Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
78. Ingin Menikahimu


__ADS_3

Perjalanan menuju puncak yang memakan waktu kurang lebih selama dua jam itu akhirnya membawa rombongan tiba di sebuah Villa yang cukup mewah dengan selamat.


Villa itu sangat besar dan cukup banyak menampung seluruh karyawan Pasha. mereka satu per satu turun dari bus dengan membawa barang bawaan masing-masing. Begitu juga dengan Era. Hanya saja wanita itu membawa tas ransel kecil. Tidak seperti kebanyakan temannya yang cukup rempong. Era memlih yang simple saja.


Ada dua Villa yang disewa oleh Pasha. satu khusus untuk ditempati karyawan laki-laki, satunya khusus karyawan perempuan. Begitu juga Pasha yang bergabung di Villa khusus karyawan laki-laki.


Mereka memasuki kamar masing-masing untuk meletakkan barang bawaannya. Setelah itu acaranya bersantai sejenak sebelum menuju acara yang akan dipandu oleh tim khusus yang sudah disediakan.


Era masuk ke salah satu kamar yang berisi dua bed. Jadi dia bersama salah satu temannya yang satu divisi. Perempuan itu merebahkan tubuhnya karena merasa sangat lelah.


“Kamu sakit, Jul? aku perhatiin sejak tadi kamu kurang bersemangat?” tanya Via, teman Era.


“Nggak, kok. Aku hanya lelah saja dan ingin tidur.” Jawab Era lalu memeluk guling.


“Ada-ada saja kamu ini. belum juga dimulai acara fun game’nya. Tapi kamu sudah capek.” Geurutu Via lalu perempuan itu keluar dari kamar.


Era sendiri masih malas-malasan di dalam kamar. memang malas beneran sih sebenarnya. karena dia tidak begitu tertarik dengan acara-acara seperti ini. mungkin nanti ia akan mangkir kalau acara fun game dimulai.


***


Benar saja. setelah semua karyawan diberi waktu untuk bersantai sejenak, kini mereka sudah berkumpul di sebuah aula untuk mengikuti acara yang sudah terjadwal.


Semua karyawan sangat antusias karena kedatangan Pasha yang ikut langsung dalam kegiatan itu. salah satunya Yeslin.


Namun sayangnya tatapan Pasha menelisik ke seluruh karyawannya, dan dia tidak melihat batang hidung Era di sana. Pria itu mundur sejenak untuk menghubungi Era. Namun sayangnya ponsel Era tidak aktif.


Karena acara sudah dimulai, Pasha mau tidak mau harus ikut. Mungkin hanya sebentar saja. setelah itu mencari keberadaan Era yang sampai acara dimulai tak kunjung datang.


Acara itu sangat seru. Semua karyawan Pasha sangat antusias mengikuti beberapa game yang menarik. Dan Pasha pun memilih pergi lebih dulu dengan alasan ada panggilan mendadak. Tentu saja tidak ada yang protes, apalagi dilah Ceonya.


“Pasti King lagi cariin si perawan tua itu.” gumam Yeslin dengan kesal.

__ADS_1


Pasha pun akhirnya keluar dari aula untuk mencari keberadaan Era. Dia sangat gemas dengan Era karena telah berani menon aktifkan ponselnya di saat seperti ini. padahal Pasha tadi sudah bersemangat untuk ikut acara fun game demi Era. Namun sayangnya perempuan itu tidak ada.


Pasha tidak mungkin masuk ke dalam Villa khusus karyawatinya. Apalagi ia tidak tahu di sebelah mana kamar yang ditempati Era. Akhirnya Pasha berjalan saja mengelilingi halam Villa yang cukup luas itu. ternyata di halaman paling ujung ada sebuah kolam renang yang airnya sagat jernih. Dan di salah satu kursi panjang tepi kolam tampak seseorang sedang bersantai di sana. Siapa lagi kalau bukan Era.


Pasha pun segera menghampiri Era. Dia berjalan dengan hati-hati agar tidak ketahuan Era yang sedang menikmati waktunya sendiri. Dan sesampainya di sana, Pasha melihat Era sedang merebahkan tubuhnya sambil mendengarkan music menggunakan earphone. Matanya juga terpejam sambil bibirnya ikut menyanyikan lagu yang didengarnya.


