
Sesampainya di kantin rumah sakit, lisa mengajak alea untuk memesan makanan. Karna tidak terbiasa pagi\-pagi makan nasi jadi alea hanya pesen minuman hangat saja.
"Lea, kenapa kamu nggak pesen makanan. Kamu nggak laper apa?"
"Aku nggak terbiasa makan pagi lis, paling cuma makan roti sama minum susu aja udah. Kalo makan nasi nanti perut aku nggak enak rasanya."
"Huft....ya sudah deh aku sendiri ni yang pesen makanan."
"Nggak pa-pa lisa, aku temenin kamu makan kok. Ayok ke meja yang deket jendela itu."
Alea dan lisa pun duduk di dekat jendala kaca, dimana semua orang berebut ingin duduk di dekat kaca karna bisa melihat pemandangan di jalan raya.
Pesanan pun datang, setelah pelayan pergi alea langsung meminum susu coklatnya dan lisa memakan semangkuk soto yang dia pesan.
Tiba-tiba ada seorang pria yang menghampiri meja dimana alea dan lisa duduk.
"Maaf, boleh gabung disini." Ucap pria tersebut.
Sontak alea dan lisa langsung mendongakkan kepala untuk melihat seorang yang berbicara tersebut.
"Loohhh.... kak riki, kok kakak ada di_" Ucap lisa terhenti karna sudah di potong oleh pria yang baru datang.
"Lisa, kamu ngapain disini pagi-pagi kayak gini." Ucap riki dengan nada dingin.
"A aaku disini karna nemenin alea kak, karna dia sendirian jadi aku temenin. Kak riki sendiri ngapain pagi-pagi sudah disini?"
"Aku ada urusan penting jadi kesini" Jawab riki dingin dan langsung duduk di kursi yang masih kosong di sebelah lisa.
Alea hanya menyimak obrolan dua orang yang ada di hadapannya, karna dia sendiri tidak kenal dan tidak tau siapa kak riki yang kenal dengan lisa ini.
Yaa riki adalah saudara lisa, walaupun saudara jauh karna kakek meraka yang saudara kandung tapi sampai cucu-cucunya pun masih menganggap seperti saudara dekat.
__ADS_1
Alea jadi canggung karna dia hanya diam dan mendengarkan obrolan antara kakak beradik itu. Akhirnya alea beranjak dari meja itu.
"Lis, aku kembali ke ruangan ibuku dulu ya.. Kamu kalau masih mau disini nggak apa-apa, temenin kakak kamu dulu." Pamit alea sambil tersenyum dan meraih tasnya yang ada di sebelahnya.
"Eehh....aku ikut dong lea, ini kakakku di tinggal aja nggak pa-pa. Iya kan kak" Jawab lisa sambil tersenyum menunjukkan gigi putihnya.
Riki hanya mengangguk tanpa menjawab satu katapun.
Alea dan lisa akhirnya pergi dari kantin setelah membayar pesanan mereka.
Sesampainya di ruangan tempat ibunya alea di rawat, disana sedang ada dokter harun yang lagi memeriksa perkembangan ibunya alea.
Dokter pun berkata "Nona alea, sebaiknya cepat segera di lakukan tindakan oprasi untuk ibu anda. Karna kalau terlalu lama menunggu di takutkan ibu anda tidak terselamatkan."
Alea hanya diam dengan mata yang sudah berkaca-kaca, bingung harus berbuat apa karna memang dirinya sama sekali nggak mempunyai uang cukup untuk membiayai oprasi ibunya.
Karna tidak mendapatkan jawaban, dokter harun hanya bisa menghela napas. Dia cukup tau kondisi alea dan ibunya seperti apa, tapi kalau terlalu lama tidak di lakukan tindakan oprasi takutnya ibunya alea malah tidak terselamatkan.
Seperginya dokter harun, alea langsung menghampiri ibunya yang masih setia memejamkan kedua matanya. Entah kapan mata itu akan terbuka kembali alea hanya bisa menangis sekarang.
Lisa yang merasa kasihan dengan alea pun akhirnya ikut menangis, sambil mengelus pundak alea untuk memberi kekuatan.
"Lea, aku mau bantu kamu biayain oprasi ibunya kamu. Kamu mau kan terima bantuan dari aku" Ucap lisa kepada alea.
Alea hanya menggelengka kepala, dia nggak mau nyusahin temen sendiri. Dia mau mencari biaya oprasi ibunya itu dengan hasil kerjanya sendiri.
Tapi mau kerja dimana, selama ini cari kerja selalu nggak dapat.
"Lea, tapi kasihan ibu kamu. Dia harus mendapatkan penanganan cepat supaya cepat sembuh." Ucap lisa lagi.
Alea masih diam, dia masih bingung harus bagaimana.
__ADS_1
Karna tidak mendapatkan jawaban dari alea, lisa hanya diam menghela napasnya. Sebenarnya dia ingin sekali membantu alea, tapi alea menolaknya.
Sampai akhirnya lisa punya ide kepada alea.
"Lea, kamu mau kerja kan. Aku ada lowongan pekerjaan buat kamu, tapi bukan kerja di perusahaan."
Alea menoleh ke lisa dan menjawab "Kerja apa lis, yang penting kerjanya halal aku pasti mau lis"
"Bener kamu mau lea?" Tanya lisa meyakinkan.
"Iya lis, kerjanya apa?"
"Kerjanya di rumah kakak aku yang tadi itu lea, kamu mau jadi art disana?" Jawab lisa hati-hati karna takut menyinggung temannya itu.
"Beneran?" Jawab alea dengan wajah yang bahagia.
"Tapi beneran kamu nggak keberatan kerja kaya gitu lea, kan kamu juga kuliah dan pinter. Aku takut kamu nggak cocok, aku juga cuma nawarin sih."
"Nggak apa-apa lis, aku mau. Tapi beneran kamu nggak lagi bohong sama aku kan lis."
"Enggak lea, kalau kamu emang beneran mau kerja disana, hari ini juga aku siap antar kamu kerumahnya kak riki."
"Tapi ibu aku gimana lis, aku jadi nggak bisa jenguk dia"
"Tenang lea, aku yang akan selalu temenin ibu kamu disini. Dan setiap bulan aku bakalan ngajak kamu kesini untuk ketemu sama ibu kamu."
"Bener lis?"
Lisa tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.
Akhirnya mereka berpelukan. Bahagia alea karna sebentar lagi bakalan kerja dan bisa cari uang untuk biaya oprasi ibunya.
__ADS_1
JANGAN LUPA KASIH LIKE😉
Dilanjut besok lagi ini sudah ngantuk.