Berbeda Kasta

Berbeda Kasta
belum lagi?


__ADS_3

setelah semuanya di rasa sudah siap, Dena dan juga Galang pamit untuk kerumah orang tua Galang sekaligus untuk berbulan madu.


" ya sudah, Hati-hati kalian di sana, ingat nduk kamu itu punya alergi dingin lho" ucap sang ibu mengingatkan Dena dan tentu saja itu adalah kabar gembira untuk Galang,


" pengantin baru, alergi dingin, bukan kah itu adalah belahan jiwa nya,, oh bahagianya pengantin baru",,,,


" iya bu, nanti kita akan membeli perlengkapan untuk disana, ibu nggak usah khawatir, ada saya sekarang yang akan selalu melindungi Dena" ucap Galang.


setelah bersalaman dengan keduanya, Galang pun membawa Dena masuk kedalam mobilnya.


sepanjang perjalanan Galang tampak selalu mengikuti lagu yang tengah diputar melalui ponselnya.


" bahagia banget kamu mas" ucap Dena seraya memandangi wajah Galang yang baginya semakin tampan saja beberapa hari ini.


" bahagia, ya harus dong Dena, bagiku ini adalah hasil dari perjuangan ku untuk mendapatkan mu" ucap Galang lalu menggenggam jemari Dena.


*


*


*


setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, kini mereka sudah ada di depan pintu gerbang rumah Galang.


tampak seorang security datang tergopoh- gopoh, lalu membukakan pintu gerbang nya.


" selamat pagi mas, mbak" sapa nya ketika Galang membuka kaca mobilnya kemudian tersenyum seraya melambaikan tangannya.


Galang turun terlebih dulu dari mobilnya, baru setelah nya ia membuka pintu untuk Dena.


mereka pun melangkah beriringan masuk kedalam rumah orang tua Galang yang mewah dan tentu saja besar.


" assalamu'alaikum ma, pa, Galang sama Dena udah sampai nih" ucap Galang saat memasuki rumahnya, tampak dari arah dapur seorang wanita paruh baya berjalan cepat kearah mereka.


" mas Galang, mbak Dena, bapak sama ibu ada di taman samping" ucap wanita tersebut.


Galang dana juga Dena tersenyum, lalu keduanya menuju taman disamping rumah nya.


dari jauh Galang bisa melihat kedua orang tuanya tersebut tengah duduk- duduk santai di gazebo dengan minuman dan makanan ringan di depannya.


" ma, itu Galang sama Dena udah sampai" ucap Wijaya.


" lho pengantin baru, cepet banget nyampe nya, perasaan tadi waktu mama nelpon kalian masih dikamar kan? " ucap sang mama menggoda anak dan menantu nya.


" ma, pa" ucap Dena lalu memeluk keduanya secara bergantian, begitulah dengan Galang.


" duduk sini" ucap Ryanti menepuk sofa sebelah sisinya agar Dena duduk disamping nya.

__ADS_1


" sayang, duduk nya dekat sama mas aja" ucap Galang seraya menarik satu tangan Dena agar duduk di dekatnya.


" kamu protektif banget sih lang, menantu kesayangan mama nih" ucap Ryanti memeluk bahu Dena, Dena yang diperlakukan sedemikian manisnya merasa terharu,hingga tak terasa airmata mengalir di ujung matanya, sungguh tidak ada lagi perbedaan strata sosial diantara mereka, hal yang sangat di takutkan oleh Dena saat dulu memutuskan berhubungan dengan pria setampan dan semapan Galang.


" lho kenapa nangis Dena, kamu sakit, Galang main kasar ya semalam atau pagi ini? " sarkas Ryanti memandang kepada Galang, sementara wijaya hanya tersenyum saja melihat celotehan istri nya itu.


" mama apaan sih, Galang nggak pernah kasar ya sama Dena, apalagi sampai main kasar, main apa, mama suudzon sama Galang" tolak Galang.


" harap maklum ya sayang, anak mama itukan ya,, kamu tau sendiri kan, usia kalau fase dewasa sih kayaknya udah hampir out ya, sekali bertemu kamu dia langsung jatuh cinta dan pengalaman pertama mungkin saja meninggalkan sakit buat kamu, sabar ya" bisik Ryanti di telinga Dena, dan Dena tak mengerti kemana arah bicara mama mertua nya ini,,


" pengalaman pertama? meninggalkan rasa sakit buat kamu katanya" Dena bingung kini.


sakit yang mana, kalau sakit hati ,Dena sudah melupakan nya, tapi untuk sakit yang semalam atau tadi pagi, oh bantal dan guling lah yang menjadi saksi nya bahwa tak ada rasa sakit yang tertinggal, entah itu disini, disana atau barangkali disitu,karena mereka memang belum ngapa- ngapain,, duh mama, imajinasi nya terlalu jauh ma.


Galang mencebik saat tau mamanya itu sedang berbisik kepada Dena, pastilah dirinya yang menjadi bahan gibahan sang mama.


