
Sesampainya anton di tempat riki berada, yaitu di apartemen milik riki. Anton segera menghubungi riki kalau dirinya sudah ada di parkiran bersama alea yang masih tertidur.
"Hallo rik, ini gue udah di bawah. Cepet loe kesini."
"Baik, gue kebawah sekarang."
Riki langsung pergi meninggalkan apartemennya dan menghampiri anton yang membawa serta alea.
Anton yang melihat kedatangan riki pun langsung turun dari mobilnya.
"Dimana alea ton?" Seru riki kepada anton.
"Loe bisa lihat, noh dia di dalem tidur."
"Nggak loe apa-apain kan."
"Yaelaahhh loe nggak percaya amat sama gue rik." Jawab anton sambil membuka pintu mobil dimana alea berada.
Riki hanya diam tidak menjawab ucapan anton barusan, riki yang melihat alea tertidur dengan pulas itupun langsung mengangkat tubuh gadis itu kedalam dekapannya.
Riki langsung membawa tubuh alea ke apartemen miliknya diikuti anton yang berada di belakang riki menyusul. Sesampainya di kamar miliknya, dengan hati-hati riki menidurkan tubuh alea diatas kasur king size.nya
Sesaat mengamati wajah gadis yang selalu membuat hatinya tak karuan, ada kedamaian bagi riki disaat melihat gadisnya itu tertidur dengan pulas.
Riki langsung tersenyum melihat alea, benar-benar menggemaskan batin riki dalam hati.
"Rik, gue cabut dulu yaa..." Anton yang langsung masuk kedalam kamar milik riki yang sekarang di tempati alea.
__ADS_1
Riki yang mendengar suara anton langsung segera beranjak dari sisi ranjang dan menghampiri anton yang berada di ambang pintu.
"Loe tidur disini aja ton, gue nggak mau sendirian dan hanya berdua dengan alea di apartemen ini" Riki menjawab sambil mendorong tubuh anton keluar dan menutup pintu kamarnya.
"Kenapa rik,? loe takut khilaf yaa" Goda anton ke riki sambil menaik turunkan alis miliknya.
"Gue juga laki-laki normal ton" Riki menjawab sambil berlalu pergi keruang tv yang ada di apartemen miliknya.
Anton pun menyusul teman sekaligus sahabatnya itu, di ruang tv riki dan anton seperti biasa bermain game bersama. Itulah kebiasaan mereka saat bersama, hanya bermain game lewat tv atau lewat ponsel masing-masing. Tidak seperti kebanyakan pria lainnya yang saat berkumpul selalu meminum-minuman yang beralkohol untuk menemaninya. Tapi tidak dengan riki dan teman-temannya yang anti dengan minuman itu, karna bagi mereka itu hanya merusak tubuh dan kesehatan saja.
***
Sinar mentari di pagi itu menyusup masuk lewat celah jendela kamar yang didalamnya terdapat alea yang sedang tertidur pulas, silaunya sinar matahari pagi itupun mengusik dirinya yang tengah tertidur dengan nyenyak. Alea langsung mengerjap\-ngerjapkan matanya, duduk dan melihat sekelilingnya.
Aku dimana ini? Pikir alea, sambil menguap dan menggaruk kepalanya alea beranjak dari ranjang yang ia tiduri itu.
Saat dirinya sudah selesai minum dan hendak pergi keluar rumah, alea mendapati tuan mudanya yang tak lain adalah riki bersama dengan temannya yaitu anton yang tertidur di depan tv, dengan posisi yang sudah tidak karuan pastinya. Karna tadi malam riki dan anton pun tidak tau mereka tertidur jam berapa.
Karna posisi riki yang seperti tidak nyaman, alea pun berinisiatif untuk membenarkan posisi riki supaya tertidur dengan nyaman. Dan biar nanti pada saat bangun tidur tidak merasakan sakit di bagian tubuhnya.
Riki yang merasakan ada yang memegang salah satu bagian tubuhnya pun langsung bangun dan memegang tangan alea. Alea yang di pegang tangannya itupun terlonjak kaget dan riki langsung membekap mulut alea yang akan berteriak, bisa kacau kalau anton lihat dan pasti berpikir macam-macam padanya.
Riki langsung berranjak berdiri masih dengan memegang tangan alea, riki membawa alea kekamarnya lagi dan alea hanya mengikuti riki tidak berani menolak.
Saat sudah sampai di kamar riki langsung menutup pintunya, hanya menutup pintu ya tidak di kunci.😁
Jantung alea langsung berdetak lebih cepat dari biasanya, takut kalau-kalau riki berbuat yang tidak-tidak kepadanya.
__ADS_1
Seakan tidak bisa mengendalikan detak jantungnya yang berpacu lebih cepat dari biasanya itu, alea memilih meremas ujung kaos yang ia kenakan.
Melihat kegugupan alea riki malah semakin mendekatkan diri kepada alea, semakin dekat sampai alea sudah membentur sampai ketembok dan tidak bisa mundur lagi. Tubuh alea di kunci dengan kedua tangan riki, sampai alea bisa merasakan hembusan nafas yang keluar dari hidung riki.
"Ka.. ka.. kak riki mau apa?" Alea yang gugup pun berucap supaya riki tidak melakukan tindakan lebih kepadanya. Karna memang sebelumnya alea tidak pernah dekat dengan laki-laki, apalagi sampai di sentuh.
Riki hanya diam, menyunggingkan bibirnya keatas sambil terus memperhatikan raut wajah alea yang ketakutan dan gugup karna ulah dirinya.
"Kak, tolong hentikan ini.. ini sungguh tidak baik." Ucap alea sambil mendorong dada lebar riki.
Tapi riki yang di dorong itupun tidak berpindah posisi, ia malah semakin suka melihat wajah gugup alea itu.
Menggemaskan sekali nenurutnya.
Riki malah semakin mendekatkan wajahnya ke wajah alea, saat tau kalau riki semakin mendekat alea langsung memalingkan wajahnya dan memejamkan matanya. Riki tersenyum melihat ketakutan alea saat ini, sampai jarak mereka hanya beberapa centi saja.
Plis tolong jangan lakukan yang aneh-aneh tuan muda, aku sungguh takut. Alea berucap dalam hati.
Bukan untuk berbuat yang aneh-aneh, riki memang suka melihat alea yang ketakutan karna ulahnya.
Saat wajah mereka hanya terpaut jarak beberapa centi saja, riki langsung memegang wajah alea supaya alea menatap matanya. Alea hanya bisa mengikuti dan bertemulah wajah mereka berdua. Cukup lama riki dan alea beradu pandang, riki sampai tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak menc**m bi**r pink milik alea. Apalagi jarak mereka yang sangat dekat seperti ini. Dan akhirnya cup riki menc**m bi**r pink itu.
***
SEGINI DULU AJA YAA
MOHON DUKUNGANNYA KALIAN SEMUA, JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LIKE DAN KASIH VOTE
__ADS_1
AKU SAYANG KALIAN