
Dena bergegas masuk ke kamarnya, ia rebahkan tubuh lelahnya.
" kenapa rasa ini harus ada, aku tak pernah merencanakannya.
"aku tidak sejahat itu nit,bila suatu hari kelak engkau harus melihat ku bersama pujaan hatimu, semoga hatimu sudah tertambat pada hati yang lainnya.
Dena mengusap wajahnya pelan dan akhirnya dia pun terlelap.
Galang memarkirkan mobil di area parkir kafe nya.
"sore mas, salah seorang karyawan menyapanya. Galang tersenyum,
" buatkan saya teh hangat, antar ke ruangan saya di lantai dua ya. pinta Galang.
" baik mas.
Galang bergegas naik ke lantai dua menuju ruangannya.
ruangan bernuansa klasik dengan semua perlengkapan kerja nya, disinilah Galang memantau perkembangan kafe nya setiap dua minggu sekali seperti sekarang ini ia tak harus menunggu sampai satu bulan untuk memantau setiap perkembangan di kafe nya.
ia nampak mengenakan kacamata baca nya saat membuka laptop di depannya.
tok
tok
tok
" iya, masuk saja. perintah Galang.
nampak seorang pria membawa teh hangat sesuai permintaan nya. di kafe semua karyawan adalah lelaki, itu adalah pesan dari orang tua nya.
Galang tak keberatan dan tak pernah mempertanyakan alasan ke dua orang tuanya membuat aturan seperti itu untuk kafe nya.
yang ia tau apapun yang di inginkan orangtua nya pasti lah yang terbaik untuk dirinya, mana mungkin orang tua menjerumuskan anak mereka kepada hal yang tidak baik bukan.
sungguh paket komplit Galang ini rupanya ya.
hmmm, beruntung sekali wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya nanti.
Galang menikmati teh hangat rendah gula sambil matanya terus memperhatikan grafik yang memperlihatkan kemajuan yang cukup signifikan.
senyum terukir di bibir tipis nya.
" kamu tau dena, kehadiran mu seperti pelangi yang ku tunggu dalam rintik gerimis dan cahaya yang masih menyembulkan warna jingga nya.
ah, Galang teringat pada gadis pujaan hatinya kini.
" sedang apa dia, apakah kata- kata ku tadi bisa sedikit menenangkan kegundahan di hatinya?
Galang meraih smartphone nya, lalu ia membuat panggilan video kepada Dena.
panggilan terhubung, namun tak ada jawaban disana.
__ADS_1
" apa dia sedang tidur atau keluar dan meninggalkan handphone nya. pikiran Galang ke mana-mana, akhirnya dia mengakhiri panggilan nya.
Galang menutup laptopnya kemudian bergegas turun ke lantai satu, dia menghampiri Dimas.
" buatkan nasi goreng spesial untuk saya dim, saya tunggu di meja yang di hujung sana ya.
" baik mas, pesanan segera di buat.
Galang kembali membuka smartphone nya.
" eh, ada pesan masuk siapa ya? ketika Galang membuka aplikasi hijau pada handphone nya rupanya ada tiga pesan yang masuk dan semuanya dari Dena.
~pak Galang telepon saya tadi?
~ maaf, saya tidur jadi nggak bisa jawab panggilannya.
~ada apa pak, apa ada masalah, sekarang dimana?
"hmm, kamu sangat mengkhawatirkan diriku Dena, tapi kenapa susah sekali untuk mengatakan bahwa kau pun mempunyai perasaan yang sama dengan ku, apa sebegitu besarnya rasa takut mu terhadap perasaan mu itu Dena?
sementara di lain tempat Dena tampak sedang menimang- nimang handphone nya.
" ih, kok cuma di baca aja sih! padahal kan masih online, kok nggak di bales! Dena kesal.
ia pun memutuskan untuk membuat panggilan vidio kepada Galang.
panggilan pertama langsung terhubung dan di jawab oleh Galang.
Dena tak menjawab dia menutupi wajahnya dengan telapak tangannya.
" kenapa di tutupi wajahnya, buka dong saya mau lihat wajah bantal kamu, ayo buka. Dena menggelengkan kepalanya dan dia mengeluarkan selembar kertas bertuliskan.
