Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
71. Sarapan Bersama


__ADS_3

Era masih diam dalam pelukan Pasha. sungguh hatinya sakit atas hinaan yang dilontarkan oleh sepupunya tadi. namun yang membuat Era lebih bersedih lagi adalah ketika mengingat paman dan bibinya. Bagaimana kalau mereka tahu ternyata kedatangan Nola ke sini justru membawa masalah besar dalam hidupnya. Sungguh Era sangat kasihan dengan paman dan bibinya.


“Ra, sudah ya? Perempuan itu tidak akan datang lagi ke sini mengganggumu.”


Era terkejut. Lalu ia melepaskan diri dari pelukan Pasha untuk meminta penjelasan apa yang dimaksud oleh kekasihnya baru saja.


“Apa yang kamu lakukan padanya, King?” tanya Era dengan cemas.


“Ra, aku nggak terima orang yang aku cintai dikatai seperti tadi. jadi, biarkan dia menerima hukumannya. Aku nggak ngelakuin apa-apa. Aku hanya menjauhkan kamu dari dia.” Jawab Pasha yang lebih memilih bicara seperti itu, agar Era tidak berpikiran yang macam-macam.


Akhirnya Era pun percaya. Entah apa yang akan disampaikan pada paman dan bibinya nanti kalau bertany keberadaan Nola.


*


Pasha yang awalnya ingin langsung pulang ke rumah karena masih ada banyak pekerjaan, akhirnya niat itu ia urungkan. Apalagi setelah melihat keadaan kekasihnya sedang tidak baik-baik saja.


Sebenaranya Era juga sudah meminta Pasha agar pulang, dan meyakinkan pada pria itu kalau dirinya baik-baik saja. namun tetap saja Pasha masih khawatir.


Pukul sepuluh malam, Era sudah tertidur di atas sofa dengan kepala berbantalkan paha Pasha. terlihat jelas mata sembab Era yang sejak tadi memang tak berhenti menangis. Sungguh Pasha sangat iba dengan keadaan Era saat ini. padahal ia pikir setelah urusannya dengan Hagi beres, Era sudah lebih tenang dan nyaman menjalani hidup. Teernyata masih saja ada masalah yang menghampirinya.


Melihat posisi tidur Era yang tidak nyaman, akhirnya Pasha memindahkan Era ke kamarnya. Dia mengangkat dengan pelan tubuh Era dan membawanya masuk ke kamar. setelah merebahkan tubuh Era, Pasha menyelimutinya. Mungkin saking lelahnya, Era samapi tidak bangun ataupun terganggu saat Pasha menggendongnya tadi.


“Ra, aku pulang dulu ya? Besok pagi aku jemput kamu.” Bisiknya pelan dengan meninggalkan kecupan singkat di keningnya.


Akhirnya Pasha memilih pulang. walau ia masih tidak tenang untuk meninggalkan Era sendirian di rumah dalam keadaan seperti tadi. dia hanya berharap semoga Era baik-baik saja.


Pasha mengambil salah satu kunci rumah Era, lalu menguncinya dari luar. Setelah itu ia pulang.


***


Keesokan paginya Era sudah bangun. Dia melihat sekelilingnya. Ternyata sedang berada di dalam kamarnya sendiri. Padahal semalam ia tidur di sofa dengan ditemani oleh Pasha. lalu kemana kekasihnya sekarang. Era buru-buru keluar kamar untuk melihat apakah Pasha juga tidur di rumahnya. Ternyata di sana tidak Pasha. itu artinya semalam Pasha pulang setelah memindahkan dirinya ke kamar.


Cklek


Tatapan Era tertuju pada pintu rumahnya yang terbuka.

__ADS_1


“King!”


Padahal masih jam lima pagi. kenapa Pasha sudah datang ke rumahnya. Sementara pria itu hanya tersenyum tipis melihatnya.


“Bagaimana keadaan kamu?” Pasha menghampiri Era lalu memeluk perempuan itu.


“Ehm, aku baik-baik saja. sorry, jangan seperti ini. aku belum mandi.”


“Aku sudah tahu kok. Tuh mata kamu masih ada,hmmpp”


“Diam!” Era langsung membekap mulut Pasha yang akan mengatakan sesuatu yang jelas akan membuatnya malu. Sedangkan Pasha hanya menahan senyumnya. Itu artinya Era sudah baik-baik saja.


“Aku cuci muka dulu. kenapa juga kamu pagi-pagi sekali sudah ke sini?”


“Aku khawatir dengan keadaan kamu, Ra.”


Pasha duduk di sofa membiarkan Era masuk ke kamar untuk cuci muka. Sementara dirinya mengambil macbook’nya untuk melanjutkan pekerjaannya yang semalam belum selesai.


