Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
111. Jam Rawan


__ADS_3

Rayyan dalam keadaan seratus persen sadar kalau malam ini ia sedang menyalurkan hasratnya pada wanita yang sama sekali tidak ia kenal. Dia tidak memikirkan hari esok bagaimana. Yang terpenting malam ini ia bisa tidur dengan nyenyak.


Rayyan memang sejak kecil tinggal di luar negeri. pergaulan di sana memang bebas. Namun karena dia berasal dari keluarga baik-baik yang masih menjunjung tinggi kebudayaan dari negara asalnya, Rayyan tidak pernah sampai salah pergaulan. Dan, malam ini, saat ia sedang menikmati tubuh wanita asing yang akan membantu menyalurkan hasratnya, adalah pertama kalinya bagi Rayyan. Padahal usianya sudah di atas tiga puluh tahun. Ya, meskipun secara teori dia sudah mahir sih.


Rayyan membelalakkan matanya saat pertama kalinya menghujam milik Serena. Wanita itu berteriak kesakitan sambil mencakar punggung Rayyan. Ternyata ini juga pertama kalinya bagi Serena.


Merasakan kesakitan di bagian intinya, otomatis Serena sudah mengembalikan kesadarannya. ini bukan mimpi, melainkan kenyataan.


Meskipun suasana kamar Rayyan yang temaram, Serena bisa mengenali kalau pria yang sedang mengungkungnya itu bukanlah Willy. Mengingat Willy tidak memiliki postur tubuh yang atletis.


“Ka…kamu siapa?” tanya Serene dengan bibir bergetar ketakutan.


Senjata milik Rayyan sudah melesat sempurna pada inti Serena. Meskipun ia mendengar jelas pertanyaan wanita itu, namun Rayyan mencoba menulikan pendengarannya. Mungkin sudah terlanjur basah, kenapa tidak berenang sekalian. Itulah perumpamaan yang digunakan oleh Rayyan saat ini.


Serena terus mencakar punggung Rayyan karena rasa kesakitan pada intinya. Pria itu terus menghujamnya tanpa ampun. Bahkan untuk menghentikan tangis Serena, Rayyan melu mat bibir wanita itu dengan lembut.


Selama kurang lebih satu jam, permainan mereka selesai. dengan skor satu kosong. karena Serena sangat kesakitan sekaligus syok dengan apa yang sudah terjadi pada dirinya.


Sedangkan Rayyan, kepala bawahnya sudah tidak pusing lagi setelah berhasil menyemburkan Lavanya ke dalam inti Serena. Namun, kini kepala atasnya yang sangaat pusing. menyadari apa yang baru saja terjadi.


Tanpa kata, Serena menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Tangisnya masih terdengar lirih. Tubuhnya sudah remuk, tidak mampu berbuat apa-apa. Sedangkan Rayyan hanya mengacak rambutnya dengan kasar.


“Maafkan aku!” ucap Rayyan.


“Tidurlah! Kita bicara besok. Dan aku mohon jangan keluar dari kamar ini sebelum aku bangun.” Lanjut Rayyan, kemudian ia turun dari ranjang.


***

__ADS_1


Sementara itu, di hotel yang sama di kamar president suit, sepasang pengantin baru yang beberapa jam yang lalu baru masuk kamar setelah acara pesta pernikahan mereka selesai, kini masih begadang.


Era dan Pasha harusnya melakukan malam panjang seperti pasangan pengantin pada umumnya. Namun mereka tidak. Saat ini Pasha sedang memijit Era. Wanita itu mengeluh kecapekan saat acara pesta tadi. namun sebelumnya, Era yang lebih dulu memijit suaminya. jadi ceritanya mereka malam ini hanya pijit-pijitan.


“Jangan macam-macam!”


Entah sudah berapa kali Era mengingatkan suaminya untuk tidak macam-macam dengan menyentuh bagian sensi tif istrinya saat sedang memijit. Bukan bermaksud menolak permintaan suaminya atau tidak mau melayani suaminya, namun mereka berdua sudah sepakat sedari awal kalau malam ini tidak melakukan anu-anu wkwk. Pasha sendiri cukup mengerti dengan keadaan istrinya yang sedang lelah. Dipaksa juga hasilnya tidak aan baik. Lagi pula sebelumnya mereka juga sering melakukan. Mengingat malam ini mereka hanya merayakan pesta pernikahan saja. di mana sebelumnya sudah menikah saat di luar negeri.


“Iya-iya, Sayang! Jangan galak-galak dong!” jawab Pasha dengan tangan kembali memijit punggung Era dengan benar.


“Kamu ini curang. Aku tadi memijit kamu serius loh. Lama lagi. nah, ini kenapa banyak jailnya daripada seriusnya.” Gerutu Era.


“Ya, biar nggak jenuh lah. Kalau gini kan enak.” Jawab Pasha dengan wajah merasa tidak bersalah. Justru tangannya kini kembali usil dengan menggelitiki istrinya.


Era pun langsung bangun. Rasanya lebih baik tidak usah dipijit daripada diusilin seperti ini. dia langsung mengambil guling dan memukulkannya pada tubuh Pasha.


“Nggak. Besok saja aku mau ke spa. Sekarang aku mau tidur saja. jauh-jauh sana!” usir Era.


“Eh.. kenapa kamu malah mengusir suami kamu sendiri? Ini malam pengantin kita loh.”


“Janji ya, langsung tidur? Sesuai dengan kesepakatan kita tadi? kalau kamu macam-macam, lebih baik aku saja yang tidur di sofa.” Ancam Era.


Pasha pun setuju. Dia juga kasihan melihat wajah lelah istrinya. Kemudian ia menarik selimut dan menutupi tubuhnya dengan Era.


Cup


“Ayo tidur!” ucap Pasha setelah mencium kening Era. Kemudian mereka berdua tidur saling berpelukan.

__ADS_1


Karena Era dan Pasha hanya berjanji kalau mereka akan tidur tanpa melakukan kegiatan panas. Namun janji itu jelas sudah tidak berlaku saat waktu sudah menjelang pagi.


Seperti biasa, di jam rawan seperti ini, ada sesuatu yang sudah berdiri tegak meskipun si pemiliknya sedang terlelap. Apa lagi kalau bukan senjata Pasha.


Menyadari bahwa miliknya mulai berulah, Pasha pun semakin mengeratkan pelukannya pada Era. Tapi ujung-ujungnya dia tidak tahan sendiri. Akhirnya diam-diam Pasha mulai mera ba tubuh istrinya yang hanya mengenakan gaun tidur tipis yang menggoda.


Pasha langsung menatap lapar saat tangannya berhasil menyingkap baju tidur Era bagian atas. Dua buah favoritnya yang tanpa pembungkus itu langsung ia lahap.


Era pun semakin lama semakin terusik. Beruntungnya tenaga wanita itu sudah terisi setelah beberapa jam tidur. Tidak ada alasan untuk menolak melayani suaminya. dan ddi waktu menjelang pagi itu Era dan Pasha kembali memadu kasih.


***


“Mau kemana kamu?” Rayyan terhenyak saat melihat sekelebat bayangan seseorang yang hendak keluar dari kamarnya.


Rayyan langsung berlari mencegah Serena yang tidak mempedulikan ucapannya dan berusaha membuka pintu kamar.


“Kalau kamu nekat keluar, Nyawa kamu tidak selamat!” ancam Rayyan membuat Serena sangat ketakutan.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2