kenapa kamu masih menyembunyikan nya mas, padahal aku sudah mengetahui nya, apakah kekasih gelap mu itu belum mengadu pada mu, jika aku menemui nya sebelum menemui mu disini? apa kamu hanya pura- pura tidak tau atau memang aku ini tidak penting bagi mu? banyak tanya di benakku mas dan seperti nya aku harus mencari tau sendiri apa jawab nya" bathin Anisa.


" maafkan aku yang ke kanak- kanakan ini mas, mungkin aku terlalu terburu- buru dan terlalu terobsesi kepada mu, sedang kan kita belum lama saling mengenal, mana mungkin kamu bisa langsung mengerti dengan sifat ku, tapi tak masalah mas, selama buah dari kesabaranku ini masih bisa aku raih di ujung perjuangan ku nanti, waktu yang sangat panjang bukan penghalang untuk ku, dan aku akan selalu berusaha untuk mengerti kan mu"ucap Anisa tak kalah panjang nya.


" syukurlah kalau kita bisa saling dewasa dalam menjalani rencana perjodohan ini,jujur ini bukan lah Hal yang mudah bagi ku,aku tak munafik nisa, bagi ku pantang menentang keinginan kedua orangtuaku, selama itu masih dalam batas kewajaran,aku selalu berusaha untuk mematuhinya"


Anisa termangu, mencerna kata- kata Galang barusan. " itu artinya dia sangat patuh dan tidak mungkin melawan perintah oran tuanya bukan? ah, Dena seandainya kamu tau posisiku sungguh diatas angin saat ini, cinta? seperti yang Sudah pernah aku katakan, bahwa cinta akan datang seiring seringnya bersama, bukan kah menikah adalah Jawab nya"lirih Anisa di dalam hatinya.


"apa kamu tidak lapar mas? tanya Anisa pada Galang yang dilihatnya hanya diam.


" aku Sudah makan tadi di kantin kampus" Jawab Galang.


" di kampus? apakah kalian makan siang berdua di sana mas,sungguh aku iri dengan kekasih gelap mu itu mas, mengapa semua terasa terbalik sih, saat hal yang sedang ku perjuangkan ternyata sedang dinikmati oleh nya, iya,Cinta mu yang sedang ku perjuangkan mas"bathin Anisa.


"tapi jika kamu merasa lapar kita bisa pesan delivery" ucap Galang lagi.


" boleh mas, tapi kamu temani aku makan ya, disini juga nggak masalah kok" ucap Anisa dengan senyum merekah di bibirnya. Galang menganggukkan kepala nya,lalu ia tampak memesan makanan pada aplikasi pesan Delivery di smartphone nya, sebelumnya dia Sudah bertanya apa makanan yang di inginkan Anisa.

__ADS_1


~see u.. thanks for reading, jazakumullah katsiron~


__ADS_2