
Hari pertama bekerja di tempat baru, sekaligus di negara asing menurut Serena tidak terlalu buruk. Meskipun ia tidak mengenal dekat dengan orang-orang sekitar, termasuk Ceo’nya sendiri bahkan suaminya sendiri, semua itu tidak membuat Serena terlalu terbebani. Mengingat dia adalah tipe orang yang mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Saat jam pulang kerja tiba, Serena ikut pulang bersama Rayyan. Karena memang dia belum terlalu hafal jalan ke arah pulang. mungkin nanti dia akan membiasakan diri pulang pergi dengan naik kendaraan umum.
Rayyan juga tampak biasa saja saat pulang bersama Serena. Seperti berangkat tadi. tidak ada percakapan apapun di antara keduanya. Entah apa yang ada di dalam pikiran Rayyan saat ini. terlebih sejak kehadiran Serena yang secara tiba-tiba di dalam hidupnya.
Namun satu hal yang Rayyan tidak tahu. Secara tidak langsung pria itu sudah melupakan rasa kekecewaannya setelah ditinggal sahabatnya menikah. bahkan saat bertemu dengan Era tempo hari pun Rayyan sudah terlihat biasa saja.
Mungkin hal yang sama dirasakan oleh Serena. Wanita itu juga sudah melupakan sakit hatinya, juga dendamnya pada sang mantan kekasih. Karena kini hidupnya sudah dipenuhi oleh sosok Rayyan yang masih asing baginya. Entahlah, bagaimana waktu nanti akan menjawab hubungan mereka.
Beberapa saat kemudian mobil Rayyan sudah memasuki kompleks apartemen. Serena melihat ada sebuah pusat perbelanjaan yang tak jauh dari apartemen Rayyan. Mungkin nanti ia akan pergi ke sana untuk membeli beberapa keperluannya.
Sesampainya di unit apartemen, mereka berdua masuk ke dalam kamar masing-masing. Serena segera mandi setelah itu pergi belanja.
Rayyan sendiri yang sudah di dalam kamarnya, dia sedang duduk di balkon kamarnya. Memikirkan masa depannya yang akan seperti apa yang harus dia jalani. Sebelumnya Rayyan menikahi Serena karena sangat yakin kalau wanita itu akan hamil anaknya. tapi, sebenarnya itu bukan tujuan utamanya. Bukan masalah anak yang utama. Melainkan tentang rasa tanggung jawab.
Rayyan tidak ingin kejadian Era terulang pada Serena. Walau di antara Era dan Pasha dulu saling mencintai, dan hanya kesalah pahaman.
Sekarang yang membuat pikiran Rayyan kacau adalah bagaimana jika Serena tidak hamil. Tidak mungkin ia memaksa wanita itu untuk yang ketiga kalinya. Karena jujur saja waktu itu ia memaksa Serena lantaran demi memenuhi hasraatnya. Dan sekarang, Rayyan menyesal telah membawa Serena masuk ke dalam hidupnya. Mungkinkah Rayyan akan menceraikan wanita itu jika terbukti tidak hamil?
***
Serena sudah rapi dengan pakaian casualnya. Dia keluar dari kamar dan hendak pergi ke mall untuk berbelanja. Tepat saat ia keluar dari kamar, dia melihat Rayyan menuruni tangga. Pria itu sepertinya belum mandi, karena masih mengenakan kemejanya yang lengannya ia lipat sebatas sikunya.
Jujur saja Serena akui kalau Rayyan adalah sosok pria sempurna. Mungkin idaman banyak wanita. memikirkan hal itu, Serena buru-buru menepis pikirannya yang sedikit aneh itu. tidak mungkin ia mencintai seseorang hanya berdasarkan fisiknya saja. terlebih pria itu telah merenggut mahkotanya, sekaligus menjadikan dirinya sebagai pelarian.
“Ehm, aku mau pergi beli sesuatu.” Pamit Serena.
Ya, bagaimana pun juga di sini Serena menumpang. Dia harus pamit pada si pemilik apartemen jika ingin pergi ke mana pun.
“Mau ke mana?”
“Ke mall. Aku lihat ada mall tidak jauh dari apartemen ini.”
“Jalan kaki?”
“Iya.”
“Tunggu! Aku antar saja.” ucap Rayyan dan kembali menaiki tangga untuk mengambil kunci mobilnya.
__ADS_1
Serena yang hendak menolak pun tidak sempat, karena Rayyan sudah melesat masuk ke dalam kamarnya. Padahal ia tidak ingin merepotkan Rayyan. Dia bisa pergi sendiri. Dan jika pergi diantar oleh Rayyan, nanti dia tidak bisa bebas.
“Ah, sudahlah…” batin Serena pasrah.
Akhirnya tanpa mandi terlebih dahulu Rayyan mengantar Serena pergi berbelanja. Meskipun belum mandi, wajah Rayyan juga masih tampan.
Sesampinya di mall yang hanya ditempuh waktu lima menit, Serena langsung menuju ke tempat buah-buahan dan sayuran. Ya, dia sengaja berbelanja untuk kebutuhan makanan. Karena lidahnya kurang cocok dengan masakan di negara ini. lebih baik memasak sendiri.
