
Rayyan bukan sedang tidak waras saat akan melakukannya untuk yang kedua kalinya. Justru ia sadar sesadar-sadarnya. Bukan seperti semalam yang terbuai dengan tubuh Serena gara-gara otaknya terpenuhi oleh Era. Sekarang ia sadar dan tahu kalau wanita yang akan ia sentuh untuk kedua kalinya bukanlah Era.
Dalam benak Rayyan, dia lah pria yang menyentuh Serena pertama kali. Dia tidak ingin suatu saat nanti Serena datang meminta pertanggung jawaban dengan mengaku sedang hamil anaknya. bisa jadi Serena melakukan dengan pria lain. Bukan hanya dirinya saja. ditambah lagi dengan ucapan Serena yang seolah merendahkan harga dirinya, meremehkan bibit unggulnya, maka Rayyan akan melakukannya sekali lagi atau bisa jadi berkali-kali sampai Serena hamil. Kedengarannya sangat tidak masuk akal. Namun, tanpa Rayyan sadari, ia sudah kecanduan dengan tubuh Serena.
Brukk
Serena dilempar begitu saja oleh Rayyan ke atas ranjang kamar tamu di apartemen Arga. Sontak saja wanita itu langsung ketakutan, dan mundur dengan cepat berusaha menghindari Rayyan. Pria yang sama sekali tidak ia kenal.
“Apa yang anda lakukan?” teriak Serena saat Rayyan sudah mulai melepas hoodienya.
“Bukankah aku sudah bilang, aku akan melakukannya sekali lagi agar kamu percaya kalau aku bisa menghamili kamu.” Jawab Rayyan dengan menyeringai.
Serena tidak habis pikir dengan ucapan Rayyan. Kenapa konsepnya jadi begini. Niat Serena berucap yakin tidak akan hamil, justru dianggap Rayyan sebagai hinaan.
“Jangan! Tolong, maafkan ucapan saya tadi Tuan! Saya tidak bermaksud menghina anda. saya janji akan pergi dari hidup anda, dan melupakan kejadian semalam.” Mohon Serena bernegosiasi dengan Rayyan.
Apakah Rayyan akan percaya begitu saja dengan ucapan Serena? Tentu saja tidak. Karena kini pria itu perlahan melupakan kalimat hinaan Serena. Rayyan justru tergoda sekaligus tertarik dengan semua yang ada pada diri Serena.
Srreekkk
“Tuan! Lepaskan saya!”
Rayyan berhasil menarik kaki Serena agar mendekat ke arahnya. Dia tidak peduli lagi dengan permohonan wanita itu, meskipun sudah beerlinang air mata.
“Menurutlah! Apa yang sudah keluar dari mulut kamu, sudah tidak bisa berubah lagi.” bisik Rayyan sambil mengusap air mata pada pipi Serena dengan lembut.
Suara isakan Serena masih terdengar. Tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali, karena sekarang posisinya sudah berada di bawah kungkungan Rayyan.
__ADS_1
Rayyan masih menatap wajah Serena yang sembab. Meskipun wanita itu tampak memalingkan mukanya. Isak tangisnya juga masih terdengar lirih.
“Aku janji akan menikahimu setelah ini.”
Satu kalimat yang keluar dari mulut Rayyan ternyata berhasil menari perhatian Serena. Wanita yang sejak tadi membuang mukanya ke samping itu kini menoleh, menatap pria yang sedang berada di atasnya. Serena ingin mendengar sekali lagi apa yang baru saja Rayyan katakan, namun belum sempurna mulutnya terbuka untuk mengucapkan sesuatu, Rayyan sudah menyumpal bibir Serena dengan ciuman.
Hmmpppp…..
Serena terus meronta saat Rayyan mulai mema gut bibirnya dengan lembut dan semakin menuntut. Kedua tangan Serena dicengkeram tangan Rayyan. Sedangkan kakinya sudah ditindih oleh Rayyan dengan tubuhnya. Bahkan Serene sudah merasakan sesuatu yang keras sedang menempel tepat di pahanya.
Rayyan terus melu mat bibir Serena. Bibir wanita yang pertama kalinya ia cium dan sudah membuatnya candu. Rayyan tidak ingin mengakhiri pagu tan itu kalau saja ia bibirnya tidak digigit oleh Serena.
“Ah, rupanya kamu sudah berani main kasar, Honey!” gumam Rayyan dengan menyeringai.
“Lepaskan!”
Rayyan terus menjelajah tubuh Serena. Wanita itu sudah tidak lagi meronta, karena kelelahan. Atau lebih tepatnya Serena sudah pasrah bagaimana nasibnya setelah ini.
Melihat Serena sudah diam, Rayyan kini semakin bebas bergerak. Kedua tangannya kini sudah bertengger pada dua buah bongkahan besar milik Serena yang begitu menggoda.
Sekali tarikan, kancing blouse Serena sudah berhamburan. Rayyan kesusahan menelan salivanya saat melihat aset Serena seperti mau melompat dari wadahnya.
“Jangan lakukan, Tuan! Saya mohon.” Lirih Serena dengan suara yang hampir putus asa.
“Jangan menangis! Setelah ini aku akan menikahimu.” Ucap Rayyan dan kembali mengusap air mata Serena.
Tidak ingin menunggu lebih lama lagi, Rayyan pun melanjutkan aksinya. Dan untuk yang kedua kalinya ia menjamah seluruh tubuh Serena yang diam-diam sudah membuatnya candu.
__ADS_1
Jika semalam Rayyan melakukannya sedikit kasar, namun kali ini penuh dengan kelembutan. Mulai dari atas, sampai bawah, Rayyan melakukannya dengan lembut. Bahkan Serena diperlakukan dengan istimewa.
Mulut boleh berkata tidak dan terus menolak, namun tubuh Serena tidak bisa berbohong. Nyatanya saat ini ia ikut terhanyut dengan permainan lembut Rayyan. Serena menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Rayyan.
Rayyan tersenyum penuh arti. Jelas dia tahu dengan reaksi tubuh Serena yang menerima sentuhannya. Meskipun tatapan mata wanita itu masih menyiratkan kebencian.
“Tahan ya, Honey! Milik kamu masih sempit. Jadi pasti akan sakit.” Ucap Rayyan seperti memberi aba-aba pada Serena.
Serena menggelengkan kepalanya, berusaha melepaskan diri, namun belum sempat ia lakukan, senjata pamungkas Rayyan sudah melesat ke dalam liangnya hanya sekali hentakan.
Rayyan langsung membungkam bibir Serena agar tidak berteriak kesakitan. Kemudian dengan pelan-pelan rayyan mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur.
“Honey, nikmat sekali tubuhmu! Racau Rayyan dengan keringat yang sudah membasahi tubuhnya.
Sedangkan Serena hanya mampu menangis dalam diam sambil menikmati setiap hujaman yang diberikan oleh Rayyan.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
Rayyan benar2 sedang kerasukan setan nih🙈🙈😆
__ADS_1