
“Sudah, ayo cepat!” Pasha langsung mengambil kunci mobil Era dari tangan perempuan itu. bahkan Pasha terlihat buru-buru sekali. Akhirnya Era pun segera masuk ke dalam mobilnya, duduk di sebelah Pasha. Setelah itu Pasha melajukan mobil Era keluar dari kantor menuju super market.
Sementara itu Yeslin yang pulang paling akhir, dia menghampiri Pasha ke dalam ruangannya. Karena tadi pagi ia sudah bilang pada Pasha kalau pulang kerjanya akan nebeng pria itu. ya, sekaligus ingin lebih dekat dengan Pasha. lagipula Pasha juga tidak menolaknya.
“King!” Yeslin celingukan mencari keberadaan Pasha di ruangannya.
Ruangan itu tampak sepi. Terlihat jelas kalau penghuninya tidak berada di sana. Yeslin pun tampak menahan kekesalannya, karena merasa Pasha sudah membohonginya. Lalu ia mencoba menghubungi Pasha, namun tidak ada jawaban.
“Awas kamu, King!” gerutunya sambil lalu.
Yeslin langsung pergi ke basement. Dia ingin memastikan apakah Pasha benar-benar sudah pulang. kalau iya, ya mau bagaimana lagi. rencananya gagal. Dan ia akan pulang naik taksi.
Sesampainya di basement, Yeslin melihat hanya ada satu mobil saja. kedua sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman saat melihat mobil Pasha ada di sana. Bahkan lampu mbil itu menyala, seperti sengaja menunggu seseorang.
“Ah, ternyata kamu hanya nge’prank aku ya, King?”
Dengan langkah percaya diri, Yeslin menghampiri mobil Pasha. sesampainya di dekat mobil itu Yeslin langsung membuka mobilnya.
“Ahh… so sweee….”
Yeslin tidak lagi melanjutkan kalimatnya saat melihat seseorang yang sedang duduk di bangku kemudi itu bukanlah Pasha. padahal ia sudah duduk tepat di samping pria yang ia kira Pasha.
“Apa anda sudah siap pulang, Nona Yeslin?” sapa seorang pria yang ternyata adalah sopir kantor. pria berusia tiga puluh lima tahun itu tersenyum senang saat mendapati perempuan cantik duduk di sampingnya. Apalagi mobil yang ia kendarai ini adalah mobil mahal. Kapan lagi dapat kesempatan emas seperti ini.
“Kenapa kamu yang ada di sini? kemana King?” tanya Yeslin dengan amarah yang sudah berada di ubun-ubun.
“Tuan Pasha ada urusan di luar. Katanya saya disuruh mengantar Nona Yeslin pulang, sekalian mengembalikan mobil Tuan Pasha ke rumah.” jawab pria bernama Jatmiko, atau lebih akrabnya dipanggil Miko.
“Nggak sudi aku diantar oleh kamu. Lalu dengan siapa King tadi pergi?”
“Saya tidak tahu, Nona. Tuan hanya berpesan kalau saya disuruh mengantar Nona. Bahkan kalau Nona minta ditemani pergi, Tuan Pasha bilang saya suruh menemani anda juga.” jawab Miko dengan senyum yang tak pernah surut.
__ADS_1
“Ogah!! Lebih baik aku naik taksi saja.” Yeslin langsung keluar begitu saja dari mobil Pasha.
Dia sungguh kesal sekali dengan Pasha. tega-teganya Pasha mengerjainya seperti itu. setidaknya kalau tidak bisa atau tidak boleh menumpang di mobilnya, dia kan bisa bicara langsung. tidak harus seperti ini.
Sedangkan Miko yang masih berada di dalam mobil Pasha hanya menggelengkan kepalanya setelah melihat sifat Yeslin yang begitu arogan.
“Pantas saja Tuan Pasha tidak mau dan menghindar dari cucu nenek lampir itu. orang dia sombong sekali. Cantik sih cantik. Tapi sayang, dada rata.” Gerutu Miko. Lalu ia menyalakan mesin mobilnya dan segera mengembalikan mobil itu ke rumah Pasha.
