Bisnis Plus Plus

Bisnis Plus Plus
Presentasi-2


__ADS_3

Wira menghela nafas dalam. "Huft... Yang mau menjerumuskan diri sendiri siapa?"


Agas dan Tari kompak menunjuk ke arah Wira.


"Enak aja! Aku enggak kayak gitu! Kalian ini ya, sama anak sendiri aja udah negatif thinking aja!" omel Wira. "Aku mau ngomongin bisnis tapi malah melenceng kemana-mana. Ini tuh bukan Bisnis Plus Plus seperti yang kalian pikir!"


"Oke. Aku jelaskan dari awal. Kalian diam saja dan dengankan baik-baik. Nanti kalian boleh bertanya kalau aku sudah selesai menjelaskan!" ujar Wira dengan tegas.


Agas dan Tari kompak mengangguk tanpa bersuara. Takut juga melihat anaknya sudah mulai marah.


"Oke. Jadi begini, selama ini kan bisnis laundry hanya seperti bisnis laundry biasa. Datang membawa pakaian kotor, lalu pegawainya cuci dan setrika lalu pelanggan mengambil atau diantarkan jika sudah selesai. Itu terkesan biasa. Aku mau membuat bisnis laundry ini ada nilai lebih. Nilai plusnya!"


"Terinspirasi dari film Mr Bean, aku mau membuat laundry koin. Ya! Udah banyak laundry koin yang ada. Betul itu. Nah inilah Bisnis Plus Plus yang aku mau tawarkan dan jelaskan pada kalian berdua, hai pasangan suami istri super julid!"


"Enak aja!" ujar Agas dan Tari kompak.

__ADS_1


"Bagus kalau kalian masih kompak! Oke aku lanjutkan ya. Biasanya, ibu-ibu kalau habis nyuci dandanannya gimana sih? Dasteran, baju basah karena habis bilasin cucian. Iya kan?"


"Iya." jawab Agas dan Tari kompak.


"Aku mau merubah itu semua! Stigma kalau mencuci harus basah dan pakai daster harus diubah. Apa yang aku ubah? Pertama, laundry koin. Jadi ibu-ibu jaman now bisa nyuci sendiri, aku tak perlu bayar karyawan untuk cuci, hanya untuk mengawasi dan menjual koin tentunya. Kedua, aku akan adakan jasa setrika cucian. Ini yang akan membuat nilai plus. Karyawan setrika cucian ini adalah ibu-ibu sekitar yang ingin mencari pekerjaan tambahan. Daripada ngegosip dan berujung dosa, lebih baik bekerja bukan?"


"Nah, ini poin ketiga. Saat ibu-ibu menunggu cuciannya disetrika, enaknya ngapain? Makan? Creambath atau Pijat?"


"Sambil creambath di salon enak tuh!" jawab Mommy.


"Nah itu! Mommy pintar! Itulah Bisnis Plus Plus yang aku maksud! Bisnis dimana ibu-ibu yang menunggu cuciannya disetrika bisa menikmati harinya. Ada cafe Mommy tapi dengan menu ekonomis, lalu ada salon juga dan terakhir ada tempat pijat juga. Jadi setelah mencuci, ibu-ibu akan pulang ke rumah dengan segar sehabis dipijat, kenyang sehabis makan di cafe dan terlihat cantik serta wangi sehabis perawatan di salon. Benar-benar bisnis plus-plus bukan?"


"Tepuk tangan dulu dong!" tagih Wira.


Dengan menurut, Tari dan Agas bertepuk tangan.

__ADS_1


"Oke, ada pertanyaan?" tanya Wira membuka sesi tanya jawab.


Mommy Tari yang mengangkat telunjuk pertama kali. "Mommy mau tanya!"


"Oke, silahkan!"


"Anakku sayang, ide kamu memang bagus. Namun bukankah ibu-ibu akan menghabiskan uang banyak hanya untuk sekali mencuci saja?" tanya Mommy.


"Pertanyaan bagus! Jawabannya adalah, Wira enggak maksa mereka keluar uang banyak kok! Kalau memang hanya ingin mencuci saja, no problemo! Ibu itu bisa menggunakan jasa laundry koin lalu pulang. Beres bukan?!"


"Iya juga sih." aku Tari.


"Semua tergantung niat. Kalau niatnya hanya mencuci ya cukup mencuci saja. Kalau niatnya mencuci dan setrika juga bisa sambil ditinggal, nanti tinggal balik dan ambil pakaian. Beres juga bukan?"


"Iya juga ya." jawab Agas.

__ADS_1


"Masalahnya dimana?" tantang Wira.


****


__ADS_2