
Bruk
Rayyan yang suasana hatinya juga campur aduk setelah mendengar kalau Era sudah memaafkan Pasha, tak sengaja ia menabrak seorang perempuan yang sepertinya hendak berjalan berlawanan arah dengannya.
“Kalau jalan tuh pakai mata, dong!” seru perempuan itu sambil mengusap-usap bajunya yang sedikit kotor.
Rayyan hanya menatap jengah pada perempuan yang berpenampilan cukup sekssi itu. tanpa mengucapkan minta maaf, ia pergi begitu saja meninggalkan Serena yang masih kesal.
“Dasar pria tak berperasaan!” teriak Serena dengan kesal.
Niat Serena ingin mencari keberadaan Pasha pun akhirnya ia urungkan. Ia memilih untuk pulang meninggalkan pesta pernikahan atasannya itu. moodnya sudah rusak setelah bertemu dengan pria tak berperasaan tadi.
Kembali lagi pada Era dan Pasha.
Setelah mendengar ucapan Pasha yang meminta kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya dan meminta untuk menjalin hubungan seperti dulu lagi, Era pun meradang.
“Aku sudah memaafkan kamu. Bukan berarti dengan mudahnya kamu meminta kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Lupakan semua itu, dan jangan lagi usik kehidupanku!” pungkas Era lalu pergi meninggalkan Pasha yang masih berdiam diri.
Apakah setelah mendengar ucapan Era baru saja Pasha juga mengikuti kemauan wanita itu. tentu saja tidak. Perjuangannya untuk mendapatkan hati Era masih panjang. Dan Pasha tidak akan pernah putus asa. Bahkan kalau perlu samapi titik darah penghabisan, ia akan berjuang mendapatkan Era lagi.
**
Setelah acara pernikahan Khanza, Era memilih untuk kembali ke luar negeri lebih dulu. sedangkan Rayyan masih ada urusan di negara ini, jadi Era pulang sendiri.
Era kini sudah berada di pesawat. Perasaannya tak karuan setelah pertemuan tak sengaja dengan orang masa lalunya semalam. Bahkan setelah menghadiriacara pesta pernikahan Khanza, Era sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. maka dari itulah ia memilih untuk pulang hari ini. demi menjaga kewarasan hatinya.
Era melihat pemandangan luar dari jendela pesawat. Lagi-lagi air matanya meluncur begitu saja saat mengingat pertemuaannya semalam dengan Pasha. kata demi kata yang meluncur dari mulut Pasha semalam masih teringat jelas dalam benak Era.
“Salah paham” dua kata itu yang masih terngiang-ngiang di ingatan Era. Lalu ucapan Pasha yang menjelaskan bahwa pria itu tidak pernah menikah dengan Yeslin. Yeslin sengaja membuat undangan palsu agar dirinya membenci Pasha lalu pergi meninggalkan pria itu.
Era bertanya-tanya dalam hatinya. Benarkah semua yang dikatakan Pasha semalam? Lantas apa yang telah terjadi sebenarnya saat Pasha tiba-tiba menghilang tanpa kabar setelah kartu undangan pernikahan itu diberikan Yeslin.
Mungkinkah hati kecil Era mempercayai ucapan Pasha dan mengijinkan pria itu memperbaiki kesalahannya? Namun Era teringat dengan luka yang ia derita akibat ulah Pasha. terlebih dengan kondisi dirinya yang sudah divonis dokter tidak bisa mengandung lagi.
“Tidak!” Era menggelengkan kepalanya pelan. Sudah cukup luka itu ia bawa sampai akhir hayatnya. Jadi tidak mungkin ia memberikan Pasha kesempatan kedua dengan mudahnya.
*
Setibanya di negara yang selama ini telah menjadi tempat Era tinggal, dia kembali memulai aktivitasnya seperti biasa. Meskipun dalam kondisi hati yang masih tak karuan pasca pertemuannya tempo hari dengan Pasha.
Sebenarnya Era ingin bertemu dengan Rayyan sekaligus bertanya sesuatu dengan pria itu. tentu saja pertanyaan yang masih ada hubungannya dengan Pasha. karena menurut Era, Rayyan seperti mengetahui sesuatu dengan masa lalunya bersama Pasha. namun sayangnya sejak kepulangan Rayyan dari pernikahan sang adik tempo hari, Era sangat kesulitan bertemu dengan pria itu.
