
Galang masih berdiri di tempat nya, sementara sang papa memindahi penampilan Galang dari hujung ke hujung.
" kok papa sepertinya familiar ya sama jas ini" ucap sang papa yang mulai menjembreng jas hitam pemberian ayahnya Dena tadi.
" a,, itu memang jas papa kan, ya pasti papa kenal lah, iya kan pa? " jawab Galang berusaha tenang.
" kamu juga punya kan merek jas ini? "'tanya sang papa sambil menunjukkan merek yang tertera pada jas tersebut.
" a, iya punya pa, kan Galang beli nya dua waktu itu, satu buat papa dan satunya lagi buat Galang.
" boleh papa lihat jas kamu itu, kayaknya udah lama banget papa nggak lihat kamu memakai jas mewah itu"ucap sang papa.
"kenapa emangnya pa, kok tiba- tiba pingin lihat jas punya Galang"
" ya pingin aja lang, boleh kan? "tanya sang papa.
Galang tersenyum lalu masuk ke dalam kamarnya, berniat mengambil jas yang dimaksud oleh sang papa tadi,
" Dena gimana nih, apa semua harus terbongkar saat ini juga, kan nggak lucu Dena"
Galang sibuk memilah- milah pakaian dalam walk in closet nya, namun hanya menghabiskan waktu nya saja, karena ya,jas yang sedang di carinya itukan ada di tangan sang papa, lah kok nyarinya di dalam kamar sih, piye to lang?
Galang semakin bingung kini, apa dia harus mengakui hubungan tersembunyi nya dengan Dena, ataukah ada cara lainnya, Galang nampak berpikir keras untuk masalah yang di timbulkan oleh Dena itu.
berlahan ia melangkah keluar untuk menemui sang papa yang masih duduk manis di tempatnya tadi, tekadnya sudah bulat, jika memang harus terbongkar malam ini juga ya sudahlah kepalang basah, sekalian saja Galang nyebur, byuuuurrrr.
" kok nggak bawa apa- apa lang, mana jas nya, hilang, dipinjam teman, lagi di laundry? tanya sang papa, namun Galang merasa pertanyaan sang papa lebih tepatnya kepada sebuah pilihan jawaban untuk Galang.
Sebelumnya nya ternyata sang papa sudah mengetahui tentang hubungan Galang dan Dena, rupanya Anisa sudah bergerak cepat, sebelum kedua sejoli itu melangkah lebih jauh dan lebih nekat lagi, maka dia harus selangkah lebih maju dari Galang dan Dena, apa yang tidak bisa dilakukannya? hmm, cinta memang bisa merubah karakteristik seseorang ya, yang lemah lembut bisa menjadi kasar, yang baik bisa menjadi agak sadis, lalu Anisa ini tipe yang dari apa menjadi seperti apa sih, dia wanita yang lemah lembut, penuh sopan santun, namun saat cinta nya terhadap Galang ternyata bertepuk sebelah tangan ya inilah yang terjadi, ia nekat membocorkan rahasia hubungan Galang dan Dena kepada Wijaya, tentu saja dengan harapan agar Wijaya segera mengultimatum Galang agar segera meninggalkan mahasiswi nya itu.
namun apa yang sudah mereka alami hari ini khusus nya bagi Wijaya, sungguh mampu merubah semua mindsetnya tentang Dena terlebih setelah ia tau bahwa pria berhati malaikat itu adalah ayahnya Dena, gadis yang ada didalam hubungan antara Galang dan Anisa, gadis yang dimohon kan Anisa agar segera dijauhkan dari Galang putra nya,namun sekarang apa? ah, biarlah Wijaya ingin mendengar dari kedua sisi antara Galang dan juga Anisa atau bila perlu dari Dena juga, hmm, baiklah saat ini yang ada di depan mata nya adalah Galang putranya.
" jas nya nggak ada pa, sudah Galang berikan sama temen Galang " jawab Galang spontan saja, dia sudah pasrah, jika memang inilah awal yang harus di mulainya, untuk berterus terang kepada papanya, mengenai hubungan tak terlarang nya bersama Dena.
__ADS_1
" temen apa temen, cewek apa cowok? " tanya sang papa, entahlah tapi kenapa Galang merasa sang papa hanya mengulur- ngulur waktunya saja ya, untuk pertanyaan yang sudah jelas apa jawabnya.
" cewek pa" jawab Galang lagi, yang kini duduk di samping sang papa, setelah sang papa menggeser sedikit duduknya lalu menepuk pelan pada sofa putih yang ada di depan kamar Galang.
" mau mengakui nya sendiri atau papa yang harus menjabarkan nya, papa kasih pilihan lang, kamu nyamannya yang mana, pilihan yang pertama atau yang kedua? " tanya sang papa lagi, seraya pandangannya tak lepas dari wajah Galang.
