
Di rumah sakit, dengan telaten lisa mengurus ibunya alea. Karna dia sudah berjanji dengan alea untuk mengurus dan menjaga ibunya selama dia bekerja menjadi pelayan di rumah saudaranya yang tak lain adalah riki.
Setiap hari lisa selalu pergi kerumah sakit untuk mengurus ibunya alea, kadnag juga sesekali lisa menginap di rumah sakit untuk menemaninya.
Kadang ingin sekali lisa membayarkan biaya oprasi ibunya alea, tapi alea melarangnya. Alea ingin mencari biaya itu dengan usahanya sendiri.
Tapi lisa mengingat kondisi ibu temannya itu yang semakin hari dalam keadaan kritis, dia tidak tega.
Akhirnya lisa membayarkan biaya itu dan melunasi semuanya.
Alhasil besok ibunya alea akan di oprasi, lisa diam dan sengaja tidak memberi tahu alea. Karna dia tak ingin mengganggu temannya yang baru saja mulai bekerja.
Di rumah riki, semua pelayan tampak sibuk dengan pekerjaannya masing\-masing. Mengingat itu adalah pgi hari, semua tampak bersibuk\-sibuk ria.
Semua pelayan di bagian dapur tengah sibuk dengan pekerjaan memasaknya, tak terkecuali alea dengan semangatnya gadis itu memasak menu masakan yang sudah menjadi jadwal menu masakan pagi hari itu.
Pukul 06.30 semua masakan sudah tersaji dengan rapi di meja makan, semua pelayan di bagian dapur kini tengah sibuk membersihkan dapur bekas memasak mereka.
Ada yang mencuci alat masak, ada yang mengelap kompor dan ada juga yang menyapu. Di tengah kesibukannya, pak jo datang hendak menyampaikan sesuatu kepada semua palayan yang bekerja di rumah itu.
"Panggil semuanya untuk datang kesini sekarang juga, karna nyonya bakalan memberi pengumuman." Ucap pak jo dengan tegas.
Dan salah satu dari pelayan yang ada di dapur itupun pergi untuk memberitahu pelayan yang lain. Setelah semua berkumpul, pemilik rumah itupun datang mengumumkan bahwa pagi ini akan pergi ke korea karna ada urusan bisnis dan untuk mengunjungi orangtuanya yang ada di sana.
Yaa.. pemilik rumah itu berasal dari korea, itulah kenapa anak\-anaknya bisa tampan seperti oppa\-oppa korea yang selalu di gemari para gadis di indonesia🤭
Tepat pukul sembilan pagi, semua pelayan berkumpul di halaman rumah untuk mengantar kepergian majikannya, semua pergi kecuali riki yang tidak ikut.
Setelah semuanya pergi, semua pelayan membubarkan diri untuk melanjutkan pekerjaannya masing\-masing.
Riki pun ikut masuk kedalam rumah dan akan kembali kekamarnya, saat sedang menaiki tangga riki melihat seorang pelayan yang sedang membersihkan ruang tamu.
__ADS_1
Dia memanggil pelayan itu untuk mendekat "Tolong panggilkan pak jo kesini sekarang." Ucapnya dengan datar.
"Baik tuan muda" Jawab pelayan itu dan bergegas memanggil pak jo di belakang. Setelah memanggil pak jo, pelayan yang bernama maya itupun kembali melanjutkan pekerjaanya.
Pak jo datang untuk menemui tuan mudanya itu yang sedang menunggunya di tangga menuju lantai dua., "Ada yang bisa saya bantu tuan." Tanya pak jo dengan sopan.
"Siapa yang bekerja membersihkan kamarku pak jo?"
"Semua pelayan berganti\-ganti tuan, kecuali yang bagian dapur untuk memasak mereka tidak di beri bagian untuk membersihkan setiap kamar"
"Dan termasuk alea juga."
Pak jo tidak langsung menjawab, dia menatap tuan mudanya itu. Karna tidak biasanya pemilik rumah itu peduli dengan setiap pekerjaan pelayan yang ada di rumah itu.