***
Sementara itu sepasang kekasih yang baru jadian kemarin, kini tengah asyik menikmati kebersamaannya. Pasha sedang mendorong troli, menemani Era yang sedang berbelanja sayuran dan daging segar.
Mereka berdua masih mengenakan seragam kantor. hanya saja Pasha sudah melepas jasnya, dan menyisakan kemejanya yang berwarna putih dan lengannya digulung sampai siku.
Sepasang kekasih itu terlihat romantis dan kocak. Bagaimana tidak, saat Era sedang memilih beberapa makanan siap saji yang dikemas dalam kaleng seperti rendang daging, Era meminta Pasha untuk mencium kemasan itu, apakah dagingnya tidak basi. Dan Pasha pun nurut saja. setelah sadar telah dikerjai oleh Era, wajahnya berubah kesal. Sedangkan Era hanya cekikikan sendiri.
“Hei, coba lihat deh pasangan suami istri itu. sejak tadi aku perhatiin belanjanya bercanda terus.” Ucap ibu-ibu yang sedang berbelanja juga.
“Tapi aku salut loh, Jeng. Meskipun terlihat istrinya lebih dewasa dari suaminya, tapi mereka terlihat nyaman dan santai-santai saja.”
Sementara yang menjadi pusat perhatian malah cuek saja. justru mereka masih asyik bercanda sambil memilih bahan makanan.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih selama satu jam setengah, akhirnya mereka selesai juga. kemudian mereka langsung pulang. pulang ke rumah Era tepatnya.
Pasha sebenarnya ingin sekalian mengajak Era untuk makan. Namun sayangnya Era menolak. Untuk apa dia berbelanja banyak sekali bahan makanan kalau akhirnya tetap makan di luar. Dan Era memang nanti akan langsung masak untuk makan malamnya setelah selesai berbelanja. Akhirnya Pasha menurut saja. dia juga tidak keberatan. Karena masakan Era juga sangta nikmat.
“Sudah, nggak ada yang dibeli lagi?” tanya Pasha begitu mereka sudah masuk ke dalam mobil.
“Nggak ada. Semuanya sudah lengkap. Untuk bumbu-bumbu lainnya, di rumah masih ada.” Jawab Era sambil mengecek struk belanjaannya.
Setibanya di rumah Era, Pasha ikut membantu perempuan itu membawa belanjaannya, dan menatanya sesuai dengan tempat.
__ADS_1
Malam ini menu makan malam mereka berdua adalah rendang daging siap saji yang sudah Era beli tadi. dia hanya memasak nasi saja sebentar, lalu membuat jus buah untuk dirinya dan juga Pasha.
“Kamu tunggu di sini dulu ya, sambil nunggu nasinya. Aku mau mandi dulu.” ucap Era setelah selesai membuat jus.
“Ok siap, My Princess.”
Pasha hari ini benar-benar sangat bahagia. Dia merasa seperti seorang suami yang setia menemani istrinya kemana pun. Bahkan Era juga terlihat sudah bersikap biasa padanya. Walau sifat aslinya masih melekat pada diri perempuan itu. yaitu menjengkelkan dan suka usil.
Pasha membayangkan kalau dia sudah resmi menjadi suami Era, pasti akan lebih bahagia lagi. apalagi bisa makan bersama setiap hari, dan tidur bersama juga. tapi sayangnya angan-angan itu masih jauh. Pasha tidak ingin terlalu cepat membahas pernikahan dengan Era, yang justru nanti akan membebani perempuan itu.
Cklek
Era sudah keluar dari kamarnya dengan badanya yang lebih fresh dan wangi.
“Cantiknya My Princess!” pujinya sambi mengerlingkan matanya.
“Apa kamu mau mandi sekalian?” tawar Era.
“Nggak. Nanti saja di rumah. apa kamu terganggu dengan penampilanku yang belum mandi dan bau asyem seperti ini?” tanya Pasha.
“Nggak, kok. Justru bau asyem kamu bisa jadi vitamin makan malam kita.” Kelakar Era sambil tersenyum geli. Karena setelah itu Pasha langsung mencium bau ketiaknya sendiri untuk memastikan apakah benar-benar bau asyem.
“Nggak bau kok.” Gumamnya pelan. Setelah itu dia sadar kalau lagi-lagi Era mengerjainya.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!