Berbeda Kasta

Berbeda Kasta
ide Dimas.


__ADS_3

Galang memutuskan untuk mengunjungi kafe nya setelah pulang dari rumah Dena, sudah tiga hari semenjak pembegalan terhadap Sang papa, baru hari ini Galang datang ke kafe nya.


waktu menunjukkan pukul tiga sore saat Galang sampai di kafe nya.


" sore mas" sapa Dimas yang terlihat sedang menghias coffe latte pesanan pengunjung.


" sore juga Dim,nanti temui saya di ruang kerja, saat kafe sudah senggang "ucap Galang lalu berlalu menuju ruang kerjanya di lantai dua.


dreett...... suara pintu di geser saat Galang memasuki ruang kerjanya, sudah lebih dari tiga hari ini ia hanya memantau kafe nya daring dari rumah saja.


Galang duduk pada sofa putih, saat membuka layar laptopnya Galang terkejut mendapati gambar pada profil laptopnya.


Sebelumnya Galang sudah mengatur poto profil pada layar awal laptopnya adalah gambar dirinya bersama Dena, yang diambilnya secara diam-diam , tapi kenapa sekarang berubah menjadi wajah Anisa dan juga dia tidak sendiri melainkan bersama Dena,sepertinya diambil secara candid, karena Dena nampak tengah fokus pada handphone nya dalam photo itu"ah apa maksud dari photo ini, apa ini ulah Anisa? " Galang bertanya-tanya sendiri, namun saat dia menggeser gambarnya muncul sebuah kalimat.


"pilihan ada ditangan mu mas, namun aku pastikan pilihan mu hanya satu yaitu aku"


Galang mengusap wajahnya lelah, lalu ia bersandar pada badan sofa empuknya.


" baru juga masuk ruangan, tapi sambutannya sungguh aduhai, kalau iya ini adalah perbuatan Anisa, itu artinya dia telah lancang masuk ke dalam ruangan ku tanpa izin dari ku" ucap Galang, lalu dia menelepon Dimas agar segera naik ke atas.


" masih rame mas, kasian Angga kalau harus meng handle dua pekerjaan sekaligus " tolak Dimas pelan, ia takut Galang marah jika ia menolak perintah nya.


"naik sekarang" ucap Galang tak ingin di bantah lagi, panggilan pun terputus.


" kemarin- kemarin waktu dia nggak ke kafe, kita bisa nyantai ya ngga, lah sak iki lho, rasane pingin nangis tapi isin ngga, kaki ku rasanya pingin selonjoran ini, tapi bos muda kita sepertinya sedang dalam mode garang ngga, senggol kemplang!ucap Dimas pada angga yang kini tengah menghitung uang dalam laci kasirnya.


" ya udah cepat sana naik, jadi nanti bisa selonjoran kakinya" ucap Angga.


Dimas naik ke lantai dua dengan langkah panjangnya, hingga beberapa menit saja ia sudah tiba di depan pintu ruangan Galang.

__ADS_1


" boleh saya masuk mas" ucapnya meminta izin untuk masuk kepada Galang.


Galang menganggukan kepalanya.


Dimas duduk di depan Galang, firasat nya mengatakan bahwa ini tidak lah baik, wajah Galang datar tak ber ekspresi, namun matanya tajam melihat ke arah Dimas.


" siapa yang sudah lancang masuk ke ruangan ku tanpa izin" tanya Galang penuh penekanan pada setiap kalimatnya.


Dimas nampak gugup tak berani memperlihatkan wajahnya pada bos muda nya ini.


" kenapa diam saja dim, jawab!! Galang menaikkan nada bicara nya, hingga Dimas langsung mendongak kan kepalanya.


" mbak Anisa mas"


prakkk...


Galang menghempaskan buku tebal yang belum sempat di bacanya tadi tepat di depan Dimas, Dimas yang terkejut dengan sikap Galang segera merapikan buku yang terbuka lembaran-lembaran nya itu.


" saya sudah melarangnya mas, tapi mbak Anisa memaksa, bahkan dia datang bersama dengan ibunya, saya bisa apa mas, ibunya mengancam akan segera memecat saya jika keinginan putrinya tidak dituruti"Dimas berkata sambil menundukkan wajahnya.