Karna tidak mendapat jawaban dari pak jo, riki menghela nafasnya dan berkata "Mulai sekarang, aku mau alea yang membersihkan kamarku."
Sempat terheran kenapa tuan mudanya itu selalu mendekati alea, tapi dia tidak ingin berpikir jauh.
Riki kembali ke kamarnya, dan dia membiarkan pintu kamarnya itu terbuka, sembari ingin menunggu alea yang akan membersihkan kamarnya.
Pak jo yang sudah memberitahu alea untuk membersihkan kamar tuan muda pertama dan alea hanya bisa mengangguk setuju dengan perintah kepala pelayan itu.
Dengan sedikit di nasehati oleh pak jo, karna tuan riki ini paling tidak suka ada yang memegang barang\-barang miliknya, jadi semua pelayan disitu hanya boleh membersihkan tanpa memegang barang\-barang yang ada di kamar itu.
Alea pun bergegas kelantai dua dimana kamar tuan mudanya berada, berhenti pas pada ambang pintu alea permisi dulu dengan pemilik kamar itu.
"Permisi tuan, kamarnya saya bersihkan dulu." Ucap alea dengan menundukkan pandangannya, takut\-takut salah ucapan.
__ADS_1
Riki yang mendengar suara alea itupun menoleh kearah pintu dimana alea berdiri, ia mengamati wajah yang dari tadi menunduk itu.
Riki tak mengubah posisinya yang sedang duduk disofa dengan memangku laptop, dia hanya berdehem menjawab perkataan alea.
Akhirnya dengan memberanikan diri alea masuk kedalam kamar itu, sempat takut karna hanya ada dirinya dan riki di kamar itu tapi melihat riki hanya diam duduk di sofa ia merasa sedikit lega.
Saat alea sedang membereskan tempat tidur, riki berdiri dan berjalan kearah ranjang. Alea tidak sadar dengan riki yang sudah ada di belakangnya itu.
Riki yang hendak mengambil air minum di atas nakas samping ranjangnya dan memang sengaja riki bermodus mengambil air minum hanya untuk melihat wajah alea yang sedari tadi hanya menundukkan wajahnya.
Saat hendak balik badan alea kaget karna ada riki yang ada di belakangnya sedang minum sambil berdiri itu, dengan tidak sengaja alea menyenggol tangan riki dan air yang ada didalam gelas yang di pegang riki itupun tumpah mengenai kaos polos yang di pakai riki.
Alea panik karna sudah melakukan kesalahan dalam bekerjanya, dengan cepat alea langsung merain tisue dan membersihkan badan riki yang terkena air.
"Maaf tuan, maafkan saya tidak sengaja." Ucapnya dengan takut dan masih mengelap baju yang riki pakai.
Tapi riki tak menjawabnya, ia malah sibuk mengamati wajah alea yang sedang panik dan ketakutan itu.
Merasa di tatap oleh riki, akhirnya alea berhenti memegang dada riki yang basah terkena air minum itu. Alea takut kalau ia semakin di marahi karna dengan lancang sudah memegang badannya. Mengingat majikannya itu tidak suka barangnya di pegang oleh orang lain, apalagi tubuhnya. Pikir alea.
Alea melepaskan tangannya yang semula ia mengelap dada itu dan segera ingin menjauhkan dirinya dari laki\-laki yang ada di hadapannya itu, tak di pungkiri alea merasakan detak jantungnya yang sedari tadi berdetak lebih cepat dari biasanya karna gugup.
"Maaf tuan riki, saya tidak sengaja." Ucap alea lagi sambil menundukkan pandangannya.
Tapi riki langsung menarik dagu itu dan mengamati dalam\-dalam bibir alea, ingin rasanya riki \*\*\*\*\*\*\* bibir pink itu tapi ia takut kalau alea langsung memberontak dan berteriak.
Alhasil riki hanya mengusap bibir pink itu dengan jarinya, tak di pungkiri riki juga merasakan hal aneh di dalam dadanya itu.
Alea hanya diam tidak memberontak dengan perlakuan riki kepadanya, takut. Hanya itu yang dia pikirkan.
__ADS_1
JANGAN LUPA KASIH LIKENYA😉