Bisnis Plus Plus

Bisnis Plus Plus
Tujuan Kedatangan Mommy Tari-2


__ADS_3

"Jadi, tadi Mommy curiga sama Wira? Lalu Mommy minta fotoin? Lalu Mommy nggak percaya sama Wira? Wira ke sana untuk kerja My! Abi yang bilang, cafe di cabang Bandung itu ada selisih antara petty cash dengan laporan. Abi udah nyuruh datang, cuma karena Wira sibuk Wira nggak sempat datang. Sekarang, mumpung Wira lagi senggang jadi Wira datengin. Kenapa malah Mommy nggak percaya sih sama Wira?" Wira terlihat mulai sedikit emosi padahal Tari belum banyak berkata-kata.


"Kenapa kamu nggak izin dulu sama Mommy sebelum pergi ke Bandung? Terus kenapa kamu ngajak Dewi? Dewi itu, adalah karyawan yang tugasnya melayani pelanggan yang datang. Bukan tugasnya menjadi seorang audit! Kamu salah orang kalau mengajak dia!" tanya balik Tari.


Wira menghirup udara banyak-banyak dan menghembuskannya. Ia harus menenangkan diri menghadapi Mommy-nya yang saat ini sangat mencurigainya.


"Jadi gini, My. Wira kebetulan ada rencana bisnis sama Dewi. Ide untuk membuat laundry juga asalnya dari Dewi. Kebetulan, Dewi mau ke Bandung untuk jemput adiknya. Yaudah sekalian aja Wira ajak bareng ke sana. Kasihan kalau sampai Dewi harus naik travel, Dewi kebetulan mau bantuin Wira. Mungkin untuk balas budi kali?! Ya udah cuma itu aja My nggak ada hal lain!" kata Wira menjelaskan.


"Sejak kapan kamu sedekat Itu dengan Dewi?" Tari melipat kedua tangannya dan matanya terus menatap ke arah Wira.


"Untuk apa sih Mommy nanya kayak gini? Mommy kesannya tuh nggak percaya banget tau sama Wira!" Wira mulai merasa tak nyaman terus diinterogasi oleh Tari. Dimulai dari Tari menyelidiki dirinya, sudah membuat Wira kesal. Wira nggak suka Tari terlalu mencampuri hidupnya, meskipun selama ini yang selalu baik pada Wira adalah Tari.


"Selama ini, Mommy selalu percaya sama kamu. Tapi kenapa sih kamu sampai melakukan hal sejauh ini?!" Tari terus menatap dengan lekat dan membuat posisi Wira semakin terpojok.


"Hal apa My? Wira cuma ke Bandung untuk kerja, terus anterin Dewi ketemu adiknya. Udah itu aja, enggak ngapa-ngapain! Mommy tanya aja sana sama Dewi kalau Mommy nggak percaya!" jawab Wira dengan kesal.


Tari lalu mengeluarkan selembar kertas yang sejak tadi Ia taruh di bawah bantal. "Perjanjian apa yang kamu buat dengan Dewi?!"

__ADS_1


Wira sangat terkejut saat Tari melemparkan kertas ke arahnya. Lebih terkejut lagi saat Wira melihat bahwa kertas yang dilempar Tari adalah surat perjanjian bisnis plus-plus antara dirinya dengan Dewi.


Wira tak mampu lagi berkata-kata. Lidahnya terasa kelu dan pikirannya buntu. Wira menyadari kebodohannya yang menaruh surat perjanjian di bawah tumpukan baju milik Dewi. Wira pikir sudah aman, namun Tari ternyata lebih mengenalnya melebihi siapapun. Tak ada yang bisa Wira sembunyikan. Alasan apa yang akan Ia berikan pada ibunya? Mau berbohong, bilang apa? Mau jujur, sama aja cari mati!


"Kenapa kamu diam aja? Jawab pertanyaan Mommy! Bisnis apa yang kamu lakukan sama Dewi?!" Tari kini duduk tegak dan terus menatap Wira tanpa berkedip sedikit pun. Amarahnya begitu besar terhadap putra kesayangannya. Tari merasa sudah dikecewakan karena selama ini selalu memanjakan Wira dan berakhir dengan putranya yang membohongi dirinya habis-habisan.


"Itu... itu bohongan My!" upaya Wira membela diri dengan cara berbohong tentu dengan mudah dapat diketahui oleh Tari.


