
Galang sudah curiga ketika sang mama mengajaknya bicara, itu sudah pasti jikalau dirinya lah yang akan menjadi pemeran utama, pokok pikiran, ide pokok, paragraf utama dalam bincang- bincang malam kali ini, hmmm, berasa jadi terdakwa Galang rek. namun saat sang mama akan mengadukan hal yang di tuduhkan sang mama kepada sang papa, Galang secara tegas meminta keringanan, wuih bener- bener ini, udah jadi terdakwa masih minta keringanan pula.
" jangan ma,Galang mohon mama jangan bilang dulu ke papa ya, mohon Galang pada sang mama.
' jadi bener itu pacar kamu, kenapa nggak pernah di ajak ke rumah, tapi malah di ajak ke kafe terus, mama nampak bersungut-sungut kini.
" baru beberapa kali ma, kok di bilang terus sih, dan dia belum jadi pacar Galang ma.
" terus apa kalau bukan pacar ? tanya sang mama.
" namanya Adreena ma, Galang biasa memanggilnya Dena, mahasiswi di kampus Galang.
Sungguh bukan hal yang mudah bagi Galang untuk mengatakan hal ini kepada ke dua orang tua nya terlebih papanya adalah tipe- tipe pemilih.
"harus jelas tiga B nya " bobot, bebet,bibit" sementara Dena, sungguh bukan kriteria sang papa, tamat kuliah aja belum, bukan dari keluarga berada seperti yang papanya gadang- gadang kan.
"kamu itu anak papa satu- satunya lang, cuma kamu harapan papa sama mama, menemani masa senja kami, mengurus perusahaan, jadi carilah pendamping hidup yang sesuai dengan kita.
__ADS_1
Galang tau apa yang di maksud dengan kata-kata sesuai dari sang papa, sesuai kasta kalau kata Dena, "sedangkan kita berbeda pak, saya sudra sementara bapak brahmana, rasanya sulit sekali saya mencerna ucapan cinta bapak ke saya, seperti makanan yang tidak hancur saat di kunyah dan di paksakan masuk kedalam organ pencernaan saya, sehingga lambung saya perih pak saat mencerna nya, saya terlalu rendah untuk hanya sekedar memandang bapak yang berada di menara tertinggi.. jauhh pak, lelah mata dan leher saya, bagaikan melihat bintang.
Dena tidak menolaknya, namun perumpamaan- perumpamaan nya itu sangat lah jelas bagi Galang, bahwa Dena merasa tidak layak mendapatkan cinta dari seorang pria berkasta brahmana seperti Galang.
namun Galang bukan lah sang papa, ia tak pernah memilih dalam berteman apalagi sekarang dia benar-benar sudah jatuh cinta pada mahasiswi nya itu, Galang mewarisi sifat mamanya, yang rendah hati, tak pernah membeda- bedakan siapapun. bagi sang mama tidak ada kriteria seperti yang di inginkan sang papa.
" yang penting Galang nyaman sama dia, dia tulus mencintai Galang, dan Galang bahagia kalau bersama dia, itu sudah cukup bagi sang mama.tak perlu harus orang berada, atau pun minimal harus sudah bergelar master, punya pekerjaan mapan. namun apalah daya semua keputusan di rumah ini mutlak di putuskan oleh sang papa sebagai kepala keluarga, itu lah mengapa Galang memohon- mohon kepada sang mama agar jangan dulu mengatakan tentang Dena kepada papanya.
" kamu takut sama papa?
