
Ternyata wanita itu adalah Serena, yang tak lain sekretaris dari rekan bisnis Pasha. dan rekan bisnis Pasha itu adalah suami dari Khanza, adik Rayyan.
Serena juga ikut diundang dalam pesta pernikahan Pasha. namun dia hanya masuk sebentar ke dalam ballroom, sebelum akhirnya datang ke minibar ini.
Serena sebenarnya hanya terobsesi dengan Pasha. bukan ingin memiliki Pasha untuk menjadikan pria itu kekasihnya atau suaminya. melainkan hanya ingin menunjukkan pada mantan kekasihnya kalau ia bisa berbuat sama dengannya. ya, mantan kekasih Serena atau lebih tepatnya mantan tunangan Serena telah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri. Wanita sekssi dengan penampilan menggoda, ternyata mampu membuat Willy menghianati cinta Serena.
**
Rayyan dan Serena masih terus melanjutkan minumnya. Sesekali mereka juga bersulang. Meskipun tidak saling kenal, dan pernah bertemu dua kali. Pertama saat pernikahan Khanza dulu, namun mereka berdua tidak saling peduli. Dan yang kedua, yaitu sekarang ini.
Jika Rayyan yang memang sudah terbiasa tinggal di luar negeri, minuman seperti ini dengan kadar alkohol rendah tidak membuatnya mabok parah. berbeda dengan Serena yang baru pertama kalinya mencoba minuman seperti ini, sekarang saja tubuhnya sudah hampir tak berdaya.
Serena dan Rayyan akhirnya pun sama-sama beranjak dari minibar tersebut. Mereka berdua berjalan dengan tubuh yang sama-sama sempoyongan. Rayyan tidak mabok terlalu parah. hanya saja bayang-bayang Era masih memenuhi otaknya. Sedangkan Serena yang sudah keluar dari minibar tiba-tiba tubuhnya terhuyung hampir jatuh, kalau saja Rayyan tidak sigap menangkapnya.
“Hati-hati, Nona!” seru Rayyan menangkap tubuh sekssi Serena.
Hanya gumaman kecil yang keluar dari bibir Serena. Rayyan juga masih menuntun wanita itu, tapi tidak tahu mau dibawa ke mana.
Dalam perjalanan keluar dari minibar, Rayyan mendengar umpatan kecil dari bibir Serena pada seseorang. Dia yang juga dalam keadaan galau sama sekali tidak peduli.
Kini mereka berdua sudah sampai di lantai di mana kamar Rayyan berada. Rayyan melepaskan Serena dan membiarkan wanita itu pulang atau entah mau ke mana. Sedangkan dirinya sendiri langsung menuju kamarnya.
“Hei, Nona! Kamu mau ke mana?” tanya Rayyan saat tiba-tiba Serena mengikutinya dan memeluknya dari belakang.
“Jahat kamu, Wil! Kamu tega menghianatiku dengan dia! Kamu kira hanya dia wanita yang paling sekssi? Aku juga sekksii.” Racau Serena sambil memukul-mukul punggung Rayyan.
Rayyan mengumpat pelan dan melepas pelukan Serena. Namun tiba-tiba saja ia mendengar derap langkah seseorang dari lorong yang seperti sedang menuju ke arah di mana dirinya sedang berada. Dari jarak beberapa meter Rayyan mendengar orang yang berjalan itu sedang berbicara. dan suara itu adalah suara Papanya.
Rayyan sangat panik. Tidak mungkin dia membiarkan Serena dan meninggalkan wanita itu di depan kamarnya. Mau membawanya keluar pun keburu tahu Papanya. Akhirnya tidak ad acara lain. Rayyan segera menempelkan kartu aksesnya untuk masuk ke kamar. dia membawa Serena masuk ke dalam.
__ADS_1
“Selamat!” gumam Rayyan sambil mengusap dadanya saat sudah sampai di dalam kamarnya.
Sedangkan Serena tiba-tiba saja memuntahkan isi perutnya ke badan Rayyan.
