Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
S2 (138) Nikmati Penderitaanmu!!


__ADS_3

Perjalanan dari rumah sakit menuju apartemen Alvin ditempuh waktu kurang lebih selama lima belas menit. Alvin langsung mengajak kakaknya masuk ke unit apartemennya.


Apartemen Alvin bukan kategori apartemen elit. Biasa saja, namun memiliki dua kamar dan fasilitas lengkap lainnya. Meskipun demikian, Serena tetap kagum dengan adiknya.


“Kak Rena istirahat aja dulu! di kamar ini.” ujar Alvin sambil membukakan pintu kamar yang ada di sebelah kamarnya.


“Nanti saja. aku belum ngantuk.”


Serena justru memilih untuk duduk di sofa ruang tengah sekaligus ruang tamu. Dia merebahkan tubuhnya di sana karena sengaja ingin ngobrol dengan Alvin.


Alvin sendiri membiarkan kakaknya di sana. Dia masuk ke kamarnya dulu sebelum akhirnya menuju dapur untuk membuat susu hangat.


“Nih kak, minum dulu! untung saja aku masih ada stok susu. Meskipun bukan susu ibu hamil, setidaknya lebih aman buat Kak Rena.” Ucap Alvin setelah meletakkan segelas susu hangat di atas meja.


“Al, luka kamu itu perlu diobatin. Sini, biar aku kompres dulu!” ucap Serena beranjak dari duduknya. Namun Alvin mencegahnya.


“Tidak perlu, Kak. Ini hanya luka kecil. Nanti akan sembuh sendiri.”


Serena pun akhirnya pasrah. dia meraih segelas susu hangat buatan Alvin, lalu meminumnya. Udara yang sangat dingin memang sangat cocok untuk minum yang hangat-hangat seperti ini.


“Sekarang ceritakan padaku, bagaimana bisa kamu bebas dari tuntutan hukum atas perbuatan kamu pada Rayyan tadi?” tanya Serena penasaran. Secara dia sangat tahu kalau mertuanya itu adalah orang yang sangat berpengaruh di kota ini. bisa saja Papa Chan menjebloskan adiknya ke dalam penjara setelah apa yang diperbuat oleh Alvin.


“Tadi ada bantuan dari temanku. Lagi pula kasus ini bukan termasuk tindak criminal. Tapi hanya pembelaan diri.” Jawab Alvin dengan santai.


“Pembelaan diri bagaimana, Al? kamu mempunyai senjata api. Bahkan kamu sempat menodongkan pistol ke arah Ray. Apa itu bukan tindak criminal? Dengan ancaman pembunuhan?”


“Nggak usah berlebihan deh, Kak! Di sini tuh dah biasa memiliki senjata api. Dah, nggak usah mikir yang macam-macam. Yang penting sekarang aku sudah bebas. Dan bisa tinggal bersama Kak Rena lagi. keluargaku satu-satunya.”


Serena terdiam. Apa maksud ucapan adiknya baru saja memang ingin mengajaknya tinggal bersama selamanya? Apa Alvin akan melarangnya jika ia tinggal bersama Rayyan, suaminya.


“Al, apa kamu membenci kakak iparmu?” tanya Serena.


“Tentu saja. aku sangat membencinya. Siapapun orangnya, yang sudah menghina wanita, apalagi itu kakakku sendiri, tidak mudah mendapatkan maaf dariku. Kenapa, Kak? Apa Kak Rena sudah memaafkannya? Dan akan kembali bersamanya?”


Serena terdiam. Dia juga masih ingat jelas dengan penghinaan Rayyan untuknya tadi. Apalagi suaminya itu telah mendapat hasutan dari Pasha. jelas hati Serena sangat sakit. Tapi dia ingat, di dalam rahimnya ada janin buah hatinya bersama Rayyan.

__ADS_1


“Aku tahu apa yang sedang Kak Rena pikirkan. Aku tidak meminta kakak untuk ikut membenci dia. apalagi di dalam perut kakak, ada anaknya. sudah malam, lebih baik Kak Rena istirahat.” Pungkas Alvin lalu ia lebih dulu masuk ke dalam kamarnya. Tak lama kemudian, Serena juga ikut masuk ke dalam kamar, untuk beristirahat.


Alvin mengunci pintu kamarnya. Dia mengambil obat untuk mengobati beberapa lebam di mukanya akibat pukulan dari Rayyan tadi. setelah itu ia menghubungi seseorang.


“Tutup kasus itu. jangan sampai orang tuanya tahu lebih dulu. dan minta polisi agar memberikan berita yang akurat agar kasus itu selesai.” ucap Alvin pada seseorang di balik sambungan teleponnya.


