Berbeda Kasta

Berbeda Kasta
keputusan Galang.


__ADS_3

Galang berlalu mengendarai lexus hitam nya meninggalkan Anisa yang masih berdiri di depan gerbang rumahnya.


" kamu harus tau siapa aku mas, Anisa tungga broto Suswono, tak ada satu orang pun yang bisa mencegah atau menolak keinginan ku, termasuk kamu, aku akan berhenti berjuang, jika memang takdir ku bukanlah bersama mu mas "


Anisa pun berbalik masuk ke rumahnya.


" tadi mama lihat Galang kesini, kok nggak masuk nis" tanya sang mama dari arah dapur, saat Anisa naik ke lantai dua menuju kamarnya.


Anisa pun membalikkan badannya lalu tersenyum pada sang mama.


" cuma sebentar kok ma, mas Galang langsung pulang tadi, jadi nggak sempat pamitan sama mama, maaf katanya" ucap Anisa memcoba menutupi kekecewaan dalam dirinya.


sang mama melihat gurat kekecewaan pada wajah putrinya itupun kemudian menghampiri Anisa, Anisa yang tau jika sang mama akan menghampiri nya, buru- buru turun.


keduanya kini tengah duduk di ruang keluarga yang bisanya memang menjadi tempat untuk mereka membahas segala macam problema ataupun membahas rencana- rencana tentang pernikahan Anisa dan Galang.


" menjelang pernikahan masalah akan datang silih berganti, terkadang mereka tak sabar untuk menemui tuannya, tak mau bersabar menunggu gilirannya, padahal masalah yang baru datang saja belum terlihat titik terangnya, masalah yang lain sudah datang lagi membom bardir pertahanan sang calon pengantin" ucap sang mama seraya menepuk pelan pundak Anisa yang kini menyandar pada bahu mamanya.


" Anisa tau ma, Mudah-mudahan kami kuat dan lulus dalam ujian sebelum pernikahan ini" ucap Anisa mencoba tenang walaupun di dalam hatinya berkecamuk penuh dengan kekesalan terhadap Galang.


" kalian pasti lulus ,kan sertifikat nya nanti bukan ijazah melainkan dua buah buku nikah, satu untuk mu dan satu untuk Galang , ayo semangat nya mana, baru dihampiri satu masalah, kok udah lesu gitu sih, ayo mama kawal sampai halal" ucap sang mama kembali menepuk- nepuk pundak Anisa, Anisa mendongakkan kepalanya tersenyum melihat sang mama.


_________


_________


______


Galang menepikan mobilnya di halaman samping rumahnya, ia berniat untuk menemui Dena malam ini.


" nanti malam temenin saya Di"ucap Galang pada Ardi yang tengah duduk santai menikmati coffe latte di depannya.


Ardi yang terkejut karena tak mendengar suara mobil Galang yang ternyata tidak di masukkan kedalam garasi itu pun menoleh lalu mengangkat gelas coffee latte nya, lalu mengacungkan satu ibu jarinya, meng iyakan permintaan Galang.


Galang masuk kedalam rumahnya, seperti biasa suasana sepi jika menjelang magrib begini, mama dan papanya pasti tengah mengobrol di balkon kamar mereka di lantai dua sembari menunggu adzan magrib berkumandang.


Galang cepat- cepat masuk ke kamarnya lalu membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


saat makan malam tiba kedua orang tua Galang sudah duduk di meja makan namun Galang tak jua menampakkan batang hidungnya.


sang mama akan beranjak untuk memanggil putra nya itu, namun langkah nya terhenti, saat ia melihat Galang sudah rapih dengan setelan casual nya menuruni anak tangga dengan senyum mengembang di bibirnya.


" kayaknya ada yang lagi berbunga-bunga nih pa, boleh dong mama Minta satu buket bunganya buat papa" ucap sang mama sambil menaik turunkan alisnya menggoda Galang, yang kini sudah duduk untuk makan malam bersama mama dan papanya.


" mau kemana lang,vibes nya positif banget nih kayaknya" ucap sang papa.


"ke rumah Dena pa" jawab Galang sambil menyendok berbagai menu yang tersaji di depannya.


" sama siapa, jangan bilang kalau kamu sendirian ke rumah Dena, mama nggak izinin ah, mama masih trauma lang sama kejadian yang menimpa papa mu waktu itu"


" mama ih, yang di todong siapa yang trauma siapa"ucap Wijaya.


" mama nggak usah khawatir, Galang nggak sendirian kok, ada Ardi yang nemenin Galang nanti " Galang mulai menyantap makanan dalam piring nya.


________


______


Galang sudah berada dalam mobilnya dengan Ardi yang ada dibalik kemudi nya.


" belum tau Di, tergantung kebutuhan nya juga sih, kenapa emangnya, kamu mau ikut masuk? " tanya Galang.


" bahasa mu itu nggak bisa diperhalus lagi apa mas,tergantung kebutuhan,kebutuhan macam apa itu, primer, sekunder atau tersier kah" ucap Ardi tetap fokus pada jalanan di depannya.


