Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
28. Merasa Aneh


__ADS_3

Setelah beristirahat selama empat hari, akhirnya hari ini Era sudah kembali lagi bekerja. Meskipun demikian, dari hasil pemeriksaan dokter yang terakhir, Era tetap diminta untuk menjaga kesehatannya dengan baik. Termasuk pola makan dan jam istirahatnya.


Dan selama masih dalam masa pemulihan itu, Pasha selalu memperhatikan kesehatan Era. Meskipun dia tidak datang setiap hari seperti yang diminta oleh Era tempo hari, Pasha selalu mengirimkan makanan untuk Era saat pagi dan sore. Mau tidak mau Era menerimanya. Karena menolak rejeki itu tidaklah baik.


Hari ini Era sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. tidak masuk selama empat hari membuat pekerjaannya menumpuk. Ya, walau teman-temannya sudah membantu menyelesaikannya, tetap saja Era yang mempunyai tanggung jawab itu.


Era melihat ponselnya. Tidak ada pesan dari Pasha. biasanya memang Pasha tidak pernah absen mengirim pesan padanya. Walau hanya sapaan selamat pagi saja. tapi Era juga tidak mempermasalahkannya. Mau Pasha mengirim pesan atau tidak, sama sekali tidak ada dampak apapun pada dirinya.


Kini Era sedang dalam perjalanan menuju kantor. di hari pertama bekerja setelah cuti, Era sedikit mengalami keterlambatan. Namun bukan terlambat datang di luar jam jam yang ditentukan. Melainkan terlambat dari jam biasanya ia datang.


Mobil Era sudah memasuki basement. Dia memarkirkan mobilnya dengan pas. Setelah itu keluar. Namun, belum sempat ia membuka pintu mobilnya, Era baru sadar kalau mobil yang juga baru saja datang dan parkir tepat di sampingnya adalah mobil milik Pasha. akhirnya Era mengurungkan niatnya untuk keluar. Biar Pasha dulu yang keluar, daripada keluar dan jalan bersama, yang ada nanti membuat orang curiga.


Era masih menunggu Pasha keluar dari mobilnya. Namun pria itu tak kunjung keluar. Padahal sebentar lagi jam masuk kantor. dan tidak lama kemudian Pasha keluar dari mobilnya. Pria itu keluar begitu saja. lalu Era terekejut saat melihat Yeslin juga baru saja keluar dari mobil Pasha. perempuan itu tampak membenahi kancing bajunya sambil berjalan mengejar Pasha.


“Tidak. Apapun yang mereka lakukan, bukan urusanku.” Gumam Era setelah sempat berpikiran buruk tentang apa yang dilakukan Pasha dan Yeslin di dalam mobil baru saja.


Jauh dari lubuk hati Era jelas dia merasa sakit hati kala membayangkan Pasha berbuat macam-macam dengan Yeslin. Apalagi kedua orang itu tadi cukup lama berada di dalam mobil.


Tak ingin terlalu memikirkan perbuatan dua orang itu, Era segera keluar dari mobilnya. Di hari pertamanya bekerja, dia tidak boleh berpikiran negative yang nantinya akan berpengaruh pada kinerjanya.


Era berjalan melewati Pasha dan Yeslin yang hendak memasuki lift khusus Ceo. Sedangkan Era menggunakan lift khusus karyawan.


Pasha sempat melihat Era yang baru saja lewat di depannya. Dia senang akhirnya perempuan pujaan hatinya sudah sembuh dan kembali bekerja. Tapi yang membuat Pasha merasa aneh, kenapa sikap Era berbeda. Padahal sedang di kantor. setidaknya perempuan itu bersikap sopan padanya, atau minimal menyapanya.


Ting


Pasha segera masuk lift dan diikuti oleh Yeslin.


“Sombong banget sih Kepala HRD itu, King. Kamu kok masih mempertahankan karyawan seperti itu.” cerocos Yeslin namun Pasha tidak mempedulikannya.


“Yang aku dengar, Bu Era itu perawan tua. Pantas saja nggak ada laki-laki yang mau dengannya. orang sombong dan galak gitu.” Sambung Yeslin yang masih terus menjelek-jelekkan Era.

__ADS_1


“Kalau kamu masih mau bekerja di sini, tolong jaga mulut kamu, Yes! Di sini aku Ceo’nya. Aku berhak menentukan siapa saja yang pantas menjadi karyawan di perusahaan ini.” sahut Pasha dan bertepatan pintu lift terbuka.