“Ternyata kamu melarikan diri di sini. pantas saja ponsel kamu tidak aktif. Pasti sengaja kamu matikan agar tidak ada yang mencarimu.” Batin Pasha sambil menggelengkan kepalanya.


Era masih asyik menikmati music yang didengarnya. Sedangkan Pasha melihat ke sekeliling untuk memastikan situasinya aman atau tidak. Setelah dirasa cukup aman, karena kegiatan fun game tadi berada di aula yang ada di depan Villa. Jadi tidak ada yang mengetahui kalau dirinya sedang di sini.


Pasha masih melihat Era yang tengah berbaring tanpa merasa sedikit pun keberadaannya. Pasha akhirnya gemas sendiri. Apalagi melihat bibir Era yang sejak tadi tak henti-hentinya menyanyi. Dia pun langsung meraup bibir itu dengan tiba-tiba. Bibir yang sudah membuatnya candu.


Tentu saja Era sangat terkejut saat tiba-tiba ada yang membungkam bibirnya dengan ciuman yang cukup kasar. Mau berteriak pun tidak bisa. Matanya yang sudah terbuka langsung disuguhkan dengan dua bola mata seseorang yang menatapnya dalam.


Argghhhh


Teriak Pasha saat bibirnya digigit oleh Era sambil tubuhnya didorong kuat oleh perempuan itu. Era sendiri sangat kesal dengan perbuatan Pasha baru saja.


“Syukurin! Siapa yang suruh berbuat asusilaa?’ ucap Era tak kalah kesal.


“Kamu sih, dicari di acara fun game malah melipir ke sini. ya aku kasih hukuman.”


Era tak menyahut lagi. dia segera beranjak dan meninggalkan Pasha begitu saja. moodnya seketika rusak setelah waktu santainya diganggu seseorang. Meskipun orang itu adalah kekasihnya.


“Ra, aku nyari kamu dari tadi loh. Kamu malah ninggalin aku.”


“Kenapa sih, King? Bukankah sudah aku katakan sebelumnya kalau aku tidak tertarik dengan acara seperti ini. sekarang biarkan aku menikmati waktuku sendiri. Yang penting aku sudah ikut pergi ke sini.” jawab Era dengan kesal.


Pasha sendiri merasa aneh degan sikap kekasihnya itu. tidak biasanya Era marah-marah seperti ini hanya urusan kecil. Padahal ia juga tidak memaksa Era untuk mengikuti acara fun game. Terlebih dengan ciuman tadi, Era terlihat sangat marah dengannya.


“Maaf!” ucap Pasha dengan lirih, membiarkan Era pergi mencari tempat lain.

__ADS_1


Rupanya langkah Era yang belum terlalu jauh mendengar suara lirih Pasha yang meminta maaf atas kesalahannya. Era pun tersadar kalau dia baru saja marah-marah pada Pasha. entah kenapa ia juga merasa aneh dengan dirinya sendiri yang emosinya akhir-akhir ini tidak terkontrol.


Era berbalik badan dan menghampiri Pasha. tanpa aba-aba, dia langsung memeluk Pasha dengan erat. Mencium aroma wangi tubuh kekasihnya yang sangat menenangkan.


“Aku yang salah karena telah marah-marah sama kamu.” Ucap Era dengan lirih.


Pasha tersenyum tipis, dan membalas pelukan Era.


“Aku tidak memaksamu untuk ikut acara fun game, Ra. Tujuanku ingin kamu ikut acara ini karena aku ingin dekat dengan kamu. Jangan marah lagi, ya? Nanti cantiknya hilang.” Ucap Pasha diakhiri dengan candaan.


Era pun tersenyum tipis. Setelah itu dia mengajak Pasha berkeliling halaman Villa sekaligus intuk menikmati udara segar di tempat ini.


“Ra, apa kamu sudah siap menikah?” tanya Pasha tiba-tiba, saat mereka sedang jalan berdua.


“Ya, aku siap.” Jawab Era dengan yakin. Entah apa alasannya hingga membuat dirinya sangat yakin untuk segera menikah dengan Pasha.


“Terima kasih. Aku sangat senang mendengarnya. Setelah acara gathering ini, kebetulan Papa sudah pulang dari luar negeri, jadi aku akan bicara langsung padanya tentang maksudku yang ingin menikahimu.”


Lagi-lagi Era hanya menjawab dengan senyuman. Tentunya senyuman yang sangat melegakan hatinya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


 

__ADS_1


__ADS_2