Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
77. Kang Gombal


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat. Hubungan Era dan Pasha juga semakin dekat dan mesra. Hampir semua karyawan juga sudah tahu kedekatan mereka berdua. Hanya saja baik Era maupun Pasha tidak ingin mengumumkannya secara langsung.


Janji Pasha yang ingin secepatnya mengenalkan Era pada kedua orang tuanya sampai saat ini juga belum terwujud. Papa Nabil juga masih berada di luar kota, bahkan terkadang bolak-balik ke luar negeri untuk menangani perusahaannya yang ada di sana. Untuk itu Era diminta Pasha bersabar. Karena kalau Pasha sudah berjanji, ia tidak akan ingkar.


***


Hari ini smeua karyawan perusahaan tampak antusias sekali menjalani pekerjaan mereka di akhir bulan. Bertepatan juga dengan weekend, dan besoknya mereka akan ikut serta acara gathering yang diadakan oleh perusahaan.


Era yang semula kurang berminat di acara seperti ini, mau tidak mau ia harus ikut. Apalagi setelah mendapat ultimatum langsung dari si pemilik perusahaan sekaligus kekasihnya.


Acara gathering itu besok diadakan di puncak. Lebih tepatnya di sebuah villa yang lengkap dengan menyediakan paket liburan.


Jika semua karyawan tampak antusias menjalani hari terakhir bekerja mereka, berbeda dengan Era. Ia tampak malas-malasan. Bahkan sejak tadi ingin pulang saja agar bisa tidur. Namun sayangnya pekerjaannya belum selesai.


Waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja. Era segera berkemas dan membereskan beberapa dokumennya, kemudian mematikan layar komputernya.


Cklek


Era menoleh ka arah pintu yang baru saja terbuka. Siapa lagi kalau bukan Pasha. padahal pria itu sudah ia peringatkan beberapa kali kalau masuk harus ketuk pintu dulu. namun ternyata Pasha kembali mengulangi kesalahan itu lagi.


“Sory aku nggak ngetuk pintu dulu.” ucap Pasha merasa tak berdosa.


Era hanya meliriknya saja. sepertiya memang Pasha hobi sekali bilang maaf tanpa mengerti makna dari ucapan maaf itu sendiri.


“Ra, ayo kita pulang. aku ingin mengajak kamu belanja dulu untuk keperluan besok.”


“Tapi aku bawa mobil sendiri, King!”


“Biar mobil kamu dibawa pulang sama Miko, sopir kantor. mana kunci mobil kamu!”


Era memberikan kunci mobilnya begitu saja. setelah itu ia keluar dari ruangannya mengikuti Pasha yang lebih dulu menuju basement.

__ADS_1


***


Kini Era dan pasha sudah berada di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kota. Mereka berdua menuju outlet pakaian. Pasha memilih beberapa pakaian casual, dan juga sekalian membelikan Era. Namun sayangnya Era menolak.


“Nggak perlu, King. Aku masih punya baju yang jarang aku pakai.” Tolak Era dengan sopan saat Pasha memaksanya.


Rupanya Pasha tetap kekeh ingin membelikan Era baju. Akhirnya dia memilih satu stel baju yang menurutnya sangat cocok dengan Era. Bahkan harganya juga sangat mahal.


“Aku tidak menerima penolakan. Anggap saja kenang-kenangan dariku.” Ujar Pasha setelah memberikan baju itu pada Era.


“Kenang-kenangan? Kamu mau pergi kemana memangnya?” tanya Era tak terima dengan ucapan Pasha baru saja.


“Sorry, bukan seperti itu maksudku. Anggap saja hadiah dariku.” Ralat Pasha setelah sadar akan kesalahannya.


Era tak menyahut lagi. setelah menyelesaikan pembayarannya, mereka berdua langsung menuju ke restoran untuk makan malam dulu sebelum pulang.


Tak banyak yang mereka obrolkan saat makan malam itu. keduanya sama-sama fokus dengan makanannya. Era sendiri rasanya sangat malas ngapa-ngapain. Bawaannya ingin tidur saja.


Setelah makan malam, mereka berdua benar-benar pulang. Pasha mengantar Era pulang ke rumahnya dan meminta perempuan itu istirahat agar besok lebih fresh saat berangkat.