***


Pagi ini keadaan Rayyan sudah lebih baik. Dia merasa tidak ada luka serius akibat dari perkelahiannya dengan adik iparnya kemarin. Maka dari itu, pagi ini dia meminta pulang secara paksa. Karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Serena dan meminta maaf pada wanita itu.


“Ray! Mama mohon tunggu dulu dokter datang untuk memeriksa keadaan kamu.” Cegah Mama Feby saat Rayyan bersikeras ingin pulang.


“Ray sudah baik-baik saja, Ma. Ray ingin bertemu dengan Seren secepatnya.”


Bertepatan itu ada seorang perawat masuk hendak memeriksa keadaan Rayyan. Rayyan pun meminta perawat itu melepas selang infusnya. Dengan ancaman dari Rayyan, perawat itu pun langsung melepas selang infusnya.


“Mama urus semuanya. Ray akan pulang lebih dulu.”


Mama Feby hanya menghembuskan nafasnya kasar. Setelah itu pergi ke bagian administrasi untuk menyelesaikan pembayaran.


**


Rayyan teringat dengan pria yang sempat adu jotos dengannya kemarin. Apakah semalam Serena pergi k tempat tinggal adiknya itu? di mana alamatnya?


Rayyan sangat putus asa saat beberapa kali menghubungi istrinya, karena ponsel Serena tidak aktif. Namun beberapa saat kemudian ada pesan dari Era.


“Ray, hari ini aku pulang ke Indonesia. Semoga kamu lekas sembuh. aku juga minta maaf atas kekacauan yang terjadi dalam rumah tangga kamu. Pasha sangat menyesal dengan ucapannya. Sepertinya Serena juga sudah salah paham dengan kedekatan kita. Karena saat kemarin aku menemuinya, dia terlihat sangat membenciku dan dia mengatakan kalau hubungannya dengan kamu akan berakhir. Perbaikilah semuanya, Ray! Sebelum semuanya terlambat. Maafkan aku dan suamiku.”


Rayyan semakin kacau setelah membaca pesan dari Era. Sungguh ia tidak menyangka jika masalah rumah taangganya akan serumit ini. padahal beberapa waktu yang lalu ia sudah menyatakan cintanya pada Serena. Tetapi dirinya sendiri lah yang membuat ulah, hingga Serena memutuskan untuk pergi.


***


Beberapa hari Serena tidak pulang. wanita itu memang sengaja ingin menenangkan dirinya dan belum siap untuk bertemu dengan Rayyan. Sedangkan Rayyan sendiri terus berusaha mencari keberadaan istrinya, dan sampai sekarang pun ia belum bisa menemukannya.


Rayyan tidak putus asa. Dia rela mengirbankan banyak waktunya hanya demi mencari Serena. Padahal dulu ia bisa menutup identitas Era dari Pasha. hingga Pasha sulit menemukan Era. Tapi sekarang, Rayyan seolah sedang menerima karmanya. Dan satu kesimpulan yang bisa ia tarik. Adik iparnya itu bukan orang biasa. Apalagi dengan kepemelikan senjata api tempo hari yang akan digunakan untuk menembaknya.

__ADS_1


Akhirnya Rayyan pun menggunakan cara terakhir. Yaitu memanfaatkan kemampuan IT nya.


Benar saja. hanya dalam waktu tidak lebih dari tiga puluh menit, Rayyan sudah mendapatkan alamat tempat tinggal Alvino. Ada sedikit penyesalan dalam dirinya, kenapa tidak melakukannya dari kemarin? Dengan begitu ia bisa secepatnya bertemu dengan Serena.


Hari itu juga Rayyan langsung pergi ke apartemen Alvin. Karena di sana ada istrinya. Dengan penuh percaya diri, Rayyan langsung menekan bel pintu unit apartemen yang diduga milik Alvin.


Klik


“Ada yang bisa saya bantu, Tuan?” tanya seorang wanita dengan pakaian minim bahan dan dandanan menor.


“Saya ingin bertemu dengan pemilik apartemen ini. Alvino.” Jawab Rayyan sambil mengindar dari wanita itu yang terus berusaha menyentuhnya.


“Kenapa cari yang ngga ada? Di sini ada aku, Evelyn. Yang siap melayanimu, Tuan. Dan di sini bukan tempat tinggal Alvin.” Ucap wanita itu sambil menarik tangan Rayyan agar ikut masuk ke dalam.


Brukk


Rayyan mendorong kuat wanita itu setelah hampir berhasil masuk ke dalam unit apartemennya. setelah itu ia segera berlari meninggalkan apartemen.


**


“Rasain! Memangnya aku tidak tahu kalau kamu sedang mencari Kak Rena. Nikmati penderitaanmu!” gumam Alvin sebelum menutup laptopnya yang menunjukkan rekaman cctv Rayyan yang sedang datang apartemennya dulu.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


 


 

__ADS_1


__ADS_2