Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
41. Dimana Era


__ADS_3

Kini Pasha sudah sampai kantor. dia segera menuju ke ruangannya terlebih dulu, sekalian memberikan dokumen penting pada Papanya.


“King? Kamu sudah pulang?” pekik Yeslin saat melihat kedatangan Pasha.


“Apaan sih kamu, Yes? Ini sedang di kantor.” Pasha segera menghindar saat Yeslin hendak memeluknya. Harusnya yang seperti itu adalah Era, bukan Yeslin.


“Sorry! Aku hanya merindukanmu saja, jadi itu tadi reflek. Oh iya bagaimana kabar kamu?”


“Baik. Ya sudah, kamu lanjutkan pekerjaan kamu saja! aku masih sibuk.” Jawab Pasha dan segera masuk ke ruangan Papanya.


Setibanya di ruangan direktur utama, Pasha memberikan dokumen penting pada Papanya dan menjelaskan beberapa hal penting selama ia berada di luar negeri.


“Ya sudah, Pa. Pasha pamit pulang dulu!”


*


Kini Pasha mendatangi ruangan Era. Di sana ada beberapa rekan kerja satu divisi Era yang melihat kedatangan Pasha. mereka ada yang memekik terkejut saat melihat kedatangan Pasha yang selama ini dinantikan sebagai penyemangat kerja. Namun mereka tidak berani berbuat apa-apa selain hanya memperhatikan Pasha.


Pasha mengetuk pintu ruangan Era beberapa kali, namun tidak ada jawaban. Setelah itu ia langsung masuk. Ternyata di ruangan itu tampak kosong.


“Era!” Pasha menelisik seisi ruangan.


Keadaan meja kerja Era juga kosong, tidak ada tas milik Era. Bahkan layar komputernya tidak menyala. Mendadak perasaan Pasha tidak enak.


Pasha pun segera keluar dari ruangan Era dan bertanya pada salah satu rekan kerja Era.


“Apa kalian tahu dimana Era?”


Tatia sekaligus teman-teman Era yang mendengar Pasha memanggil nama kepala HRD itu tanpa embel-embel “Bu” membuat mereka sangat yakin kalau ada sesuatu dengan mereka berdua.


“Tidak, Tuan. Juleha tidak datang ke kantor selama dua hari ini.” jawab Tatia.


“Apa? Lalu kemana dia?”


Tatia hanya menjawab dengan gelengan kepala. Karena kenyataannya seperti itu. sejak kemarin Era tidak datang ke kantor. tanpa ijin, juga tanpa memberi kabar padanya.Tatia juga sudah menghubungi ponsel Era, namun tidak ada jawaban. Di rumah perempuan itu juga kosong.


“Bagaimana kalian tidak tahu dengan keberadaan kepala HRD kalian?” tanya Pasha sambil menahan amarahnya.

__ADS_1


“Maaf, Tuan. Memang kami semua tidak tahu.”


Tanpa mengucapkan sesuatu, Pasha segera keluar dari ruangan itu. teman-teman Era pun kini semakin yakin kalau Era telah menjalin hubungan special dengan Pasha.


Sementara itu Pasha langsung pergi ke rumah Era. Dia tidak peduli dengan rasa lelah setelah perjalanan jauhnya. Karena yang terpenting saat ini bisa bertemu dengan Era.


Waktu sudah sore saat Pasha sampai kediaman Era. Rumah itu tampak sepi, karena mobil Era juga tidak ada di sana. Berulang kali mengetuk pintu juga tidak ada jawaban. Lalu kemana kah Era pergi.


“Era, tidak mungkin kan kalau kamu pergi dari kota ini?” gumam Pasha frustasi.


Tentu saja pikiran buruk itu ada. Apalagi hari ini juga harusnya Era memberi jawaban atas tantangan yang perempuan itu berikan. Dengan kepergian Era yang tiba-tiba tanpa kabar, membuat Pasha seolah Era sudah memberikan jawabannya.


“Tidak! Aku harus mencari Era sampai ketemu.”


**


Semalaman Pasha mencari keberadaan Era. Namun tidak menemukan perempuan itu. akhirnya ia memilih pulang terlebih dulu untuk beristirahat. Besok dia akan mencarinya lagi.