" mama udah ya, mau di jelek- jelekin Galang sampai nggak bersisa dihadapan Dena pun, Dena sudah sah jadi istri Galang ya ma, nggak ngaruh" ucap Galang.


setelah berbincang-bincang santai dengan kedua orang tuanya, Galang dan Dena naik ke lantai dua.


" ini kamar kita " ucap Galang setelah pintu kamarnya terbuka.


Dena yang baru pertama kali masuk kedalam kamar Galang itupun, tak menyangka jika kamar suaminya itu sangat lah luas.


"ini kamar kamu mas, luas banget"ucap Dena kagum.


" sekarang kamar kamu juga sayang" ucap Galang seraya menutup dan mengunci pintu kamarnya.


" biar aman, mama suka tiba-tiba masuk" jawab Galang.


" ya nggak apa- apa dong mas, emang kita mau ngapain? " tanya Dena lagi semakin bingung.


" mau bobo sambil peluk kamu"ucap Galang lalu membopong tubuh Dena.


"mas,, ini masih pagi lho,, masa iya kita mau bobo pagi,, nggak baik buat kesehatan" ucap Dena yang kini ada dalam gendongan suaminya.


" nggak baik buat kesehatan, tapi baik buat hubungan suami istri"bisik Galang ditelinga Dena.


" mas,,, " ucap Dena menepis tangan Galang yang sudah berpindah - pindah tempat kini.


"kenapa,, suasananya mendukung sayang, mas boleh coba sekarang? pinta Galang membelai pipi Dena.


Dena yang terbawa suasana itupun menganggukan kepalanya,,


tak ingin menyia- nyiakan kesempatan yang ada, Galang segera saja mendekat kan wajahnya ke wajah Dena yang sudah memejamkan matanya, namun baru saja bibir mereka akan bertemu,, terdengar suara pintu di ketuk,namun Galang berusaha mengabaikan ketukan pintu itu, pandangannya memaku pada wajah ayu Dena, ini adalah pertama bagi keduanya,, Galang tak pernah menyentuh nya sejauh ini, berada di atas peraduan yang sama, bahkan sedikit senggolan saja, maka bibir keduanya bisa dipastikan akan segera berganti suara,,, suara apa lang, suara- suara syahdu,, adu du pastinya ya,, hehehe,, dilarang mesum, belum cukup pengalaman!!


pengalaman lang, bukan belum cukup umur, kalau umur semua orang juga tau, ambang batas usia yang cukup dewasa itu dikisaran berapa,, lah kamu umur berapa sekarang lang,, 30 ndoyong dikit hampir mendekati ke angka 40,,hehehe,, wes tuwir lang,,,hampir expired, kadaluarsa,,,

__ADS_1


tok


tok


tok,,," suara pintu diketuk semakin intens saja kali ini,


" ck, siapa sih, ganggu aja" gerutu Galang yang segera turun dari ranjang nya.


" kamu disitu aja,mas mau buka pintunya dulu" ucap Galang sebelum membuka pintu nya.


" mama, kenapa ma? " tanya Galang saat ternyata yang mengetuk pintu kamarnya tadi adalah sang mama.


" kalian lagi ngapain, mama ganggu nggak? ucap sang mama sangat pelan, takut- takut jika sang menantu mendengar ucapannya.


" mama gangguin aja, Galang sedang berusaha untuk mewujudkan keinginan mama sama papa"ucap Galang seraya menoleh dan mengedipkan satu matanya terhadap Dena.


" keinginan yang mana lang? " tanya sang mama bingung.


" ck, katanya udah nggak sabar pingin gendong cucu" jawab Galang tak kalah pelannya.


" ooo" ucap sang mama mengerti.


" ya udah deh, kalian lanjut aja, maaf ya mama ganggu, cepet jadiin cucu mama, udah nggak sabar nih" ucap sang mama kemudian segera turun lelantai satu.


" terus mama mau ngapain? " tanya Galang bingung.


" mama mau ngasih ini ke Dena" Ryanti menunjukkan sebuah kotak perhiasan berwarna merah kepada Galang.


" perhiasan? " tanya Galang lagi.


" iya, tapi biarlah, besok aja mama berikan kepada Dena" ucap sang mama lalu turun kebawah.


Galang kembali menutup pintu kamarnya, namun saat ia berbalik, ia melihat Dena tertidur di meja kerjanya.


"ya, kok tidur, gagal lagi deh" gerutu Galang seraya mengangkat tubuh Dena untuk ia baringkan diatas ranjang king size nya.


Galang pun akhirnya ikut membaringkan tubuhnya disamping Dena, lallu tertidur.


waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, saat samar- samar Dena merasakan sebuah sapuan lembut dibibirnya.


" udah bangun? bisiknya sensual ditelinga Dena.


" mas, kita jadi keluar sore ini? " tanya Dena.


" hmm, buruan mandi nggak usahLama-lama " ucap Galang bagi.


trimakasih untuk like dan bacanya

__ADS_1


see u,,,,



__ADS_2