Berbeda Kasta

Berbeda Kasta
kebahagiaan yang sempurna [ Tamat]


__ADS_3

Cukup jadikan Allah tempat terbaik untuk bercerita, Walaupun engkau hanya duduk menangis saja,,,


Cuaca memang tak dapat diprediksi akhir- akhir ini,pagi tadi matahari bersinar sangat terang, tapi kenapa tiba-tiba sekarang awan menjadi gelap, lalu bunyi guruh yang mulai bersahut-sahutan membuat Galang berjalan cepat dengan Dena dalam gendongannya.


" Cepetan Di" Ucapnya panik, sehingga kunci mobil yang sebenarnya sudah ada dalam genggaman Ardi pun terjatuh.


" Maaf mas"Ucap Ardi lalu segera melajukkan kendaraan nya.


" Kecepatan penuh Di" Ucap Galang yang kini sudah bermandi peluh, saking paniknya ia melihat Dena yang tengah menahan sakit, Dena tak menjerit ataupun merintih, namun dari gerakan tubuhnya yang sesekali menggeliat, lalu tangannya yang mencengkeram kuat bahu Galang, juga terlihat sesekali Dena menggigit bibir nya sendiri, itu sudah menunjukkan betapa sakit nya ia saat ini.


Namun saat Galang memerintahkan Ardi untuk melaju dengan kekuatan penuh ,Dena menggeleng pelan tanpa suara.


" kamu tenang aja sayang, Ardi ini udah master nya, nggak akan terjadi apa- apa, oke? " Ucap Galang membelai wajah Dena yang sudah berkeringat dingin.


Dena pun diam, ia ikut saja kemanapun sang suami membawanya, angan nya hanya satu, melahirkan buah hatinya dengan selamat tak kurang satu apapun.


hujan semakin deras saja, sesekali Ardi menyeka kaca mobil menggunakan tangannya, karena power window tidak akan berpungsi maksimal jika hujan sudah sangat deras seperti hari ini.


" Ciiitttt,,, " Ardi tiba-tiba mengerem mobilnya mendadak, Hingga Galang tersungkur, namun beruntung Dena sangat kuat memegangi pinggang sang suami hingga ia tak sampai terjatuh, Galang buru- buru membenahi posisinya.


" ada apa Di? " tanya nya dengan nafas tercekat dan jantung yang bergemuruh.


" kucing mas, maaf sudah membuat mas Galang dan mbak Dena terkejut" Ucap Ardi kembali melajukkan kendaraan nya.


" ck, ngapain minta maaf Di, Bukan salah kamu" Ucap Galang.


"Saya kurang waspada mas"


" Saya yang meminta kamu ngebut kan, Udah ayo jalan lagi "Ucap Galang.


*


*


*


Ardi langsung mengarahkan lexus hitam Galang menuju ruangan unit gawat darurat.


Galang membopong tubuh Dena, tak lama kemudian beberapa pria berseragam putih datang dengan membawa brankar.


" Tolong istri saya, dia akan melahirkan " Ucap Galang pada salah satu perawat pria yang mendorong brankar nya.


" Tenang pak, jangan panik, berdoa dan beri dukungan kepada istri tercinta ya" Ucap perawat pria tersebut di sela- sela langkah cepat kakinya.


Jika biasanya Galang akan membalas nasihat dari orang lain dengan anggukkan kepala dan senyum manisnya, Tapi tidak untuk hari ini, senyum manisnya seakan sulit untuk diciptakan, dia hanya iba manakala kini Dena tengah terbaring lemah, dengan seorang dokter berhijab hitam yang nampak memasukkan jari tangan kedalam organ intimnya.


" baru bukaan lima Sus, sebaiknya kita lakukan tindakan induksi karena air ketuban hampir kering, sementara si ibu sudah semakin lemas" Ucap sang dokter pelan, Agar tak sampai terdengar oleh calon ibu, karena bisa saja si ibu mengalami stress pada persalinannya nanti.

