
Kini mereka sudah sampai rumah. ini adalah pertama kalinya bagi Era menginjakkan kakinya di rumah mewah Pasha dengan status sebagai istri pria itu.
Kedatangan Pasha dan Era sudah disambut hangat sekaligus khawatir oleh sang kakak, Queen. Mengingat setelah mengetahui bahwa Pasha sedang mengalami kecelakaan, smapai kritis, Queen tidak bisa datang untuk sekadar menjenguk. Selain anaknya sedang sakit, Papanya juga melarangnya. Memintanya untuk mengurus perusahaan. Dan satu hal yang sangat membuat Queen bahagia adalah, adiknya itu ternyata sudah resmi menikahi wanita pujaan hatinya.
“Kak Juleha!!” Queen menubruk Era dan langsung memeluk wanita itu.
Era juga membalas pelukan Queen dengan hangat. Kedua wanita itu saling melepas rindu, karena sudah lama tidak bertemu. Bukan Pasha saja yang selama ini meraa kehilangan Era. Queen juga.
“Era sekarang adik ipar kamu, Kak.” Seru Pasha memperingatkan.
Kedua wanita itu mengurai pelukan. Lalu mencerna ucapan Pasha. hubungan Era dan Queen memang sudah dekat sejak dulu. Queen memanggil Era kakak karena wanita itu sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri. Namun kini Era menikah dengan adiknya. Jadi,-
Era dan Queen saling pandang, kemudian mereka tertawa bersama. Mereka juga bingung mau memanggil apa lagi. menurutnya panggilan seperti biasanya sudah sangat nyaman. Namun sadar akan statusnya yang sudah berbeda. Jadi, mau tidak mau mereka mengubah panggilan itu.
“Kak Queen!”
“Adik Era!”
Ucap keduanya, lalu mereka kembali tertawa bersama. Sedangkan Pasha hanya tersenyum melihat interaksi kedua wanita itu.
Queen yang mengerti kalau Pasha baru saja pulang, dia mempersilakan pasangan suami istri itu untuk beristirahat. Nanti malam mereka bertemu lagi untuk makan malam.
***
Era mengikuti langkah suaminya menuju kamar. ada rasa gugup dalam diri Era saat hendak memasuki kamar yang sangat asing baginya itu.
“Kenapa diam di situ?” tanya Pasha pada Era yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.
“Ehm, nggak apa-apa. Maklum saja aku belum terbiasa.” Jawab Era jujur.
Pasha mengulas senyum. Kemudian ia menarik tangaan Era, menggandengnya masuk ke dalam kamar.
Kamar yang berukuran cukup luas dengan warna cat dinding beserta ornament lainnyayang didominasi warna abu-abu itu mencerminkan sosok maskulin dari si pemilik kamar. namun hal itu tidak jadi masalah bagi Era. Karena dia juga merasa sangat nyaman berada di kamar itu.
“Istirahatlah! Kamu pasti capek.” Ucap Pasha.
Era hanya mengangguk samar. Jujur saja dia sangat lelah setelah perjalanan panjangnya tadi. hanya saja rasanya tidak enak jika mengabaikan sambutan Queen. Akhirnya Era membuka kopernya dan mengambil baju ganti, lalu membawanya ke kamar mandi.
Pasha yang masih duduk di sofa hanya tersenyum tipis melihat istrinya seperti malu-malu kucing. Setelah memastikan Era masuk ke kamar mandi, Pasha mengambil ponselnya dan menuju balkon untuk melakukan panggilan dengan seseorang
Era keluar dari kamar mandi saat Pasha masih berada di balkon. Karena rasa kantuk bercampur lelah, Era tidak sabar untuk segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size itu.
**
__ADS_1
Era terbangun dari tidurnya saat waktu sudah hampir petang. Dia mengerjap dan meihat ke sekeliling yang ternyata hanya ada dirinya saja. lalu, kemana si suami bocilnya itu.
Cklek
“Kamu sudah bangun, Sayang?” Pasha sudah terlihat segar dengan penampilan casualnya.
“Iya. maaf, aku tidur terlalu lama. Sampai lupa waktu.” Jawab Era sambil sesekali mengucek matanya.
“Nggak apa-apa. Kamu pasti lelah setelah perjalanan jauh.”
“Apa kamu nggak lelah? Padahal kamu sendiri habis sakit.”
“Nggak. Aku sudah sehat bugar. Bahkan sudah kuat untuk bertanding nanti mal,-“
“Ya sudah, aku mau mandi dulu kalau gitu.” Sahut Era dengan wajah memerah saat Pasha mulai membahas kegiatan ranjang.
