
Era tampak melongo setelah mendapatkan ciuman singkat dari Pasha. otaknya seperti tidak bisa berpikir apa-apa.
“Kenapa? Mau nambah lagi yang lebih lama?” goda Pasha sambil menaik-turunkan alisnya.
“Dasar mesyuummm!!!! Cepat buka!” kesal Era setelah sadar apa yang baru saja Pasha lakukan.
Klik
Era segera keluar dari mobil begitu pintunya terbuka. Sedangkan Pasha hanya senyum-senyum sendiri menatap punggung Era yang semakin menjauh. Tak lupa ia memegangi bibirnya yang masih menyisakan rasa manis dari bibir Era.
Tiba-tiba bibir Pasha tersenyum lebar saat mendapati Era berbalik badan kembali ke arahnya. Apakah Era benar-benar ingin menambah durasi ciumannya tadi. sungguh Pasha tidak menolak jika Era menginginkannya.
Tuk tuk tuk
Era mengetuk kaca mobil Pasha.
“Iya, my princess? Do you wanna additional kisses?” tanya Pasha setelah membukakan pintu mobilnya.
Era hanya tersenyum sinis. Setelah itu dia masuk ke dalam mobil Pasha, dan membuat pria itu tersenyum senang karena mengira kalau Era benar-benar minta ciuman tambahan.
“Thanks ya? Untung saja kamu belum pulang.” ucap Era setelah keluar dari mobil Pasha sambil membawa tas dan paper bag berisi ponsel barunya yang tadi tertinggal di jog belakang mobil Pasha.
“Yaahhh kirain!!” gerutu Pasha sambil menggaruk kepalanya.
**
Malam ini, setelah seharian penuh jalan-jalan dengan Pasha, Era sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. perempuan itu senyum-senyum sendiri karena masih tidak percaya kalau pada akhirnya hatinya jatuh pada seseorang yang sejak awal pertemuannya sudah membuatnya kesal.
Era sendiri masih bingung, kenapa tiba-tiba ia bisa jatuh cinta pada sosok pria yang usianya jauh di bawahnya itu. ya, meskipun usia bukan lagi masalah seseorang untuk menjalin sebuah hubungan. Namun yang masih mmebuat Era heran, bisa-bisanya ia sebahagia ini setelah resmi menyandang status kekasih Pasha.
__ADS_1
“Tapi aku masih waras kan ini? meskipun mempunyai pacar brondong.” Gumamnya sambil mencubit-cubit pipinya.
“Eh, iya masih waras. Tapi ini gila nggak sih, aku jadi pacarnya tuh bocah?” lagi-lagi Era bertanya pada dirinya sendiri.
Entah sampai jam berapa Era baru bisa memejamkan matanya. sungguh aneh memang. Tapi kenyataannya seperti itu. Era merasa seperti ABG yang baru saja puber. Padahal usianya juga sudah tidak muda lagi. dan ini juga bukan pertama kalinya ia menjalin sebuah hubungan. Atau mungkin saja Era sudah lupa bagaimana dulu saat menjalin kasih dengan mantan kekasihnya. Jelas saja lupa. Karena rasa sakit yang ditorehkan pria itu lah yang membuat hatinya seketika tertutup rapat.
Begitu juga yang sedang dialami oleh Pasha. waktu sudah larut malam, namun matanya juga masih belum terpejam juga. apalagi di bibirnya masih merasakan manis bibir Era tadi.
Pasha juga tidak menyangka kalau hatinya bisa sebahagia ini. padahal setiap hari ia hampir dibuat jengkel oleh Era di kantor. namun kenapa sekarang perempuan itu bisa mencuri hatinya.
Terkadang memang jalan Tuhan untuk mempertemukan seseorang dengan pasangannya itu sangat unik. Seperti yang dialami oleh Pasha dan Era sekarang ini. dan Pasha pun berjanji untuk terus mempertahankan cintanya ini sampai ke jenjang yang lebih serius lagi. karena hubungannya dengan Era masih awal, dan tidak mungkin membahas masalah pernikahan secepat itu.
Pasha melihat jam dinding di kamarnya masih menunjukkan pukul setengah dua dini hari. Dan sampai sekarang pun matanya masih belum redup.
“Arghh…. Kenapa lama sekali sih paginya. Aku sudah nggak sabar bertemu dengannya.” gerutu Pasha sambil mengacak-acak rambutnya.