~ kenapa nggak jawab pertanyaan saya,saya memang mengkhawatirkan pak Galang.
" ngapain vidio call kalau malu- malu Dena.
" oke, saya jawab ya, nggak ada apa-apa, saya di kafe sekarang lagi makan nasi goreng spesial kesukaan mu, kamu mau? Galang memperlihatkan satu porsi nasi goreng spesial kepada Dena, berlahan Dena menyingkirkan telapak tangan yang menutupi wajah nya.
" wuih mantap banget itu pak bathin Dena, Dia tak berani bersuara namun mimik wajahnya menunjukkan bahwa dia sangat ingin menikmati makanan yang tersaji di depan Galang itu.
" kamu mau? saya pesan kan satu lagi ya.
" nggak usah pak, saya sudah makan. kali ini Dena baru bersuara.
" kamu tau Dena, ini nasi goreng spesial kesukaan mu, namun bagi saya ini biasa saja.
"kenapa begitu? tanya Dena.
"karena saya menikmatinya seorang diri disini, tanpa kamu, kan yang spesial buat saya itu adalah kamu.
" tut
tut
__ADS_1
tut.
panggilan di akhiri oleh Dena.
Galang terkekeh.
"apa gombalan ku gak berkualitas ya? kok malah di matiin handphone nya. saat Galang melakukan panggilan kembali rupanya handphone Dena tidak aktif.
~ Siap-siap besok ya Dena, kamu bakalan klepek-klepek mendengar gombalan saya. pesan terkirim dan hanya cek list.
"ah biar lah, saat nanti dia kembali mengaktifkan handphone nya pesan ku pasti terbaca.
setelah menghabiskan makanannya Galang tidak langsung pulang kerumah nya.
dia memasuki sebuah pusat perbelanjaan, dia langsung menuju ke counter pakaian khusus pria.
~ mau napak tilas ya pak Dosen, wah ternyata bukan itu alasannya kawan! Galang memang benar- benar sedang memilih- milih perlengkapan rahasia para pria!hmm,pencarian nya waktu itu belum selesai, dan berlanjut hari ini rupanya.
Dena meletakkan handphone nya sembarang.
" kenapa jadi tukang gombal gini sih pak Galang.
Dena tersenyum jika mengingat nya.
sementara di kafe Galang, para karyawan nampak sibuk melayani pelanggan yang singgah dan memesan makanan ataupun minuman. namun hal itu tidak terlihat pada dua laki- laki yang tengah asyik membicarakan seseorang.
"wuih menggunjing itu dosa lho, ucap Angga yang menyela ucapan Dimas.
" lho ini beda ngga, kita ini tidak sedang membicarakan keburukan seseorang jadi namanya bukan menggunjing.
" terus apa? tanya Angga.
" kamu merhatiin nggak sih, kalau sikap mas Galang itu berubah drastis sekarang, kalau lebih tepatnya sih setelah mas Galang kesini sama teman nya itu.
" maksud mu gadis ayu berwajah jutek itu, siapa sih namanya dim,kamu tau?
" iya, tapi aku nggak tau namanya.
" tapi bagus lah dim, gadis itu membawa perubahan yang positif untuk mas Galang.
" bener banget kamu ngga, tapi sekarang mas Galang kok suka senyum-senyum sendiri ya, kamu lihat nggak tadi waktu mas Galang pesen makanan yang dinamainya nasi goreng spesial, itu kan makanan yang di pesan oleh si gadis ayu berwajah jutek itu ngga, dia sambil senyum- senyum waktu mengatakannya.
" ya begitulah kalau orang lagi kasmaran dim.
" halah sok tau kamu ngga.
" lho saya memang tau dim! makanya pacaran biar tau rasanya kasmaran, emang nggak jenuh apa jomblo kok nggak ada ending nya.
"kerja dulu yang benar, cari sangu yang banyak, jadi saat kita sudah menemukan orang yang tepat,kita sudah punya modal buat melamarnya, bukan memacari nya. pacaran itu di larang dalam agama ngga.
" nggeh pak ustadz, semoga doa nya ter ijabah ya.
"aamiin.sambung Dimas.
__ADS_1