Berbeda Kasta

Berbeda Kasta
cemburu.


__ADS_3

Saat Dena melihat ke atas dimana Galang sedang berdiri, tapi Galang malah melihat ke arah lain. Dena kesal dibuatnya kini.


~bapak jahat ih,kenapa malah memandang yang lainnya.


Dena buru- buru memasukkan handphone ke tas selempang nya setelah pesan terkirim.


Galang masih tetap pada posisi awal, dia tau handphone di saku celananya bergetar ,pasti itu dari Dena pikirnya, namun dia sengaja mengabaikannya, untuk apa? jawabannya sudah pasti untuk membuat kesal Adreena yang dilihatnya kini malah asyik ngobrol sama Dimas dibawah sana.


"eh, si Dimas ngapain tuh Disana? Dan apa yang mereka bicarakan sok akrab banget" gerutu Galang. Galang segera menuruni tangga, dia menuju ke arah meja dimana Dena sedang asyik ngobrol bersama Dimas Dan Anita.


obrolan mereka terhenti saat Galang menepuk pundak Dimas pelan, Dimas lalu menoleh.


" lho mas Galang, ada perlu apa mas sampai turun ke lantai satu,kan bisa minta tolong si Angga mas kalau perlu sesuatu"


Dimas berkata sambil matanya melirik ke arah Dena kemudian tersenyum kepada Galang.


"apa yang kamu obrolkan sama kekasih saya hem?Galang mendekatkan bibirnya ke telinga Dimas saat berucap demikian. tatapan matanya penuh kecemburuan, tajam menusuk. wuih serem banget... hi hi hi.


Dimas celingukan takut-takut rekan sejawatnya melihat apa yang bos mudanya lakukan kini, "cemburu rekk... hehehe.


" nasi goreng special sama jasmine tea ya kak, dua porsi, jangan salah lagi" ucap Dena yang langsung membuat kedua pria itu menoleh kepada nya.


" tuh, udah di jawab sama kekasih nya mas" ucap Dimas pelan dan sopan.


" iya mbak"


Dimas segera beranjak dari tempatnya, namun Galang menarik sedikit ujung baju nya.


Dimas menghentikan langkah kaki nya, lalu menoleh,wajahnya penuh tanya.


" kenapa lagi mas" tanya nya pelan.


"kamu berhutang penjelasan sama saya Dim"


"baiklah, kapan saya harus melunasi hutangnya mas"


"setelah Dena pulang kamu naik ke ruangan saya"


Dimas menganggukan kepalanya Dan segera berlalu.


"siang pak"


sapa Anita dengan senyum sumringah nya.


"siang juga,udah lama nunggu nya? tanya Galang pada Anita namun pandangannya tertuju ke Dena.


" a, belum pak baru sampai kok.


" saya tinggal ya,ucap Galang sebelum berlalu ia sempatkan melihat Dena yang nampak asyik dengan smartphone Ditangannya tanpa sedetikpun melihat Galang,Galang segera berlalu lalu duduk pada meja yang terletak disudut ruangan kafe nya ini.


" Den, lo kok nggak nyapa pak Galang sih, sombong banget ah kamu, padahal tadi pak Galang lihatin lo den"


seketika Dena menghentikan gerakan tangan pada handphone nya, lalu melihat Anita yang duduk di depannya.


" yang bener lo nit,ngapain pak Galang lihatin gue, emang ada yang salah sama kita ya?


" lo aja den gue nggak" jawab Anita ketus.

__ADS_1


Anita kesal kawan,lah Wong yang sibuk menyapa pak dosen nya itukan dia, tapi kenapa yang di pandangi kok Dena terus ya?


Galang duduk sambil menikmati kopi latte buatan Angga yang baru saja di antar. nampak dia sedang mengetik pesan pada aplikasi chat di handphone nya.


~kamu Marah sama saya, mau balas dendam karena tadi saya nyuekin kamu, iya?


ting!


handphone Dena berbunyi, sebuah pesan di terima. Dena tersenyum saat mengetahui pesan itu dari Galang.


~bapak belum baca chat saya yang tadi ih, main balas aja nggak tau isi pesan nya apa kan dan iya saya marah sama bapak.


Anita nampak memperhatikan aktivitas Dena.


" lo sibuk banget sama handphone Den, gue di cuekkin aja"ucap Anita merasa kehadiran nya tak di anggap oleh Dena.


"hehehe, maaf nit lagi seru nih sayang kalau ketinggalan"


" Nonton apa sih drakor ya, hobby lo nggak berubah dari dulu Den.


Dena hanya senyum- senyum sendiri mendengar ocehan sahabatnya ini.


Pandangan Galang selalu tertuju kepada Dena yang sedang menikmati nasi goreng special favorit nya.


~ makan nya pelan- pelan aja nanti tersedak, kan saya nggak bisa nolongin kamu kalau sampai itu terjadi.


Uhuk, uhuk, Dena benar- benar tersedak kini, Galang reflek berlari ke arah Dena, namun langkah nya terhenti karena tiba- tiba saja Dimas sudah hadir dan menuangkan air mineral untuk Dena.


