
"Hero? Superman? Gatot Kaca? Apa sih kamu?! Enggak jelas deh! Kebanyakan bergaul sama Abi sih jadi ikutan konslet!" omel Mommy. Belum hilang rasa kagetnya mendengar Wira yang berteriak tiba-tiba seraya menyerukan namanya.
"Loh? Abi enggak konslet, My. Ya meskipun Mommy kalau deket Abi suka nyetrum sih!" jawab Agas tak mau kalah.
"Iyalah nyetrum. Masih deg-degan juga kok kalau Abi natap mata Mommy." balas Mommy dengan centilnya.
"Masa sih? Berarti masih cinta banget dong sama Abi?" goda balik Abi seraya menatap mata Mommy.
"Iyalah. Cintaaaaa banget!"
"Stop! Please! Kalian tuh kalau kayak begini bikin yang melihat tuh sebal tau enggak!" omel Wira.
"Ah masa sih? Kamu aja kali!" balas Abi.
"Iya. Kita berdua tuh pasangan yang suka bikin orang lain iri, iya enggak Bi?"
"Tentu dong, Mommy sayang!"
"Hello! Kalian enggak tertarik dengan ide aku?" ucapan Wira membuat Agas yang sedang membelai wajah Tari penuh cinta pun menghentikan perbuatannya.
__ADS_1
"Ide apaan?!" tanya Agas.
"Iya. Mommy juga penasaran!" sambung Tari.
"Makanya jangan mesra-mesraan melulu! Bikin aku mau cepet pulang aja!" gerutu Wira. "Oke, aku mulai presentasi ide aku! Abi dan Mommy pasti akan setuju!"
Wira lalu mematikan TV dan mulai berdiri di depan TV. Ia benar-benar melakukan presentasi di depan kedua orang tuanya.
"Judul presentasi aku hari ini adalah: Bisnis Plus Plus!" Wira membuka presentasinya hari ini.
Mommy Tari dan Abi Agas saling pandang penuh tanya. "Dia mau nikah lagi?" tanya Abi.
"Sst! Kalian berdua bisa diem dulu enggak sih? Aku mau presentasi nih! Dengerin dulu!" omel Wira.
Tari dan Agas pun menurut. Mereka kompak diam dan kembali mendengarkan anaknya bicara.
"Oke. Aku lanjutkan karena suasana sudah kondusif. Sesuai judul, bisnis aku adalah Bisnis Plus Plus. Bukan bisnis seperti yang dulu aku dan Dewi lakukan. Ini adalah konsep bisnis. Ingat ya, konsep!"
"Jadi, bisnis laundry yang aku miliki akan aku kembangkan. Tentunya dengan modal dari Abi dong! Untuk menjadi Bisnis Plus Plus-"
__ADS_1
"Abi mau membiayai Wira bisnis kayak gituan? Bisnis lendir gitu? Dosa, Bi! Pantas saja tadi kalian akur! Ternyata di belakang Mommy merencakan bisnis kayak gitu ya? Enggak berkah Bi uang yang didapat dari bisnis yang enggak halal kayak gitu!" cerocos Mommy Tari panjang lebar.
Agas hanya bengong dan terdiam diceramahi istrinya panjang lebar. Sementara Wira menutup wajahnya dengan kedua tangannya seraya dalam hati bertanya, kapan bisa presentasi dengan benar sampai akhir tanpa diganggu?
"Jawab, Bi!" omel Tari.
"Apa yang mau dijawab, My? Itu aja si Bangor yang punya ide. Abi sih ngikut aja eh maksudnya Abi enggak tau idenya jadi kayak begini. Abi tau nya ide buat laundry bukan bisnis kayak yang Wira usulkan. Kalau itu sih Abi-"
"Apa? Abi mau dukung?" potong Tari.
"Enggak dong, My. Mana mungkin sih Abi dukung? Dosa itu! Abi udah taubat." jawab Agas.
Kini Agas dan Tari menatap ke arah Wira yang kini sudah melipat kedua tangannya di dada dan menunggu percakapan Abi dan Mommynya selesai.
"Udah?" tanya Wira. "Kalian bisa duduk tenang, diam dan dengarkan presentasi aku dulu enggak sampai selesai baru kalian komentar? Jangan membuat praduga yang menjurus jadi fitnah, dosa!"
"Kami bukan fitnah, kami cuma melakukan tindakan pencegahan saja sebelum kamu terjerumus semakin dalam!" jawab Agas.
****
__ADS_1
tbc