Berbeda Kasta

Berbeda Kasta
terkuak.


__ADS_3

Dena sampai di rumahnya menjelang tengah hari, seperti biasa dokter Angga hanya mengantarkannya sampai di depan gang rumahnya saja, seperti permintaan Dena, alasannya tentu saja karena Dena tidak ingin menjadi bahan gunjingan para kaum lambe turah yang pasti kekurangan bahan untuk bergosip ria, jika mereka melihat kini Dena tak lagi bersama Galang dan menggandeng seorang dokter muda nan tampan,,, wah pasti Dena akan menjadi kudapan yang sangat nikmat untuk mereka,


" Dena pintar sekali dalam menaklukan hati. seorang pria,, huh,, pikiran- pikiran absurd itu selalu bermunculan di beranda pikiran kacau nya, ya kacau jika masih memikirkan Galang...


Galang lagi, Galang lagi, move on den,come on,,


suasana rumah tampak sepih, Dena masuk kekamar mungilnya.


" huh,, capek juga ya hari ini" Dena meraih ponsel di sampingnya, ia masuk kedalam akun media sosial miliknya,, tidak ada panggilan atau pesan masuk untuk nya, Dena merebahkan tubuhnya, tak berapa lama terlihat nafasnya mulai teratur menandakan bahwa ia telah tertidur kini.


sementara itu dokter Angga masih ada di balik kemudi nya, ia tampak tengah memikirkan sesuatu.


" apa yang sudah aku lakukan tadi, bagaimana kalau Dena salah paham atau lebih parahnya dia marah, karena aku telah lancang menggemgam tangannya tadi, arrrggghhh,, sang dokter memukul kemudinya,,,


" Angga, kamu terlalu terburu-buru, dia itu sedang patah hati,bahkan perasaannya terhadap pria itu masih terlihat jelas dan nyata,dia masih mengharapkan pria itu ngga, Angga, lalu posisi mu sebagai apa baginya" bathin Angga.


Tiba-tiba tiba ponselnya berdering,


" hallo dok, bisa kerumah sakit sekarang, dokter di butuhkan di ruangan ptaktik" ucap seorang wanita di ujung telepon nya.


" baiklah, saya segera meluncur " ucap Angga lalu menambah laju kendaraan nya, agar segera tiba di rumah sakit.


_____________


________


____


sementara itu Galang masih terlibat perbincangan dengan pria yang mengaku sebagai kekasih Anisa sang calon istri nya itu,


pria tersebut tampak mengeluarkan sebuah amplop besar berwarna nude di hadapan Galang.


Galang meraihnya,


" apa ini? " tanya Galang seraya membolak- balikkan amplop besar tersebut.

__ADS_1


" kamu buka saja maka kamu akan tau apa isinya" jawab Brian dengan senyuman di bibir nya.


" sebenarnya apa motif pria ini, apa yang di inginkan olehnya? " tanya Galang dalam hatinya.


.


pria itu melihat keraguan di wajah Galang.


" kenapa belum di buka, aku jamin kamu pasti sangat menyukai nya, dan sepertinya kamu harus berterimakasih padaku nanti" ucap Brian.


Galang makin penasaran saja kini, perlahan ia buka security seal pada ujung amplop itu, dadanya semakin bergemuruh saat lembaran- lembaran di dalam amplop itu mulai terlihat oleh indra penglihatan nya.baru ujungnya saja yang terlihat namun Galang buru- buru memasukkan nya kembali, lalu ia letakkan di atas meja.


" apakah ini mengandung adegan 18 tahun keatas? " tanya Galang menunjuk pada amplop tersebut.


" kamu baru melihat sekilas saja, lihatlah keseluruhan nya agar jelas olehmu" jawab Brian.


" maaf, aku tidak mau menodai penglihatan ku dengan hal-hal tak senonoh seperti itu" Jawab Galang menggelengkan kepalanya.


" baiklah, aku tau kamu masih perjaka ting- ting, biar aku saja yang menunjukkannya pada mu" tanpa bisa Galang cegah Brian menyobek amplop yang isinya ternyata beberapa lembar photo yang memperlihatkan adegan mesra antara pria itu dan Anisa, Galang memalingkan wajahnya, tak ingin melihat itu semua.


" belum semuanya, masih ada yang lebih panas lagi" ucap Brian yang akan menyodorkan selembar photo di hadapan Galang, namun Galang menepis nya lalu berdiri.


" saya rasa itu sudah cukup, dan benar apa yang Anda katakan tadi seperti nya saya memang harus berterimakasih kepada anda., trimakasih, semoga usaha anda untuk mendapatkan Anisa berjalan lancar sampai ke pelaminan pastinya" ucap Galang segera berlalu meninggalkan Brian yang tersenyum bahagia kini.


Galang melajukkan lexus hitamnya dengan kecepatan tinggi menuju ke kediaman Anisa,, hingga beberapa menit kemudian ia telah sampai di rumah Anisa.


