Bisnis Plus Plus

Bisnis Plus Plus
Kumpul Keluarga


__ADS_3

Tari mengajak semua orang ke bawah. Meja makan yang semula kosong kini sudah terisi banyak makanan yang khusus Tari masak sendiri untuk merayakan ulang tahun putranya.


Tari sengaja menaruh makanan di rumah sebelah agar Wira tidak tahu tentang rencana pesta kejutan hari ini. Setelah Wira tahu, cepat-cepat Tari menginstruksikan anak buahnya untuk menata meja makan dengan makanan yang sudah ia masak.


Di ruang keluarga juga sudah banyak makanan serta kue-kue yang sangat lezat untuk dinikmati oleh para tamu undangan. Meski tamu yang diundang hanyalah kerabat dekat saja, namun pesta malam ini dibuat semeriah mungkin oleh Tari dengan banyak makanan yang menggugah selera.


"Ayo semuanya! Kita makan dulu! Di bawah sudah disediakan makanan dan cemilan untuk kita nikmati!" ajak Tari seraya tersenyum ramah.


"Serbu!" Riko dan Sony yang duluan turun. Yang lainnya mengikuti.


Wira menunggu Dewi dan menggandeng tangannya. "Kamu sekarang mulai jago ya berakting?! Pasti kamu juga ikut andil ya dalam rencana ngerjain aku malam ini!" tebak Wira.


"Ya.. mau bagaimana lagi?! Aku 'kan juga harus ikut rencana yang dibuat oleh Abi dan teman-temannya. Oh iya, aku udah nyiapin kado buat kamu. Semoga kamu suka ya?!" ujar Dewi.


"Kado? Kado apa? Kok tadi kamu nggak bawa sih?"


"Ada kok. Aku sembunyiin di bagasi mobil kamu! Kamu aja yang nggak lihat, soalnya aku tutupin."


"Beneran makin pinter nih kamu ya?!" Wira mencubit hidup Dewi sampai memerah. Ia kemudian merangkul istrinya dan menarik tangan Dewi agar melingkarkan tangan kirinya di pinggangnya.


Wira ingin menunjukkan pada semua orang bahwa ia hari ini sangat bahagia. Ia memiliki istri yang sangat ia sayangi, istrinya sedang hamil, dan seluruh keluarga perhatian padanya. Nikmat manakah yang ia dustakan?


Om Riko dan Om Sony sudah mengambil makanan lalu duduk di ruang keluarga. Mereka dengan santainya menyetel salah satu acara televisi seperti layaknya berada di rumah sendiri.


"Kamu jahat tahu nggak?! Itu mukanya Om Sony jadi coret coretan dan Om Riko giginya hitam kayak gitu karena kamu! Mereka 'kan cuma mencoba kasih surprise aja sama kamu! Tapi kenapa malah kamu balik kerjain mereka?" tegur Dewi.

__ADS_1


"Biarin aja! Sesekali, dua orang tua nakal itu harus dikasih pelajaran! Aku tadi sumpah ya Sayang, takut banget! Kamu 'kan tahu sendiri, aku orangnya penakut. Udah berada di kamar yang gelap eh kaki aku ada yang narik terus tiba-tiba keluar deh dari kamar mandi makhluk kayak gitu! Rasanya jantung aku mau copot tau enggak! Masih bagus aku enggak pingsan. Memang ya tuh bapack-bapack nakal kalau udah ngerjain orang enggak kira-kira!" Wira masih merasa kesal sehabis dikerjai habis-habisan oleh Abi dan teman-temannya.


"Ya udah, lupain dulu rasa kesalnya! Mereka 'kan kasih surprise kamu karena peduli saat kamu ulang tahun! Kita makan aja yuk! Kayaknya aku udah laper banget nih. Masakan Mommy bikin perut aku tiba-tiba lapar!" ajak Dewi.


Wira dan Dewi lalu mengambil makanan dan bergabung dengan para tamu yang datang. Ruang keluarga yang memang luas cukup untuk menampung Abi dan teman-temannya, meskipun sebagian ada yang harus duduk di karpet karena tidak kebagian sofa.


"Nah, ini dia nih yang ulang tahun! Tadi gimana Bang teriaknya? Ya Allah... Ya Allah... Terus komat kamit tuh mulut sambil baca ayat kursi ha...ha...ha...." tawa Riko yang puas sekali mengerjai Wira malam ini.