" kebutuhan primer di, kalau sekunder sama tersier nya nanti kalau sudah ijab dan sah"jawab Galang dengan senyum manisnya.


" bahasa nya orang kalau lagi kasmaran memang jauh dari EYD ya,mengkhawatirkan mas"ucap Ardi lagi.


Galang tersenyum menanggapi ocehan Ardi, namun tak lama kemudian mobil pun berhenti tepat di gang menuju rumah Dena.


Ardi memutuskan untuk menunggu di mobil saja, Galang pun melenggang menuju rumah Dena yang pintunya terbuka.


"assalamu'alaikum" ucap Galang.


" waalaikumsalam " ayah Dena nampak keluar dari dalam rumahnya.

__ADS_1


"eh, pak Galang rupanya, silahkan duduk pak,


Dena, ada pak Galang nih" ucap ayah Dena pelan.


Dena keluar dari kamarnya, ia selalu tersihir dengan pesona Galang, lihat saja matanya tak berkedip saat bertentang mata dengan Galang, sang ayah yang menyaksikan adegan semi- semi romantis itupun segera pamit undur diri ya.. hehehe,, ayah yang pengertian.


" jangan menatapku terus menerus seperti itu sayang" ucap Galang pada Dena yang duduk di depannya.


Dena mengerutkan kening nya, lalu bertanya


" kenapa, ada yang jauh lebih berlama- lama lagi ya memandang wajah bapak, siapa, tante Anisa kah, ehm, ada kemajuan rupanya hubungan kalian"Dena memalingkan wajahnya tak ingin melihat senyum Galang yang baginya mengandung nilai- nilai,,, ah sudahlah ujung- ujungnya pasti menggoda Dena kan.


" aku suka jika kamu cemburu, tapi maaf alasannya nggak akan pernah benar" ucap Galang yang kini mendekat kan wajahnya kepada Dena,mereka terhalang meja kawan, nggak boleh terlalu mepet jhoonnnn... belum halal.


" cemburu? " percaya diri nya nggak pernah dikurangi deh kadar ke asamannya,jadinya kecut!! ucap Dena sambil mengerucut kan bibir mungilnya, sungguh Galang tergoda, namun ia sudah berjanji tak akan menyentuhnya sebelum halal hukumnya, sekarang apa lang, makruh ya atau mubah... hehehe sabar lang, sabar.


" Anisa semakin berani sekarang sayang, dia masuk ke ruang kerjaku di kafe, dia mengancam semua karyawan yang coba menghalangi niatnya"


" kapan kejadiannya pak" tanya Dena nampak serius menanggapi cerita Galang.


" tadi siang, dia bahkan berani mengganti photo profil kita di laptop ku menjadi,, Galang menghentikan ucapannya,


" akan kah Dena marah, atau mungkin jiwa labilnya bisa down jika aku cerita kan semuanya, photo dan juga kalimat itu, rasanya belum saatnya Dena tau, tapi kapan? sedangkan waktunya sudah semakin dekat, aku harus mengambil keputusan sebelum semuanya terlambat, sepertinya Anisa tipe wanita yang tidak mempan di ancam, semakin di ancam maka dia akan semakin nekat, jika aku yang di inginkannya pastilah Dena yang akan di celakainya,arrrggghhh... Galang menyugar rambutnya kasar.


" dengan apa pak" Dena yang melihat perubahan pada wajah Galang itupun mulai curiga.


"aku akan membatalkan perjodohan ini Dena, sebelum Anisa berbuat lebih jauh lagi, aku tidak mau dirimu yang menjadi sasaran selanjutnya"


" sasaran apa pak, jangan bikin aku takut dong" ucap Dena yang beringsut dari duduknya menjauhi Galang.


Galang meraih satu tangan Dena,


" jangan takut sayang, aku akan selalu menjaga mu, kapan kamu siap mau ketemu mama sama papa, mereka sudah sangat ingin berkenalan dengan calon menantu nya yang cantik dan baik hati ini" ucap Galang tersenyum menggoda Dena.


Dena tersipu malu mendengar ucapan Galang, calon menantu, oh sungguh Dena tak pernah sekalipun berkhayal bisa menjadi kekasih seorang Galang aditama Wijaya, dosen tampan dan dingin di kampusnya, apalagi mempunyai mertua seorang crazy rich macam orang tua Galang, bermimpi saja Dena tidak pernah meniatkan nya gaes...


" siapalah aku ini, memandangmu saja aku lelah pak, namun sekarang apa, aku nyatanya jatuh jauh dalam pesonamu,,, aku sayang kamu dosen tampan ku " ucap Dena pelan sekali, namun Galang yang memang tengah memperhatikan dirinya itu, tentu saja dapat mendengarnya dengan jelas tanpa ada yang tertinggal walaupun hanya sepatah kata saja.

__ADS_1


trimakasih, selamat malam minggu, semoga nggak hujan dan mati lampu ya...


jazakumullah katsiron.


__ADS_2