Era langsung turun dari tempat tidur dan melesat cepat masuk ke kamar mandi. wanita itu bahkan sampai lupa tidak membawa baju gantinya. Jelas saja Pasha merasa snagat lucu dengan tingkah istrinya itu.
Tok tok tok
Era yang sedang dalam kamar mandi sangat terkejut saat mendengar ketukan pintu dari luar. Apalagi saat ini dirinya sudah telan jang bulat.
“Sayang, kamu lupa tidak membawa bathrope!” teriak Pasha.
“Sayang! Aku masuk atau kamu ambil sendiri nih?” teriak Pasha lagi.
Era pun langsung meraih handuk secepat kilat, dan membuka pintu kamar mandi. hanya kepalanya saja yang keluar dari celah pintu itu dengan tangan meraih bathrope yang diambilkan oleh Pasha.
“Lain kali jangan dilupakan. Atau sengaja menggodaku agar aku bisa melihat,-“
Brakkk
Era langsung menutup pintu kamar mandi saat mendengar suaminya hendak bicara yang tidak-tidak.
***
Kini semua keluarga orang sudah berkumpul di meja makan. Era sejak tadi terlihat asyik menimang keponakannya yang sangat menggemaskan itu.
“Sayang, makan dulu!” ucap Pasha pada istrinya.
Era mengangguk patuh, lalu meletakkan anak Queen ke kursi duduknya. Setelah itu ia mengambil makanan untuk Pasha.
Mama Shanum tersenyum bahagia melihat Era melayani Pasha dengan baik. Memang benar, sifat Era yang sangat dewasa sangat dibutuhkan oleh Pasha yang terkadang masih kekanak-kanakan. Wanita paruh baya itu hanya berdoa dalam hatinya agar rumah tangga Pasha dan Era langgeng sampai akhir hayat nanti. tanpa memandang perbedaan usia.
__ADS_1
Usai makan malam, Era ikut berkumpul dengan keluarga suaminya. sedangkan Pasha sendiri sejak usia makan malam tadi sudah lebih dulu pergi ke ruang kerjanya. Era pun memakluminya. Mengingat kalau suaminya memiliki peranan penting dalam perusahaan, jelas pria itu banyak sekali pekerjaan yang tertunda selama berada di luar negeri.
Setelah cukup berbincang-bincang hangat dengan Mama mertuanya, juga dengan Queen, Era pun berpamitan untuk istirahat lebih dulu. tanpa mempedulikan ledekan Queen tentunya. Karena menurut Era, Pasha tidak akan melakukannya sekarang. karena pria itu sejak tadi tidak terlihat batang hidungnya.
Cklek
Era memasuki kamarnya, dan di sana tidak ada siapa-siapa. Tatapan Era tertuju pada sebuah kotak yang ada di atas ranjang. Dia mendekati ranjang dan mengambil kotak itu. karena penasaran, Era pun membukanya. Yang ternyata ada sepucuk surat di dalamnya.
“Pakailah! Untuk menyambut malam pertama kita. Sepuluh menit lagi aku akan masuk.”
Era langsung melihat kain yang ada dalam kotak itu tadi. merentangkannya. Matanya membulat sempurna saat melihat baju dinas malam yang sudah disiapkan oleh sang suami.
Wajah Era memerah. Ternyata dugaannya salah. Pasha bahkan sudah menyiapkanya sejak tadi. mulai saat Era tidur siang, pria itu sudah memesankan baju dinas malam itu untuk membuka malam pertamanya.
Waktu berjalan mundur. Era sudah menghabiskan waktu selama dua menit hanya untuk membayangkan kegiatan panas itu. hatinya ragu. Mau dipakai atau tidak. Toh ujung-ujungnya dilepas juga. namun jika tidak dipakai, sama saja tidak menghargai usaha suaminya.
***
Cklek
Era mendadak gugup saat ia sedang duduk di depan meja rias dengan pakaian yang sudah berganti dengan pakaian yang dibelikan oleh suaminya.
Sedangkan Pasha hanya tersenyum simpul saat melihat lekuk tubuh istrinya di ruangan yang temaram itu.
Cup
Pasha sudah mendekati istrinya. Mencium punggung polos Era yang terasa begitu dingin.
“Selamat malam suamiku!” sapa Era saat Pasha meletakkan dagunya pada pundak wanita itu.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
Hari ini spesial othor up 2bab. Kalau bab 106 blm nampak, berarti rivewnya lama. Karena anu🤣🤣
Oh ya, besok othor mau launching karya baru loh. Jgn lupa mampir ya guys! Di oyen🙊😁😁✌
__ADS_1