Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
72. Kemping


__ADS_3

Kini Era sudah keluar dari lift dan menuju ke ruangannya. Hatinya juga sedikit lega setelah memberi pelajaran pada Yeslin baru saja. biarkanlah jika Yeslin mengadu pada Pasha. dia tidak peduli. Pasha juga pasti tidak akan percaya dengan ucapan Yeslin.


Era sudah memulai aktivitasnya. Hari ini ia ingin benar-benar fokus dengan pekerjaannya. Tanpa mencampur adukkan masalah pribadinya yang tengah ia alami. Termasuk dengan Yeslin tadi.


Rasanya Era memang benar-benar butuh liburan untuk membuang kepenatan yang sedang ia alami.


***


Seharian ini Era bekerja dengan fokus. Semua pekerjaan selesai dengan tepat waktu dan tanpa ada hambatan apapun.


Begitu juga dengan Pasha. pria itu sejak kemarin juga sangat sibuk. Kini pekerjaannya sudah selesai semua. Tinggal meeting saja dengan salah satu kliennya yang dari luar negeri, besok pagi.


Pasha membereskan beberapa berkasnya sebelum pulang. namun tiba-tiba saja pintu ruangannya terbuka. Ternyata Yeslin yang masuk.


“Ada apa?”


“King, hari ini aku pulangnya nebeng dong. Mobilku tadi masuk bengkel.”


“Apa tidak ada taksi yang lewat? Aku tadi berangkat sama Era. Kalau kamu mau tidak masalah sih.”


Yeslin pun tidak ingin terlihat mmebenci Era. Akhirnya ia mau pulang bersama Pasha, walau semobil bersama Era.


Kini Era sudah menunggu Pasha di basement. Dia terkejut saat ada Yeslin yang juga berjalan bersama Pasha. apalagi Pasha mengatakan kalau Yeslin akan ikut pulang bersamanya. Era pun tidak mempermasalahkannya.


“Kamu naik belakang, Yes!” ucap Pasha saat Yeslin hendak membuka pintu depan.


Sedangkan Era yang sejak tadi diam saja, atau lebih membiarkan Yeslin yang memilih tempat duduk di samping Pasha kini tersenyum menang saat meelihat wajah kesal Yeslin.


Pasha mengantar Yeslin pulang dulu ke rumahnya. Walau arah jalan pulang ke rumahnya dengan rumah Yeslin searah. Padahal Yeslin berharap kalau Pasha akan mengantar Era dulu, baru ia bisa berdua sama Pasha. ternyata tidak.


“Terima kasih.” Ucap Yeslin sambil menahan kesal saat baru saja turun dari mobil Pasha.


Pasha hanya mengangguk, lalu melajukan mobilnya menuju ke sebuah restoran untuk mengajak Era makan dulu, sebelum mengantarnya pulang.

__ADS_1


“Jahat banget sih kamu, King sama Yeslin.” Canda Era.


“Biarkan saja. aku tahu maksud dia ingin pulang bersamaku. Biar dia tahu diri.” Jawab Pasha sedikit kesal.


Era pun hanya menggeleng pelan. Lalu ia pun menceritakan tentang kejadian tadi pagi di lift bersama Yeslin. Daripada Pasha dengar dari mulut Yeslin yang pastinya akan berbeda cerita, lebih baik Era menceritakan langsung pada Pasha. Dan reaksi Pasha sangat terkejut setelah mendengar cerita dari Era.


“Kenapa kamu nggak bilang dari tadi pagi sih, Ra? Lalu, apa kamu baik-baik saja? apa dia menyakiti kamu lagi?” tanya Pasha dengan salah satu tangannya mengecek keadaan tubuh Era.


“Kamu ini lucu sekali sih. Aku sudah mengatakan kalau Yeslin gagal menamparku. Dan aku memiting tangannya ke belakang sampai dia kesakitan. Harusnya kamu mengkhawatirkan dia lah.”


“Nggak lucu tahu, Ra. Biar saja dia menerima akibatnya. Heran aku sama dia. Enaknya diapakan agar tidak berulah lagi, Ra? Pasti setelah ini dia menyusun rencana lagi setelah rencananya tadi pagi gagal.”


“Tenang saja. aku hanya perlu waspada saja. dan tetap mengikuti permainannya.”


