
Kurang lebih selama satu jam setengah, Rayyan dan Sereena berpacu dalam keringat. Kali ini bukan Rayyan saja yang puas, seperti pertempuran pertama mereka semalam. Namun Serena juga mencapai puncak kenikmaatannya.
Serena benar-benar merutuki kebodohannya. Bisa-bisanya ia menikmati sentuhan yang diberikan oleh pria yang tidak dikenalnya itu. antara malu dan benci. Itulah kata yang pas untuk Serena. Malu dengan dirinya sendiri, benci dengan keadaan.
“Tidurlah!” ucap Rayyan sembari menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Serena.
Rayyan juga sangat puas dengan permainannya tadi. pria itu sangat yakin kalau calon buah hatinya sebentar lagi akan tumbuh di rahim Serena. Sedangkan Serena hanya diam saja. tubuhnya sangat lelah. Juga dengan hatinya.
Rayyan mengecup punggung Serena sebentar. Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus keluar dari mulut wanita itu. sebenarnya Rayyan juga lelah dan sangat ngantuk. Namun dia memilih tidak tidur.
Rayyan mengambil ponselnya. Dia ingin mencari tahu tentang wanita yang suddah dua kali ini ia sentuh. Karena memang diantara mereka berdua belum saling kenal dan tahu nama masing-masing.
Sebenarnya Rayyan bisa saja mengambil dompeet Serena dan mencari kartu identitas wanita itu. tapi Rayyan bukanah pria lancang. Huhh… bicara lancang. Nggak sadar apa kalau dia sudah lancang merenggut mahkota wanita yang tidak ia kenal sama sekali.
Lupakan tentang malam panas dan siang panas baru saja. Rayyan mengambil ponselnya. Dia memilih memanfaatkan kepandaiannya untuk mencari tahu tentang siapa wanita yang sedang berbaring di sampingnya ini.
Rayyan cukup membuka data personal karyawan di perusahaan Zafir, adik iparnya. Karena pertama kali dia bertemu Serena yaitu saat perinkahan adiknya dulu.
Serena Laviona. Wanita berusia dua puluh tujuh tahun, sudah dua tahun bekerja di perusahaan multi nasional yang dipimpin seorang Ceo bernama Zafir Maulana. Wanita itu memiliki jabatan sebagai sekretaris Ceo. Tinggal seorang diri di sebuah apartemen di jalan Manggis.
Masih banyak lagi informasi tentang Serena. Namun Rayyan sudah cukup jelas dengan informasi tersebut. Jadi, kini ia sudah tahu kalau wanita cantik yang sedang tertidur pulas di sampingnya ini bernama Serena.
“Seren.” Gumamnya sambil menarik kedua sudut bibirnya ke atas.
**
Sudah dua jam Serena tidur setelah pertempuran panasnya tadi dengan Rayyan. Wanita itu terperanjat kaget saat baru saja membuka matanya dan melihat ke sekeliling ruangan yang sangat asing.
Serena pun langsung ingat dengan kejadian beberapa saat yang lalu. Dia membuka selimutnya dan melihat tubuhnya masih polos tanpa tertutup kain. Ditambah lagi dengan kamar itu yang kosong. sudah bisa dipastikan kalau pria yang telah menggagahinya tadi sudah pergi meninggalkannya, setelah mendapatkan kepuasan darinya.
Serena mengusap air matanya yang jatuh begitu saja. dia langsung memunguti bajunya dan mengenakannya. Blousenya sudah tidak ada kancingnya sama sekali. Lalu ia mengambil sweater dalam kopernya.
__ADS_1
“Lebih baik aku segera pergi dari tempat ini.” gumam Serena mengabaikan rasa sakit di hatinya juga pada intinya.
Serena sangat yakin kalau pria tadi sudah meninggalkannya begitu saja. entah ini apartemen siapa, yang penting dia harus secepatnya pergi.
Cklek
Baru saja kakinya hendak melangkah keluar dari kamar, tiba-tiba saja hidungnya mencium bau sedap aroma masakan yang menggelitik perutnya.
“Mau kemana, Honey?” tanya Rayyan dengan membawa sepiring nasi goreng di tangannya.
Rayyan tersenyum tipis pada Serena. Dia sudah menebak kalau Serena akan kabur lagi. terlebih melihat penampilan wanita itu yang sudah berganti pakaian, dan menarik kopernya.
Kruukkkk….
Sungguh sangat memalukan. Serena ingin sekali tenggelam ke dasar bumi saat p0erutnya tiba-tiba berbunyi di depan Rayyan. Cacing-cacing di dalam perutnya tidak sefrekuensi sama dirinya.
“Ayo makan dulu, sebelum pergi dari tempat ini.” ujar Rayyan menuntun Serena kembali masuk ke dalam kamar.
Serena menerima piring berisi nasi goreng dari Rayyan. Lalu pria itu mengulurkan tangannya pada Serena.
“Kita belum kenalan. Aku Rayyan!” ucap Rayyan.
Serena menyambut uluran tangan Rayyan tanpa menyebutkan namanya. Karena ludahnya sejak tadi sudah hampir menetes dengan aroma nasi goreng buatan Rayyan.
Serena makan dengan lahap. Sedangkan rayyan yang duduk di sofa sambil berkirim pesan dengan seseorang tampak mengulas senyumnya saat melihat Serena makan.
Rayyan bertukar pesan dengan adiknya. Dia mengatakan kalau tidak jadi pulang bersama Mama dan Papanya. Rayyan juga meminta Khanza agar datang ke rumah nanti malam. karena memang Khanza tinggal bersama suaminya.
Beberapa saat kemudian, Serena sudah menghabiskan makannya. Dia segera beranjak dari duduknya dan menarik kopernya keluar kamar, tanpa mempedulikan Rayyan.
“Tunggu, Honey! Kenapa kamu buru-buru sih?” cegah Rayyan mencekal lengan Serena.
__ADS_1
“Bukannya kamu sudah bilang kalau setelah makan, aku boleh pergi.” Ucap Serena dengan nada tak ramah.
“Ya, tentu saja. karena ini bukan apartemenku. Dan bukan berarti kamu akan aku biarkan kabur seperti tadi.” ucap Rayyan, menarik tangan Serena keluar dari unit apartemen dan membawanya pulang.
***
Rayyan membawa Serena pulang ke rumahnya. Meskipun harus melewati banyak drama penolakan dari Serena. Namun pada akhirnya wanita itu menurut begitu saja.
Sejak tadi Serena terlihat murung. Dia sudah putus asa dengan jalan hidupnya yang tiba-tiba berubah drastis seperti ini.
Khanza, adik Rayyan kini sudah tiba di rumah seperti yang dikatakan oleh kakaknya tadi. Kahnza juga datang bersama suaminya.
“Kak? Bukankah dia Seren?” tanya Khanza yang terkejut saat melihat Serena, sekretaris suaminya sedang bersama sang kakak.
“Ya. Kamu sudah kenal. Jadi aku tidak mengenalkan pada kamu. Sekarang duduklah!” ujar Rayyan, mengabaikan Serena yang masih dalam mode ngambek.
Khanza dan suaminya saling pandang. Tidak mengerti kenapa Serena bisa bersama kakaknya. Padahal sebelumnya mereka tidak saling kenal.
“Kak, sepertinya ini ada apa?” tanya Khanza penasaran.
“Masalah kantor sudah beres. Sekarang aku minta kamu persiapkan pernikahanku dengan Seren.” Ucap Rayyan dengan santai.
“Apaa???” ucap Khanza, Zafir, dan juga Serena bersamaan.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!