__ADS_1


" Baik dok,apa kita memerlukan persetujuan pihak keluarga? " . Tanya perawat wanita yang berdiri disamping sang dokter.


" beritahu suaminya " titah sang dokter yang kini duduk di meja kerjanya.


" suami dari pasien nyonya Adreena, diminta dokter untuk ke ruangannya " Ucap perawat wanita itu, Galang bergegas mengikuti langkah kaki perawat tersebut.


" saya suaminya dok, ada apa dengan istri dan bayi kami? ".Tanya Galang tak dapat menyembunyikan kekhawatiran nya.


" Jadi kami membutuhkan persetujuan bapak untuk melakukan tindakan induksi terhadap ibuAdreena, Apa anda tidak keberatan? ".Tanya sang dokter, Setelah sebelumnya ia menjelaskan keadaan istri dan bayinya kepada Galang.


" Lakukan jika itu bisa meringankan proses persalinan nya dok, dan pastinya tidak berakibat buruk juga untuk keduanya ".Ucap Galang memberi persetujuan.


" Baiklah silahkan menunggui pasien, Karena dukungan dan doa anda sangat berarti saat ini untuk istri anda, Berikan sugesti positif, katakan bahwa sebentar lagi kalian akan berjumpa dengan anak kalian, katakan semua tentang masa depan yang bahagia, ajak dia berpikir jauh kemasa depan, hindari kalimat- kalimat yang membuat ibu berpikir negatif tentang proses kelahiran nya kali ini".Sang dokter menepuk pundak Galang perlahan, Lalu kembali. keruangan bersalin dimana kini Dena tengah dipasang selang infus ditangan nya.


Galang mendekat,ia seka peluh yang mulai membasahi blous sang istri.


" Pasti sakit banget ya,, maafin mas sayang, nggak ada yang bisa aku lakuin untuk mengurangi rasa sakit mu".Ucap Galang yang melihat air mata Dena mulai mengalir di pelupuk matanya.


Dena tersenyum, meski tak ada satu patah kata pun yang keluar dari bibir nya, namun senyuman nya sungguh meneduhkan bagi Galang.


Dena merasakan jika rasa mulas dan sakit itu kian sering datangnya, Tangannya semakin erat menggenggam tangan Galang.


" bagaimana bu, apa sudah semakin sering sakitnya? ".Tanya dokter yang sudah memakai sarung tangan karet nya.


" Sakit mas" . Kali. ini Dena benar- benar tak bisa lagi sekedar diam menahan sakitnya, Bibirnya terus bertakbir mengagungkan nama Tuhannya, Memohon keselamatan untuk nya dan juga sang buah hati.


saat sang baby mulai menunjukkan gerakan intens nya, Maka Dena dianjurkan untuk mengejan.


" eghh",, satu kali, dua kali, Namun sibaby belum launching juga,,


" Kamu udah lemes banget sayang, Kita operasi aja ya, mas udah nggak sanggup lihat kamu kayak gini".Ucap Galang membelai pipi Dena pelan.


" Aku bisa mas, Pasti bisa" . Ucap Dena penuh keyakinan.


" Nggak apa- apa nak Galang, Setiap wanita pasti akan mengalaminya ".Kali ini sang ibu mertua yang berkata kepadanya.


" Tapi Dena sudah sangat kepayahan bu, Apapun proses nya saya tidak terlalu mempertimbangkan nya bu".Ucap Galang.


Rasa mulas dan ingin mengejan itu kembali datang, Galang memposisikan tubuhnya agar menjadi tempat untuk Dena memperoleh kekuatan, Ia berdiri disamping Dena, Sementara kedua tangannya sudah di cengkeram erat oleh Dena.


" Ayo nak semangat anak mu sudah kelihatan itu,Ayo ucapkan takbir".Ucap sang ibu menyemangati.


