
MOHON MAAP LAMA TIDAK UP MAN-TEMAN KARNA INI AUTHOR LAGI BERADA DI KAWASAN SUSAH SINYALπͺ
MOHON DI MAKLUMI YAAπ
DI GUNUNG SOALNYA
πππ
Sesampainya riki dan alea di rumah milik keluarga riki, alea segera turun dari mobil setelah ia mengucapkan terimakasih kepada riki untuk bantuannya.
Alea bergegas masuk langsung ke belakang diman semua pelayan biasanya beraktifitas disana. Semua tampak kaget melihat kedatangan alea yang sudah memakai pakaian berbeda, terlebih pakaiannya sangat terlihat kedodoran di tubuhnya mengingat yang di pakai adalah baju milik riki.
Saat sampai di antara beberapa pelayan yang sedang menatap kearah alea, alea langsung tersenyum canggung. Mengingat ia tidak pulang semalaman, dan pasti teman-teman sesama pelayan berpikir yang macam-macam.
Tidak berkata apapun alea langsung menuju ke kamarnya hendak mengganti pakaian seragam seperti yang lainnya.
Setelah mengganti pakaiannya alea langsung bergabung dengan yang lain untuk mengerjakan pekerjaan yang belum beres. Alea mendapati maya disana, dan tersenyum kepadanya. Karna tidak di perbolehkan ngobrol disaat sedang malakukan pekerjaan.
***
Tibalah waktu istirahat untuk para pelayan mengistirahatkan diri selama dua jam, terserah ingin melakukan apa karna itu pada jam istirahat. Ada yang tidur siang, ada yang ngobrol bercanda dengan teman yang lain, ada juga yang menyempatkan mandi dan mencuci pakaian dan ada juga yang makan. Semua bebas dilakukan pada jam istirahat.
Dan pada saat istirahat itu maya sengaja mengajak alea untuk beristirahat di taman belakang dekat gubug yang suka di jadikan tempat makan para pelayan.
Tepat di bawah pohon, dengan angin yang berhembus cukup sejuk ditemani dengan minuman dingin yang mereka buat dan beberapa cemilan. Maya bertanya kepada alea "Kau semalam kemana saja lea, kenapa tidak pulang?"
Pertanyaan maya cukup membuat alea bingung dirinya harus menjawab dengan jujur atau harua berbohong. Tapi alea mana mungkin bisa berbohong, dia tak pernah bisa berbohong kepada siapapun.
"Lea, kenapa kau tak menjawab pertanyaanku" Ucapan maya membuat alea terkejut dari lamunannya.
__ADS_1
"A.. a.. aku tadi malam_" Dengan terbata alea ingin menjawab tapi tidak mungkin kan dia bilang kalau menginap bersama riki di apartemennya, entah apa yang akan di pikirkan oleh maya jika alea berkata jujur seperti itu.
Masih menunggu jawaban alea, maya menatap tajam kearah alea untuk menemukan jawaban.
Alea menghembuskan napas kasar "Aku bakal cerita sama kamu tapi kamu janji jangan menceritakan kepada yang lain may, dan aku harap kamu tidak berpikir macam-macam setelah aku bercerita kepadamu." Akhirnya alea bakal berkata jujur ke maya.
Maya mengangguk sebagai jawaban, masih diam dan terus menatap kearah alea untuk mendengarkan cerita temannya itu.
"Aku tadi malam tidur di apartemen tuan riki bersamanya." Jawaban itu lolos dari mulut alea.
"Haaahhhh.... kok bisa, jadi semalam kau sudah tidur bersama tuan riki berdua dan apa yang terjadi lagi lea" Maya berkata cukup keras saking terkejutnya, buru-buru alea membungkam mulut maya supaya tidak terdengar orang lain.
."Sssssttt....kau jangan keras2 may ngomongnya, pelankan suaramu." Ucap alea memperingati.
"Maaf-maaf lea, aku terlalu kaget" Jawabnya nyengir sambil memasukkan cemilan kedalam mulutnya.
