Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
80. Tersesat


__ADS_3

#Flashback On


Tadi pagi Pasha memang sudah menunggu Era di bawah untuk jogging bersama. Namun tiba-tiba ia lupa tidak membawa ponselnya. Akhirnya ia kembali lagi ke kamarnya untuk mengambil ponsel. Kebetulan saat itu ponselnya berdering. Ada panggilan dari Papanya yang membahas masalah yang terjadi di perusahaan luar negeri. setelah itu Pasha kembali turun untuk menemui Era. Tapi sayangnya di sana sudah sepi. Kemungkinan orang-orang yang lainnya juga sudah pergi sendiri-sendiri atau bersama teman yang lainnya.


Pasha pun bertanya pada salah satu karyawannya yang kebetulan lewat, barangkali saja tahu Era. Dan memang saat pria itu tadi hendak membeli rokok, seklias melihat Era sedang menuju ke arah air terjun. Pasha pun segera menyusulnya.


Namun tanpa sengaja Pasha melihat Yeslin yang sedang berdiri tak jauh dari tempatnya. Entah kenapa perasaannya tidak enak. Apalagi ia sempat melihat senyum sinis Yeslin sebelum masuk kembali ke Villa.


Kini Pasha pun segera menuju arah air terjun. Namun sayangnya jalan itu terlihat sangat sepi. Untuk memastikannya, Pasha bertanya pada salah satu warga yang sedang melintas.


“Loh, arah air terjun bukan ke sana, Mas. kebalik ini jalan petunjuknya.” Ucap orang itu, lalu membenarkan posisi papan petunjuk jalan yang terbuat dari kayu.


Benar firasatnya. Mungkin ini masih ada campur tangannya dengan Yeslin. Akhirnya Pasha pun menuju jalan yang salah tersebut. Dia mengabaikan arahan warga tadi yang mengatakan kalau ia salah jalan. Karena saat ini Era yang lebih penting.


Pasha melewati jalan yang cukup terjal dan sangat sepi. Berulang kali memanggil nama Era, namun tidak ada sahutan sama sekali. Pasha mencoba menghubungi Era, namun rupanya tidak ada sinyal di sana. Hingga waktu sudah beranjak siang, Pasha samar-samar mendengar suara seseorang yang sedang merintih kesakitan. Tapi dia bingung di mana sumber suara itu. karena bersamaan dengan suara gemericik air sungai yang mengalir dengan deras.


Pasha sangat terkejut saat melihat Era sedang berada di tepian sungai dengan kondisi tubuh basah kuyup, ambil memijit pergelangan kakinya.


“Era, Astaga! Apa yang terjadi denganmu, Ra?”


Mungkin air mata Era sudah kering, hingga ia hanya bisa mengeuarkan suara rintihan kesakitannya. Dan dia mengatakan kalau sejak tadi tersesat dan tidak bisa kembali ke Villa. Naasnya, saat ia mencoba berjalan mengikuti arus sungai, justru ia terpeleset hingga kakinya terkilir.


#Flashback Off


Pasha langsung menarik tangan Yeslin dan membawanya keluar dari Villa. Dia inginmeminta penjelasan pada perempuan yang sudah ia curigai yang telah membuat Era celaka.


“Ada apa sih, King? Sakit tahu!” keluh Yeslin melepas paksa genggaman tangan Pasha.


“Katakan dengan jujur kalau kamu yang telah membuat Era tersesat!”


Yeslin tampak kesusahan menelan salivanya. Bagaimana Pasha bisa tahu kalau dirinya lah yang membuat Era tersesat. Namun sayangnya perempuan itu masih bisa kembali dengan selamat. Bahkan Pasha yang menyelamatkannya. Dan Yeslin tetap tidak akan mengakui kesalahannya.

__ADS_1


“Kamu jangan nuduh sembarangan tanpa bukti ya, King! Boleh kamu menolak cintaku, tapi jangan menuduhku kalau aku lah yang mencelakai Bu Era karena iri dengan hubungan kalian.” jawab Yeslin meyakinkan.


“Memang aku tidak punya bukti. Tapi awas saja kalau terbukti kamu yang mencelakai Era, aku tidak akan memberikan ampun padamu.” Ancam Pasha dan segera masuk Villa untuk melihat keadaan Era.


**


Sore itu rombongan karyawan perusahaan Pasha akhirnya pulang. meskipun terlambat dari jadwal yang telah ditentukan akibat hilangnya Era, namun mereka tidak begitu mempermasalahkannya. Sungguh semua karyawan Pasha sangat peduli dan saling pengertian dengan sesama karyawan lainnya. Apalagi Era yang sebagai seorang kepala HRD, jelas mereka ikut prihatin dengan musibah yang baru saja menimpanya.


