Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
S2 (139) THE END


__ADS_3

Rayyan benar-benar bingung mau mencari Serena di mana lagi. sepertinya memang adik iparnya itu bukan orang biasa. Terbukti dari alamat apartemen yang baru saja ia datangi ternyata bukan alamat Alvin.


Akhirnya Rayyan pulang setelah menemui kegaagalan. Namun dia tidak pulang ke apartemennya, melainkan ke rumahnya. Mungkin saja ada ada bantuan dari Papanya. Karena memang selama ini orang tuanya tidak ikut campur dalam masalah rumah tangganya. Apalagi penyebab utamanya adalah Rayyan sendiri.


Setibanya di rumah, Mama Feby tampak cuek dengan kehadiran putra sulungnya meskipun wajah Rayyan terlihat keruh, rupanya wanita itu tidak memiliki simpati sama sekali pada anaknya.


“Ma!”


“Ada apa lagi? kamu gagal menemukan Serena? Lalu kamu mau minta bantuan Papa kamu?”


Rayyan semakin lesu mendengar ucapan Mamanya. “Ma, maafkan Ray!”


Mama Feby hanya menggelengkan kepalanya. Setelah itu duduk di sofa ruang tengah dan diikuti oleh Rayyan.


“Minta maaf pada Mama? kamu itu melakukan kesalahan pada Serena.”


“Makanya itu, Ma. Ray ingin bertemu dengan Serena dan minta maaf padanya. Jadi, tolong bantu bicara sama papa agar bisa membantu Ray.”


“Papa kamu tadi pagi berangkat ke luar kota. Gara-gara kamu tidak bisa professional dengan urusan kantor, jadinya papa yang mengatasi semua pekerjaan kantor yang harusnya menjadi tanggung jawab kamu.”


Rayyan semakin frustasi. Kalau sudah begini pasti papanya pasti sedang marah dengannya. akhirnya Rayyan memutuskan untuk pulang ke apartemennya, karena tidak mendapatkan solusi apapun.


“Lebih baik kamu introspeksi diri dulu Ray sebelum ingin meminta maaf pada Serena. Karena kata maaf saja tidak cukup mengobati luka hati istri kamu.” Pesan Mama Feby sebelum Rayyan pulang.


“Iya, Ma.”


***


Sudah satu bulan ini Serena tinggal bersama adiknya. Kandungannya juga baik-baik saja, meski terkadang morning sickness masih datang.


Dan selama itu pula Serena menjalani kehamilannya dengan baik tanpa ada tekanan batin. Adiknya bisa mencukupi semua kebutuhannya dan juga calon buah hatinya. Untuk masalah Rayyan, Serena memang belum siap untuk bertemu dengan pria itu. apalagi ucapan Rayyan masih terngiang-ngiang di benaknya.


Hari ini sebenarnya jadwal pemeriksaan kandungan Serena. Beberapa vitaminnya juga sudah ada yang habis. Namun Alvin sedang tidak ada di rumah sejak kemarin, karena ada urusan pekerjaan.


“Apa lebih baik aku ke rumah sakit sendiri saja ya?” gumam Serena. Karena dia ingin sekali melihat perkembangan janinnya.


Sebelum memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, Serena menghubungi adiknya dulu. tapi sayangnya ponsel Alvin sedang tidak aktif. Akhirnya ia berangkat saja ke rumah sakit sendirian. Tentunya dengan sedikit merubah penampilannya, siapa tahu Rayyan sedang berkeliaran di luar sana.


Serena pun kini sudah keluar dari area apartemen. Dia menghentikan taksi dan memintanya untuk mengantar ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan, Serena mengusap perutnya yang masih datar. Ada seberkas rasa bahagia karena di dalam rahimnya ada calon buah hatinya. Namun juga ada rasa sedih karena rumah tangganya yang baru seumur jagung nasibnya bagai terlur di ujung tanduk.


Setetes bening jatuh begitu saja membasahi pipi Serena. Tidak pernah terbayangkan kalau nasibnya akan berubah drastis seperti ini. akankah anaknya nanti lahir tanpa seorang ayah?


Serena buru-buru mengusap air matanya saat taksi yang ia tumpangi sudah berhenti di depan rumah sakit. Dia pun segera keluar setelah membayar tagihannya.