"trimakasih mas" ucap Anita dengan wajahnya yang masih memerah.


" Dimas lagi! Galang benar- benar geram kali ini, Dimas yang menyadari hal tersebut lalu melihat ke arah Galang, Dimas tersenyum kemudian menunjukkan jari telunjuk Dan jari tengah nya"peace mas"ucapnya tanpa suara.


Galang makin kesal di buatnya,namun Galang kembali duduk di kursi nya.


~puas pak, karena kata- kata bapak jadi kenyataan. pesan terkirim.


~bukannya kamu yang puas, karena sudah membuat saya kesal hari ini Dena.


Dena menoleh kebelakang Galang pun ternyata melihat nya, pandangan mereka beradu, Dena memicingkan mata dengan wajah jutek nya, Galang tersenyum membalas tatapan mata sang kekasih.


namun saat kedua nya sedang berinteraksi lewat tatapan mata mereka masing- masing, Dena melihat seorang wanita Menghampiri Galang.


"mas Galang! suaranya lembut sekali, Galang menetralkan nafasnya yang tercekat lalu memandang kepada wanita yang kini ada di sampingnya.


" Anisa,sama siapa kamu kesini, bawa mobil sendiri atau sama sopir? Galang mencecar Anisa dengan berbagai pertanyaan, yang malah membuat pipi gadis itu merona.


" perhatian banget sih kamu sama aku mas"ucap nya pelan, namun rupanya ucapan itu sampai ke telinga Dena dengan jelas.


" a, itu sa, saya terkejut melihat kamu berkunjung ke kafe saya" terbata- bata Galang membalas ucapan Anisa, bukannya karena grogi ya kawan, tapi karena sang pemilik hatinya sedang memandang nya tajam sekali, tak berkedip Dan tanpa menoleh ke lainnya, hanya Galang ya. hehehe.


"ada perlu apa kesini" tanya Galang mencoba mengatasi kegugupannya kini.


" biasa aja mas nggak usah gugup begitu,saya kebetulan lewat dan ingin mampir aja kesini, apa kamu keberatan mas? tanya Anisa yang matanya mulai Bergerliya mencari- cari apakah ada gadis yang bernama Adreena di sini.


"a, tidak sama sekali" jawab Galang singkat.


Dena masih memandang tajam terhadap Galang yang nampak semakin salah tingkah kini.

__ADS_1


"lo lihatin apa sih den, serius banget sampai nggak berkedip gitu matanya" ucap Anita, yang berhasil membuat Dena melihat ke arah nya.


" nggak nit, kita pulang aja yuk, kamu udah selesai kan makannya?


"eh, Den"


"apa?


" pak Galang sama siapa itu ya?


" mana aku tau nit, kenapa nggak kamu tanya langsung sama orangnya, mumpung masih disini" jawab Dena sedikit kesal. Anita mengerutkan keningnya merasa aneh dengan perubahan sikap sahabatnya ini.


" lo lagi PMS ya, galak banget "Anita berkata sambil meraih tas selempang yang ada di meja.


" gue cemburu nit" ucap nya lirih, yang kemudian berdiri lalu meninggalkan tempat duduk nya.


Galang tau Dena marah pada nya.


" kamu pasti kecewa sama saya Dena, maaf.."ucap Galang di dalam hatinya. ia hembuskan nafasnya lelah.


Anisa dapat melihat raut wajah Galang yang nampak sedang tidak baik- baik saja itu.


" kamu lagi nggak fit ya mas"tanya Anisa.


"nggak, saya baik- baik saja nisa, tapi memang sepertinya saya butuh istirahat"


" mas Galang mau pulang, bisa nyetir sendiri? atau mau saya antar, kita bisa mengajak salah satu karyawan kamu untuk menemani"wajah Anisa berbinar- binar saat menawarkan diri untuk mengantar Galang pulang ke rumahnya.


setidaknya hubungan mereka ada peningkatan nya, ya walaupun sedikit, itu lebih baik daripada tidak sama sekali kan?


namun sepertinya Anisa harus lebih panjang sabarnya, karena Galang memilih beristirahat di ruangannya saja.


" ya udah saya pulang ya mas, kalau ada apa- apa langsung hubungi saya aja" pesan Anisa yang hanya dijawab Galang dengan senyum nya saja.


" Angga"


" ya mas, ada apa? tanya Angga.


" suruh Dimas ke lantai dua, saya tunggu di ruangan saya.


" tapi pengunjung sedang banyak- banyak nya lho mas, kenapa nggak nanti aja"


Angga menyesal sekali kawan kenapa kalimat itu bisa meluncur dari bibir nya, karena boss mudanya itu tidak menjawab nya tetapi tatapan matanya seperti menghunus pedang.


" a, iya mas, saya akann sampai kan sama Dimas, permisi mas.


"hmm, jawab Galang singkat sekali.


rupanya bos mudanya Dimas ini sedang dalam mode cemburu plus marah plus kesal tingkat akut ya, tak ada yang berani membantah tatapan matanya.



'


'


'

__ADS_1


__ADS_2