"Kamu masih berani berbohong sama Mommy? Barang bukti yang Mommy temukan udah cukup jelas! Kamu selama ini berzinah dengan Dewi? Dosa kamu Wira! Mommy nggak nyangka, kenapa kamu malah mengikuti jejak Abi kamu dulu?! Mommy mendidik kamu dengan bekal ilmu agama dan sekolah yang bagus. Kamu bisa bedain mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang berdosa dan mana yang mendatangkan pahala. Kenapa kamu melakukan hal seperti itu?!" mata Tari mulai berlinang air mata. Sudah sejak tadi Ia menahannya. Kekecewaan yang Ia rasakan terhadap putranya begitu besar.


"Wira... " Wira tak sanggup membela dirinya. Ia salah, dan ia tahu itu! "Maafin Wira, My!" akhirnya Wira memilih untuk meminta maaf dan secara tak langsung Wira mengakui kalau dirinya memang salah.


Wira Pun bangun dan duduk di samping Tari. Ia memeluk Tari dan merasa sangat bersalah sudah membuat Mommy-nya sedih. "Maafin Wira, My. Wira memang salah. Wira sedang menembus kesalahan Wira! Maafin Wira, My!"


Tari terus menerus menangis. Ia sedih dan merasa gagal sebagai orang tua dalam mendidik anaknya. Setiap suara tangis dan air mata yang menetes dari wajah Tari, setiap itu pula Wira makin merasa bersalah. Tak terhitung sudah berapa kali ia meminta maaf namun Mommy-nya tersayang masih bersedih dan terus menerus menangis.


Sampai akhirnya Tari mulai lelah menangis. Ia menghapus air matanya dan mulai mengatur nafasnya. Dia menenangkan diri, ditatapnya putra kesayangannya dengan tatapan kecewa yang tak bisa ia sembunyikan.

__ADS_1


"Sudah berapa lama kamu kayak begini? Apa yang menyebabkan kamu dan Dewi melakukan hal seperti ini?!" Tari memilih mengintrogasi Wira agar Ia tahu masalah yang sebenarnya seperti apa.


"Belum lama, My. Mungkin, sudah 1 bulan lebih. Semua bermula dari Dewi yang membutuhkan uang untuk biaya Bapaknya yang dirawat di rumah sakit. Bapaknya mengalami kecelakaan dan harus dioperasi. Saat itu Mommy tahu kan kalau Wira mau beli apartemen? Dewi meminjam uang pada Wira. Awalnya Wira kasih cuma buat biaya DP operasi saja. Ikhlas tanpa harus Ia pinjam. Namun ternyata, Bapaknya nggak bisa pulang kalau belum melunasi semua biaya di Rumah Sakit. Dewi putus asa dan hanya Wira yang Ia anggap bisa menolong untuk terlepas dari semua permasalahan,"


"Wira nggak mau, My. Wira udah berusaha menolak. Namun, Dewi yang udah putus asa nekat untuk menjual dirinya sendiri. Wira ketemu dengan Dewi di club, Ia sedang mencari siapa saja yang bisa membayar semua hutangnya. Wira nggak bisa tinggal diem, My. Dewi itu karyawan Wira. Wira tahu bagaimana sifat Dewi. Kalau bukan karena keadaan, nggak akan Dewi melakukan hal seperti itu,"


"Akhirnya Wira setuju untuk memberi Dewi uang dan Dewi berniat membayarnya dengan melakukan bisnis plus plus dengan Wira. Maafin Wira My. Wira sadar, Wira salah. Tapi Wira sudah berusaha memperbaiki kesalahan Wira..."


Tari geleng-geleng kepala mendengar cerita Wira. Meskipun tujuan awal anaknya baik, tapi caranya tetap saja salah! "Kenapa Dewi nggak minjem uang sama Mommy? Kenapa lebih memilih sama kamu?!"


"Mungkin... Dewi malu?! Nggak ada lagi orang yang bisa Dewi pinjam uangnya, My. Semua menghindari Dewi dan menganggap Dewi sebagai tukang pinjam uang. Wira kasihan, My! Semakin lama berada di rumah sakit, biaya akan semakin membengkak! Mommy tahu kan Wira selama ini mengumpulkan uang untuk membeli apartemen? Wira juga butuh uang itu! Dan... Jujur, Wira nggak kuasa menolak tawaran yang dia berikan!"


****


Hi semua!


Yuks dukung Abang Wira dengan like, komen, add favorit, vote dan ⭐⭐⭐⭐⭐ dong!

__ADS_1


Bagi yang mau tau info terbaru dari aku, bisa follow IG aku: Mizzly_ atau FB Mizzly


Akan ada giveaway di sosmed sebentar lagi loh! yuks follow siapa tau kamu pemenang selanjutnya 😍😍😍


__ADS_2