
“Hei apa maksud anda?” Pasha mengejar Rayyan meminta penjelasan.
Menurut Pasha, Rayyan pria yang aneh. Namun anehnya pria itu justru meyakinkan Pasha kalau Rayyan bisa menemukan Era.
“Aku tidak bisa membantumu mencari orang itu.” ujar Rayyan ketika Pasha berhasil mengenhentikan Rayyan.
“Baiklah. Maaf, dia adalah calon istri saya. saya akan membayar berapapun yang anda minta, asal bisa menemukan wanita itu.” ucap Pasha dengan suara merendah.
Arga pun akhirnya mengajak kedua pria itu kembali duduk. Rayyan masih diam mendengarkan penjelasan Pasha tentang orang yang sudah lama hilang itu. entah benar atau tidak cerita itu, Rayyan masih belum yakin akan kebenaran ceritanya.
Rayyan teringat dengan kejadian setahun yang lalu. Di mana Era, perempuan yang telah menjadi sahabatnya itu meminta dirinya pada pihak atasan, atau yang tak lain Papa Rayyan sendiri untuk menyembunyukan identitas Era dari perusahaan. Era meminta agar namanya tidak tercantum dalam daftar nama karyawan di perusahaan Mr. Chan. Entah apa itu alasannya, Rayyan tidak berani terlalu ikut campur dengan masalah pribadi Era. Terlebih ia sudah yakin kalau Era tidak pernah terjerat kasus kriminal apapun. Apalagi ia bisa melihat sorot mata Era yang penuh permohonan, akhirnya ia mengabulkan permintaan itu. dan, hal itu memang sudah menjadi keahlian Rayyan yang sudah diturunkan dari Papanya. Hingga saat ini tidak ada yang tahu tentang identitas Era.
Kini Rayyan pun mencoba menghubungkan dengan masalah yang dialami oleh kliennya itu dengan masalah Era yang menurutnya masih abu-abu. Benarkah Era adalah calon istri pria yang ada di hadapannya ini. namun kenapa Era justru pergi darinya. Sungguh banyak sekali teka-teki yang sedang mengganggu pikiran Rayyan. Namun yang pasti, ia lebih mempercayai Era daripada Pasha.
“Bagaimana? Berapa pun bayaran yang anda minta, akan saya beri.” Tanya Pasha setelah memperhatikan Rayyan diam saja.
“Aku tidak butuh uang. Uangku sudah banyak.” Ucap Rayyan dingin.
Sementara Arga yang sejak tadi berada di tenga-tengah dua pria itu menatap heran pada temannya. Tidak biasanya Rayyan berbelit seperti ini kalau sedang ada klien yang meminta bantuan jasanya. Padahal Arga tahu kalau kilennya itu sangat kaya. Pasti berapa pun uang yang diminta oleh Rayyan, pasti diberikan. Asal orang yang dicarinya cepat ditemukan. Namun Arga juga ingat kalau temannya itu juga super kaya. Lantas, apa yang membuat Rayyan berbelit-belit seperti itu.
“Lalu?” Pasha sungguh bingung dengan pria aneh di hadapannya ini.
“Aku tidak minta bayaran uang.”
“Lalu anda minta bayaran apa? Saham perusahaan saya? rumah mewah? Mobil? Atau..”
“Apa kamu mau memberikan apapun yang aku minta?”
“Tentu. Katakan saja!”
__ADS_1
“Ok. Aku akan memintanya nanti jika orang yang kamu cari sudah aku temukan. Deal?” ucap Rayyan sambil mengulurkan tangannya pada Pasha.
Pasha pun menyambut uluran tangan Rayyan. Dia setuju dengan permintaan Rayyan, asalkan Era cepat ditemukan.
“Saya kasih anda waktu,-“
“Aku tidak suka diatur. Selamat malam!” sahut Rayyan lalu mengakhiri pertemuan itu.
Arga sungguh bingung dengan sikap Rayyan. Dia pun akhirnya ikut pergi meninggalkan Pasha yang kemungkinan sangat kesal dengan Rayyan.
Kini Arga sudah berada di dalam mobil bersama Rayyan. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Rayyan, bagi Arga sikap temannya itu sangat aneh.
“Kamu kenapa sih, Ray? Aneh tahu nggak?”
“Ya sudah, cepat jalan!” jawab Rayyan enggan menjelaskan banyak hal pada Arga.
