
Alea yang masih berada di dalam kafe bersama dengan riki itupun merasa canggung dengan kehadiran teman\-temannya riki yang baru saja bergabung duduk bersama mereka.
Akhirnya alea pamit kepada riki untuk pergi ke toilet sebagai alasan. "Hem.. Kak riki, aku mau ke toilet dulu ya. Permisi" Ucap alea langsung berdiri dan pergi dari meja itu sebelum riki menjawab ucapan alea.
Riki hanya menatapi punggung alea yang sudah berlalu pergi dari mejanya ia duduk bersama yang lain.
Seperginya alea, anton dan romi langsung bertanya kepada riki tentang gadis yang bersamanya itu. Mereka berdua kepo sekali dengan percintaan riki, karna selama ini anton dan romi tidak pernah tau dengan masalah percintaan sahabatnya itu.
"Eehh rik, tuh cewek siapa? tumben-tumbenan lu bawa cewek sampe ke kafe" Ucap anton meledek.
"Iya rik, noh cewek dapet dari mana lu?" Romi ikut menimpali.
Riki menghembuskan nafas kasar, tidak menyangka kalau perginya dengan alea bakalan kepergok teman-temannya seperti ini.
"Itu pelayan di rumah gue." Jawab riki santai.
"What..?"
"What..!!"
Ucap anton dan riki bersamaan.
"Loe yang bener aja rik, masa iya tu cewek pelayan dirumah." Anton berucap lagi, karna menurutnya tidak pantas dengan melihat paras alea yang cantik tapi bekerja sebagai pelayan di rumah riki.
"Ya bener, tu cewek pelayan baru di rumah gue." Jawab riki lagi, karna memang alea adalah pelayan di rumahnya. Tapi tidak di pungkiri kalau riki memang sudah tertarik dengan alea.
"Beneran loe sekarang jarang main ke kolam renang bareng kita-kita karna ada cewek cantik itu di rumah ya rik" Romi meledek riki.
"Enggak lah, gue tu emang lagi sibuk ngurusin perusahaan bokap rom. Bukan karna ada alea di rumah.." Jawab riki menjelaskan.
"Oohhh jadi itu cewek namanya alea." Ucap anton dan romi bersamaan.
Uups, riki keceplosan dan langsung diam dan menanggapi ucapan teman-temannya itu.
__ADS_1
"Boleh dong rik, gue deketin tu alea." Ucap Romi menggoda riki.
Muka riki langsung memerah dan langsung menatap romi "Enggak boleh, pelayan di rumah gue nggak ada yang berpacaran." Riki langsung menjawab dengan nada ketus.
Anton dan romi langsung tertawa melihat respon riki yang ternyata sahabatnya itu suka dengan pelayan yang ada di rumahnya.
***
Sudah setengah jam berlalu riki yang asyik ngobrol dengan teman\-temannya itu sampai lupa dengan alea yang sedari tadi pamit ketoilet.
Jam sudah menunjukkan sepuluh malam, kafe itupun semakin ramai pengunjung. Karna memang kafe itu buka dua puluh empat jam setiap malam minggu.
Riki menatap jam yang ada di pergelangan tangannya, langsung sadar dan teringat dengan alea yang sudah meninggalkan meja itu sedari tadi.
"Rom, anton, gue mau nyari si alea dulu ya ini sudah lewat jam sepuluh malam tapi dia belum juga kembali kesini." Ucap riki sambil mengedarkan pandangannya.
"Gue ikut rik." Jawab anton.
"Gue juga ikut rik." Romi pun ikut menjawab.
Ketiga laki-laki itupun langsung beranjak dari tempat duduk mereka, dan berpencar untuk mencari alea.
Riki yang menyusul alea ke toilet wanita tapi tak mendapati alea disana, anton dan romi pun yang sudah mencari kesetiap pojok kafe di lantai atas dan lantai bawah juga tak menemukan alea di kafe itu.
"Astaga alea.. kamu dimana." Riki berucap sambil mengusap rambutnya kasar.
Akhirnya mereka bertiga langsung keluar dari kafe itu dan menuju perkiran, sambil mencari alea tapi juga tidak mendapati alea di sekitar kafe itu.
Riki, anton dan romi langsung masuk ke mobil mereka masing-masing, mereka melajukan kendaraanya dengan kecepatan lambat sambil menoleh kejalanan siapa tau menemukan alea.
Riki berlalu dan tidak melihat alea sama sekali, tapi anton yang ada di belakang mobil riki langsung berhenti saat melihat gadis yang sedang duduk di halte dengan meringkuk.
Anton langsung menepikan mobilnya dan keluar dari kendaraannya, anton langsung menghampiri gadis tersebut.
__ADS_1
Saat sudah dekat anton menepuk pelan bahu gadis itu, gadis itupun langsung mendongak keatas.
"Kakak siapa?" Ucapnya.
"Kamu alea bukan,? Jawab anton sambil melepaskan jaket yang ia kenakan dan memakaikan ke badan gadis itu yang terlihat sudah kedinginan.
"Dari mana kakak tau nama aku?" Alea menjawab dengan malas karna dirinya sudah ngantuk, seharian berbelanja dan tadi berjalan kaki karna merasa malu dengan teman-temannya majikannya itu.
"Kamu tidak ingat denganku, aku anton temannya riki yang tadi ikut bergabung di kafe" Jawabnya mengenalkan diri.
"Untuk apa kakak disini." Sambil menguap menahan kantuk, alea menjawab anton yang berbicara.
"Aku, riki dan temanku romi tadi mencarimu. Tapi aku yang menemukanmu disini. Ayo aku antar kamu pulang." Tawarnya kepada alea.
Alea yang sudah mengantuk pun hanya menganggukkan kepalanya. Alea langsung berdiri dan mengikuti anton menuju mobilnya.
Didalam mobil, alea tertidur dengan pulasnya. Anton yang melirik kesamping dan mendapati alea tertidur itupun langsung menepikan mobilnya. Anton sedikit membenarkan kursi yang di duduki alea supaya alea bisa nyaman tidur di mobilnya.
Saat sudah membenarkan kursi, anton langsung mengamati setiap inci wajah alea. Dari wajah yang putih dan bersih, bulu mata yang lentik, hidung yang mancung dan terakhir bibir pink yang tipis dan menggoda itu.
Benar-benar cantik yang sempurna, tidak di sangka ia menjadi seorang pelayan di rumah riki. Gumam anton dalam hati.
Anton mengambil benda pipih dalam saku celananya dan menyentuh benda itu mencari nama riki dan langsung menelponnya.
"*Hallo rik, alea sudah ada sama gue. Langsung gue anter kerumah loe ya.."
".........
"Oohh ya sudah siap, gue langsung kesitu*."
Anton kembali menyalakan mesin mobilnya dan mengantar alea ketempat riki berada.
JANGAN LUPA KASIH LIKE DAN VOTE.NYA DONG
__ADS_1
MOHON MAAP UP.NYA LAMA🙏
LOPE YOU KALIAN.