“Apa Era sekarang juga tidak bisa tidur, ya? Apa dia juga sedang memikirkan aku?” tanyanya pada diri sendiri.
“Oh iya, kan ponselnya baru beli. Pasti nomornya juga ganti kan?” gumamnya.
**
Setelah semalam memikirkan Era, jam tiga dini hari Pasha baru bisa memejamkan matanya. dan sekarang pun saat sudah jam enam pagi, ia harus sudah bangun. Padahal matanya masih sangat ngantuk. Tapi setelah itu ia sadar kalau sebentar lagi akan pergi ke kantor. itu artinya ia akan bertemu dengan Era.
Pasha kini sudah berada di ruang makan dengan Papa dan Mamanya. Sedangkan Queen dan suaminya sudah sudah pulang sejak kemarin sore. Padahal Queen sudah menunggu Pasha untuk diinterogasi mengenai hubungannya dengan Era. Dan Pasha pun beruntung karena tidak bertemu dengan sang kakak setelah pulang dari kencan bersama Era.
“King, coba nanti kamu lihat kepala HRD sudah kembali ke kantor apa belum. Selama dua hari Juleha tidak datang ke kantor tanpa ijin.” Ucap Papa Nabil.
“Oh dia pasti masuk hari ini, Pa. ponselnya hilang saat perjalanan ke rumah Bibinya. Sepupunya meninggal.” Jawab Pasha dengan entengnya tanpa melihat raut wajah Mama dan Papanya.
__ADS_1
“Bagaimana kamu bisa tahu sedetail itu, King? Apa kamu dekat dengan-?” tanya Mama Shanum.
“Bukan seperti itu, Ma. Kebetulan kemarin Pasha bertemu dengan Era. Jadi sekalian aku tanyain kenapa dia nggak masuk selama dua hari.” Sahut Pasha dengan gugup, karena ia merasa Mamanya mulai mencurigainya.
Papa Nabil hanya mendengarkan ucapan Pasha. padahal selama Era tidak masuk, Pasha juga tidak tahu kabar apapun. Karena saat itu Pasha sedang berada di luar negeri, dan baru datang di hari kedua Era absen tanpa ijin. Pria itu semakin yakin kalau antara Pasha dengan kepala HRD itu memang benar-benar ada hubungan special. Namun Papa Nabil tidak ingin mendesak atau terlalu kepo. Biarkan Pasha sendiri yang mengatakannya nanti.
Mama Shanum yang tidak terlalu paham, mencoba untuk percaya saja apa yang dikatakan oleh Pasha. setelah itu mereka bertiga melanjutkan sarapan paginya.
Kini Pasha sudah siap berangkat ke kantor dengan mengendarai mobilnya sendiri. Sedangkan Papa Nabil diantar oleh sopir pribadinya. Namun berangkatnya agak siang.
“Mas, aku kok ngerasa ada yang aneh sih dengan King?” tanya Mama Shanum pada suaminya yang kini sedang berada di ruang kerjanya.
“Aneh gimana maksud kamu, Sayang?”
“Semenjak dia menjabat sebagai CEO, King terlihat lebih bersemangat pergi ke kantor. kamu tahu kan dulu saat ditempatkan di kantor cabang, kamu sering dapat laporan kalau dia malas-malasan datang ke kantor?”
“Mungkin dia sudah berpikir dewasa kalau tidak selamanya akan bersikap malas-malasan. Apalagi dia seorang laki-laki yang memiliki tanggung jawab penuh untuk keluarganya nanti.”
“Ya, benar sih. Tapi aku kok merasa perubahan King itu ada penyebabnya. Misalnya saja ada seseorang yang membuatnya lebih semangat datang ke kantor.”
“Kalau memang seperti itu, tidak masalah kan, Sayang? Justru sangat bagus.”
Mama Shanum tampak terdiam. Memang yang dikatakan oleh suaminya itu benar. namun tiba-tiba dia teringat dengan pembicaraannya bersama kedua orang tua Yeslin saat makan malam beberapa waktu yang lalu. Ya, meskipun Mama Shanum dan suaminya tidak pernah memaksakan kehendak anak-anaknya, mau dengan siapa menjalin hubungan asmara. Namun Mama Shanum juga tidak enak dengan kedua orang tua Yeslin yang menghendaki perjodohan dengan anaknya.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading!!