" semua ma, Galang takut jika papa tak menyukai Dena, sedangkan Galang mencintai nya ma, walaupun setelah Galang nyatakan rasa cinta Galang kepadanya, dia tak menganggapnya ma, dia hanya menganggap ucapan Galang sebagai sesuatu yang tak bisa di cerna dan membuat lambung nya perih, dia merasa terlalu rendah untuk Galang, namun Galang tak putus harapan, Galang tau dia pun mencintai Galang ma. Galang dapat melihat dari tatap matanya, dia selalu memalingkan wajah saat Galang menatap nya, salah tingkah saat di puji, dia pribadi yang sederhana, mama pasti menyukai nya, anaknya rame dan penuh sopan santun ma, ya memang saat sedang bersama Galang dia sangat galak ma, namun kami selalu tertawa bersama setelahnya, itulah kenyamanan Galang saat bersama nya.
"kamu harus meyakinkan nya, bahwa cinta mu itu bukan hal main- main, tunjukkan terus perhatian dan kasih sayang mu terhadap nya, ketika dia mulai terbuka lagi tentang perasaannya terhadap mu, maka katakanlah bahwa kamu ingin menjadikan dia teman hidup mu, bukan hanya sekedar seorang pacar, mama akan selalu mendukung mu, mama yakin dia sebaik yang kamu pikirkan, tentang papa.. kita memang tidak mampu melembutkan hati papa, namun hati nya adalah milik sang Pencipta nya bukan?maka minta lah kepada sang pemilik, bukan kah Allah adalah sebaik- baik penolong, mudah sekali bagi Nya membolak- balik kan hati hambanya.
kencengin ibadah nya, mama pasti bantu oke? sang mama mengeratkan genggaman tangan nya, menyalurkan energi positif untuk putra tercinta nya yang baru akan mulai berjuang.
cinta nya pada Dena saja belum terbalas, sekarang harus berjuang lagi untuk restu sang papa,walaupun Galang belum meminta nya, namun bayangan penolak kan dari sang papa seperti nyata bagi nya.
__ADS_1
"hmm, berat banget ya pak dosen, iya lah yang namanya perjuangan memang berat kalau ringan namanya bukan perjuangan tetapi perayaan, sabar mas semua pasti berakhir bahagia.
" masuk yuk, udaranya makin dingin. ajak sang mama. Galang mencium tangan sang mama.
" trimakasih ma, samudera hidupku, perisai ku, telaga kautsar dalam setiap dahaga Galang adalah mama. ia rebahkan kepala di telapak tangan sang mama, hingga tak terasa bulir- bulir hangat membasahi pipi dan tangan sang mama.
" udah ah, jangan cengeng, lelaki harus kuat, semangat nya mana, kalau Dena lihat kamu seperti ini bisa- bisa kamu gagal sebelum berjuang. mama menepuk- nepuk pundak Galang, Galang bangkit kemudian memeluk mamanya erat, seperti bayi dalam buaian sang ibu, itu lah Galang terhadap mamanya. ia akan menjelma menjadi anak kecil dalam dekapan ibunda nya.
Galang berdiri kemudian menggandeng sang mama, keduanya masuk ke kamar Masing-masing.
Galang mengunci pintu kamarnya, ia rebahkan tubuh lelah nya, pandangan nya ke atas menatap nanar pada langit kamar nya.
Galang meraih smartphone yang tergeletak di samping nya, ia buka galeri photo, senyumnya muncul saat melihat wajah dena, ia usap wajah di layar handphone nya.
"kamu tau Dena, aku nggak pernah seperti ini sebelumnya, menangis kala menceritakan tentang perasaan ku kepada mu, saat perjuangan ku mengharap kan balasan rasa yang sama dari mu belum terwujud, namun aku harus berjuang lagi untuk restu yang bahkan belum ku pinta dari ayah ku.. andai kau tau, mungkinkah kau masih mau? sedangkan dalam kamus mu kita ini jauh, jangan berubah untuk rasa yang belum pernah ada Dena, untuk rasa yang dirimu malu untuk mengungkapkannya.
hmm, sedih ya..he eh! semangat mas Galang. kencengin ibadah nya kalau kata mama.
__ADS_1
" bukan kah Allah itu sesuai prasangka hambanya, so ber husnuzon aja.
see u.