Bisnis Plus Plus

Bisnis Plus Plus
Sidang di Pos Kamling


__ADS_3

Wira dan Damar yang sudah mengangkat tinju hendak menyerang kompak menengok ke arah asal suara.


"Abi?"


"Papi?"


Ujar Wira dan Zaky kompak.


"Ngapain kalian? Kayak anak kecil aja berantem malam-malam!" omel Abi.


"Pasti orang tuanya enggak bisa mendidik anaknya deh! Jam segini anak masih kelayapan di luar rumah!" sindir Riko.


"Kamu ngapain Zaky? Belum pernah kamu berantem kayak begini sebelumnya!" tegur Damar.


"Norak banget anaknya, sampai berantem segala. Pasti anak orang kampung atas yang enggak peduli anaknya kayak gimana." Sony ikut-ikutan menyindir Damar.


"Diem lo berdua!" ujar Agas dan Damar kompak.


Bastian yang melihat kelakuan teman-temannya pun tertawa terbahak-bahak. "Persis ya kayak Agas dan Damar waktu masih muda?!" sindir Bastian tak mau kalah.


"Berisik!" ujar Agas dan Damar kompak.


Agas lalu melihat ke arah Dewi yang sejak tadi berusaha melerai pertikaian di antara Wira dan Zaky. "Ada apa ini, Wi?"


"Itu... Bi... Pak Wira dan Mas Zaky berebutan mau mengantar saya pulang." jawab Dewi jujur.


"Ha... ha... ha... Lagi-lagi mirip lo berdua waktu masih muda!" ledek Bastian yang diikuti tawa Sony dan Riko.


"Ha... ha... ha... Kayak lagi flashback masa lalu ya?" ujar Sony.


"Iya ha... ha... ha... Sama-sama rebutin cewek lagi ha...ha... ha..."


"Heh ******! Diem lo pada!" omel Agas.


"Jangan membahas masa lalu deh!" tambah Damar.


"Cie... cie... Kompak nih ye..." ledek Bastian lagi.


Wira dan Zaky malah heran dengan ulah para orang tua. Mereka malah saling meledek bukannya memisahkan pertikaian antara Wira dengan Zaky. Memang, mereka adalah orang tua yang super duper beda. Otaknya sama, semuanya gestrek. Kebanyakan main catur sih di Pos Kamling!


"Sudah.. sudah! Kita bicarakan semuanya di Pos Kamling!" perintah Agas dengan tegas.


Wira dan Zaky pun menurut. Mereka semua pun pergi ke Pos Kamling.

__ADS_1


Bak sedang berada di persidangan, Zaky dan Wira pun diinterogasi. Di depan mereka ada Agas dan Damar yang terlihat kecewa dengan apa yang kedua putranya lakukan.


Dewi hanya berdiri di depan pos bersama ketiga teman Abi. Bastian, Sony dan Riko.


"Kenapa kalian sampai bertengkar dan adu jotos segala? Apa kalian tidak malu dengan apa yang kalian lakukan?!" tanya Abi memulai interogasi.


"Dia tuh yang mulai duluan!" tunjuk Wira pada Zaky.


"Enak aja! Lo yang mukul gue duluan! Berarti lo yang mulai duluan! Gue cuma membela diri aja!" jawab Zaky tak mau kalah.


"Heh, lo duluan yang maksa Dewi buat pulang bareng sama lo!" adu Wira.


"Yaiyalah! Ngapain juga Dewi pulang bareng sama cowok kayak lo!" balas Zaky.


"Cowok apaan maksud lo? Dia tuh bini gue, ya dia pulang sama gue lah!" sahut Wira.


"Dih! Sok ngaku-ngaku! Sekalian aja tuh lo akuin Bu Atalia sebagai Mommy lo!" balas Zaky tak mau kalah.


"Bisa memangnya?" celetuk Agas. "Nanti Tari gimana? Memang bisa ya punya dua istri?"


"Abi!"


"Om!"


"Nah kalo kayak begini kan kalian akur! Dari tadi adu bacot aja!" omel Agas. "Sekarang ceritakan bagaimana awal mula kejadian sampai kalian adu jotos kayak tadi?"


"Dia tuh Om yang nonjok Zaky duluan!" adu Zaky.


"Ya karena lo kayak babi kegatelan! Godain Dewi terus. Ngajak Dewi jalan terus! Jangan seenaknya sama bini orang!" sahut Wira.