Berulang kali Era menghubungi Rayyan. Namun dia selalu mengatakan kalau sedang sibuk bersama Papanya di luar kota. Entah Era mau percaya atau tidak, karena Rayyan memang selalu diandalkan oleh Papanya untuk menangani beberapa proyek besar perusahaan. Namun sebagian hati Era juga mengatakan kalau Rayyan terlihat seperti sedang menghindarinya.
__ADS_1
Hari ini Era tampak sangat lelah karena pekerjaannya begitu padat. biasanya jika memiliki pekerjaan yang menunpuk, wanita itu sama sekali tidak pernah mengeluh kelelahan. Tapi kali ini rasanya agak berbeda.
Biasanya kalau sedang suntuk seperti ini Era akan mengajak Rayyan untuk refreshing sejenak sepulang dari kantor. namun sayangnya pria itu susah dihubungi.
Akhirnya Era memilih untuk pulang saja ke apartemennya. mengistirahatkan diri di rumah adalah jalan terakhir untuk refreshing karena memang ia tidak mempunyai teman dekat selain Rayyan.
Era sudah tiba di unit apartemennya. dia segera mandi dan berendam dengan air hangat agar otot-otot syarafnya rileks. Usai berendam beberapa menit, Era berniat untuk membuat makanan sebelum akhirnya terdengar suara bel apartemennya.
Klik
Era membuka pintu apartemennya dengan terkejut saat melihat sosok pria yang selama ini ia hindari. Bagaimana mungkin Pasha bisa berada di negara ini. bukankah selama ini ia meminta Rayyan menyembunyikan identitasnya. Tidak mungkin kan saat kepulangannya dulu Pasha mengikutinya. Atau semua ini masih ada hubungannya dengan Rayyan.
“Ra!” panggil Pasha dengan suara lirih.
Tanpa mengatakan apapun, Era langsung menutup pintunya. Namun sayangnya Pasha bergerak cepat. Dia menahan pintu itu dan mendorongnya kuat hingga ia bisa masuk ke dalam unit apartemen Era.
“Kenapa kamu ke sini, hah? Sudah aku katakan, pergi dari kehidupanku! Tidak mau berurusan ataaupun memiliki hubungan apapun dengan kamu. Cepat pergi!” teriak Era dengan histeris.
“Aku tidak akan pergi, Ra! Aku akan terus berjuang untuk mendapatkan hati kamu lagi. please, Ra! Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya.” Mohon Pasha.
“Pergi! Aku tidak mau melihat wajah kamu lagi. aku sangat benci kamu!” amarah Era meluap-luap setelah mengingat semua perbuatan Pasha dulu. padahal sebelumnya ia sudah memaafkan Pasha. namun Pasha justru datang dengan membuka kembali luka yang masih belum kering itu.
“Ra, tolong dengarkan penjelasanku dulu! semua itu hanya salah paham. Aku pergi tanpa kabar karena pergi ke luar negeri untuk menyelamatkan perusahaan yang hampir jatuh. Aku tidak tahu kalau Yeslin memanfaatkan semua itu. please, Ra! Percayalah. Aku tidak pernah menikah dengan Yeslin.”
Setelah pintu tertutup, Era merosot di balik pintu dengan air mata yang kembali mengalir begitu derasnya. Mungkin jika Pasha bukan penyebab ia kehilangan janinnya, Era masih memberi kesempatan pada Pasha untuk memperbaiki kesalahannya. Terlebih dengan vonis dokter tentang kandungannya, membuat Era kembali murka dengan sosok Pasha. karena pria itulah hidupnya hancur.
Setelah meredakan tangisnya, Era mencoba menghubungi Rayyan. Karena hanya dia lah satu-satunya orang yang membuat Pasha bisa sampai apartemennya. dan lagi-lagi Rayyan sulit dihubungi.
Keesokan harinya, Era berangkat ke kantor lebih awal. Selain ia ingin menemui Rayyan sebelum pria itu kembali menghindarinya, ia juga ingin menghindari Pasha yang pastinya nanti akan datang lagi ke apartemennya.
