
Tak ada satu orang pun yang berani menolong Era saat perempuan itu terus berteriak. Era dibawa masuk ke dalam mobil oleh orang-orang suruhan Rayyan.
Ya, Rayyan lah yang melakukan semua ini. sebab, kalau ia sendiri yang datang ke bandara dan meminta Era kembali, pasti dia tidak akan mau. Apalagi tadi ia sempat melihat rekaman cctv Era saat berada di rumah sakit dengan menyamar sebagai petugas kebersihan.
“Tolong, lepaskan aku! kalian siapa?” Era terus berteriak pada beberapa orang pria yang bersamanya di dalam mobil.
Tangan Era diikat ke belakang. Begitu juga dengan kakinya. Era sungguh ketakutan, jika pria-pria itu akan melakukan tindak asusila padanya. Apalagi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan mereka.
Sedangkan pria-pria itu hanya diam saja dengan teriakan Era. Karena sesuai dengan perintah Rayyan, mereka tidak boleh bicara ataupun menjawab berbagai macam pertanyaan Era.
Beberapa saat kemudian Era sudah tiba di sebuah rumah yang sangat asing baginya. Dia langsung dibawa salah masuk ke dalam. Ternyata di sana sudah ada dua orang perempuan cantik yang tampak sedang menunggunya.
Era dipaksa untuk duduk manis dengan ikatan tali pada tangannya sudah dilepas. Kedua perempuan cantik itu langsung mengerjakan tugasnya sesuai dengan perintah sang bos. Era pun sangat kebingungan saat wajahnya mulai dipoles dengan make up. Bajunya pun diganti dengan gaun sederhana khas pengantin, namun sangat elegan.
“Menurutlah, Nona! Kalau tidak, nyawa kami dan nyawa anda akan menjadi taruhannya.” Ucapa salah satu perempuan itu memberi ancaman pada Era saat Era hendak menolak dipakaian mahkota pada rambutnya.
Mendengar ancaman itu, Era juga sangat ketakutan. Tapi yang lebih membuatnya takut adalah, dengan siapa ia akan menikah. kenapa pakai acara pemaksaan seperti ini. Era takut jika ada orang jahat sengaja melakukan ini dengan cara menjeratnya dengan sebuah pernikahan paksa seperti pada novel online yang pernah ia baca.
Era kini sudah tampak sangat cantik. Meskipun senyum manisnya ia sembunyikan diganti dengan rasa takut yang mendominasi.
Setelah dirias, Era kembali dibawa oleh pria-pria tadi. namun saat ini matanya ditutup dengan kain hitam. Tubuh Era pun semakin bergetar ketakutan.
Beberapa saat kemudian Era sudah tiba di sebuah tempat yang sendiri tidak tahu pasti letaknya. Apalagi ini di luar negeri. Era tidak bisa meminta bantuan pada siapapun. Adapun Rayyan, namun ia tidak tahu di mana ponselnya sekarang berada.
Era dituntun masuk ke sebuah aula yang tidak terlalu besar. Dalam kondisi mata yang masih tertutup, Era bisa merasakan kalau tempat itu sangat sepi. Bagaimana kalau setelah dinikahi paksa, dirinya akan dibunuh. Membayangkannya saja membuat Era semakin ketakutan.
__ADS_1
“Duduklah!” perintah salah satu orang yang telah membawanya tadi.
Kini Era sudah duduk. Lalu, kain hitam penutup matanya perlahan dilepas. Bersamaan itu, tangannya digenggam lembut oleh tangan yang terasa sangat dingin.
“King?” Era hampir tidak percaya kalau yang memegang tangannya adalah Pasha.
Pasha yang sedang duduk di kursi roda, lengkap dengan jas berwarna hitam, membuat pesonanya semakin tampan. Meskipun wajahnya masih sedikit pucat.
Era menelisik ke seisi ruangan. Di hadapannya sudah ada pemuka agama yang akan menikahkan dirinya dengan Pasha. kedua orang tua Pasha juga ada di sana dengan memberikan senyum bahagia pada Era. Tak lupa Rayyan dan kedua orang tuanya juga ada di sana.
