Berbeda Kasta

Berbeda Kasta
menemui Ismail.


__ADS_3

Galang menghentikan toyota Porsche miliknya.


" Di, saya tanya kenapa diem aja, informasi apa yang kamu dapatkan dihandphone istri saya? " ucap Galang mulai menaikkan nada bicaranya.


" ada banyak panggilan mas dan juga sebuah pesan yang sepertinya belum sempat dibaca sama mbak Dena" ucap Ardi lalu menunjukkan layar ponsel Dena kepada Galang.


"ck, bacain aja apa isi pesannya, aku lagi males baca" tolak Galang kembali melajukkan kendaraan nya.


" saya kurang percaya diri mas membaca isi pesannya, terlalu pribadi" ucap Ardi yang sebenarnya ia itu bukan kurang percaya diri melainkan kecil nyali, dia bisa menebak bagaimana reaksi Galang jika membaca isi chat dari pria tersebut.


" banyak omong kamu sini " ucap Galang menyamber ponsel dari tangan Ardi.


" kan saya bilang juga apa di, bukan nggak percaya diri tapi nggak punya nyali, lah nanti kalau wajah mu yang dibodem setelah membacakan isi pesannya gimana, kalau dia baca sendiri palingan kan handphone nya yang cidera parah, patah tulang rusuk mungkin, atau tanggal giginya kan,, masih bisa di update boss, ,, lah kalau si Ardi yang cidera yo kepiye jhoonnnnn,,, wes angel, angel.


Galang tampak mengernyitkan dahinya membaca isi pesan tersebut.


" apa ini adalah nomor dengan nama dan orang yang sama menurut mu Di? " tanya Galang yang meletakkan kembali ponsel sang istri diatas dashboard,, Alhamdulillah selamat.


" coba lihat PP nya mas" saran Ardi.


" kamu aja" ucap Galang.


Ardi segera membuka layar ponsel Dena.


" gimana? " tanya Galang penasaran.


" iya mas, sepertinya ini photo tuan Ismail rekan bisnis mas Galang.


" lalu menurut mu kita harus bagaimana? " tanya Galang meminta solusi.


" kita nggak punya petunjuk apapun selain pesan terakhir dari tuan Ismail ini mas, kalau menurut saya sih sebaiknya kita temui dulu beliau, tapi saya mohon mas Galang jangan gegabah ya,kita harus menerapkan asas praduga tak bersalah terhadap tuan Ismail mas, ya walau bagaimanapun, semua ini belum tentu perbuatan beliau" pinta Ardi coba mengingatkan tuan mudanya itu, yang mengangguk kecil.


" jika saya lepas kendali, ada kamu yang mengendalikan nya, saya percaya sama kamu " ucap Galang.


akhirnya sesuai saran dari Ardi, Galang melajukkan kendaraan nya menuju ke apartement Ismail.


dan kini mereka sudah tiba di apartement rekan bisnis Galang tersebut.


" bagaimana mas, apa tuan Ismail nya ada di apartement nya? " tanya Ardi sebelum mereka keluar dari mobilnya.


" ada Di, kebetulan dia belum keluar " ucap Galang, namun belum lagi ia membuka pintu mobilnya, sebuah pesan masuk pada aplikasi hijaunya.


" dokter Angga, kok send picture ya, ck gambar apa ini? " ucap Galang lalu membuka isi pesan bergambar dari sang dokter.


" apa- apa an ini!! geram Galang menggebrak kemudi nya.


" kenapa mas? " tanya Ardi terkejut mendengar amukan Galang.

__ADS_1


Galang memperlihatkan isi pesan bergambar yang dikirim kan oleh sang dokter.


" bunga lili dari penggemar rahasia istri anda pak Galang, saya cukup mengenal Dena, dan saya tidak yakin jika dia menikmati kegilaan pria ini, saran saya sebaiknya anda segera menyelidiki nya, sebelum terlambat dan sesuatu yang buruk menimpa rumah tangga kalian"


" apakah ini orang yang sama juga Di? " tanya Galang kesal.


" saya rasa iya mas, sebaiknya kita bergerak cepat mas, saya setuju dengan ucapan dokter Angga, bisa jadi mbak Dena belum sempat membaca isi pesan dari tuan Ismail itu dan juga bunga yang dikirim kannya dirumah sakit kemarin, dan jika iya, berarti besar kemudian bukan tuan Ismail pelaku nya mas, ayo mas mbak Dena dalam bahaya saat ini" Ardi segera berlari yang diikuti oleh Galang.


Ismail tengah merapikan pakaiannya kedalam kopernya, karena lusa ia berniat kembali ke Negara nya setelah urusannya bersama Galang selesai tentunya.


tok


tok


tok


terdengar pintu apartement nya diketuk, Ismail segera beranjak dari tempat nya.


tit, tit, tit, tit,, pintu pun terbuka dan Ismail melihat jika Galang beserta sopir pribadinya kini ada didepannya.


" prof Galang ,mari silahkan masuk prof, suatu kehormatan prof singgah di kediaman saya" ucap Ismail dengan senyum ramahnya.


Galang tersenyum, lalu masuk kedalam ruangan tersebut.


" a,, bagaimana prof apa yang bisa saya bantu? " tanya Ismail membuka obrolan diantara mereka.