Hooeekkkk
“Shiittttt!!! Sialannn! Kamu ini menyusahkan sekali!” umpat rayyan pada Serena yang sudah ambruk ke lantai. Sontak saja baju wanita itu jugaa terkena noda muntahannya yang ada di lantai.
Rayyan membiarkan Serena tergeletak di lantai. Sedangkan ia langsung masuk ke kamar mandi dan melepas bajunya yang kotor.
Beberapa saat kemudian Rayyan yang masih sedikit pusing keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk kimono. Dia bingung menatap Serena yang masih tergeletak di lantai.
“Menyusahkan sekali!” lagi lagi Rayyan mengumpat. Namun ia membawa Serena ke atas tempat tidurnya.
Brukk
Rayyan merebahkan tubuh Serena asal. Namun posisinya justru membuat wanita itu tidur terlentang. Bahkan Rayyan melihat dengan jelas dua bongkahan besar milik Serena menyembul ke atas seperti mau keluar dari tempatnya.
Mungkin karena sudah larut malam dan Rayyan juga lelah. Akhirnya ia memilih tidur satu ranjang dengan Serena. Dia yakin tidak akan terjadi apa-apa, karena mereka sama-sama tidur.
Sepuluh menit saat Rayyan baruu saja menutup matanya, tiba-tiba ia merasakan ada yang memeluknya dari belakang. Pelukan yang disertai isakan lirih dan gumaman kecil yang tidak begitu jelas. Rayyan masih membiarkannya saja, karena dia merasa seperti sedang bermimpi.
“Kamu jahat! Kamu tega!!” Serena kembali meracau dalam mimpinya. Dan hal itu juga didengar Rayyan dalam mimpinya seolah Era lah yang sedang menangis. Kemudian Rayyan berbalik badan dan menenangkan Serena yang dia anggap Era.
“Sudah, tenanglah! Ada aku yang selalu ada di sisimu.” Ucap Rayyan memberikan pelukan hangat pada Serena.
Mereka berdua pun saling berpelukan. Rayyan yang masih mendengar isakan lirih seseorang yang sedang dalam pelukannya, sontak ia meraih dagu wanita itu dan memberikan ciuman singkat pada bibirnya.
Cup
__ADS_1
Rayyan mengira kalau Era akan menolak ciumannya. Ternyata tidak. Ia pun kembali mencium bibir Serena yang masih ia anggap Era. Begitu juga dengan Serena yang mengira kalau ciuman itu adalah ciuman dari mantan tunangannya.
Tanpa diduga, ternyata keduanya pun saling berbalas ciuman. Posisi Rayyan kini sudah berubah mengungkung tubuh Serena dan masih saling membelitkan lidahnya.
Mmmhhhhh
Suasana kamar yang temaram semkain membuat Hasrat kedua orang itu sama-sama terbakar. Mereka kembali memperdalam ciumannya. Bahkan kini bibir Rayyan sudah berada di atas dada Serena.
“Ahhh… Will!” racau Serena.
Seketika itu Rayyan tersadar kalau bukan namanya yang dipanggil. Dia membuka matanya lebar-lebar. Ternyata yang sejak tadi ia cumbuii bukan Era. Tetapi wanita asing.
Rayyan pun segera beranjang dari tubuh Serena. Namun dia merasakan miliknya sejak tadi sudah berdiri tegak. Mengingat dia tidur hanya memakai handuk kimono.
“Sialll!! Kepalaku jadi sangat pusing kalau tidak dikeluarkan.” Gumam Rayyan frustasi.
“Sentuh aku, Willl! Aku masih lebih hebat dari seling,-“
Belum sempat Serena melanjutkan kalimatnya, Rayyan sudah membungkam bibir wanita itu dengan sangat rakus. Bahkan tangannya sudah menelusup ke dalam baju Serena dan meraih dua bongkahan besar yang sangat menggoda itu.
Rayyan tidak peduli kalau malam ini ia melepaskan hasraatnya pada wanita asing. Yang penting dia bisa puas.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!
Guys, mmpir dong ke karya baru othor di apk oyen. Napennya msh sama kok. Ceritanya jg seru loh😉🤗