“Oh iya, nanti pulangnya kamu bisa naik taksi saja. aku ada urusan penting.” Ucap Pasha sebelum masuk ke ruangannya.


Yeslin tampak kesal dengan sikap Pasha yang selalu dingin padanya. Seperti tadi saat ia sengaja nebeng di mobil Pasha, dia berusaha menggoda Pasha dengan penampilannya. Yeslin sengaja melepas salah satu kancing kemejanya bagian atas. Dia berharap dengan begitu, Pasha akan tertarik dengannya. namun sayangnya pria itu tampak murka dan mengancamnya kalau masih berusaha menggodanya, Pasha tidak segan-segan akan memindahkannya ke kantor cabang yang ada di luar kota.


**


Seharian ini Era fokus dengan pekerjaannya. Dia sama sekali tidak membuka ponselnya. Pekerjaannya memang benar-benar padat. bahkan sampai jam makan siang pun Era tidak beranjak dari tempatnya. Akhirnya dia memesan makanan via aplikasi online daripada harus meninggalkan pekerjaannya hanya untuk ke kantin yang pastinya sangat ramai di jam seperti ini.


Cklek


“Astaga, Juleha!! Kamu ini baru sembuh. jangan diforsir tenaga kamu. Ingat kesehatan kamu.” Omel Tatia yang baru saja masuk dengan membawa makanan Era yang dipesan melalui aplikasi online tadi.


“Nanggung, Tat. Ini sebentar lagi juga selesai kok.” Jawab Era masih fokus dengan layar komputer di hadapannya.


“Oh iya, terima kasih sudah bawain makananku.” Sambungnya dengan jemari masih menari di atas keyboard.


“Ya sudah, cepat dimakan! Nanti sakit lagi loh.” Ujar Tatia setelah itu keluar dari ruangan Era.


Tak lama kemudian Era sudah menyelesaikan pekerjaannya. Setelah itu barulah ia menikmati makan siangnya, walau jamnya sudah mau habis.


Kesibukan Era sejak tadi membuatnya melupakan kejadian yang ia lihat tadi pagi. bahkan ia sengaja tidak membuka ponselnya sampai saat ini. dia yakin kalau Pasha mengirim pesan padanya.


Setelah menghabiskan makan siangnya, Era kembali melanjutkan pekerjaannya. Dia juga meminta salah satu temannya untuk memberikan dokumen yang ia kerjakan tadi pada Pasha untuk dimintai tanda tangan.


**


Sementara itu Pasha yang sejak tadi berada di ruangannya tampak galau saat pesannya tidak mendapat balasan dari Era. Mau mendatangi ruang kerja Era juga rasanya tidak etis.


“Oh iya. sebentar lagi Era pasti akan ke sini untuk minta tanda tangan.” Gumamnya tersenyum.

__ADS_1


Pasha ingat kalau kemarin ia meminta bagian divisi HRD untuk merekap data kinerja karyawan. Otomatis setelah ini Era akan datang ke sini.


Tok tok tok


Pasha sudah siap menyambut Era. Pria itu sengaja berdiri dengan senyuman manisnya. Lalu menyuruh masuk orang yang ada di luar tadi.


“Selamat siang, Tuan!”


Senyum Pasha pun memudar saat melihat bukan Era yang datang.


“Siang. Ada apa?”


“Saya mau meminta tanda tangan anda sekalian menyerahkan data yang anda minta kemarin.” Ucap Via dengan tatapan memuja pada sosok Ceonya yang begitu tampan.


Dengan wajah datar, Pasha menerima dokumen itu, lalu menanda tanganinya.


“Kenapa kamu yang mengantar dokumen ini kesini?”


“Saya diminta Bu Juleha, Tuan. Beliau bilang sedang sibuk.” Jawab Via sambil menatap penuh selidik. Dia curiga kalau ada hubungan khusus antara temannya dan Ceo’nya itu. terlebih setelah ia melihat secara langsung saat Pasha menjenguk Era di rumahnya waktu itu.


“Baiklah. Bilang ke atasan kamu, suruh datang menemuiku. Ada hal penting yang ingin aku bahas dengannya mengenai pekerjaan.”


“Baik, Tuan. Kalau begitu saya permisi.” Pamit Via.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2