“Ya sudah, aku percaya sama kamu. Asal kalau ada apa-apa, kamu bilang saja ke aku. aku akan beri dia pelajaran kalau sampai membuatmu lecet.”


***


Era dan Pasha akan berangkat setelah jam pulang kantor. jadi malam harinya mereka bisa menikmati malam bersama sambil melihat keindahan danau di malam hari.


Pukul lima sore Pasha sudah tiba di rumah Era. Mereka berdua tadimemang pulag lebih awal dari karyawan yang lainnya. Tentu saja itu sangat mudah bagi Era. Apalagi mendapat ijin langsung dari Ceonya. Apalagi Era tadi membawa mobilnya sendiri, jadi tidak terlalu membuat curiga teman-teman Era kalau ia sudah memiliki janji dengan Pasha. kalau tahu, Era yakin teman-temannya akan menginterogasinya.


“Apa sudah siap?” tanya Pasha pada Era yang baru saja membuka pintu rumahnya.


Pasha yang sudah berganti pakaian casual membuat Era semakin terpesona. Begitu juga sebaliknya. Apalagi dia tidak pernah melihat Era mengenakan pakaian santai seperti ini, dengan rambut yang biasanya tergerai kini dikuncir menyerupai ekor kuda.


“Ayo, kita berangkat sekarang!”


Kini Era dan Pasha sedang dalam perjalanan menuju danau. Danau itu memang sering digunakan untuk kegiatan kemping. Hanya saja tidak terlalu ramai oleh pengunjung. Mungkin karena jaraknya yang cukup jauh dan jalannya sedikit terjal, hingga jarang sekali orang datang ke sana.


Perjalanan kurang lebih selama satu jam akhirnya telah membawa Era dan Pasha ke danau yang sangat indah itu. lampu-lampu yang dipasang di sisi jalan semakin menambah keindahan pemandangan di danau itu. apalagi langitnya tidak terlihat gelap sama sekali.


Di danau itu juga ada beberapa orang yang membangun tenda di sana. Namun jaraknya berjauhan. Begitu juga Pasha, dia mencari tempat yang lebih nyaman dan dekat dengan toilet.

__ADS_1


“Bagaimana menurut kamu, Ra? Apa kita buat tendanya di sini saja?”


“Boleh. Di sini sangat nyaman. Ya sudah, ayo kita bangun tendanya.”


Mereka berdua pun kompak membangun tenda itu. Era juga sangat bersemangat. Mereka juga menata kayu bakar untuk dibuat api unggun kecil-kecilan untuk menghangatkan malamnya nanti. tak lupa Era juga menyiapkan alat panggang lengkap dengan kompornya untuk memanggang daging sebagai bahan makan malamnya nanti.


“Kalau lelah, kamu istirahat saja, Ra! Biar aku yang melanjutkannya.” Ucap Pasha saat melihat Era tampak mengelap keringatnya.


“Aku duduk di sini dulu ya. Ternyata capek juga ya, padahal hanya menata ginian saja.”


Pasha hanya tersenyum. Lalu ia melanjutkan pekerjaannya. Era yang hanya sebantar saja istirahat, kini ia mulai mempersiapkan bahan makanan yang akan ia olah nanti. dia juga membuatkan kopi untuk Pasha.


Setelah semuanya beres, mereka berdua menikmati makan malam sederhana namun romantis itu di tepi danau dengan api unggun kecil yang menghangatkan tubuh mereka. Sungguh Era dan Pasha sangat bahagia sekali dengan acara liburannya kali ini. apalagi langit malam ini tampak cerah dengan taburan bintang di langit. Sesekali Pasha juga mengabadikan momen itu dengan bidikan cameranya.


Sampai makanan mereka habis pun keduanya masih menikmati malam itu. Era rasanya enggan untuk tidur, karena sangat menikmati liburannya kali ini.


“Ra, kalau kamu ngantuk tidur saja nggak apa-apa. Biar aku yang di luar saja nungguin kamu.”


“Nanti saja lah. Aku juga belum ngantuk. Sayang sekali kalau malam yang indah ini dilewatkan begitu saja.”


“Ya sudah, sini mendekatlah! Apa kamu tidak ingin aku peluk?”


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


 

__ADS_1


__ADS_2