"boleh Galang bertanya pa"
" itu nggak ada dalam dua pilihan yang papa berikan tadi lang, gimana sih dosen kok loading nya lama, bebas roaming dong"ucap sang papa sambil menepuk bahu Galang pelan.
" Galang pingin denger dari papa dulu deh" akhirnya Galang pasrah, entah apa yang akan di jabarkan oleh sang papa, setidaknya dia dapat menilainya nanti setelah sang papa selesai berbicara, barulah ia dapat melakukan pembelaan terhadap hubungannya yang tak bersalah ini.
" yakin, tapi ada syaratnya lang" Galang mendongakkan kepalanya, seolah bertanya" apa, syaratnya pa?
" saat papa sedang berbicara kamu jangan menyelahh nya, cukup jawab iya atau tidak, papa tidak ingin mendengar jawaban yang mengambang, tidak tegas, tidak punya pendirian, itu bukan keturunan keluarga Wijaya, satu ya sudah satu saja, jangan ada keinginan untuk mendua!!
nah kan, Galang semakin ketar- ketir kawan, siapa yang dimaksudkan sang papa, satu ya satu saja, apakah itu untuk Dena, jika iya, sungguh Galang tak perlu meneruskan sesi debat- debitnya malam ini terhadap sang papa, karena jawabnya adalah iya, satu dan hanya satu yaitu Dena, tak kan ada yang kedua apalagi yang ketiga, karena sungguh na'udzubillah.
Galang menganggukan kepalanya.
" pacar kamu?
" iya pa"
huh, rasanya ada kelegaan dalam rongga dada Galang saat dengan lantang dan jelas dia mampu mengakui Dena sebagai pacarnya di depan sang papa, sungguh hal yang sudah sangat lama ada dalam rencana Galang, namun ternyata semua tak sesuai rencana, entah ini lebih indah ataukah lebih sedih dari rencana nya.
" dia ada sebelum kamu mengenal Anisa?
" iya pa"
" Dia mengetahui jika ternyata kamu akan dijodohkan dengan wanita lain?
Galang kembali menganggukan kepalanya.
__ADS_1
" kamu memberikan harapan besar kepadanya dan juga kepada Anisa"
Galang tak langsung mengiyakan pertanyaan sang papa, dia menoleh.
" maaf pa, tapi Galang tidak pernah memberikan harapan kepada Anisa, Galang hanya menjalaninya saja, berharap diperjalanan nya nanti Anisa akan menyadari jika Galang tidak bisa memaksakan hati Galang untuk mencintai nya, walaupun mungkin Galang tidak bisa mencegahnya untuk tidak mencintai Galang pa"
pluk...
Sang papa menimpuk lengan Galang dengan majalah yang ada di sampingnya.
" kepedean kamu ini lang, lang,memang nya kamu tau kalau Anisa itu sudah jatuh hati sama kamu apa ha? soktoy"ucap sang papa lagi.
" sepertinya begitu pa" jawab Galang.
" kamu sangat mencintai nya" tanya sang papa.
Galang buru- buru merubah posisi duduknya agar lebih dekat lagi kepada sang papa.
" yang mana pa" tanya Galang bingung.
pertanyaan sang papa mengandung jebakan batman nih, kan Galang harus hati- hati, salah jawab bisa salah jodoh jhoooonnn...
salah pilih teman sih bisa di tinggalin temenya yang salah itu, lah kalau salah jodoh kan harus merubah status jadi duda dulu gaes,nggak bisa main tinggal aja, urusan ibadah kan langsung sama sang Pencipta nya akhi dan ukhty, astaghfirullah jangan dong Allah, pingin nya sama Dena aja" bathin Galang.
" dasar serakah, pacar kamu itu siapa, kok malah nanya yang mana"
Galang tak dapat menutupi sedikit kebahagiaan nya, setidaknya dari sesi tanya jawab yang hanya boleh dijawab iya atau tidak oleh Galang ini, Galang dapat sedikit menyimpulkan jikalau sang papa lebih condong kepada Dena,
" aamiin Ya Allah, memang usaha tak pernah mengkhianati hasil" bathin Galang yang kini tersenyum menyambut pertanyaan dari sang papa selanjutnya.
mereka tidak tau jika sang mama ternyata melihat dan mendengar apa yang sedang mereka perbincangkan saat ini, senyum sang mama pun merekah sempurna di wajah ayu nya.
" semoga inilah jawaban atas doa- doa hamba Ya Allah " ucap sang mama di balik persembunyiannya.
__ADS_1
"hmmm, ada yang lagi berbunga- bunga ni"
thanks for Reading and like nya, Jazakumullah katsiron, semoga selalu suka ya.