"Alah, sok ngaku bini! Memangnya Dewi mau ngakuin lo?!" cibir Zaky.


"Ya harus ngakuin lah! Masa suami sendiri enggak diakuin?!" balas Wira.


"Sudah! Sudah! Kenapa kalian malah lanjut bertengkar di sini?" ujar Damar menengahi.


"Dia Pi, yang mulai duluan!" adu Damar.


"Dih ngadu! Dasar anak papi lo!" cibir Wira.


"Udah, Stop! Kalian ini sudah besar tapi kelakuan lebih buruk dari anak TK! Malu sama bulu ketiak kalian yang makin lebat!" omel Agas.


"Itu mah bulu Abi kali!" celetuk Wira.

__ADS_1


"Ish! Anak bangor ini! Kalo orang tua lagi nasehatin bukannya dengerin malah jawab terus!" omel Abi. Kali ini Wira terdiam.


Sony dan Riko tak kuasa menahan tawa. "Ha...ha...ha... Anak Bangor diomelin ya sama Abinya? Takut ya? Ha...ha...ha..." ledek Sony.


Riko mencolek pinggang Sony agar menghentikan tawanya karena sorot mata Agas sudah tidak bersahabat. "Kalem, Gas. Kalem. Namanya anak laki-laki, berantem mah boleh lah sekali-kali!" ujar Riko menenangkan.


Agas kembali menatap ke arah Wira. "Jadi, Damar menggoda Dewi duluan?" tanya Agas yang sudah merangkum kesimpulan dari cerita Wira.


"Bukan menggoda dong, Gas. Itu namanya usaha. Sah-sah aja dong!" sahut Damar membela anaknya.


"Bukan usaha namanya Mar kalau menggoda istri orang!" balas Agas yang mulai dilanda emosi.


Ternyata lingkaran takdir masa lalu dulu kembali terulang. Dulu Damar yang selingkuh dengan Tara saat masih menjadi istri Agas. Kini, Zaky anak Damar malah mau menggoda istri anaknya. Jelas Agas mulai tersulut emosinya. Tak mau anaknya mengalami nasib yang sama dengannya.


"Weits, situasi memanas nih di kalangan orang tua!" Bastian mulai berbicara, menengahi pertengkaran agar tidak semakin memanas saja. Tidak lucu kalau kedua orang tua juga ikut adu jotos.


"Sabar dulu, Bro!" Sony menepuk bahu Agas untuk menenangkan sahabatnya.


"Lo juga tenangin diri. Ini beda cerita. Dengerin dulu anak-anak lo cerita versi mereka!" Riko kini yang menenangkan Damar.


"Oke, biar gue yang ambil alih. Jadi masalahnya adalah Zaky mencoba mendekati Dewi, begitu?" tanya Bastian.


"Iya." jawab Wira dan Zaky kompak.


"Lantas masalahnya dimana?" tanya Bastian bingung.


Agas menghela nafas dalam. "Lo juga sotoy, enggak tau masalahnya gimana! Jadi, Dewi itu menantu gue. Istrinya Wira!"


"Hah?" semua teman-teman Agas dan Zaky terkejut dengan berita yang Agas sampaikan.


"Serius lo?" tanya Bastian terlebih dahulu.


"Si Bangor udah nikah? Cepet banget! Kalah gue!" sahut Riko.


"Lo tekdung duluan?" tanya Sony yang langsung mendapat tatapan tajam Agas.


"Kenapa lo enggak kasih tau kita semua?" tanya Damar yang sudah hilang emosinya dan berganti menjadi terkejut.


"Bukan enggak kasih tau, tapi belum. Rencananya Tari akan adain selametan di rumah Dewi dan di komplek ini setelah pernikahan mereka resmi didaftarkan di KUA. Jadi, dua anak bangor ini udah nikah siri tanpa sepengetahuan gue dan Tari. Makanya Wira marah saat Zaky menggoda Dewi!" jawab Agas.


"Masa sih Om? Jujur aja Zaky enggak percaya. Waktu pertama ketemu Dewi sebulan lalu, Wira tuh kayak enggak kenal sama Dewi loh, Om. Mana mungkin Zaky bisa percaya saat dia bilang udah nikah?!" ujar Zaky membela diri.


"Berarti akting gue natural! Namanya juga pemenang piala Oscar! Lo aja yang ngeyel. Udah gue kasih tau masih belum percaya juga!" cibir Wira.

__ADS_1


****


__ADS_2