" maaf tuan Ismail, kedatangan saya kemari mungkin akan membuat anda tidak nyaman, tapi hanya anda yang bisa saya mintai keterangan terkait menghilang nya istri saya" ucap Galang langsung saja pada pokok permasalahannya, sungguh ini bukanlah waktu yang tepat untuk berbasa-basi, bertele-tele, ataupun berlenggak - lenggok, urgent prof, urgent!!


Ismail tampak mengerutkan keningnya, pertanda ia bingung sekali dengan pernyataan Galang barusan.


" istri anda menghilang? lalu anda mencarinya ke sini, maaf prof saya bukan detektif, apa yang bisa saya lakukan? " tanya nya bingung.


Galang tersenyum, ia lalu meraih ponsel milik Dena, ia buka sebuah pesan yang dikirim kan Ismail pagi tadi.


" ini, silahkan anda lihat , ini adalah ponsel istri saya, dan photo ini adalah photo istri saya, kami baru menikah beberapa minggu yang lalu, sekali lagi maaf jika ini mungkin menjadi fitnah untuk anda tuan Ismail " ucap Galang yang masih bisa menguasai dirinya.


Ismail sungguh tak dapat mengatasi kegugupan nya.


" istri, jadi selama ini aku mencintai istri rekan bisnis ku sendiri, oh Tuhan apakah dunia memang sekecil ini, hingga aku harus jatuh cinta pada orang yang salah? pikir nya.


" bagaimana tuan Ismail apakah anda bisa membantu saya menemukan keberadaan istri saya, sungguh saya kehilangan jejaknya, tak ada petunjuk untuk saya menemukan nya, sementara handphone yang saya pikir bisa saya gunakan untuk melacak keberadaan nya nyatanya sudah saya temukan tergeletak ditempat terakhir sebelum dia menghilang" ucap Galang, sungguh ia tak menyalahkan si Ismail yang ternyata menyimpan rasa terhadap Dena, mungkin benar mereka sama-sama belum menyadari nya.


Dena belum menyadari bahwa si pria ini memiliki perasaan lebih terhadap nya dan si pria yang belum tau bahwa Dena ini sudah bersuami dan suaminya adalah rekan bisnisnya sendiri.


" tidak ada apapun yang bisa dilacak prof, jadi maaf saya tidak bisa membantu anda,tapi jika anda membutuhkan teman, saya bersedia menemani"ucap Ismail.


" terimakasih tuan, tapi saya rasa tidak perlu, saya cukup ditemani sopir Saya saja, dan maaf saya rasa anda sudah tau kepada siapa anda menyimpan rasa, dan saya tau betul anda dapat bijaksana dalam menyikapi situasi saat ini, terimakasih atas pengertian nya, saya harap kejadian ini tidak berdampak pada kerja sama kita" ucap Galang menepuk pundak rekan bisnisnya itu pelan.

__ADS_1


namun tak disangka Ismail malah menarik tubuh Galang lalu memeluknya.


" maaf prof, saya telah lancang terhadap istri anda, maaf seribu kali maaf, sungguh saya tiada mengetahui jika itu adalah istri anda, tapi saya bisa jamin jika istri anda tidak pernah menganggap saya, sungguh ia pandai menjaga marwahnya sebagai seorang istri, segeralah temukan dia, semoga berjaya " ucap Ismail melepas pelukannya.


setelah semua di rasa sudah jelas, Galang beserta Ardi pun meninggalkan apartement milik Ismail tersebut.


" kita kemana mas? " tanya Ardi.


baru saja Galang akan menjawab pertanyaan dari Ardi, handphone nya berdering.


" nomor asing Di, nggak ada nama, gimana? " tanya Galang.


" angkat mas, siapa tau itu mbak Dena" ucap Ardi.


"iya" ucap Galang pada orang diujung telepon nya.


" mas Galang, tolong aku mas,, awwww sakkkkiiittt" panggilan pun terputus.


"Dena di" ucap Galang dengan mata berkaca- kaca.


satu sisi ia bahagia karena Dena menghubinginya, tapi suara rintihan kesakitan itu sungguh menyayat hatinya.


"ayo kita lacak keberadaan mbak Dena lewat panggilannya barusan mas, ayo" ajak Ardi yang segera membuka laptopnya untuk melacak keberadaan sang nyonya muda.


sementara Galang masih sangat shock, ia hanya melihat jari jemari Ardi yang dengan lihainya menari diatasa keyboard laptop nya.


" mas, saya sudah menemukan tempatnya, apa kita harus membawa polisi atau mas Galang punya saran lainnya? " tanya Ardi.


"kita minta bantuan bapak aja Di, bapak punya kenalan orang- orang berseragam serba hitam yang multypurpose " ucap Galang yang segera menghubungi sang papa.


" kenapa lang,kamu dimana sekarang? " tanya Sang papa.


" Galang butuh bantuan papa, Dena diculik orang pa, bisa papa hubungin teman papa yang multypurpose itu" ucap Galang.


" dimana posisimu Shareloc sekarang, papa akan segera meminta mereka untuk meluncur ke lokasi mu"ucap sang papa.


Galang segera mengirimkan lokasi nya saat ini kepada sang papa.


sementara itu Dena tengah berlari sekencang- kencangnya, ia berhasil kabur dari sekapan penculiknya, ia berdiri pada dinding gedung tua.


" Ya Allah, lindungilah hamba Mu yang lemah ini,, mas Galang segeralah kemari mas, aku takut di sini sendirian " lirihnya, lalu meluruh diatas rerumputan.


jazakumullah khoiron,,


selamat bulan sa' ban.


happy Reading all

__ADS_1


see u,,,


__ADS_2