"Allahu Akbar, eghhh" Sekuat tenaga Dena mengeluarkan seluruh tenaganya, rasanya nafasnya sudah diakhir perjuangan, Sakitnya sudah tak ia rasakan, Ia pejamkan mata.


"Apakah hidup ku akan berakhir hari ini Allah? , Jika iya,Aku ikhlas Allah asalkan anakku selamat".Bathin Dena, Saat tarikan nafasnya seolah berhenti,Namun sebuah suara tangisan menyadarkannya, Membuatnya kembali membuka matanya yang terpejam sesaat tadi.


" owa, owa, owa".

__ADS_1


"Alhamdulillah, Masya Allah anak sholeh".Ucap sang ibu penuh bahagia dan juga haru,Air mata bahagia mengalir di sudut matanya yang mulai berkerut.


Sementara itu Galang masih merasa tak percaya atas apa yang dialami nya hari ini, Ia melihat sendiri betapa perjuangan seorang wanita dalam melahirkan zuriat nya memang nyawa adalah taruhannya.


Perlahan ia mendekat kepada Dena yang kini masih terbaring lemah setelah perjuangan hidup dan matinya.


" Sayang,Selamat ya sekarang sudah menjadi seorang ibu, Aku bangga pada mu, Kamu wanita hebat sayang, Bahkan aku tak tau apakah aku sanggup menahan kepayahan seperti mu tadi, Terimakasih sayang, Kamu adalah pelengkap hidup ku".Ucap Galang mencium kening Dena untuk waktu yang cukup lama, Ia menangis sesenggukan saat melihat wajah bahagia Dena.


"Iya mas, Aku jauh lebih bersyukur dan bahagia menjadi pelengkap hidup mu, Selamat sekarang sudah sah menjadi seorang ayah".Ucap Dena membelai pipi Galang dengan airmata yang juga mulai jatuh bercucuran.


" Maaf Pak, istrinya akan kami bersihkan dulu".


Galang melepas ciuman nya di kening sang istri.


" Ini putra nya silahkan di adzani pak".Ucap perawat yang menggendong bayi Dena lalu ia serahkan kepada Galang.


"Bismillah hirrohmannirrohim".Setelahnya terdengar lantunan merdu suara Adzan dari bibir Galang.


Dena terharu mendengarkan nya, kembali airmatanya mengalir,Namun buru- buru ia seka.


" Terimakasih Robb, Betapa kesempurnaan telah kami rasakan dalam hubungan ini".Lirih Dena yang kini sudah berganti pakaian.


"Anak kita sayang".Ucap Galang tersenyum, Lalu mendekatkan sang putra kepada Dena.


Dena tersenyum menggendong putra kecilnya.


" Siapa namanya mas? ".Tanya nya bergantian memandangi bayi tampannya dan juga wajah suaminya.


"Dhaniis aditama Wijaya".Ucap Galang.


Dan akhirnya bahagia adalah milik mereka yang berjuang bersama- sama, Bukan meninggalkan saat sedang terpuruk atau terluka.


Jangan menggenggam apa yang tidak dapat kau raih,


Jangan mengejar yang langkah kakimu tidak akan sampai,


Tak perlu memaksa, Tak perlu tergesa-gesa, Jika ditakdirkan milikmu tak akan kemana, Dan jika ditakdirkan menjadi rezekimu pasti akan sampai juga, copy paste aja.


Cobaan memang banyak, Kalau sedikit namanya cobain dong,,, 😂😂😂😂


**TIDAK SEMUA BISA DIMILIKI, TAPI SEMUA BISA DISYUKURI.


Jazakumullah khoiron.


Alhamdulillah akhirnya sampai juga pada fase ini.


Semoga bisa berkarya lagi,,Insya Allah.

__ADS_1


Matur suwon, Terimakasih, Tarerangkiyu, Untuk semua saran, komentar dan like nya, Aku terharu.


__ADS_2