Keesokan harinya, kebetulan juga weekend, Pasha banging pagi-pagi sekali untuk mencari keberadaan Era.


Pasha datang lagi ke rumah Era. Namun rumah itu masih sepi seperti kemarin. Entah di mana lagi ia harus mencari Era. Apalagi Pasha tidak mengenal dekat teman-teman Era yang satu divisi.


Waktu sudah agak siang. Pasha berhenti sejenak di sebuah rumah makan untuk mengisi perutnya yang sejak tadi pagi belum diisi.


Pasha mendapat pesan dari orang suruhannya yang berhasil melacak keberadaan Era terakhir. Yaitu dua hari yang lalu sekitar jam tujuh malam di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum. Namun setelah itu keberadaan Era sudah tibak bisa lagi dilacak.


“Kemana kamu, Era? Kenapa kamu pergi tanpa pamit kalau jawaban kamu memang menolakku?” gumam Pasha kesal bercampur emosi.


Pesanan makanan Pasha pun datang. namun sayangnya dengan suasana hati yang tidak baik-baik saja, selera makannya pun hilang. Pasha hanya mengaduk-aduk makanannya.


“Tuan Pasha!” ucap seseorang menghampiri Pasha.


Pasha menoleh ke sumber suara. Dimana ada sepasang suami istri yang salah satunya sangat dia kenal. Karena wanita itu adalah teman baik Era, yaitu Tatia.


Tatia tampak membisikkan sesuatu pada suaminya. mungkin meminta ijin untuk bicara dengan Pasha. dan suaminya pun menganggukkan kepalanya. Setelah itu Pasha mempersilakan Tatia dan suaminya untuk duduk bergabung dengannya.


“Apa anda sedang mencari Juleha?” tanya Tatia.

__ADS_1


“Iya. apa anda sudah tahu dimana Era sekarang?” Pasha bertanya balik.


“Belum, Tuan. Saya juga khawatir dengan Era. Semoga saja pikiran buruk saya tidak benar,-“


“Apa maksud anda?” sahut Pasha dengan memasang wajah cemas.


“Maaf. Saya juga tidak tahu pasti. Saya hanya takut jika terjadi sesuatu dengan Juleha akibat ulah Hagi.”


“Hagi? Siapa dia?” Tanya Pasha semakin tidak mengerti.


Akhirnya Tatia pun menceritakan tentang siapa Hagi. Dan Pasha pun baru tahu kalau pria yang beberapa kali ia temui sedang bersama Era adalah mantan kekasih Era.


Tatia juga menceritakan masa lalu Era dengan Hagi. Dimana pria itu telah beselingkuh dari Era. Bahkan selingkuhnya dengan sepupu Era sendiri. Dan kedatangan Hagi ke kota ini adalah untuk mengajak kembali Era menjalin hubungan seperti dulu lagi. Pasha tampak mengepalkan tangannya setelah mendengar cerita Tatia.


“Dan perasaan saya semakin tidak enak kalau Juleha pergi masih ada kaitannya dengan Hagi. Pasalnya beberapa waktu yang lalu saaat saya dan Juleha sedang menghabiskan waktu di café, ternyata Hagi mengikuti kita.” Ucap Tatia.


Ya, saat Tatia dan Era sedang berada di café saat itu, Tatia tahu keberadaan Hagi yang sedang duduk di meja tak jauh darinya.


Saat Era membayar minumannya ke kasir, Tatia menghampiri Hagi.


“Apa sejak tadi kamu menguping pembicaraan kami, hah?” sentak Tatia waktu itu.


“Sekarang aku sudah tahu semuanya. Dan sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan Era bersama pria manapun.” Jawab Hagi, lalu segera pergi meninggalkan café.


Setelah itu Era datang. Tatia tidak mengatakan kalau sejak tadi ada Hagi yang mendengar pembicaraannya. Tatia hanya meminta pada Era agar lebih berhati-hati saja dengan pria baj***an itu.


“Saya khawatir jika Hagi telah membawa Era pergi, Tuan.” Ucap Tatia.


Tanpa mengucapkan sepatah kata, Pasha segera pergi dari rumah makan itu dengan meninggalkan beberapa lembar uang. Setelah itu dia akan mencari pria yang bernama Hagi, dan menghabisinya.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2