
Pasha tadi memang ada jadwal meeting dengan kliennya di luar. Namun meeting itu hanya sebentar saja, jadi ia bisa kembali lagi ke kantor untuk bertemu dengan Era. Mengingat setelah bertemu dengan Jery tadi, dia belum bertemu Era sama sekali.
Saat mobil Pasha hampir sampai kantor, ternyata sudah jam pulang kerja. Dia juga berpapasan dengan beberapa karyawannya yang baru saja keluar dari kantornya. Tapi Pasha tetap positif thinking kalau Era belum pulang.
Benar dugaannya. Mobil Era masih ada di basement. Lalu ia juga melihat mobil Yeslin juga ada di sana. Tapi Pasha tidak memiliki pikiran buruk apapun. Karena memang Yeslin tidak tahu hubungannya dengan Era. Meskipun perempuan itu terlihat masih marah padanya setelah penolakannya saat makan malam itu.
Setelah memarkirkan mobilnya, Pasha masuk ke dalam. Lebih tepatnya ke ruang kerja Era. Dia sangat yakin kalau Era masih ada di sana.
Sesampainya di depan ruang kerja Era yang pintunya sedikit terbuka itu Pasha menghentikan sejenak langkahnya. Mungkin Era akan keluar, jadi ia akan mengejutkan perempuan itu.
Pasha terkejut saat yang keluar dari ruang kerja Era adalah Yeslin. Bahkan wajah Yeslin terlihat tak biasa.
“Apa yang kamu lakukan di sini?”
Pertanyaan Pasha sontak membuat Yeslin terkejut. Dia sangat ketakutan, bagaimana jika Pasha mengetahui kalau dirinya baru saja menampar Era.
“Apa kamu dengar pertanyaanku, Yes? Apa yang kamu lakukan di sini?”
“Lalu, kamu juga ngapain di sini King?” tanya Yeslin balik dengan tersenyum sinis.
Pasha pun bingung mau menjawab apa. Belum juga ia sempat menjawab pertanyaan Yeslin, Era keluar dari ruangannya sambil memegangi pipinya yang masih terasa panas akibat tamparan Yeslin tadi.
Era buru-buru menurunkan tangannya, lalu menutupi pipinya dengan rambutnya. Namun tetap saja Pasha sudah menangkap pergerakan aneh Era. Apalagi mimik wajah Yeslin juga terlihat panik.
“Ada apa dengan pipi kamu, Ra?” tanya Pasha mendekati Era.
Era pasrah saja saat Pasha melihat pipinya yang memerah akibat tamparan Yeslin beberapa detik yang lalu. Dia juga tidak ingin mengatakan dulu kalau Yeslin lah yang melakukan semuanya. Biar Pasha tahu sendiri.
“Aku permisi dulu!” ucap Yeslin tiba-tiba.
“Mau kemana kamu?” Pasha mencekal lengan Yeslin.
“Katakan dengan jujur! Apa kamu yang melakukan ini semua, Yes? Kamu menampar Era?” tanya Pasha dengan suara tegas.
Yeslin benar-benar ketakutan. Apalagi ini pertama kalinya ia melihat Pasha marah dengannya. meskipun selama ini Pasha tidak membalas perasaannya, setidaknya pria itu masih menjaga tutur katanya jika bicara dengannya. namun kali ini tidak.
“Iya. memang aku yang menampar si perawan tua itu. karena itu semua pantas ia dapatkan. Karena dia kamu menolakku, King. Apakamu sadar, kalau dia hanya memanfaatkan kekayaan kamu demi menjeratmu, King. Dia telah merebutmu dariku, King!”
__ADS_1
“CUKUPPP!!!” suara Pasha yang menggelegar membuat kedua perempuan itu sama-sama ketakutan. Terutama Yeslin.
“Kalau kamu masih mau belajar bisnis di perusahaanku, ikuti peraturannya dengan benar. kalau tidak, dan hanya membuat ulah, aku akan mengembalikanmu lagi pada Kak Falan. Paham?”
Tentu saja Yeslin tidak mau kembali ke perusahaan Omnya. Dia masih ingin bekerja di perusahaan Pasha. anggap saja hari ini dia gagal, tapi tidak untuk lain kali.
“Maafkan aku, King. Jangan pecat aku!”