Ya, semalam setelah pulang dari rumah Era, Pasha melanjutkan pekerjaannya dulu. namun pikirannya tidak tenang karena mengkhawatirkan Era. Akhirnya ia memilih tidur saja, dan bangun pagi-pagi sekali agar bisa ke rumah Era.


“Nih, minum dulu!” Era membawa nampan berisi kopi susu untuk Pasha yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


“King, harusnya kamu tidak perlu repot-repot seperti ini. pekerjaan kamu juga banyak. Aku yang jadi merasa tidak enak sama kamu.”


“Sudah, jangan dipikirkan. Justru aku sangat senang pagi ini bisa melihatmu bangun tidur. Nah, sekarang kamu masak ya buat aku? itung-itung latihan hidup berumah tangga. Ya nggak?” candanya sambil mengerlingkan mata.


Era hanya menggelengkan kepalanya. Tidak dipungkiri kalau ia juga sangat senang dengan kedatangan Pasha pagi ini. Akhirnya Era pun menuju dapur untuk memasak. Sedangkan Pasha kembali melanjutkan pekerjaannya.


Setelah menyelesaikan serangkaian aktivitas paginya, Era lagsung mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor. namun ia dan Pasha akan sarapan dulu tentunya.


“Apa belum selesai?” tanya Era yang sudah rapi dan duduk di samping Pasha.


“Cantik sekali sih!” puji Pasha mengalihkan tatapannya pada Era.


“Sejak dulu sudah cantik kok. Ayo sarapan dulu, aku sudah lapar nih.”

__ADS_1


Mereka pun sarapan dulu sebelum berangkat ke kantor. Perut Pasha pagi ini benar-benar dimanjakan dnegan masakan Era yang selalu enak. Biasanya ia akan makan siang dengan bekal yang dibawakan Era. Tapi tidak hari ini. dia langsung menyantap makanan hasil olahan Era, bahkan ditemani langsung oleh orangnya. Sungguh Pasha merasa seperti sudah hidup berumah tangga dengan Era.


“Oh iya, Ra. Weekend lusa jadinya kita jalan kemana? Apa kamu sudah punya ide?”


Pasha bertanya seperti itu agar Era tidak lagi membahas masaah kemarin malam tentang sepupunya. Sepertinya Era juga butuh waktu untuk liburan setelah beberapa masalah sempat mengacaukan hidupnya akhir-akhir ini.


“Bagaimana kalau ke danau saja, sambil kemping kecil-kecilan gitu. Dan kita membawa perlatan lengkap seperti kemping sungguhan. Apa kamu tidak keberatan?”


“Wah, ide bagus tuh Ra. Ok, aku setuju. Nanti perlatannya biar aku yang siapin. Kamu siapin bahan makanannya. Atau kita nanti belanja dulu. bagaimana?”


“Gampanglah, bisa diatur itu.”


Setelah menyelesaikan sarapannya, Pasha juga sudah selesai dengan pekerjaannya, mereka berdua pun segera pergi ke kantor. dan hari ini Era dan Pasha juga berangkat satu mobil. Era sendiri juga sudah mulai membiasakan diri bersama Pasha. entah itu berangkat bersama atau apapun yang dilakukan bersama, tanpa memikirkan omongan orang lain tentang kedekatannya.


Sesampainya di kantor, sepasang kekasih itu berpisah, karena menuju ke ruangan masing-masing. Namun saat Era baru saja keluar dari lift, tiba-tiba saja ada yang menarik tangannya dan membawanya masuk ke lift sebelahnya yang tampak kosong.


“Apa-apaan ini?” kesal Era setelah tahu orang yang menariknya adalah Yeslin.


Bukannya menjawab, Yeslin malah langsung melayangkan tangannya untuk menampar Era karena ia tidak terima saat melihat Pasha berangkat bersama dengan Era. Namun sayangnya Era dengan cepat menangkap tangan Yeslin.


Untuk kali ini Era tidak mau diam seperti dulu, saat Yeslin menamparnya. Dia harus memberi pelajaran pada perempuan itu.


Krreeekkk


Arrghhhh


Yeslin meringis kesakitan saat Era berhasil menepis tangan Yeslin dan memitingnya.


“Lihat cctv itu? kamu mau mengadu karena aku yang menyakiti kamu, hah? Di sana jelas-jelas terlihat kalau kamu yang akan menamparku dulu. sekali lagi kamu mencelakaiku, aku buat patah tangan kecilmu ini.” ancam Era lalu menghempaskan tubuh Yeslin ke dinding lift.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2