Rayyan tidak ikut menemani Serena belanja. Dia hanya menunggu di luar stand buah dan sayuran sambil memainkan gadgetnya.
Puas berbelanja buah dan sayur, Serena masuk ke stand kebutuhan wanita. Rayyan dari luar melihat Serena mendorong trolinya dan memasukkan beberapa barang kebutuhannya. Salah satunya adalah pembalut. Apa itu artinya Serena sudah kedatangan tamu bulanannya? Dan apa itu artinya sebentar lagi ia akan menceraikan Serena dan membiarkan wanita itu hidup bebas seperti yang dia inginkan?
*
Di sini lah mereka sekarang. di sebuah restoran khas Indonesia. Lelah berbelanja, Rayyan pun mengajak Serena makan malam sekalian. Karena tidak mungkin Serena akan memasak dulu.
Rayyan melihat Serena makan sangat lahap. Mungkin wanita itu merindukan masakan khas Indonesia. Dan dia juga ingat saat tadi siang makan di kantor bersama mama dan papanya, Serena hanya makan sedikit. Karena memang yang dibawa mamanya bukan masakan Indonesia.
“Apa kamu tidak suka dengan masakan di negara ini?” tanya Rayyan tiba-tiba.
Serena menghentikan kunyahannya, dan menatap ke arah Rayyan. Lalu ia menjawabnya dengan gelengan kepala.
Rayyan hanya menganggukkan kepalanya. Mungkin nanti ia akan lebih sering mengajak Serena makan makanan khas Indonesia.
“Ehm, apa aku boleh tanya sesuatu?”
Serena yang masih melanjutkan makannya, terpaksa berhenti dulu dan mempersilahkan Rayyan bertanya.
“Apa kamu, ehm.. kamu sedang datang bulan?” tanya Rayyan dengan hati-hati.
Serena benar-benar terkejut dengan pertanyaan Rayyan. Apa gara-gara ia tadi beli pembalut? Jadinya Rayyan menganggap kalau dirinya sedang kedatangan tamu bulanannya.
“Belum. Tapi sebentar lagi aku akan kedatangan tamu bulananku.” Jawab Serena dengan jujur.
Rayyan terdiam setelah mendengar jawaban Serena. Pikirannya semakin berkecamuk. Akankah sebentar lagi dia akan menceraikan Serena? Bahkan pernikahannya saja baru berlangusng dalam hitungan hari.
***
Sementara itu, sepasang pengantin baru yang sedang berbulan madu, tampak sangat mesra. Keduanya tak ada bosan-bosannya untuk terus mengulang percintaan mereka yang begitu dahsyat.
__ADS_1
“Apa kamu lelah, Sayang?” tanya Pasha sambil mengusap punggung polos Era. Sesekali dia juga menciumnya.
“Kalau aku bilang lelah, kamu akan menyuruhku istirahat dan tidak akan mengajak aku jalan-jalan. Dan sebaliknya, jika aku bilang tidak lelah, kamu akan terus menggempurku.” Jawab Era dengan mengerucutkan bibirnya.
Sontak saja Pasha langsung tergelak setelah mendengar jawaban istrinya. Karena jujur saja, dia sangat kecanduan dengan tubuh istrinya. Akhirnya Pasha pun memutuskan untuk mengajak istrinya jalan-jalan nanti malam.
“Sayang, kamu ingat dengan wanita yang kita temui di bandara kemarin? Wanita yang bersama Rayyan?” tanya Pasha tiba-tiba.
“Oh, yang katanya sekretaris baru Rayyan? Iya, aku ingat. memangnya kenapa?”
“Aku khawatir saja.”
Era berbalik badan menatap suaminya. dari raut wajah Pasha terlihat sedang serius. Memangnya ada apa dengan wanita yang menjadi sekretaris Rayyan? Karena Era tidak melihat hal yang aneh.
“Serena itu dulu sekretaris Zafir, suami Khanza. Dan aku pernah bekerja sama dengan perusahaan Zafir. Otomatis aku sering meeting dengannya. dan Serena yang lebih sering mewakili meeting itu.”
“Lalu?” tanya Era mulai membaca hal buruk.
“Tenang, dong! Aku hanya cerita, dan kamu jangan berpikiran macam-macam dulu.”
“Cepat lanjutkan!” ujar Era dengan tatapan tajam.
“Serena sudah beberapa kali menggodaku. Tapi kamu jangan khawatir, aku tidak pernah tergoda dengannya.” ucap Pasha sambil berusaha meyakinkan istrinya.
“Aku khawatir saja jika Serena akan menggoda Rayyan. Entah untuk tujuan apa, namun yang pasti wanita itu sudah ada gelagat tidak baik.”
Era terdiam sejenak. Karena memang kemarin ia melihat Serena tampak menundukkan kepalanya saat bertemu dengannya dan Pasha. apakah mungkin wanita itu takut melihat suaminya, dan takut niat buruknya terbongkar.
“Aku akan memberitahu Rayyan, agar tetap waspada dengan Serena.”
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1