
“Duduklah! Ujar Rayyan setelah ia memesankan makanan untuk Serena.
Rayyan melanjutkan makannya, sedangkan Serena hanya diam dengan melempar pandangannya ke samping.
Tak lama kemudian terdengar suara bel pintu. Bertepatan dengan Rayyan yang sudah menghabiskan spaghettinya. Rayyan pun segera membukakan pintu untuk mengambil makanan yang ia pesan untuk Serena.
“Makanlah!” Rayyan memberikan paper bag berisi makanan pada Serena.
“Terima kasih.” Serena mengambilnya dan langsung makan.
***
Keesokan harinya, Rayyan sudah bersiap untuk pergi ke kantor. tentu saja dengan Serena yang akan menjadi sekretaris barunya.
Ya, semenjak Era sudah resign dari perusahaan, akhirnya Rayyan menempati jabatannya yang seharusnya sudah sejak dulu ia tempati. Yaitu sebagai CEO. Mungkin karena sudah nyaman bersama Era, jadi ia memilih posisi yang bisa satu tim dengan Era.
Serena melihat penampilan Rayyan yang sudah rapi tampak sangat gagah dan menawan. Dia segera menundukkan kepalanya agar tidak lupa diri setelah melihat ketampanan Rayyan. Sedangka Serena memakai pakaian kerjanya seperti biasa, yang ia bawa. Pakaian yang cenderung mini. Karena memang keseharian Serena memakai pakaian itu.
“Pakai kartu ini! pinnya tanggal pernikahan kita.” Rayyan memberikan sebuah kartu sakti yang tentunya berisi banyak uang.
“Tidak perlu. Aku punya uang sendiri.” Tolak Serena.
“Ambil!” Rayyan tidak menerima penolakan.
“Dan beli pakaian yang cocok dengan kawasan kamu bekerja. Meskipun di sini sekss bebas sudah hal yang wajar, namun di perusahaan tetap menjaga kesopanan dalam berpakaian. Kamu bekerja di sini, bukan menjual diri.”
Kalimat terakhir yang keluar dari mulut Rayyan tentu saja sangat menyakitkan hati Serena. Namun Serena juga sadar kalau memang dulu ia berpakaian sekssi saat bekerja karena ada tujuannya. Dan kini kehidupannya sudah berubah total. Niat ingin balas dendam dengan mantannya dengan menggoda atasannya sudah tidak ada lagi. jadi ia harus mengubah penampilannya.
“Baiklah.” Jawab Serena.
__ADS_1
Sebelum berangkat, Serena masuk ke kamarnya untuk mengambil blazer yang akan menutup kemolekan tubuhnya. Meskipun masih terlihat sekksi di mata Rayyan, setidaknya itu lebih baik daripada tidak memakai blazer.
*
Setibanya di kantor, Rayyan langsung memberitahu Serena ruangannya, yang ternyata berada dalam satu ruangan dengan CEO.
“Duduklah! Berhubung kamu masih baru di sini, pelajari dulu tentang seluk beluk perusahaan ini. sebentar lagi aku akan mengirimkan file melalui email. Apa alamat email kamu?”
Serena langsung mengambil sebuah kertas dan menulis alamat emailnya, kemudian diberikan pada Rayyan.
Mereka berdua pun duduk di tempatnya masing-masing. Rayyan sendiri mulai sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu. Membuat Serena beranjak dari duduknya untuk membuka pintu. Namun belum sempat melangkah, pintu sudah terbuka. Dan yang datang adalah Papa Chan.
Serena mengangguk hormat pada pria yang berstatus sebagai mertuanya itu. meskipun masih takut, namun Serena berusaha untuk tetap tenang.
“Ini dokumen yang harus kamu pelajari tentang proyek baru perusahaan. Segera jadwalkan meeting dengan pemilik perusahaan itu.” ucap Papa Chan sambil menyerahkan mapa yang ia bawa pada Rayyan.
“Baik, Pa.”