Tepat saat Era baru datang, di basement sudah tampak mobil Rayyan terparkir di sana. Tidak menunggu lama, Era langsung menemui Rayyan di ruang kerjanya.
Cklek
Era membuka pintu ruangan Rayyan tanpe mengetuknya. Terlihat pria itu tampek terkejut dengan kedatangan Era. Namun Rayyan berusaha biasa-biasa saja.
“Eh, Joel! Ada apa?” tanya Rayyan tanpa berani melihat mata Era.
“Jangan pura-pura bodohh kamu, Ray! Sekarang katakan padaku kalau King tahu tempat tinggalku itu pasti dari kamu.” Ucap Era to do poin. Tentunya dengan amarah yang siap diledakkan.
“Joel, duduklah dulu! dengarkan penjelasanku dulu!” bujuk Rayyan mencoba bicara baik-baik dengan Era.
“Cepat katakan! Iya atau tidak?”
__ADS_1
Rayyan pun semakin merasa bersalah pada Era. Namun ia melakukan semua ini demi kebaikan wanita yang dicintainya itu. Rayyan sadar, sampai kapanpun cintanya pada Era tak akan terbalaskan. Dia juga sangat yakin kalau Era juga masih mencintai mantan kekasihnya. Jadi ia lebih memilih untuk mendekatkan Era dengan mantannya lagi. dia yakin kalau Pasha pasti akan menerima kekurangan Era. Terlebih Pasha sendiri lah yang menyebabkan Era kehilangan janinnya, sampai ia dinyatakan susah hamil.
“Iya. kamu tahu, kepulanganku ke Indonesia beberapa waktu yang lalu? Aku diminta seseorang untuk mencari wanita yang telah hilang selama dua tahun. Kamu tahu keahlianku menutup identitasmu kan, Ra? Dan orang yang memintaku untuk mencari wanitanya itu adalah Pasha.”
Rayyan melanjutkan ceritanya. Dia melihat sorot mata penuh penyesalan pada Pasha akibat perbuatannya pada Era. Apalagi Pasha masih sangat mencintai Era. Maka dari itu, Rayyan akhirnya membuka identitas Era agar Pasha bisa langsung menemukan wanita pujaannya.
“Aku benci kamu, Ray! Kenapa kamu lakukan semua itu? kamu sudah tahu bukan kalau dia lah penyebab dari semua penderitaanku selama ini?”
“Tapi, Joel! Menurutku lebih baik kamu memaafkan dia dan memberi kesempatan untuk memperbaiki,-“
“Cukup! Aku benci kamu, Ray!” ucap Era dan langsung pergi meninggalkan Rayyan.
Era pergi meninggalkan kantor dengan memacu kendaraannya di atas rata-rata. Hatinya sangat sakit. Tidak ada seorang pun yang berpihak padanya. Kenapa Rayyan malah memintanya untuk kembali dengan Pasha.
Tanpa sepengetahuan Era, Pasha sejak tadi mengintai Era. Bahkan saat Era mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, Pasha tampak sangat khawatir. Beruntungnya setelah itu Era menghentikan mobilnya di tepi jalan yang cukup lengang.
Pasha menghampiri Era yang baru saja keluar dari mobilnya. Terlihat jelas kalau penampilan Era tampak kacau.
“Ra!”
Era langsung menoleh ke sumber suara. Dia menatap benci pada Pasha yang ternyata sejak tadi mengikutinya.
“Kamu mau tahu, apa alasanku sangat membencimu?” tanya Era saat Pasha sudah berdiri di hadapannya.
“Kamu adalah orang yang telah menyebabkan aku kehilangan janinku!”
Duarrr
Bagai disambar petir di siang hari, ucapan Era membuat kepala Pasha berdenyut kencang. Bayangan masa lalunya, saat ia melakukan hubungan untuk pertama kalinya dengan Era kembali menghampiri. Dia tidak menyangka kalau akibat perbuatan itu, Era sampai hamil.
“Ra, ap…apakah yang kamu katakan itu benar?” tanya Pasha dengan bibir bergetar.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1