"Jadi semalam itu, pas aku keluar dari toilet sudah tak mendapati kau dan pak jojo di parkiran. Malah ada kak riki disana mengajakku pulang, yaa aku kira bakalan langsung pulang tapi ternyata aku di ajak mampir makan ke kafe. Terus pas di tengah-tengah menikmati makanan temannya kak riki datang berjumlah dua orang dan karna aku malu akhirnya aku beralasan pamit ketoilet, padahal niatnya mau pergi pulang duluan siapa tau ada yang kasih tebengan. Huuhh... Sampai aku jalan jauh dan berhenti di halte, aku duduk disana sebentar tapi malah ketiduran dan saat aku tertidur ada orang yang membangunkan aku, ternyata orang itu kak anton salah satu temannya kak riki. Ku pikir dia bakal mengajakku pulang kerumah ini tapi ternyata tidak. Saat pagi aku bangun dari tidurku, aku mendapati tubuhku yang sudah berada di kamar mewah. Saat itu aku keluar kamar langsung menuju dapur karna haus dan saat melewati ruang tengah aku melihat kak riki dan temannya itu tertidur di depan tv yang masih menyala, terus aku di suruh mandi dan di suruh pakai bajunya kak riki dan setelah itu kita makan dan pulang kerumah ini" Alea bercerita panjang lebar ke maya secara detail.
"Kenapa kau malah memandangku seperti itu may?" Karna terheran dengan maya yang dari tadi tersenyum menatapnya.
"Hehehe.. enggak apa-apa lea, cuma pantas saja kalau tuan riki sampai tertarik kepadamu. Kau itu cantik, coba saja kau berdandan sedikit pasti lebih cantik lagi." Puji maya kepada alea.
"Enggak mungkin lah may kak riki tertarik sama aku, dia juga bisa mencari wanita yang lebih cantik dari aku. Dan pastinya bukan seorang pelayan seperti aku"
***
Dan saat alea dan maya sedang asyik bercerita, yang tak lain adalah menceritakan tentang riki. Tiba\-tiba saja "Ehemm...."
Alea dan maya langsung terdiam dan menoleh kesumber suara, mereka berdua langsung pucat saat mendapati suara itu berasal dari riki sang majikan.
Buru-buru alea dan maya pergi dari bawah pohon itu dan hendak masuk kedalam rumah, tapi saat beberapa langkah kaki mereka berjalan suara riki berhasil menghentikan keduanya.
__ADS_1
"Alea, kau disini saja temani aku." Ucap riki dengan nada dingin.
Alea dan maya langsung bertukar pandang, dan maya langsung menggidikkan bahunya sebagai jawaban karna takut untuk mengeluarkan suaranya.
Akhirnya maya meninggalkan maya seorang diri bersama dengan riki di tempat itu.
"Ada yang bisa saya bantu tuan, kalau tidak izinkan saya kembi bekerja." Masih dengan posisinya alea berkata kepada riki supaya tidak terjadi gosip-gosip dirumah itu.
"Tidak ada, aku hanya ingin ngobrol denganmu dan kau duduklah kemari" Jawabnya dengan santai sambil menepuk kursi yang masih kosong di sebelahnya.
"Ta.. tapi nanti kalau dilihat yang lainnya tidak enak tuan." Alea masih berusaha supaya tidak berdua dengan riki lagi, takut kejadian kemaren pas di kamar apartemen itu terjadi lagi.
"Berhenti memanggilku tuan." Geram riki karna alea selalu memanggilnya tuan pada saat berada di rumahnya.
Alea hanya diam tak berkata apapun lagi dan dia masih berdiri di tempatnya berhenti tadi bersama maya.
Riki menoleh kearah alea yang masih bergeming di tempatnya, riki langsung beranjak dari duduknya dan mengajak alea keruangan yang tak jauh dari taman itu. Tempat itu biasa di gunakan untuk bersantai menikmati pemandangan di taman, karna tembok depan berbahan kaca.
"Ayo ikut aku." Riki berkata sambil berjalan melewati alea berdiri.
Alea hanya diam dan mengikutinya dari bekalang, saat sampai di ruangan itu riki langsung menyalakan ac dan menutup pintu. Riki menjatuhkan tubuhnya diatas sofa yang terdapat di ruangan itu, tapi tidak dengan alea yang masih berdiri mematung di sana.
"Kenapa kau terus berdiri, ayo cepat kemari." Ucap riki sambil menarik tangan alea yang mana membuat alea malah terduduk tepat di pangkuan riki.
Alea terkejut dan ingin beranjak dari pangkuan riki, tapi riki malah memeluknya yang malah membuat alea tidak bisa bergerak.
Kau mau apa tuan muda, bisa bahaya jika sampai orang lain melihat posisi kita yang seperti ini. Sebenarnya apa maumu tuan, kau selalu seenaknya kepadaku. Alea berucap dalam hati dengan kesal.
πππ
JANGAN LUPA KASIH DUKUNGANNYA DENGAN KETIK LIKE DAN VOTE.NYA
__ADS_1
AKU SAYANG KALIANπ