
Rupanya sampai sore hari, tepatnya jam kantor usai, Era tak juga datang ke ruangan Pasha. pria itu berulang kali menghubungi ponsel Era namun tidak ada jawaban. Akhirnya Pasha memilih untuk menemui Era di basement saja. dia tahu kalau Era selalu pulang telat. Jadi ia sengaja memilih pulang telat juga.
Diam-diam Pasha membuka rekaman cctv basement untuk melihat apakah mobil Era masih ada di sana. Pasha memutar rekaman cctv itu mulai dari pagi. alangkah terkejutnya dia saat baru menyadari kalau tadi ia memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil Era. Dan yang membuat Pasha lebih terkejut lagi adalah, saat dia keluar mobil bersama Yeslin, ternyata Era masih di sana. Bahkan Pasha juga melihat dengan jelas kalau Yeslin tampak mengancingkan kemejanya setelah keluar dari mobilnya.
“Apa karena itu sampai Era cuek selama seharian ini?” gumam Pasha menebak-nebak.
Pasha tampak meremat rambutnya. Apalagi dia ingat saat tadi pagi Era jalan melewatinya begitu saja tanpa menyapanya. Jadi fix, Era sedang marah dengannya. meskipun Pasha merasa bersalah, tapi jujur saja ada secuil hatinya yang terasa bahagia melihat sikap Era seperti sedang cemburu.
Pasha pun kembali melanjutkan melihat rekaman cctv. Dia langsung melihat rekaman di basement. Ternyata mobil Era sudah meninggalkan basement setengah jam yang lalu. Itu artinya Era pulang lebih dulu.
“Shiittt! Kenapa dia pulang duluan? Apa Era sakit lagi?” gumam Pasha khawatir.
Setelah itu Pasha langsung mematikan laptopnya. Dia segera pulang. bukan pulang ke rumahnya, melainkan ke rumah Era untuk melihat keadaan perempuan itu.
*
Mobil Pasha kini sudah berhenti di depan rumah Era. Namun di sana tidak ada mobil Era, lalu kemana kah perempuan itu sekarang. pasha kembali menghubungi ponsel Era, namun lagi-lagi tidak ada jawaban.
“Kemana sih Tante ini??” Pasha benar-benar frustasi.
Tak lama kemudian ponsel Pasha berdering. Dia mengira kalau itu panggilan dari Era. Ternyata malah kakaknya.
“Ada apa?”
“…..”
“Ah, kamu menyusahkan sekali sih, Kak. Iya, iya aku segera datang.”
“…..”
“Apa lagi?”
“…..”
__ADS_1
“Ya.”
Pasha baru saja mendapat panggilan dari Queen yang diminta untuk membelikan diapers buat anaknya. padahal di rumah Queen ada sopir. Kenapa kakaknya itu suka sekali memberikan pekerjaan. Bahkan tidak hanya membeli diapers saja, Pasha juga diminta sekalian untuk mampir ke restoran membeli makanan karena di rumah Queen sedang ada tamu.
“Kalau bukan karena keponakanku, ogah aku disuruh-suruh.” Gerutu Pasha lalu mulai melajukan mobilnya.
Pasha terpaksa mengurungkan niatnya untuk mencari Era. Mungkin perempuan itu masih kesal dengannya setelah apa yang dilihat tadi pagi di basement. Besok pagi saja ia akan datang ke rumah Era untuk menjelaskan semuanya.
Kini Pasha sudah membeli diapers dan makanan sesuai perintah kakaknya. Ia segera menuju rumah sang kakak. Sekalian untuk melihat keponakannya yang tampannya seperti dirinya itu.
Mobil Pasha sudah memasuki halaman rumah Queen. Namun Pasha tidak langsung turun saat dia melihat sebuah mobil yang sedang terparkir di depan rumah sang kakak. Mobil yang sangat tidak asing sekaligus mobil yang pemiliknya sejak tadi membuatnya cukup frustasi.
“Oh ternyata kamu di sini. kali ini aku tidak jadi marah sama Kak Queen. Karena itu artinya secara tidak langsung dia memberitahuku posisi Era.” Gumam Pasha dengan tersenyum penuh arti.
Pasha kini sudah masuk ke dalam rumah kakaknya. Dia memberikan pesanan Queen pada pembantu. Kemudian Pasha menuju ke ruang tengah di mana terdengar suara ramai.