“Jangan meminta maaf padaku! kamu yang telah menampar Era, minta maaflah padanya. Dan satu lagi, yang bisa memecat kamu adalah Era.”
Yeslin terkejut mendengarnya. Tapi dia tidak punya pilihan lain. Biarlah harga dirinya jatuh, setidaknya dia masih berada di perusahaan ini.
“Maafkan aku, Bu Era. Aku janju tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi.” ucap Yeslin.
Sedangkan Era juga tidak mungkin menolak permintaan maaf Yeslin. Walau ia juga tahu kalau Yeslin meminta maaf bukan dari hatinya yang terdalam. Era akan mengikuti permainan busuk perempuan itu, karena ia yakin kalau saat ini Yeslin telah menyusun rencana yang lebih dari pada ini. apalagi Pasha terlihat jelas membelanya.
“Ya sudah, pergilah!” hanya itu yang diucapkan Era. Setelah itu Yeslin pergi dengan membawa dendam yang membara di hatinya.
**
Sebelumnya tadi Pasha sudah memaksa Era untuk mengantar pulang perempuan iu. Tapi sayangnya Era menolak. Lagi pula dirinya baik-baik saja. hanya pipi yang ditampar oleh Yeslin. Tangannya masih sanggup menyetir. Alhasil Pasha nurut saja, dan dia mengikuti mobil kekasihnya dari belakang.
Sesampainya di rumah Era, Pasha juga ikut masuk. Pria itu sangat khawatir dengan keadaan kekasihnya. Apalagi sejak tadi Era diam terus.
“Ra, kamu beneran nggak apa-apa? Apa perlu kita ke rumah sakit?”
“Ke rumah sakit? Untuk apa?” tanya Era heran.
“Siapa tahu akibat tamparan Yeslin tadi berakibat fatal pada syaraf kamu.”
“Gila kamu! Mana ada seperti itu. bahkan pipiku sudah baik-baik saja.”
“Nah gitu dong mau bicara, aku khawatir tahu nggak sih, Ra? Sejak tadi kamu diam terus. Aku pikir syaraf kamu kenapa-napa akibat tamparan Yeslin.”
Era hanya berdecak kesal. Ternyata perkataan Pasha tadi hanya memancing dirinya agar bicara.
“Aku mau mandi dulu. terserah kamu mau ngapain.”
__ADS_1
Era masuk ke kamarnya. Sedangkan Pasha memilih untuk memesan makanan untuk makan malamnya bersama Era.
Pasha masih teringat dengan masalah yang dialami oleh Era dan mantannya. Mulai sekarang ia akan menjamin kalau hidup Era akan kembali tenang seperti semula. Selagi Hagi masih berada di luar kota. Meskipun sudah pulang sekalipun, Pasha tidak akan membiarkan pria itu menemui kekasihnya. Dia akan bertindak lebih dulu untuk menendang Hagi dari negara ini. atau kalau perlu dari planet ini.
**
Kini Era dan Pasha sedang menikmati makan malam mereka. Era sudah bersikap seperti biasa. Perempuan itu memilih untuk tidak lagi mengingat kejadian Yeslin tadi. namun dia harus tetap waspada.
“Ra, weekend nanti kita jalan-jalan yuk?”
“Kemana?”
“Terserah kamu. Maunya kemana? Mungkin saja ada tempat yang ingin kamu kunjungi.”
Era masih berpikir keras. Karena beberapa waktu ini dia hidupnya tidak tenang lantaran memikirkan hutangnya pada Hagi. Pria itu juga tiba-tiba menghilang. Khawatirnya Hagi tiba-tiba muncul lagi dan membuat kekacauan saat melihat dirinya sedang jalan bersama Pasha.
“Jujur saja aku belum ingin pergi kemana-mana, King. Sorry. Jadi aku memilih untuk tetap di rumah saja.”
“Apa kamu takut dengan seseorang, Ra?”
Pertanyaan Pasha mampu membuat Era terkejut. Apa mungkin Pasha sudah tahu semuanya. Apa selama ini Pasha diam-diam mencari informasi tentang masalahnya dengan Hagi.
“Apa maksud kamu, King?”
“Ya, siapa tahu kamu takut dikejar debt kolektor.” Seloroh Pasha sembil tertawa.
Era pun sangat lega mendengarnya. Itu artinya Pasha tidak tahu masalahnya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1