Dengan langkah pasti, Serena menuju loket pendaftaran. Namun siapa sangka kalau saat ini juga ada sepasang lengan kekar merengkuh tubuhnya.

__ADS_1


Serena terdiam sambil memejamkan matanya. air matanya semakin mengalir deras saat merasakan hangatnya pelukan orang yang sudah tidak asing baginya. Siapa lagi kalau bukan Rayyan.


“Maaf.. maaf.. maafkan aku, Sayang! Hukum aku dengan cara apapun asal jangan meninggalkan aku.” gumam Rayyan sambil mendekap erat tubuh istrinya.


Entah karena feeling Rayyan yang kuat pada Serena, atau memang sudah ada ikatan batin antara dirinya, Serena, dan calon buah hatinya, hingga hari ini tiba-tiba saja dia ingin pergi ke rumah sakit di mana Serena pernah melakukan periksa kandungan. Kalau tidak salah juga Rayyan ingat kalau sudah waktunya Serena periksa kehamilannya.


Tidak ada sahutan sama sekali dari Serena, kecuali hanya isakan kecil. Rayyan semakin sakit hatinya mendengar tangis sang istri.


“Jangan menangis, Sayang! Nanti anak kita juga ikut bersedih. Lebih baik kita memeriksakan kandungan kamu dulu.” ujar Rayyan menenangkan.


Serena tidakn menyahut lagi. namun ia tetap mengikuti saran suaminya untuk menuju loket pendaftaran.


Mereka berdua tidak menunggu lama. Setelah itu langsung menuju ruang pemeriksaan.


Dokter mulai memeriksa tekanan darah Serena, sebelum dilakukan pemeriksaan USG. Rayyan juga setia menemani si samping Serena. Sesekali menggenggam lembut tangan wanitanya saat dokter sudah mengoleskan gel di atas perut Serena.


Hasil pemeriksaan keseluruhan kondisi Serena dan kandungannya baik-baik saja. namun dokter tetap menyarankan agar si ibu bisa menjaga kestabilan emosinya. Mungkin sejak tadi Serena terlihat kurang bersemangat dan juga sedih.


Kini Rayyan sudah mengajak Serena menuju café yang tak jauh dari rumah sakit. Wanita itu sejak tadi tampak diam. barbagai macam perlakuan hangat Rayyan seolaj tidak dilihat oleh Serena. Padahal saat Rayyan memeluknya tadi ia merasa sangat nyaman. Namun tiba-tiba ucapan buruk Rayyan kembali mengingatkannya.


“Seren, kita pulang ke apartemen kita, ya?”


“Untuk apa?” tanya Serena dengan wajah datarnya.


“Maafkan aku. aku tahu kamu masih marah denganku. Kamu boleh menghukumku dengan cara apa saja, asal jangan tinggalkan aku lagi. aku tidak bisa hidup tanpa kamu.”


Serena tampak menghela nafasnya dalam. Dia juga sebenarnya tidak ingin membiarkan masalah berlarut-larut seperti ini.


“Tidak! Maafkan aku. aku percaya kamu bukan seperti itu. kamu melakukan semua itu ada alasannya. Dan aku sudah tahu semuanya. Kumohon jangan bahas masalah itu lagi. mari kita mulai lagi dari awal. Dan, untuk hubunganku dengan Joelle, kamu hanya salah paham. Aku dan dia sejak dulu tidak pernah ada hubungan apapun selain sahabat. Walau memang, dulu sekali sebelum kamu hadir di hidupku, aku pernah mencintai dia. tapi percayalah, di hati ini hanya ada kamu.”


Serena melihat dari sorot mata Rayyan memang sama sekali tidak berbohong. Akhirnya ia mengangguk samar, menyetujui permintaan dan mempercayai ucapan suaminya itu.