“Nggak, kok. Aku ingin tidur saja, ngantuk banget.” Jawab Era sambil menguap.


Pasha menelisik wajah sayu Era. Sebelum pulang, ia ingin meminta sesuatu dulu dari Era agar nanti juga tidurnya nyenyak. Tanpa aba-aba, ia langsung menahan tengkuk Era dan mendaratkan ciumannya yang begitu lembut.


Era yang sempat terkejut, akhirnya menikmati ciuman itu. bahkan ia ikut membalas ciuman itu. jujur saja Era seperti mendapat suntikan semangat setelah mendapat ciuman dari pujaan hatinya.


“Maaf, bibir kamu sampai bengkak.” Ucap Pasha sambil mengusap bekas salivanya yang tertinggal di bibir Era.


“Ehm, ya sudah kamu pulang sana! Aku sangat ngantuk.” Era mencoba menghindari tatapan Pasha.


Sedangkan Pasha hanya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya. Andai saja statusnya sudah sah menjadi suami Era, tentu saja malam ini ia bisa tidur bersama memadu kasih dengan Era. Kenapa juga Pasha tiba-tiba teringat dengan malam khilaf waktu itu. dan dia ingin mengulanginya lagi.

__ADS_1


“Ya sudah, selamat malam! selamat beristirahat! Sampai jumpa besok, Sayang!”


Kata “Sayang” yang keluar dari bibir Pasha baru saja semakin membuat hati Era berbunga-bunga. Dia juga mempunyai pemikiran yang sama dengan Pasha. ingin segera hidup bersama dengan pria yang ia cintai itu.


***


Keesokan harinya, semua karyawan sudah berkumpul di kantor untuk acara gathering. Mereka berangkat naik bus. Karena lebih efisien. Mengingat jumlah karyawan yang cukup banyak. Jika menggunakan mobil pribadi masing-masing rasanya tempat parkir di villa juga tidak akan muat.


Era yang sejak tadi sudah berkumpul dengan teman-teman satu divisinya terlihat sedang berbincang-bincang satu sama lain. Bahkan dengan divisi lain juga. namun ada satu hal yang terasa kurang di hati Era. Yaitu keberadaan sahabatnya. di saat seperti ini harusnya ia juga bersenang-senang dengan Tatia. Sayangnya perempuan itu sudah tidak lagi bekerja bersamanya.


Teman-teman Era lainnya juga merasa kehilangan tanpa adanya Tatia yang selalu membuat heboh suasana. Namun mereka juga sadar akan kesehatan kandungan temannya itu.


Beberapa saat kemudian mereka semua sudah naik bus. Termasuk Pasha juga ikut satu bus bersama karyawannya. Padahal bisa saja pria itu naik mobilnya sendiri. Hanya saja ia ingin berada dekat dengan Era, jadi memilih ikut naik bus.


Keberadaan Pasha di dalam bus bersama karyawannya tentu saja membuat heboh karyawan perempuan yang selalu memuja-muja ketampanan Ceo mereka. Apalagi sikap Pasha yang begitu ramah pada semua orang, semakin membuat mereka kaum hawa klepe-klepek.


Niat hati ingin duduk berdua dengan Era, namun sayangnya saat Pasha baru naik, ia sudah melihat Era duduk bersama temannya. Alhasil ia memilih duduk sendiri di bangku depan. Dan tiba-tiba saja Yeslin yang mengetahui ada peluang besar, ia segera berpindah tempat duduk dan duduk bersama Pasha.


“Aku di sini saja ya, King! Di belakang aku tidak nyaman berdesak-desakan.” Ucap Yeslin berbohong.


Sementara Era yang duduk tak jauh dari bangku Yeslin dan Pasha hanya tersenyum kecut saat melihat kedekatan Pasha dan Yeslin. Apalagi Pasha tidak menolaknya.


“Jangan khawatir! Aku tidak akan pindah ke lain hati, walau ada perempuan lain yang duduk di sampingku.” Pasha mengirim pesan singkat itu pada Era. Karena dia yakin kalau Era sudah berpikiran macam-macam tentangnya.


“Dasar Kang Gombal!” balas Era.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2