Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
100. Harus Berpisah


__ADS_3

Deringan ponsel di atas meja ruang tamu membuat Rayyan terbangun. Dia langsung menerima panggilan dari karyawannya itu untuk menanyakan pekerjaan.


Betapa terkejutnya Rayyan, saat mengakhiri panggilan itu dia melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. itu artinya dia bangun kesiangan. Tapi tunggu dulu, Rayyan melihat sekitar ruangan tempat ia tidur. Pria tiga puluh dua tahun itu baru sadar kalau semalam ia tidur di apartemen Era, demi menjaga sahabatnya itu yang sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Ada yang aneh yang Rayyan rasakan saat berada di unit apartemen Era. Kenapa terlihat sangat sepi. Apakah Era juga bangun kesiangan. Akhirnya ia memilih untuk menghampiri kamar Era. Namun ia dikejutkan dengan selembar surat yang tertulis rapi di atas meja.


“Surat apa ini?” gumamnya dengan perasaa tidak tenang.


*****


Ray, terima kasih banyak.


Terima kasih selama ini sudah menjadi sahabat yang baik buat aku.


Maafkan aku jika selama ini aku banyak menyusahkanmu.


*Aku pergi, Ray! Aku pergi untuk menyembuhkan luka di hatiku sendiri*.


Ternyata waktu dua tahun ini tidak ada apa-apanya untukku.


Tolong sampaikan salamku pada Uncle dan Aunty.


Dan, satu lagi. sampaikan salamku pada Pasha, semoga dia selalu bahagia.


Sampaikan juga permintaan maafku padanya.


Aku pergi, Ray!


***


Setelah membaca surat itu, Rayyan meremat kuat kertas tersebut. Kenapa dia bisa kecolongan begini. Saking lelahnya sampai ia tidak menyadari kepergian Era. Lalu apa yang harusia lakukan sekarang?


“Tidak. Pasti Joelle belum lama perginya. Aku harus mengejarnya. Dia harus bersatu dengan Pasha.”


Rayyan mencuci mukanya dulu setelah itu ia peri untuk mencari Era.


Kini Rayyan sedang dalam perjalanan menuju bandara. Karena menurutnya hanya itu tujuan Era. Dia pasti akan pergi dari negara ini.

__ADS_1


Sejak tadi ponsel Rayyan berdering. Namun pria itu tidak meresponnya sama sekali, karena fokus mencari Era. Sesampainya di bandara, Rayyan melihat beberapa daftar penerbangan ke beberapa negara. Mulai dari tiga jam yang lalu sampai sekarang banyak sekali jadwal penerbangan ke beberapa negara. Tidak kehabisan akal, Rayyan mengeluarkan keahliannya. Ia meretas semua penumpang pesawat yang melakukan penerbangan hari ini.


Hanya membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit, Rayyan sudah berhasil mendapatkan data seluruh penumpang yang melakukan penerbangan hari ini. dan di sana ternyata tidak ada data Era.


“Lalu kemana Joelle sekarang?” gumam Rayyan kebingungan.


Rayyan kembali mengecek data penumpang. Namun kali ini ia juga meretas data penumpang yang akan melakukan penerbangan berikutnya. Ternyata di sana ada nama Era. Era akan melakukan penerbangan pada sebuah maskapai, dan terjadwal pukul dua belas siang.


“Berarti sekarang Joel masih di negara ini.”


Rayyan pun segera meninggalkan bandara. Ia memilih mencari Era di tempat lain dulu. jika nanti masih belum menemukan perempuan itu, Rayyan akan kembali lagi ke bandara sesuai dengan jadwa penerbangan perempuan itu.


Namun, saat Rayyan hendak menuju parkiran, ia mendapat panggilan dari Papa Pasha.


“Ya, halo Om?”


“…..”


“Ok, aku akan ke rumah sakit sekarang juga.” pungkas Rayyan setelah Papa Nabil meminta Rayyan datang ke rumah sakit.


***


Sementara itu, saat ini Era sedang mengenakan seragam petugas kebersihan dari sebuah rumah sakit di mana Pasha dirawat. Era nekat menyamar menjadi petugas kebersihan hanya untuk bisa melihat keadaan Pasha. mungkin untuk yang terakhir kalinya, sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan pria itu.