Pasha akhirnya meminta duduk bersama Era dalam bus itu. dia ingin memastikan kalau keadaan Era sudah membaik. Dan beruntungnya kaki Era yang terkilir tadi sudah lebih baik.


“Jangan seperti ini, King!” Era berusaha menghindar saat Pasha hendak menarik tubuhnya agar bersandar pada pundaknya. Sungguh Era sangat tidak nyaman dengan posisi seperti itu, apalagi banyak orang yang melihatnya.


Pasha pun tidak memaksa lagi. dia cukup tahu kalau Era tidak nyaman. Akhirnya ia membiarkan Era beristirahat selama perjalanan pulang.


Beberapa saat kemudian mereka sudah tiba di kantor. Era sendiri langung pulang dengan mengendarai mobilnya sendiri. Dia menolak diantar oleh Pasha, entah apa alasannya. Apalagi melihat raut wajah Yeslin yang tampak culas sejak tadi, ia memilih menghindar saja. termasuk menolak tawaran Pasha.


Era yakin kalau kejadian yang menimpanya tadi masih ada campur tangan Yeslin. Namun ia tidak berani menuduhnya tanpa ada bukti.


“Ok.” Jawab Era singkat dan langsung melajukan mobilnya.


Setelah dari acara gathering, Era menggunakan waktunya untuk istirahat di rumah saja. karena besok sudah kembali lagi bekerja. Era benar-benar ingin istirahat dari rasa lelah yang menderanya selama di Villa kemarin. Bahkan ia melarang Pasha datang ke rumahnya, karena tidak ingin istirahatnya terganggu.


***


Hari-hari berikutnya, Era kembali menjalani rutinitasnya. Hubungannya dengan Pasha juga seperti biasanya. Kalau ada waktu, mereka akan menghabiskannya berdua dengan jalan atau nonton. Dan mengenai perkembangan hubungannya, Era cukup pengertian. Karena dia tahu sendiri kalau Papa Pasha yang tak lain direktur utaman tempat ia bekerja masih sering bolak balik ke luar negeri. jadi Pasha belum berani mengganggu waktu Papanya untuk membahas hubungannya dengan Era.


Dan, hari ini Papa Nabil sudah kembali lagi ke perusahaan. Pria itu juga masih sibuk dengan beberapa urusan kantor. namun setidaknya bisa membuat Pasha lega jika ingin menyampaikan niat baiknya itu.


Pasha masuk ke dalam ruang kerja Papanya. Tampak pria paruh baya itu sedang fokus di depan layar laptopnya.


“Pa!” seru Pasha.

__ADS_1


“Iya, ada apa, King?”


“Ada yang ingin Pasha bicarakan dengan Papa.”


Papa Nabil pun menghentikan sejenak pekerjaannya. Sepertinya ada hal serius yang ingin disampaikan oleh anaknya. dan sepertinya juga bukan tentang pekerjaan.


“Pa, Pasha ingin mengenalkan seseorang pada Papa dan Mama. kapan Papa ada,-“


Belum sempat Pasha melanjutkan ucapannya, terdengar suara deringan ponsel Papanya. Papa Nabil pun mengangkatnya dulu.


“Ada apa, Pa?” tanya Pasha saat melihat wajah panik Papanya.


“Kamu cepat ke ruangan Yeslin! Papa akan ke rumah sakit sekarang.”


“Ada apa, Pa? siapa yang sakit?” tanya Pasha bingung.


Namun sayangnya papa Nabil sudah lebih dulu keluar dari ruangannya. Pasha pun segera datang ke ruangan Yeslin, walau dia masih kesal dengannya.


Sementara itu Era yang sejak tadi menghubungi Pasha karena ingin mengajak kekasihnya itu untuk makan siang di luar, namun sampai saat ini belum ada jawaban. Kebetulan Era memang sedang ingin makan siang bersama Pasha. akhirnya ia memilih untuk makan diluar sendirian saja. Mengingat Tatia sudah tidak lagi bekerja dengannya.


Saat Era baru saja keluar dari lift, kebetulan lift sebelah juga terbuka dan muncullah sosok yang sejak tadi ia cari. Namun sayangnya Era harus mengurungkan niatnya untuk memanggil Pasha saat melihat pria itu sedang berjalan sambil memeluk Yeslin. Bahkan Pasha sama sekali tidak melihat Era yang tampak jelas di matanya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


 


__ADS_2