“Selamat malam semuanya!” sapa Pasha dengan tersenyum ramah.
Ternyata Mama Shanum dan Papa Nabil juga ada di sana. Sedangkan Era tampak cuek saja saat melihat kedatangan Pasha. apalagi saat ini dirinya sedang sibuk menimang bayi.
“Aku kan adik yang baik. Jadi apapun yang kamu inginkan pasti akan terlaksana dengan baik. Termasuk malam ini. aku sangat senang bisa membantumu, Kak.” Jawab Pasha dengan tatapan tak lepas dari Era.
Sedangkan Queen merasa heran saja dengan ucapan adiknya. Tidak biasanya Pasha berkata sok bijak seperti itu. apalagi tadi saat menelpon Pasha, Queen mendengar jelas suara gerutuan Pasha yang seolah tidak mau dimintai tolong. Setelah itu tatapan Queen mengikuti ke arah pandang Pasha sekarang. yaitu tertuju pada Era.
“Ada apa sih dengan King? Kok aneh banget.” Batin Queen penasaran.
*
Pasha tidak ikut nimbrung bersama orang-orang. Dia hanya menjadi pendengar setia sekaligus mengamati wajah cantik Era. Apalagi sejak tadi tatapan Era terlihat ketus, justru hal itu membuat Pasha semakin gemas. Andai saja dia sedang tidak di rumah kakaknya, pasti Pasha sudah mencubit pipi Era.
Setelah cukup lama ngobrol di ruang tengah, Queen sebagai tuan rumah mengajak Era untuk makan malam bersama. Karena memang kebetulan ada Mama dan Papanya juga. termasuk Pasha, sang adik. Alhasil rumah Queen tampak ramai.
Era sebenarnya ingin langsung pulang saja. tapi dia juga merasa tidak enak jika menolak ajakan makan malam Queen.
__ADS_1
“Ayo, Kak Jul! anggap saja seperti rumah sendiri, jangan sungkan-sungkan!” ujar Queen mempersilakan.
Pasha kebetulan mengambil tempat duduk di samping Era. Pria itu sengaja usil pada Era. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Pasha meminta Era untuk mengambilkan makan.
“King, Juleha itu bukan lagi bawahan kamu. Ini sudah di luar jam kerja. Justru yang harus menghormati dia. Jadi bersikaplah yang sopan.” Tegur Mama Shanum.
“Aku nggak minta diambilkan kok, Ma. Hanya minta tolong saja untuk mengambil lauk itu. karena nggak nyampek tanganku.” Jawab Pasha beralasan.
“Nggak apa-apa kok, Tante. Saya juga menganggap Pasha sama seperti Queen, yaitu seperti adik saya sendiri. Jadi tidak masalah jika saya membantu Pasha mengambil makanan itu.” sahut Era menengahi perdebatan Pasha dan Mamanya.
Mendengar ucapan Era baru saja yang menganggapnya seperti adik, Pasha tidak jadi minta tolong diambilkan makanan pada Era. Dia mengambil makanan yang dekat dengannya saja. jujur saja Pasha tidak terima jika Era menganggapnya sebagai adik.
Usai makan malam itu, Era langsung berpamitan pulang. Pasha pun ikut pulang juga dengan alasan lain. Dia harus bicara dengan Era dan menjelaskan kesalah pahaman yang ia lihat tadi pagi di basement.
“Era, tunggu!”
Pasha menghentikan langkah Era yang hendak masuk ke mobilnya.
“Ada apa? Aku capek, mau pulang.” jawab Era lalu membuka mobilnya.
“Nggak. Aku mau bicara dulu sama kamu. Kenapa sejak tadi kamu tidak membalas pesanku dan mengangkat panggilanku?”
“Aku sibuk. Sorry. Udah ya, jangan bahas masalah pekerjaan di sini. aku lelah. Minggir!”
“Tidak. Aku ingin menjelaskan sesuatu pada kamu. Kamu pasti salah paham dengan apa yang kamu lihat tadi pagi di basement kan?”
Tanpa mereka berdua sadari, ternyata sejak tadi ada seseorang yang mengamati interaksi aneh antara Pasha dan Era yang belum juga pulang.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading!!