
Mendengar seruan yang sama yang keluar dari mulut tiga orang di hadapannya, Rayyan terlihat santai saja. seolah tidak terjadi apa-apa. namun saat melihat tatapan Serena yang sarat akan kemarahan, Rayyan langsung memberikan isyarat agar wanita itu diam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dan anehnya, Serena langsung diam seribu Bahasa.
“Kak, kenapa mendadak seperti ini? ah, maksudku, bagaimana Kak Ray bisa,-“
“Serena, apa ini alasan kamu tadi mengirim email resign kamu?” sahut Zafir selaku atasan Serena.
“Oh, tentu saja. kamu tidak keberatan kan adik ipar? Atau kamu sebenarnya juga tidak rela dia resign dari perusahaan?” sahut Rayyan dengan perkataan yang ambigu membuat semua orang bingung.
Khanza menatap suaminya dengan tatapan penuh selidik. Rayyan pun hanya terkekeh geli melihat interaksi adik dan adik iparnya itu. padahal ia berkata seperti itu sengaja agar Kahnza tidak banyak tanya tentang Serena dan pernikahannya.
“Ya sudah, aku minta kamu datang ke sini hanya untuk itu saja. pernikahanku dengan Seren akan dilangsungkan minggu depan. Siapkan semua dokumen-dokumen pentingnya, dan aku ingin pernikahan ini dilaksanakan secara sederhana saja. yang penting sah. Sekarang kalian boleh pulang, karena calon kakak ipar kalian butuh istirahat.”
“Kak, kenapa dia harus tinggal di sini? bukankah,-“
“Aku bilang kalian boleh pulang sekarang. dan cepat urus pernikahanku. Masalah Papa dan Mama biar aku yang kasih tahu.” Sahut Rayyan dan segera mengajak Serena masuk ke dalam. Sedangkan Khanza dan suaminya mau tidak mau harus pulang.
**
Khanza masih penasaran dengan ucapan kakaknya tadi. wanita itu langsung menatap tajam pada suaminya saat sudah berada di dalam mobil.
“Katakan padaku, apa hubungan kamu dengan Seren selama ini?”
“Astaga, Sayang! Kamu jangan telan mentah-mentah ucapan Kak Ray. Aku tidak punya hubungan apa-apa dengan dia. Selain hubungan atasan dan bawahan.”
__ADS_1
“Awas saja kalau kamu ketahuan bohong! Aku pecat kamu jadi suami.” ancam Khanza dengan tatapan mengerikan.
Sementara itu di dalam rumah, Rayyan membawa Serena masuk ke dalam kamar tamu. Ya, selama persiapan pernikahan dadakannya, Rayyan tidak memperbolehkan Serena keluar dari rumahnya. Alhasil dia akan mengurung Serena selama seminggu ke depan.
Kalau ditanya, apa yang membuat Rayyan begitu cepat memutuskan untuk menikahi Serena? Sedangkan sebelumnya mereka juga tidak saling kenal. Apakah secepat itu Rayyan jatuh cinta pada Serena? Terlebih setelah dua kali melakukan hubungan badan. Tentu saja tidak.
Pelarian. Mungkin satu kata itulah yang cocok untuk Rayyan. Di tengah-tengah rasa gelisanya yang tidak bisa melupakan sosok sahabat sekaligus wanita yang dicitainya, Rayyan tiba-tiba bertemu dengan Serena dalam sebuah kesalahan. Rayyan juga tahu kalau Serena juga sepertinya sedang ada dalam masalah dalam hubungan asamaranya. Mengingat saat pertama kali melakukan hubungan terlarang itu, dia sempat mendengar Serena menyebut nama pria lain.
Lantas, apakah sebuah hubungan yang didasari dari sebuah tujuan yaitu pelarian, apakah akan berjalan mulus? Tentu saja Rayyan sudah mengetahui jawabannya. Dan jawabannya adalah tidak. Dari Serena juga pasti tidak terima dengan pernikahan dadakan ini. meskipun Rayyan memiliki fisik yang sempurna, namun kalau tidak saling cinta, tidak akan ada artinya apa-apa.
Sedangkan menurut pemikiran Rayyan, pelarian memang salah. Namun, untuk melupakan cinta atau patah hati, bukankah dengan menghadirkan orang baaru dalam hidupnya. Dan untuk selanjutnya, tergantung individu masing-masing.
“Masuklah! Selama persiapan pernikahan kita, kamu akan tinggal di sini.” ucap Rayyan dengan raut wajah datar.
“Bukankah kita sudah kenalan. Aku Rayyan, dan kamu Serena. Kurang apa lagi, hah? Lalu, bagaimana kalau di sini sudah ada calon anakku?” ucap Rayyan sembari mengusap perut Serena secara singkat.
“Aku tetap tidak mau menikah dengan kamu. Kalaupun nanti ada janin di rahimku, kamu jangan khawatir! Aku akan merawatnya dan setelah lahir, aku akan memberikan pada kamu. Jadi, sekarang juga biarkan aku pergi dari sini.”
“Wah, mudah sekali kamu bilang seperti itu. tapi sayangnya aku tetap tidak akan membiarkan kamu pergi. Dan aku tetap menikahi mau.”
“Dasar pria gilaaa!!! Aku mau pergi sekarang juga. aku tidak sudi menikah dengan lelaki yang tidak aku cintai.”
Serena terus meronta dan berusaha melepaskan diri dari Rayyan saat pria itu menahannya keluar dari kamar tamu. Bahkan tatapan Rayyan kini berubah sinis.
__ADS_1
“Cinta? Kamu tidak akan menikah dengan pria yang tidak kamu cintai? Setelah apa yang aku lakukan pada kamu. Kamu tetap bilang seperti itu? kenapa tidak mencoba untuk belajar mencintai? lalu, apa kamu mau menikah dengan orang yang kamu cintai yang kini akan melangsungkan pernikahannya? Jawab?”
Deg
Serena tidak mengerti dengan ucapan Rayyan. Kenapa pria itu seolah mengerti dengan masa lalunya? Bahkan Rayyan mengatakan kalau orang yang dicintainya akan menikah.
“Kenapa diam? mantan kekasih kamu sebentar lagi akan menikah. apa kamu mau menghalangi pernikahannya? Dan kamu akan jadi pelakor? Bahkan bisa saja di sini sudah ada anakku, bukan anak mantan kekasih kamu.” Ujar Rayyan dengan wajah datarnya.
“Berengsekkkk!! Pria gila!! Sebenarnya apa maumu? Aku benci kamu!!” umpat Serena sambil meraung-raung memukuli tubuh Rayyan.
“Mauku? Aku akan menikahimu, sebagai bentuk pertanggung jawaban atas perbuatanku padamu. Baiklah, kalau jika nanti kamu hamil, aku minta kamu membesarkan anakku itu dengan baik. Setelah lahir, kamu boleh pergi dan aku akan menceraikan kamu.” Ucap Rayyan tanpa memberikan jawaban jika Serena tidak hamil. Karena Rayyan sangat yakin kalau Serena akan hamil anaknya.
“Sekarang istirahatlah!” ucap Rayyan dengan nada yang sudah berubah lembut.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1