"Udah teriak-teriak sambil baca doa, eh kakinya gemeteran lagi! Pas gue pegang, gue takut banget nih anak kencingin gue! Untung aja kagak, coba kalau sampai gue dikencingin bisa bau pesing deh gue ha...ha...ha...." Sony ikut meledek Wira.


"Berisik ah! Udah pada aki-aki juga masih aja ngerjain anak muda! Kalau aku sampai jantungan bagaimana? Siapa yang mau tanggung jawab? Aku ini calon bapak tahu! Harus menjaga stamina menyambut anak pertama aku!" selesai Wira berkata-kata semua pun terdiam.


"Dewi lagi hamil?" tanya Tara yang pertama kali membuka mulutnya untuk bertanya.


"Beneran?" tanya Zaky tak percaya. "Pantas saja waktu itu belanja baju-baju yang agak longgar sama Tante Tari." Zaky juga rupanya tak tahu.


"Iya! Udah enggak usah kaget begitu. Namanya juga disetrum terus tiap saat ya pasti tekdung lah! Apalagi disetrumnya pakai big gun, udah enak, cepet jadi pula!" jawab Wira dengan pedas. Ia tak mau Zaky mengajak Dewi bicara. Ia harus menjaga Dewi dari Zaky.


"Galak amat sih Bang sama Mas Zaky! Jangan gitu ah! Nanti anak Abang mirip sama Mas Zaky loh!" protes Carmen.


"Ya enggaklah! Dia 'kan enggak nanem saham, enggak bakalan mirip! Itu mitos! Jangan kamu percaya, Dek!" omel Wira.


"Sudah... Sudah! Memang benar Dewi sedang hamil. Rencananya akan diadakan selametan nanti saat usia kandungan sudah 4 bulan." ujar Tari.


"Wah... Bangor mau jadi Abi loh sebentar lagi!" goda Bastian.

__ADS_1


"Jadi Daddy, Om. Bukan Abi! Nanti kelakuan aku mirip kayak Abi lagi!" cibir Wira.


"Loh bagus dong kalau mirip Abi. Tampan, baik hati, ramah, kebapakan dan jago main catur." ujar Abi dengan bangganya.


"Enggak deh makasih. Nanti kebanyakan tebar pesona aku, kasihan Dewi harus didera rasa cemburu terus kayak Mommy!" Wira merangkul Dewi. Sekali lagi mau mengakui Dewi miliknya di depan semua orang.


Mereka makan bersama sambil mengobrol dan saling ejek. Selesai makan, mereka masih melanjutkan obrolan seraya memakan cemilan yang Tari buat.


"Mana nih kado buat aku? Yang mahal loh! Jangan yang murah!" tagih Wira. "Zaky, mana kado dari lo?! Awas aja lo kasih gue yang murahan apalagi produk kw!"


"Iya, bawel! Nih kado buat lo!" Zaky mengeluarkan sebuah kotak dari saku jaketnya dan memberikan pada Wira.


Cepat-cepat Wira menerimanya dan membuka kado dari Zaky. Sebuah jam tangan mahal yang sangat Wira suka. "Wuidih! Mahal nih! Ini baru sohib gue! Makasih, Bro!" Wira memukul bahu Zaky dengan kencang, membuat Zaky meringis karena pukulan yang lumayan sakit dirasakan.


"Gue beli di Singapore tuh! Biar pun lo ngeselin tapi tetep aja gue inget sama lo!" balas Zaky.


"Nah gitu dong! Nanti empat bulanan Dewi, lo kasih kado yang mahal juga ya! Duit lo 'kan banyak! Sekalian dekor kamar buat anak gue juga lo yang bayarin!" dengan seenaknya Wira memalak Zaky, membuat Tari menutup wajahnya karena malu dengan ulah anaknya yang ajaib itu.


"Menang banyak lo! Lupa lo udah kasih gue bog-" Wira membekap mulut Zaky sebelum Zaky menceritakan permasalahan malam itu di depan Mommynya.


"Ayo siapa lagi yang mau kasih aku kado?" tagih Wira dengan cueknya.


****


Ayo siapa lagi yang belum vote Abang Wira? udah sepi nih 🤔🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2