Rayyan tidak menyangka kalau kliennya meminta untuk mencari seseorang di mana dirinya sendiri lah yang sengaja menyembunyikan identitas orang tersebut. Tidak mungkin juga jika ia langsung memberitahu Pasha tentang keberadaan Era sekarang. dia ingin mendengar langsung dari Era tentang kebenaran cerita yang dikatakan oleh Pasha tadi.
Rencana Rayyan berada di Indonesia yang semula hanya seminggu, justru pria itu pulang lebih awal. Setelah bertemu dengan Pasha semalam, pagi harinya Rayyan memutuskan untuk pulang. mungkin lebih cepat lebih baik ia mengetahui cerita sebenarnya tentang Era dan Pasha. lagi pula bulan depan ia juga akan kembali lagi ke Indonesia saat acara pernikahan adiknya.
Dan selama berada di Indonesia, Era juga tidak pernah mengirim pesan pada Rayyan. Begitu juga dengan Rayyan, dia tidak menghubungi Era sama sekali. Jujur saja hati Rayyan sakit jika benar Era adalah calon istri dari Pasha.
Kini Rayyan sedang dalam perjalanan menuju pulang. ia tampak diam sambil memikirkan Era, sahabatnya.
Di usianya yang sudah matang, Rayyan sudah beberapa kali menjalin hubungan asmara dengan seorang wanita. namun hanya dalam waktu singkat, hubungan itu selalu kandas. Entah apa penyebabnya. Namun saat bertemu dengan Era, perempuan yang telah lama menjadi sahabatnya itu, membuat hati Rayyan berbeda. Ya, Rayyan sudah lama jatuh cinta pada Era. Namun cintanya itu ia pendam dalam hati. Mungkin bagi Rayyan lebih baik seperti itu. khawatirnya jika Era mengetahui perasaannya yang sesungguhnya, Era justru akan pergi meninggalkannya. Tapi setelah bertemu dengan Pasha, mungkin ia akan mengakui perasaannya pada Era.
Sedangkan Era sendiri yang selama beberapa hari ini ditinggal Rayyan pergi, pikirannya tampak tidak tenang. Ia sudah berjanji pada sahabatnya itu saat kepulangannya nanti akan menceritakan semua masa lalunya pada Rayyan. Dan hal itu lah yang membuat Era tidak tenang.
Era bukanlah perempuan yang tidak peka. Selama ini memang ia menjalin hubungan sahabat dengan Rayyan. Tapi tidak bodooh jika sebenarnya Rayyan menaruh hati padanya. Hanya saja ia selalu menghindar jika mulai membahas tentang perasaan. Era sudah terlanjur nyaman dengan status sahabat. Dan Era juga belum siap untuk membuka hatinya kembali dengan menerima kehadiran seseorang.
__ADS_1
Mungkin karena masa lalunya yang amat menyakitkan hingga membuat Era trauma untuk menjalin hubungan asmara. Terlebih jika ia menerima cinta Rayyan, dia sangat takut akan semakin membuat pria itu sakit hati setelah mengetahui bahwa dirinya bukanlah wanita sempurna seperti yang didambakan kebanyakan pria.
Air mata Era menetes begitu saja mengingat kejadian pahit itu. dosa terbesar dalam hidupnya kembali menghampirinya. Dosa besar yang sampai Tuhan memberikan hukumannya secara langsung saat masih hidup di dunia.
Namun ia sudah terlanjur berjanji pada Rayyan, setelah pria itu pulang, ia akan menceritakan semua masa lalunya. Tidak peduli jika mendapat cacian atau umpatan dari sahabatnya itu, yang penting ia sudah jujur. Bahkan kalau Rayyan sangat kecewa dengannya, Era bertekat akan pergi sejauh mungkin dari negara ini. dia akan memutuskan untuk hidup menjadi wanita single seumur hidupnya.
Drt drt drt…
Lamunan Era tersadar saat tiba-tiba terdengar suara vibrasi ponselnya. Ada nama Rayyan yang sedang melakukan panggilan padanya.
“Ya, Ray?”
“…..”
“Apa? Kamu sudah pulang? bukankah kamu bilang,-“
“…..”
“Ok. Aku akan jemput kamu sekarang juga.”
Era pun langsung pergi ke bandara untuk menjemput Rayyan. Beruntungnya ia belum tidur. Biasanya kalau tidur ia akan menon-aktifkan ponselnya, atau mengubah setelannya ke mode senyap.
Beberapa saat kemudian Era sudah berganti pakaian dan siap pergi ke bandara untuk menjemput Rayyan.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading!!