Berbeda Kasta

Berbeda Kasta
Ke.4


__ADS_3

Keesokan harinya alea yang sudah bersiap untuk berangkat bekerja dan memulai hidup baru dengan menjadi seorang pelayan dirumah saudaranya lisa.


Sebelum berangkat alea pergi kerumah sakit untuk berpamitan dengan ibunya, tak lupa dia juga mendo'akan untuk kesembuhan sang ibu.


Alea berangkat dengan naik taksi, karna sahabatnya lisa tidak bisa mengantarnya.


Tibalah alea di depan rumah besar dan mewah yang memiliki dua lantai, disana tampak beberapa satpam yang berjaga di pos dekat pintu gerbang.


Saat alea datang, dirinya sudah di tunggu oleh kepala pelayan disana. Dia bernama pak jojo, seorang pria paruh baya yang mengatur semua tugas pelayan yang ada di rumah itu.


Setibanya dirumah mewah itu, alea langsung dibawa ke kamar para pelayan yang lebih mirip dengan kos-kosan, karna saking banyaknya pelayan di rumah itu.


Di bagian memasak, alea di tempatkan di bagian itu. Karna memang sudah terbiasa dari sejak kecil alea selalu di ajari memasak oleh sang ibu sebelum ibunya jatuh sakit.


"Alea, kamu saya tempatkan di bagian memasak. Dan disini jadwal menu masakan yang harus kamu masak setiap harinya" Ucap pak jojo sambil memperlihatkan tulisan yang ada di papan tulis yang tergantung di tembok dapur.


"Baik pak jojo"


"Aku yakin kamu pasti bisa, dan bekerja samalah dengan yang lain"


"Iya pak"


"Untuk mengenai aturan disini, kamu bisa membacanya di gubug belakang tempat beristirahat untuk para pelayan."


Alea mengangguk mengerti.


Tepat sore hari pukul lima sore, semua para pelayan bagian dapur tengah bersibuk ria.


Dan mulailah alea di sibukkan dengan berbagai macam bahan sayur dan daging serta bumbu-bumbu untuk memasak.


Itu pertama kalinya dia memasak untuk orang lain, karna selama ini alea hanya memasak untuk keluarganya saja. Walaupun dulu sudah ada pelayan dirumah alea, tapi untuk urusan memasak, alea selalu ingin turun tangan sendiri.

__ADS_1


Jadi dia tidak terlalu kaku untuk memegang alat-alat dapur.


Tepat pukul tujuh malam, semua hidangan sudah siap dan tertata rapi di meja makan.


Pak jojo selaku kepala pelayan memanggil sang pemilik rumah untuk menikmati hidangan makan malam yang sudah tersedia.


Tampak seorang wanita paruh baya yang masih terbilang cantik, dan pria paruh baya yang masih terlihat gagah duduk di meja makan dan di susul dengan kedua anak laki-laki mereka.


Semua tampak menikmati makan malam dengan tenang, dengan pak jojo yang setia berdiri tak jauh dari meja makan. Untuk selalu siap kalau tiba-tiba tuan dan yang lainnya butuh makanan dengan menu yang lain.


"Pak jojo, siapa yang memasak hari ini?" Tanya sang nyonya yang sudah selesai menikmati makan malamnya.


"Yang memasak pelayan baru nyonya, kalau masakannya tidak sesuai dengan selera nyonya saya bisa pindahkan dia ke bagian lain atau memecatnya."


"Oohh tidak usah pak jo, tolong panggilkan saja dia kemari. Saya mau lihat orangnya"


"Baik nyonya."


"Nyonya, ini alea yang memasak menu makanan malam ini." Ucap pak jojo setelah sampai di ruang makan.


"Oohh sini alea, kamu baru bekerja hari ini disini?"


"Iya nyonya"


Nyonya yang paling di takuti itu berdiri dan menghampiri alea, saking takutnya alea karna di pandang oleh sang majikan. Alea sampai gemeteran, tangannya saling bertautan untuk menghilangkan rasa gugup yang menguasainya.


"Kamu alea, tidak boleh mengerjakan perkerjaan apapun selain memasak disini. Masakan kmu enak, pas dengan lidah saya dan saya harap alea bisa bekerja disini lama dan saya akan menambahkan gajinya"


Pak jojo dan alea menghembuskan nafas lega, di pikir akan langsung di pecat tapi ternyata sang majikan malah berkata lain.


Saat sedang ingin pergi dari ruang makan, alea tak sengaja bertatap muka dengan anak sulung dari kluarga itu. Dia tak lain adalah riki, yang hari kemarin bertemu di kantin rumah sakit.

__ADS_1


Kaget, tapi alea langsung memalingkan wajahnya dan segera menunduk.


Tapi riki menyusulnya kebelakang, yang mana membuat semua pelayan heran karna tidak biasanya sang majikan mau menginjakkan kakinya di dapur.


Riki mengedarkan pandangannya untuk mencari alea di dapur tapi tidak menemukannya, dan sampainya dia di taman belakang yang terdapat gubug dimana tempat itu dijadikan tempat istirahat maupun tempat makan para pelayan dirumah itu.


Riki mendekat dan menarik tangan alea, semua tampak kaget karna tangan alea yang tiba-tiba di tarik oleh tuan muda pertama.


Alea hanya diam dan mengikuti kemana riki membawanya, dan ternyata riki membawa alea di taman dekat kolam renang yang berada di samping rumah.


Riki masih diam dan tiba-tiba duduk di kursi panjang yang terdapat di taman itu.


Alea masih berdiri tak jauh dari kursi yang di duduki riki, dengan wajah yang masih menunduk dan memperhatikan kedua kakinya.


Riki malah mendekat dan memegang dagu alea. "Kenapa kamu bisa ada disini, bukannya kamu temannya lisa?"


"I iiya kak, aku temannya lisa. Dan yang merekomendasikan aku kesini juga lisa."


"Oohh...Untuk apa kamu bekerja disini?


"A aku butuh uang kak, dan tolong jangan pecat aku kak.. Aku bener-bener butuh uang" Ucap alea memohon.


Riki hanya diam dan membuang muka, tak mau melihat wajah gadis yang ada di depannya itu.


"Kenapa gadis ini cantik sekali, walaupun pakaiannya yang memakai pakaian pelayan tapi tak memudarkan kecantikannya. aahhh sial" Gumam riki dalam hati sambil mangumpat.


Tak di pungkiri, riki mulai peduli dengan gadis itu. Dan semakin ingin mendekatinya.


Seakan ada sesuatu dari dalam hatinya yang mendorong dirinya untuk berdekatan dengan gadis yang ada di depannya itu.


JANGAN LUPA KASIH LIKE😉

__ADS_1


__ADS_2