" apa lagi yang mereka katakan sama kamu atau kepada yang lainnya mungkin" tanya Galang yang kini terlihat sudah dapat mengendalikan dirinya, saat mendengar penuturan Dimas tadi.


"mbak Anisa bilang jika mas Galang dan dirinya akan segera menikah awal bulan ini, bahkan minggu ini kalian akan melangsungkan acara lamaran nya, apa bener begitu mas? " Dimas memberanikan diri untuk bertanya, satu hal yang mengganjal dipikirannya, bos mudanya ini sudah hampir satu minggu tidak memantau langsung kafe nya, tapi kenapa tiba- tiba yang datang malah wanita beserta ibunya, Dimas sedikit banyak tau siapa itu Anisa, walaupun hanya garis besar nya saja, namun Dimas juga tau betul jika bos mudanya inikan tengah menjalin hubungan dengan mahasiswi jutek dan cantik yang bernama Adreena itu, tapi kenapa yang mengaku akan segera di lamar dan dinikahi kok wanita lainnya, bener- bener crocodile cap nyamuk kalau kata Dena ya,


"serakah sampeyan mas, mas"cibir Dimas dalam hatinya.


Galang menunjukkan photo profil pada layar laptopnya kepada Dimas berikut kalimat yang menyertainya.


" kamu tau dim, tujuanku kesini kan ingin sejenak menghilangkan kepenatan yang tercipta ya karena hal yang kamu ucapkan tadi, tapi bukan nya hilang ini malah jadi berlipat- lipat masalahnya " ucap Galang sambil menyugar rambutnya.

__ADS_1


"masalah nya apa mas" cicit Dimas takut kalau Galang tersinggung dengan pertanyaan nya.


" saya nggak cinta sama Anisa dim, dan saya harus segera melamarnya, minggu ini, piye? " tanya Galang prustasi.


" kabur aja mas"ucap Dimas santai dengan senyum tipis di bibir nya.


" gendeng, bisa kena serangan jantung bapak dim, dim, saran mu nggak mutu ah, ngawur!! " ucap Galang lalu melemparkan bantal sofa ke arah Dimas, namun dengan mudah di tangkap oleh Dimas lalu ia pun merebahkan tubuhnya beralaskan bantal yang di lempar Galang tadi.


saat sedang berbaring itu lah tiba-tiba muncul ide di kepala Dimas.


" saya ada ide mas, di jamin nggak gendeng dan nggak ngawur"


" apa? " tanya Galang.


" mas Galang marah kan saat mbak Anisa tanpa permisi masuk kesini dan sepenak udele dewe main ganti photo profil di laptop mas Galang, ya udah mas, lumayan kan buat mengacau rencana lamaran nya mas Galang nanti, paling tidak kan bisa sedikit mengulur- ulur waktunya mas, walaupun setelah nya mas Galang harus berpusing ria memikirkan rencana selanjutnya" ucap Dimas yang membuat Galang mengembangkan senyum di bibir tipis nya.


" sarapan apa tadi pagi dim, salmon dari laut dalam ya, kok tumben otak nya encer, tapi ngomong- ngomong saya harus berterimakasih atas ide mu itu, ayo mau minta apa hari ini, mumpung saya lagi bahagia" ucap Galang tersenyum.


" cariin saya pacar mas, ngenes jomblo nya ngak kelar- kelar nih, pingin juga ah kayak mas Galang, punya gebetan sekaligus dua, wuih opo ora pening mas, membagi waktunya, tiga hari disana, tiga hari disini, seng sedino kanggo sopo? "ucap Dimas menggoda Galang.


" saya tidak pernah membagi hati saya menjadi dua dim, hanya satu yaitu Dena, paham kamu,


eh tunggu dim, apa permintaan mu tadi, cariin pacar? kamu udah kehilangan kharisma mu apa sebagai pria sejati dim, sampe pacar pun harus dibantu mencarikannya,


ck, ayolah dim, usia mu jauh di bawah saya lho, tampang lumayan, standar lah ya, masih masuk kategori pria idaman itu, lalu apa yang membuat mu jadi kurang percaya diri seperti ini ha"tanya Galang pada Dimas yang masih berbaring sambil menatap dinding-dinding pada ruangan Galang.


trimakasih, semoga selalu suka.


jazakumullah katsiron.

__ADS_1


Alhamdulillah November, bismillah Desember.



__ADS_2