Ada apa ini. kenapa jadi seperti ini. Era sungguh tidak mengerti. Bukankah kedua orang tua Pasha sudah menolaknya secara halus dan memintanya untuk pergi meninggalkan Pasha. tapi kenapa sekarang ia malah dinikahkan dengan Pasha.
“Apa sudah siap?”
Pasha menganggukkan kepalanya, dan acara sakral yang sangat sederhana itu pun dimulai. Era mendadak speechless. Mau protes untuk meminta penjelasan pun tidak bisa. Akhirnya ia menurut saja.
Air mata Era berjatuhan saat ia mencium punggung tangan suaminya dan dibalas kecupan kening oleh Pasha. jari manisnya juga disematkan cincin pernikahan oleh Pasha.
“Selamat ya, Sayang! Maafkan Mama!” ucap Mama Shanum yang lebih dulu memeluk Era dengan isak tangis.
Rencana pernikahan dadakan ini memang idenya Mama Shanum yang dibantu oleh Rayyan. Sebagai seorang wanita, terlebih setelah mengetahui apa yang dialami oleh Era, Mama Shanum juga merasakan sakit. Jadi, wanita itu memutuskan untuk menikahkan Era dan Pasha. untuk masalah penyakit yang diderita oleh Era, kedua orang tua Pasha tidak mempermasalahkannya. Era bisa melakukan pengobatan. Atau bisa adopsi anak. Itu tergantung mereka juga. yang terpenting Era dan Pasha harus secepatnya menikah.
Era merasa sangat lega setelah mengetahui kalau kedua orang tua Pasha memberikan restu pada hubungannya. Akhirnya ia bisa bersatu kembali dengan Pasha. tentunya dalam ikatan sah sebagai suami istri.
Setelah kedua orang tua Pasha memberikan ucapan selamat pada mempelai pengantin, kini saatnya kedua orang tua Rayyan.
__ADS_1
Papa Chandra dan Mama Feby berusaha untuk legowo karena Era tidak jadi menantunya. Mereka juga ikut bahagia dnegan pernikahan Era dan Pasha. dan yang terakhir memberikan selamat adalah Rayyan. Pria yang sudah banyak berjasa dalam hidup Era selama dua tahun terakhir ini. sekaligus pria yang telah menjadi sahabat Era.
Rayyan memeluk Era dengan erat untuk memberikan doa terbaik dalam rumah tangganya dengan Pasha. tidak ada yang tahu bagaimana hancurnya perasaan Rayyan saat ini. melihat orang yang ia cintai lebih memilih bahagia dengan orang lain. Namun, jika Era ia paksa untuk menikah dengannya, pasti akan sama-sama sakit. Karena Era tidak pernah mencintainya dan hanya menganggapnya sebagai sahabat.
Ini hanya soal waktu. Rayyan yakin kalau rasa sakit akibat patah hati ini akan segera sembuh. karena yang terpenting adalah kebahagiaan Era.
“Selamat ya, Bro! tolong jaga Joelle dengan baik.” Ucap Rayyan pada Pasha.
“Tentu saja. terima kasih banyak kamu sudah membantu semuanya. Dan maafkan atas semua sikapku pada kamu tempo hari.” Jawab Pasha dengan tulus.
Setelah acara itu, Rayyan dan kedua orang tuanya langsung pulang. sedangkan Pasha harus kembali ke ruang perawatannya, karena memang ia belum pulih total.
Era mendorong kursi roda Pasha menuju ruang perawatannya. Mereka berdua menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di rumah sakit, karena mereka masih mengenakan gaun pernikahan.
“Terima kasih, sudah kembali padaku.” ucap Pasha sambil memegang lembut tangan Era yang sedang mendorong kursi roda.
“Maafkan aku, King! Mulai sekarang, mari kita jalani hidup baru kita dengan saling melengkapi satu sama lain.” Era juga ikut menggenggam tangan Pasha.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!