Era sudah membawa lengkap alat kebersihannya untuk membersihkan ruangan rawat Pasha. sebelumnya ia tidak tahu kalau beberapa saat yang lalu keadaan Pasha kembali drop. Namun sekarang sudah membaik, setelah mendapatkan penanganan dokter.


Era membersihkan seluruh ruangan itu sambil melihat Pasha yang terbaring lemah di atas brankar dengan mata terpejam rapat. Era yang memakai masker, dia berusaha kuat menahan isakannya saat melihat keadaan pria yang dicintainya. Rasanya ingin memeluk Pasha untuk yang terakhir kalinya, namun di dalam ruangan itu dilengkapi dengan kamera pengintai. Akhirnya ia hanya bisa mendekat ke arah Pasha dengan tangan sambil mengepel lantai.


“Era!”


Era terkejut saat mendengar suara lirih Pasha memanggil namanya. Apakah pria itu mengetahui penyamarannya? Namun ternyata mata Pasha masih terpejam. Era pun bisa bernafas lega.


“Ra, aku sangat mencintaimu. Kembalilah padaku! aku akan menebus semua kesalahanku karena telah membuat kamu kehilangan anak kita.”


Ucapan Pasha kali ini meruntuhkan pertahanan Era. Perempuan itu menangis tergugu di samping brankar. Namun lagi lagi ia tidak berani memeluk Pasha. takut ketahuan dan teringat dengan ucapan Mama Shanum yang meminta dirinya untuk meninggalkan Pasha, demi kebaikan pria itu.


“Maafkan aku, King! Aku harus pergi. Aku akan pergi dengan membawa cintamu. Percayalah! Meskipun raga kita tidak bisa bersatu, namun hati ini hanya kamu pemiliknya.” Gumam Era berusaha menguatkan hatinya.

__ADS_1


Setelah itu Era keluar dari ruang perawatan Pasha. bersamaan dengan pintu itu terbuka dari luar. Di mana Rayyan dan Papa Nabil yang masuk. Era pun menundukkan kepalanya dan berlalu begitu saja.


**


Papa Nabil memanggil Rayyan datang ke rumah sakit untuk menanyakan sesuatu tentang kebenaran yang dikatakan Pasha tadi pagi. ternyata benar, kalau Era pernah mengalami keguguran dari janin hasil hubungannya dengan Pasha. dan karena ada masalah pada kandungan Era akibat dari keguguran itu, Era divonis dokter sulit untuk mengandung lagi.


Mama Shanum yang baru saja masuk, mendengar semua penjelasan Rayyan sangat terkejut. Wanita itu merasa sangat bersalah pada Era, karena kemarin sempat meminta Era pergi dari kehidupan Pasha. bahkan tadi pagi ia juga bersitegang dengan Pasha, hingga keadaan Pasha kembali drop.


“Era! Jangan pergi, Ra!”


Ketiga orang yang berada di ruangan itu terkejut mendengar suara Pasha yang memanggil nama Era dengan mata terpejam. Hati Mama Shanum kembali sakit melihat keadaan anaknya seperti itu.


“Nak Ray, tolong cari Era secepatnya! Tante tidak bisa membiarkan keadaan Pasha seperti ini terus.” Pinta Mama Shanum pada Rayyan.


***


Dengan perasaan yang berantakan, Era kini berjalan memasuki gate keberangkatan. Meskipun dia sudah puas bisa bertemu dengan Pasha sekaligus mengucapkan salam perpisahan, namun hatinya masih enggan untuk meninggalkan Pasha dalam keadaan yang seperti itu.


“King! Kamu adalah pria yang kuat. Aku yakin kamu bisa menjalani hidupmu dengan tenang tanpa ada aku.” batin Era sambil menyeka air matanya.


Bayangan kebersamaan dengan Pasha waktu itu terus berputar dalam ingatan Era. Pertemuannya yang sejak awal sudah diwarnai keributan, akhirnya membawa mereka ke dalam pusaran cinta yang sama besarnya. Namun siapa sangka kalau akhirnya akan seperti ini. Era dan Pasha tetap harus berpisah.


Era mengusap air matanya dengan kasar. Bersamaan dengan suara operator yang meminta penumpang untuk segera bersiap.


Era pun melangkah menuju pesawat. Namun tanpa ia sadari ada beberapa orang pria berseragam serba hitam langsung menarik Era, dan membawa paksa Era keluar dari bandara.


“Tolong!!!!”


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2