Anisa tengah duduk merenung seorang diri di balkon kamarnya, pikiran nya berkecamuk kini setelah menolak penawaran yang di berikan oleh Brian, dan berkata bahwa ia tak takut jika Galang sampai mengetahui tentang hubungan nya bersama Brian, tapi kenapa sekarang bayang- bayang penolakan dan pembatalan pernikahan dari Galang seolah- olah nyata di depan matanya.


" bagaimana jika Brian benar- benar bertemu dan membeberkan semuanya kepada mas Galang, apa reaksi nya nanti, aarrrrghh, Anisa menghempaskan ponselnya di sofa, namun sejurus kemudian ia raih kembali benda pintarnya itu, ada panggilan masuk untuknya.


" mas Galang" gumam Anisa sebelum menerima panggilan dari Galang itu.


" iya mas, ada apa? " tanya Anisa dengan dada yang bergemuruh, takut- takut ngeri jika memang benar apa yang di khawatirkan olehnya benar- benar akan terjadi, mau dikemanakan wajah malu nya ini..


" saya di teras depan, apa kamu bisa menemui saya, ada hal penting yang harus saya sampaikan kepada mu" ucap Galang sebelum mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


" hal penting, apa sih mas? kenapa firasat ku mengatakan ini tidak baik- baik saja, ah semoga hanya kekhawatiran ku saja" ucap Anisa lalu meraih hijab nya menuruni tangga untuk menemui Galang di bawah sana.


"mas Galang" sapa Anisa, kemudian duduk di samping Galang.


"kamu pasti sudah tau nisa, kenapa saya datang kesini tanpa mengabarimu terlebih dulu" ucap Galang membuka omongan.


" nggak tau mas, memang nya ada apa sih, tentang pernikahan kita, apalagi yang perlu di urus, sini biar aku aja yang handle, aku tau kamu sibuk" jawab Anisa masih mencoba tenang.


" tidak perlu berpura- pura tidak tau nisa, waktu saya terkuras habis karena masalah ini, hingga saya tidak tau apakah hal ini masih ada manfaat nya untuk saya atau hanya sekedar membuang- buang waktu saja" ucap Galang lagi.


Anisa masih termangu, ingin rasanya ia memang tak tau dengan apa yang akan Galang bicarakan kali ini.


" sekarang pilihan ada di tangan mu, kamu yang membatalkan pernikahan kita ini atau adegan tak senonoh mu itu yang akan ku buat viral di seluruh jagat media sosial " kata- kata Galang bak petir di siang hari, walaupun Anisa tau bahwa Galang membawa berita tentang itu, namun tetap saja kalimat yang keluar dari bibir tipis Galang bukanlah sebuah gerimis yang tak di undang, melainkan tsunami yang datang setelah gempa besar yang mengguncang pikiran Anisa.


" jangan memasang wajah bingung seperti itu nisa, aku masih berbaik hati dengan memberikan dua pilihan untuk dirimu, karena yang pertama, jika aku yang membatalkan perjodohan ini, maka kita sama- sama tau akibat yang harus saya dan keluarga saya terima,hidup nggembel nisa, kalau saya mungkin masih bisa menerima hal itu, tapi tidak dengan papa saya, bisa- bisa beliau kena serangan jantung mendadak nantinya, tapi hal itu kan tidak berarti buat keluarga kamu yang no limit" ucap Galang panjang lebar.


Anisa tertunduk lesu kini, apa yang harus ia pilih dan katakan terhadap kedua orang tuanya nanti, pasti berita pembatalan perjodohan ini akan menjadi breaking news, betapa tidak, sang papa yang seorang pebisnis terkenal, harus menanggung malu dengan batalnya rencana pernikahan putri nya yang sudah memasuki tahap finishing itu.


" beri aku waktu mas, aku butuh ketenangan pikiran untuk menentukan pilihan yang sangat sulit inii" ucap Anisa menahan malu, kenapa harus secepat ini? "tanya nya dalam hati.


" kenapa kamu harus bingung Anisa, pilihan yang ku berikan tidak menyulitkan mu, seharusnya kamu bisa dengan mudah menentukan pilihanmu " ucap Galang lagi.


" mudah bagimu mas, kamu tau ada banyak hal yang akan menjadi korban dari keputusan yang ku ambil ini, oh,, aku tau kamu pasti sangat bahagia kan dengan pilihan yang kau berikan kepadaku saat ini? " tanya Anisa.


" entahlah nisa, apakah saya harus berbahagia ataukah biasa saja dengan berita tentang mu ini, tapi yang jelas sepertinya saya memang harus banyak- banyak mengucap syukur Alhamdulillah, karena hal ini terkuak sebelum kita sah menjadi suami istri, jika tidak, entah apa yang akan terjadi dengan diriku, kecewa? itu sudah pasti, merasa di bohongi dan di permainkan, oh ayolah kenapa kamu tidak pernah memikirkan akibat dari perbuatan mu itu Anisa? " tanya Galang kemudian.


hmmm, orang makan nangka nya kamu dapat getahnya ya lang,


trimakasih, maaf baru up


BarokAllah


see u....


__ADS_1


__ADS_2