Untuk kedatangan Rayyan dan Serena, Papa Chan juga sudah tahu dari istrinya. Termasuk mereka yang memutuskan tinggal di sebuah apartemen. Papa Chan juga tidak marah. Anaknya sudah dewasa, pastinya bisa berpikir dewasa pula tanpa harus ada campur tangan dari orang tuanya lagi. kecuali Rayyan memang sangat membutuhkan bantuannya.
Usai menyerahkan dokumen itu, Papa Chan langsung kembali ke ruangannya. Sebelum keluar, pria itu melihat ke arah Serena yang masih berdiri dan menunduk sopan.
“Datanglah ke rumah dengan suami kamu. Bagaimana pun juga kami juga orang tua kamu. Bukan hanya mertua.” Ucap Papa Chan pada Serena.
“Baik, Pa.” jawab Serena dengan sopan.
**
Di hari pertama Serena bekerja, dia lebih banyak memiliki waktu luang. Karena sejak tadi hanya mempelajari beberapa dokumen perusahaan yang diberikan oleh Rayyan. Dan siang ini, sebelum jam makan siang tiba, Rayyan ada meeting kilat bersama beberapa staaf karyawannya. Serena pun harus ikut.
__ADS_1
Setibanya di ruangan meeting, Serena langsung menunduk sopan pada beberapa staff lain yang sudah datang lebih dulu. meskipun mereka tidak saling kenal, namun sambutan mereka terhadap Serena cukup hangat. Sangat berbeda sekali dengan tempat kerjanya terdahulu. Di mana jika ada orang baru, pasti akan mendengar bisik-bisik dari karyawan lama yang sudah mengomentari dirinya baik secara fisik maupun tingkah laku. Dan hal itu cukup membuat Serena nyaman untuk pertama kalinya bekerja di sini.
Meeting yang dimpimpin Rayyan itu berjalan cukup singkat. Tidak ada perkenalan buat Serena. Bahkan untuk memberitahu statusnya pun tidak. Mereka cukup tahu saat Rayyan memberikan Serena tugas, itu artinya Serena adalah sekretaris baru bosnya.
Usai meeting, Rayyan dan Serena masuk kembali ke dalam ruang kerjanya sebelum pergi untuk makan siang. Inilah yang menbuat Serena bingung. Dia belum mengerti sepenuhnya tentang seluk beluk perusahaan ini. apakah dia harus ikut Rayyan pergi makan siang. Tapi rasanya sangat tidak sopan, meskipun status mereka suami istri.
Cklek
Rayyan membuka pintu ruang kerjanya. ternyata di dalam sudah ada seseorang yang menunggunya. Mungkin bisa dikatakan sebagai dewi penyelamat Serena.
“Sudah selesai meetingnya? Ayo ke ruangan Papa! Kita makan siang bersama.” Ujar Mama Feby dengan lembut. Setelah itu menggandeng Serena dan mengajaknya keluar lebih dulu.
Rayyan pun berjalan mengikuti dua wanita di depannya itu menuju ruangan Papanya. Sesampainya di sana, ternyata beberapa menu makanan yang dibawa Mama Feby sudah tertata rapi di atas meja. Mereka berempat mengambil tempat duduk masing-masing.
Serena masih diam dan terkesan canggung. Dia melihat Mama Feby mengambilkan makanan untuk suaminya. sedangkan Rayyan sejak tadi tampak sibuk dengan ponselnya. Tanpa menunggu petintah dan demi menjaga nama baik dirinya dan Rayyan, akhirnya Serena berinisiatif mengambilkan makanan untuk Rayyan.
“Ini!” Serena mengambilkan makanan untuk Rayyan tanpa bertanya menu kesukaan pria itu.
Rayyan terkejut sekaligus salah tingkah saat Serena melayaninya. Namun dia juga menerima piring berisi makanan itu. sedangkan Mama Feby tersenyum senang melihat Serena yang mulai perhatian pada Rayyan.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1