
Masih di dalam kamar tuan mudanya *riki*.
Saat alea akan pergi dari hadapan riki, tapi riki malah memegang pergelangan tangannya. Sontak alea langsung berhenti, takuut... Cuma itu yang ada di pikirannya.
"Pekerjaan saya sudah selesai tuan, saya akan turun kebawah untuk mengerjakan pekerjaan lainnya." Ucap alea dengan wajah yang tertunduk takut.
"Kau tidak ingin bertanggung jawab dengan bajuku yang basah ini?"
"Saya akan bertanggung jawab tuan."
Tanpa aba-aba riki langsung melepas kaos yang ia kenakan yang tadi terkena tumpahan air minum.
Alea langsung memalingkan wajahnya tak ingin melihat, karna alea tidak pernah melihat laki-laki bertelanjang dada kecuali hanya dalam tv.
Riki langsung melampar kaos putih polos itu ke muka alea, dan alea langsung menerimanya.
Buru-buru alea akan pergi dari kamar itu, tapi riki menghentikannya.
"Tunggu...!!"
"Apa masih ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Jangan panggil aku tuan, aku tidak suka mendengarnya."
"Ba... ba baik tuan. Eehh kak riki maksudnya."
Alea langsung pergi dari kamar itu dan langsung menutup kamar itu rapat-rapat. Segera alea turun ke belakang dimana pelayan yang lainnya berada.
"Kenapa lama sekali bersihkan kamarnya tuan riki lea?" Tanya salah satu pelayan yang ada disana.
"Tidak apa-apa, saya hanya membersihkan ruangannya seperti biasa kalian membersihkan."
__ADS_1
Alea tidak mungkin menceritakan apa yang terjadi di dalam kamar itu, karna dia masih ingin bekerja disana untuk mendapatkan uang untuk biaya oprasi ibunya.
Dia masih tidak tau kalau ibunya sudah akan di oprasi karna biayanya sudah di lunasi oleh temannya itu lisa.
***********
Sementara itu riki yang berada di dalam kamarnya itu masih mematung di tempatnya, mengusap jari yang tadinya ia gunakan untuk mengusap b\*b\*r pink milik alea.
Frustasi kenapa dia tadi tidak langsung menc**mnya.
Tidak di pungkiri semakin hari riki semakin mempunyai keinginan untuk selalu berdekatan dengan alea.
Apakah aku sudah jatuh cinta dengan gadis itu?
"Aaargghhhh......" Ucapnya sambil menghempaskan diri di atas ranjang kesayangannya.
Tidak biasanya riki memiliki perasaan seperti itu terhadap wanita, karna biasanya ia hanya menjadikan wanita itu sebagai pelampiasannya.
*************
Menjelang malam hari, semua pelayan tampak sibuk mempersiapkan makan malam untuk majikannya yang tak lain adalah riki.
Tidak sesibuk saat majikannya lengkap berada di rumah, hanya menu makanan yang sedikit saja untuk di sajikan kepada tuan mudanya.
Tepat pukul 19.00 malam, riki menuruni anak tangga dan langsung menuju ke meja makan. Disana sudah tersaji berbagai menu makanan dan kebetulan yang memasak adalah alea sendiri.
Riki makan malam sendiri di meja makan yang besar itu, seusai makan dia kebelakang untuk meminta buah.
"Tolong kupaskan buah, dan bawa ke ruang tengah."
"Baik tuan."
__ADS_1
Riki duduk di ruang tengah di rumah itu, ruangan yang ada tv dan selalu di jadikan tempat berkumpul bersama keluarga.
"Ini buahnya tuan." Riki menoleh kesamping dan mendapati alea yang mengantarkan buah untuknya.
"Terimakasih lea."
Alea hanya mengangguk dan berlalu akan pergi.
"Tunggu.....!!" Ucap riki.
Alea berhenti saat mendengar ucapan riki.
"Ada lagi yang bisa saya bantu tuan?"
"Eemmm.... Temani aku nonton tv."
"Haaahh... Saya masih ada pekerjaan di belakang tuan."
"Kamu membantahku alea?"
"Ti tidak tuan"
"Duduk." Ucap riki sambil menepukkan tangannya kesofa sebelahnya.
Alea hanya diam mematung, bingung harus bagaimana jika pelayan yang lain sampai melihat dirinya dekat dengan tuan mudanya itu.
Alea yang sedang bekerja dan memakai seragam pelayan di rumah riki.
Riki😍
__ADS_1