***


Rayyan benar-benar berubah setelah Serena kembali lagi bersamanya. Pria itu semakin perhatian dengan istri, dan juga kandungan Serena. Bahkan Rayyan tak jarang mengajak istrinya menikmati waktu berdua agar hubungannya semakin dekat dan mesra. Apalagi akhir-akhir ini si jani terlihat manja sekali dengan Papanya. Kalau sehari saja tidak diusap oleh papanya, janin itu seperti ngambek. Alhasil Rayyan sama sekali tidak bisa absen lama menjenguk si janin. Wkwk…


Sedangkan Alvin yang mengetahui kalau kakaknya sudah kembali tinggal bersama suaminya, dia juga tidak bisa mencegahnya. Kalau kakaknya nyaman berada di sisi Rayyan, apa boleh buat. Namun satu hal, jika hal buruk itu terulang lagi, Alvin tidak akan segan-segan menghabisi kakak iparnya itu.


***


Musim dingin sudah berakhir. Rayyan sudah berjanji pada Serena kalau musim dingin sudah berakhir mereka akan pergi baby moon ke Indonesia, sekalian pulang kampung. selain itu kandunga Serena juga sudah cukup kuat untuk melakukan perjalanan jauh.


Perjalanan menuju negara kelahiran Serena sangat membuat wanita itu bahagia. Karena sudah lama tidak pulang kampung dan mencicipi masakan khas Indonesia kesukaannya, jadi Serena sudah tidak sabar untuk segera sampai di negara itu.


“Sayang, kamu baik-baik saja? apa sebaiknya kita ke rumah sakit dulu untuk memeriksakan kandungan kamu?” tanya Rayyan dengan khawatir saat mereka baru saja tiba di bandara. Pasalnya wajah Serena terlihat murung.


“Tidak. Aku baik-baik saja. aku hanya ingin kamu membawaku ke restoran yang menyediakan berbagai macam menu masakan nusantara. Aku ingin memesan semua makanan di sana.”

__ADS_1


Rayyan tampak membelalakkan matanya. ternyata hanya perkara makanan yang membuat wajah sang istri murung.


“Baiklah. Dengan senang hati Tuan Putri!” ujar Rayyan lalu mencari taksi yang akan mengantarnya menuju restoran.


Setibanya di restoran, Serena lebih dulu masuk ke dalam. Sepertinya wanita itu sudah tidak sabar untuk mencicipi masakan nusantara yang sudah lama ia rindukan. Entah ngidam atau memang sedang kelaparan. Hanya Serena yang tahu.


Brukk


Rayyan tiba-tiba jatuh saat tidak sengaja ada seseorang yang mendorongnya dari belakang. Orang itu sepertinya memang sedang terburu-buru.


“Maafkan saya! saya buru-buru karena khawatir dengan istri saya yang sudah tidak sabar ingin makan di sini,-“


“Pasha?”


“Rayyan?”


Kedua pria itu sama-sama terkejut.


***


Kini Rayyan dan Pasha sedang berdiri di belakang wanitanya masing-masing yang sedang sibuk memilih menu makanan yang tersedia seperti prasmanan. Kedua pria itu sama-sama tersenyum lucu karena masing-masing wanitanya sedang ngidam makanan yang sama.


Ya, Era sudah hamil dua bulan setelah beberapa kali menjalani terapi kesehatan. Pasha sangat bahagia sekali dengan kabar kehamilan istrinya itu.


“Ini tinggal satu, buat aku saja!” ucap Serena mengambil ayam panggang yang sudah diambil oleh Era baru saja.


“Enak saja. aku juga sedang ngidam ayam panggang ini.”


Kedua wanita itu rebutan ayam panggang tanpa sadar. Hingga akhirnya,


“Seren?”


“Era?”


Sedangkan suami mereka yang sebagai penonton hanya bertepuk tangan melihat perdebatan istrinya.


.


.


.


THE END


Happy Reading!!


Terima kasih buat kalian semua yang sudah membaca novel remahan othor ini dari awal sampai akhir. Silakan mampir ke karya othor lainnya yang sudah tamat. Maaf, untuk sementara othor belum punya karya baru di pf ini. tapi tetap othor saranin untuk mampir di karya othor yang ada di oyen ya.. ceritanya juga sangat seru loh.

__ADS_1


Dan berikut ada beberapa nama aku yang mendapatkan apresiasi dari othor karena telah memberikan poinnya untuk novel “Brondiong Tajir Vs Perawan Tua”. Masing-masing akan mendapatkan pulsa dari othor. Jadi, silakan dm di akun ig othor @dee_k9191.



__ADS_2